Berburu Barang Antik Dan Kuno? Tengoklah Pasar Triwindu Solo

pasar triwindu solo

Adakah diantara teman-teman yang suka dengan barang kuno dan antik?. Pasar Triwindu , bisa jadi pilihan tempat berburu barang antik dan kuno. Triwindu, nama yang sudah beberapa waktu lamanya saya kenal. Baru sebatas tahu nama saja saat itu. Dari seorang kawanlah saya tahu kemudian jika Triwindu adalah pasar tempat untuk menjual barang-barang kuno, antik dan klitikan yang ada di kota Solo. Sekian lama penasaran akhirnya sekitar dua mingguan lalu kesampaian juga berkunjung ke pasar ini lepas menyaksikan Festival Jenang Solo 2016.

Dari pelataran pasar yang cukup luas tampak sebuah bangunan berarsitektur Jawa berdiri kokoh. Atap limasan khas rumah joglo memayungi pasar ini dengan megahnya. Suasana terlihat lengang, tak banyak orang berkunjung ke pasar yang dikenal juga dengan nama Windudjenar ini. Mungkin saja karena masih pagi, jam baru menunjukkan pukul 09.30 WIB. Atau mungkin, barang yang diperjual belikan di pasar ini adalah barang kuno, antik dan klitikan sehingga tak banyak pula peminatnya kecuali mereka para kolektor, turis asing maupun  mereka yang membutuhkan benda-benda itu sebagai property foto.

pasar triwindu

Aura-aura kuno mulai nampak dari pintu masuk, lampu berwarna putih dengan menghiasi pojok kanan dan kiri atap bagian depan. Ucapan selamat datang terpampang pada spanduk di atas pintu masuk. Hm, kalau buat saya spanduk sebanyak dua buah itu telah menutupi keindahan arsitektur bangunan pasar benda kuno ini, sayang banget.

Begitu masuk ke dalam bangunan pasar, nampaklah benda-benda kuno, jadul, banyak pula yang antik serta barang bekas tumpah ruah memenuhi kios-kios yang ada. Sebagian benda-benda yang dijual nampak saya kenal karena benda-benda itu menjadi bagian dari hidup saya. Seperti lampu hias kuno, lampu ini mengingatkan saya pada lampu di rumah kakek.

pasar triwindu

Coba lihat perabotan ini?. Adakah yang mengenalinya? Kalau saya, ya. Jaman saya kecil, gelas dan perabotan jadul seperti piring, teko blirik seperti ini biasa dipakai dirumah kakek. Sayangnya, tak satupun koleksi itu tersimpan rapi. Entah kemana benda-benda itu, mungkin rusak, mungkin juga dibuang karena tidak pernah digunakan lagi. Kalah popular dengan perabotan dari bahan keramik dan melamin.

perabotan jadul

Pasar ini memang layak disebut surganya benda-benda kuno dan antik. Koleksinya cukup banyak macamnya seperti hiasan dinding,aneka patung, koin kuno, lampu-lampu kuno, telepon, radio, pemutar musik, aksesoris, foto-foto jadul, setrikaan, frame dan lainnya. Tinggal pilih saja, mana yang disuka. Berikut ini beberapa koleksi yang berhasil saya abadikan:

Bagaimana dengan harganya?

Bicara soal harga untuk benda-benda kuno dan antik tentu sudah ada harga patokannya. Murah atau mahal menjadi relatif. Tapi, kalau untuk ukuran saya ya mahal karena saya bukan kolektor benda-benda kuno. Bagi mereka yang hobi mengoleksi benda-benda kuno pastilah harga-harga di sana tak menjadi masalah.

Harga yang berlaku di pasar ini, bukan harga mati kok. Jadi boleh banget jika hendak ditawar. Pedagang tentu akan membuka harga tinggi untuk barang-barang koleksinya. Tergantung pembeli hendak menawar berapa. Jika pandai dalam urusan tawar-menawar, bukan mustahil mendapatkan harga yang pas.

telepon kuno
suka banget sama bentuk dan motifnya

Harga barang-barang kuno menurut saya memang unik. Sering melihat benda-benda sepele menurut saya, eh lha kok dijual laku juta-jutaan gitu. Soal ini saya jadi ingat cerita lincak atau semacam kursi panjang jaman dulu. Bahannya memang dari kayu jati. Lincak ini ada di rumah Simbah. Tak dirawat dengan baik jadi terlihat kusam, eh kok ya ada yang tertarik untuk membelinya dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga belinya. Sayaang, sama Simbah nggak dijual karena itu buat kenang-kenangan saja.

Begitupun dengan harga barang-barang kuno di Pasar Triwindu. Dari becandaan teman-teman, bilangnya harganya harga turis. Hahaha, mungkin karena banyak wisatawan mancanegara yang kerap mencari koleksi antik di sini.

Letak Pasar Triwindu

Pasar ini terletak di kawasan koridor budaya Ngarsopuro, tak jauh dari kedai Es Krim Tentrem jika dari arah jalan Slamet Riyadi. Atau tak jauh dari restoran Omah Sinten jika dari arah jalan Ronggowarsito.

Lalu lintas di jalan Slamet Riyadi berlaku satu arah, jadi jika dari arah Balaikota, teman-teman harus memutar arah di Gladak, kemudian belok kiri di samping kantor Bank Indonesia. Setelah sampai di restoran Omah Sinten kemudian belok kiri. Tak jauh dari situ, di sebelah kiri jalan, berdiri kokoh pasar yang telah mengalami renovasi ini.

pasar triwindu
ada dua lantai

Jika teman-teman dari luar kota naik kereta, turun saja di Stasiun Purwosari. Keluar dari stasiun belok kiri menuju halte Bus Solo Trans (BST), jangan menyeberang ya teman-teman. Naiklah jurusan bandara atau jalur 1, maka bisa turun di di jalan Slamet Riyadi. Bilang saja turun Ngarsopuro. Dari sini bisa naik becak atau jalan kaki. Pasar berada di sebelah kanan jalan.

Pasar ini buka sejak pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB. Masa liburan, menjadi saat-saat pasar ini ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Kondisi pasar yang bersih, akan membuat teman-teman nyaman berada di sini. Tertarikah dengan koleksi barang-barang kuno dan antik? atau ingin menambah koleksi?. Pasar Triwindu bisa memanjakan hobi para kolektor barang-barang kuno dan antik.

Pasar Triwindu

Jln. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Solo

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

41 thoughts on “Berburu Barang Antik Dan Kuno? Tengoklah Pasar Triwindu Solo

    1. Aih, aih, bolehlah idenya ya. Jualan jilbab iya, ngeblog iya , tambah lagi jualan barang jadul.
      Assisten mana, assiten?

    1. Naik prameks turun sta.purwosari mba.
      Keluar stasiun tinggal belok kiri, halte bst nggak jauh dari situ. Naik bis jalur 1, turun di Ngarsopuro.

  1. waktu ke solo nggak sempat kemari, saya suka liat yg jadul2 bgini. Sekarang benda2 begini lagi laku ya, di IG rame jualan, juga cocok buat atribut food photography

  2. Saya ada saudara dekat di solo (belakang keraton), belum ada kesempatan sih berkunjung ke sana,,, suatu saat saya pasti kesana dan mampir ke pasar triwulan. Salam dari kami mba

  3. Angkringan yg di rumah itu, juga beli dari orang yg jual di triwindu mba..
    Trus yaa..bosnya mas yopi itu hobi banget nyari barang antik disana. Pernah keidean utk memakai cap batik sebagai ganti ventilasi (roaster kayaknya namanya), buat dipasang di dinding. Ada2 aja deh pokoknya.

  4. Sya padahal orang solo, tp baru ini tau ada tempat jual beli barang kuno
    Hahaha…..
    Kpn2 mw mampir. Sekalian cari telepon rumah clasic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *