Bergerak Untuk Sehat dan Berbuat Baik Melalui Donor Kalori

bergerak-unruk-sehat-dan-berbuat-baik-melalui-donor-kalori

Ibu adalah pusat kehidupan keluarga, karenanya ia (tak boleh) sakit. Sebagai seorang ibu, saya paham akan hal ini. Untuk itulah saya aktif setiap hari agar berkeringat dan sehat. Saat ini, apa yang saya lakukan, dengan bergerak membakar kalori tak hanya bermanfaat bagi saya dan keluarga. Ternyata, kalori yang saya bakar berarti kebaikan buat mereka yang kurang beruntung.

Saya pernah mengalami masa-masa suram dengan kesehatan. Ada saja, keluhan yang saya alami. Hari ini, punggung yang sakit. Besok, badan terasa lesu untuk beraktfitas. Dihari yang lain lagi, kepala pusing. Ampun, deh! Kenapa sih, badan saya ini?. Hatiku bertanya-tanya, mungkinkah ini tanda bahaya kondisi kesehatanku?. Belum lagi celetukan anak-anak yang mengatakan kalau badan saya sekarang gendut. Oh, My God! lengkap sudah penderitaan ini!.

Kawatir? Tentu saja saya kawatir akan resiko kesehatan yang bisa saja timbul ketika berat badan tak lagi terkontrol. Kalau diingat-ingat sejak Zahira, anak kedua saya kelas 1 SD, keluhan itu mulai muncul. Saya jadi berpikir, apa ini gara-gara saya jarang bersepeda lagi ya?. Badan saya kurang gerak sementara itu saya masih kesulitan mengontrol asupan makanan. Bagi saya yang paling berat itu menjauhkan diri dari aneka camilan.

kalbe-copy.png.png

Jadi, wajar banget ya, kalau badan mulai bertumbuh ke samping. Bukan karena nggak mungkin lagi bertumbuh ke atas namun ada yang keliru dalam pola hidup saya. Tidak disiplin dalam pola makan sehat dan malas untuk berolahraga. Akibatnya kalori menumpuk dan menyebabkan gangguan kesehatan seperti yang saya alami.

Nggak mau berlarut-larut dalam masa suram, akhirnya awal tahun ini saya sudah berkomitmen untuk menjalani pola hidup sehat seperti yang pernah saya ceritakan di postingan blog ini yang berjudul “Saya Ingin (Lebih) Sehat”. Semua demi diri sendiri dan keluarga yang amat bergantung pada saya. Hal ini saya wujudkan melalui pola makan sehat dan aktif bergerak.

Pola makan sehat itu sebenarnya sederhana saja, makanlah sesuai kebutuhan baik kebutuhan akan jenis nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat dan cairan. Maupun sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi lengkap nutrisinya dan tepat jumlahnya. Mudah, bukan?.

fitbar donor kalori
aktif bersepeda lagi seperti dulu

Sebenarnya sih mudah buat saya karena tidak berpantang dengan jenis makanan tertentu. Apalagi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Saya terbiasa makan sayur dari kecil, sampai sekarangpun saya suka makan sayur apalagi untuk lalapan. Ini cara makan sayur yang paling saya suka. Makan buah pun demikian, hampir semua buah saya suka. Asal, sudah matang lho, ya!. Lalu, mengapa saya mengalami gangguan kesehatan?.

Masalahnya, apa yang saya makan itu jumlahnya melebihi kebutuhan tubuh. Saya memang sering ngemil saat menulis postingan di blog ataupun saat membaca buku. Saking asyiknya satu toples camilan hampir habis oleh saya sendiri padahal saya sudah makan seporsi makanan berat lengkap dengan lauk pauknya. Hadeh, tutup muka! Harusnya kan, kalau sudah makan berat, perut sudah kenyang ya?

Itu dia, rasanya aneh saja jika ngeblog atau membaca buku itu tanpa ada camilan. Berasa ada yang kurang, dan jadi nggak asyik!. Komitmen untuk lebih sehat telah membuat saya mulai mengontrol asupan makanan yang masuk.

Contohnya: menambah porsi makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan, mengonsumsi karbohidrat dan lemak sesuai kebutuhan tidak berlebih ataupun kekurangan. Mengganti camilan tak sehat dengan buah. Lalu bagaimana dengan kesukaan saya ngemil snack?.

fitbar
temen ngeblog yang baru

Untuk yang satu ini sekarang saya tak kawatir lagi karena sudah menemukan penggantinya yaitu  Fitbar, camilan rendah kalori. Snack produksi Kalbe Nutritionals ini terbuat dari bahan-bahan yang kaya serat dan bermanfaat, seperti oat, cornflakes, kismis, coklat dan kacang. Keunggulan Fitbar ini terletak pada kandungannya yang non kolesterol, bebas lemak trans, rendah kalori, dan mengandung kalsium, vitamin A, B 12, dan C.

fitbar-fruits-.jpg.jpeg

fitbar-coklat.jpg.jpeg

fitbar-nuts.jpg.jpeg

Fitbar memiliki tiga varian rasa yaitu chocolate, nuts, dan fruits. Pertama mencoba, kami sekeluarga langsung menggemarinya meskipun beda selera. Suami saya cocok dengan rasa chocolate, anak-anak suka yang fruits karena ada kismisnya dan bau harum buah. Sementara saya suka dengan rasa nuts, karena gurih kacangnya pas. Kegiatan ngeblog dan membaca buku kesukaan menjadi menyenangkan dengan ditemani Fitbar.

Nah, setelah menerapkan pola makan sehat, upaya ini harus dilengkapi dengan aktifitas yang membuat badan berkeringat. Mengapa? karena aktifitas fisik seperti olahraga akan membuat berat badan terkontrol, mencegah berbagai macam penyakit, dan merupakan mood buster bagi tubuh kita. Saya merasakan bedanya, ketika rajin berolahraga maka bawaannya happy terus.

Aktif bergerak bisa dengan bersepeda keliling komplek atau ketika berbelanja ke pasar, sekadar jalan-jalan di CFD atau keliling komplek. Bahkan bermain bersama anak-anak, cukup kok untuk mengeluarkan keringat. Itu yang biasanya saya lakukan, selain tentunya mengerjakan setumpuk pekerjaan rumahtangga setiap harinya.

Senangnya lagi, kebiasaan ini selain membuat tubuh saya sehat juga bisa membantu anak jalanan yang kurang beruntung. Ya, karena selama dua bulan ini yaitu dari bulan Maret- akhir April 2016, Fitbar meluncurkan digital platform berupa Fitbar Donor Kalori. Sebuah progam pengumpulan donasi untuk anak jalanan melalui kegiatan membakar kalori.

fitbar-donor-kalori-1-.jpg.jpeg

Program Fitbar Donor Kalori ini mengajak masyarakat untuk bergerak, melakukan aktifitas yang mampu membakar kalori seperti jalan kaki, naik turun tangga, lari, bersepeda dan lain-lain, menghitung kalorinya dan kemudian menyetorkan kalori yang terbakar tersebut di web Fitbar Donor Kalori. Kalori yang terkumpul akan dikonversikan dalam bentuk uang yang akan disumbangkan kepada anak jalanan.

Dalam program ini, Fitbar bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Anak, sebuah NGO yang concern terhadap anak jalanan dan kaum marjinal di Jakarta. Target kalori yang terkumpul adalah 1o juta kalori yang akan dikonversikan menjadi uang sebesar 500 juta rupiah. Uang sejumlah itu akan digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup anak jalanan, agar mereka tak selamanya hidup di jalanan tapi bisa memiliki masa depan.

Seperti yang dikatakan oleh Maureen Tanoto, Brand Manager Fitbar, program Fitbar Donor Kalori ini dilatar belakangi adanya double burden yang dihadapi bangsa ini. Disatu sisi, ada 8,4 juta anak usia di bawah 5 tahun (menurut data World Bank 2015) mengalami malnutrisi kronis dan kekerdilan akibat kemiskinan dan atau ketidaktahuan orangtua akan standar kecukupan gizi anak-anaknya. Resiko yang terjadi seperti terhambatnya perkembangan otak dan kecerdasaan, obesitas, diabetes dan penyakit jantung di kemudian hari.

Disisi lain ada 24 juta pria dan 40 juta wanita dewasa Indonesia mengalami kegemukan (obesitas) akibat konsumsi kalori berlebih (menurut Riset Kesehatan Dasar 2013). Jumlah ini meningkat dua kali lipat dalam dekade ini. Faktanya 90 % obesitas terjadi karena asupan makanan yang melebihi kebutuhan dan tak diimbangi dengan aktifitas fisik seperti olahraga untuk membakar kalori berlebih itu. Huwaaa, ini yang terjadi pada saya tempo hari. Makan banyak tapi males gerak.

fitbar donor kalori
aktif bergerak itu menyenangkan

Setidaknya ada 4 penyebab obesitas:

  • Ketidakseimbangan hormon. Biasanya terjadi pada wanita di atas usia 25 tahun. Hormon pertumbuhan berkurang berakibat pada penurunan massa otot akibatnya jika ada kalori berlebih yang masuk akan tersimpan menjadi lemak. Pantas saja jika wanita lebih mudah gemuk daripada laki-laki. Duh, ini warning buat saya!
  • Penurunan metabolisme tubuh sebanyak 5% setiap 10 tahun. Ini mulai terjadi ketika usia 25 tahun. Metabolisme yang melambat tentu berpengaruh pada jumlah kalori yang sanggup dibakar. Padahal rata-rata orang dewasa Indonesia mengonsumsi 500 kkal lebih banyak dari kebutuhan tiap harinya. Harusnya metabolisme melambat, asupan kalori harus dikontrol agar nggak berlebihan.
  • Malas olahraga atau beraktifitas fisik. Jika kalori yang diasup melebihi kebutuhan, jalan satu-satunya agar kalori tak terimbun menjadi lemak tentu harus berolahraga ya. Kalau sebaliknya ya, wajar deh kalau obesitas.
  • Kurangnya jam tidur yang turut memperlambat metabolisme. Ya ampun, jadi metabolisme lambat karena memang secara alamiah akan terjadi, diperlambat lagi dengan kebiasaan begadang. Padahal, kurang tidur bisa memicu munculnya penyakit diabetes. Benarlah apa kata Bang Haji, begadang itu nggak baik untuk kesehatan.
fitbar donor kalori
aktifitas apapun bisa dilakukan untuk ikut serta dalam fitbar donor kalori

Keempat alasan di atas warning bagi semua orang dewasa seperti saya untuk rajin beraktifitas fisik agar bisa sehat. Tapi, masih malas nih memulainya!. Saya pikir, ini adalah saat yang tepat, karena aktifitas fisik yang dilakukan bisa didonorkan dalam program ini. Kita sehat dan turut berbuat baik kepada sesama.

Jadi, benar apa yang dikatakan oleh Adinia Wirasti, aktris dan sport enthusiast serta anggota pertemanan sehat mengatakan jika program ini adalah program yang mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan demi kebaikan orang lain. Dengan berpartisipasi lewat program Fitbar Donor Kalori, siapapun bisa melakukan donasi dan membantu anak jalanan yang kurang beruntung.

Saya sudah melakukannya selama lima hari ini, dengan memakai step counter, setiap gerakan yang saya lakukan akan dihitung. Apa yang saya lakukan selama lima hari kemarin sederhana saja. Cukup beraktifitas seperti biasa. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berbelanja ke warung atau pasar, atau bermain bersama anak-anak.  Bahkan saat liburan, bisa jadi sarana yang menyenangkan untuk bergerak, membakar kalori dan mendonorkannya. Mudah bukan?.

Ini dia hasil donor kalori saya selama beberapa hari ini. Hasil donor selama lima hari itu sudah diverifikasi sebesar 698 kkalori. Masih jauh ya, dari hasil yang dikumpulkan Top Donor?. Tapi, saya senang karena bisa turut serta dalam program kebaikan ini.

fitbar-donor-kalori
hayuk, ikutan juga
sudah diverifikasi
sudah diverifikasi

Jika saya bisa, teman-teman semua juga pasti bisa. Tinggal ikuti saja langkah-langkah yang tercantum dalam poster di bawah ini:

ikuti step bay step nya ya
ikuti step bay step nya ya

Teman-teman tak perlu minder, jika tak mampu berolahraga selayaknya seorang atlit, sesuaikan saja dengan aktifitas harian teman-teman. Pun tak perlu risau ketika nilai kalori yang disumbangkan tidak banyak. Sesedikit apapun tetap memiliki nilai kebaikan. Jadi, tunggu apa lagi?. Ayo, bergerak! Ayo, berdonor kalori!

Senang rasanya jika apa yang saya lakukan setiap hari ternyata tak hanya bermanfaat bagi diri saya dan keluarga saya tapi juga bermanfaat bagi orang lain. Jika berbagi semudah bergerak maka saya ingin terus melakukannya.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

37 thoughts on “Bergerak Untuk Sehat dan Berbuat Baik Melalui Donor Kalori

  1. Baru tau, ada donor kalori juga ya? Program yang bagus, nih!
    Eh iya, kebiasaan kita sama ya mbak, suka ngemil sambil nulis untuk posting..hi..hi..
    Kalo tujuan saya ngemil, untuk menghilangkan ngantuk, mbak..he..he..

    1. Hayuk ikutan Mba Nurul.
      Cuma disuruh gerak badan aja kok, sama ngitung kalorinya.
      Aku tuh mba doyan ngemil, remukan rempeyek aja seneng betul…

  2. Terimakasih mbak Ety. Saya jadi faham penyebab obesitas. Ulasannya sangat menarik. Ayo kita upgrade ilmu marketing, SEO dan berbagai optimasi pelejit omset. Dapat langsung kunjungi laman web kami ya. Ada kelas online nya lho. Terimakasih ^_^

    1. Yaelah mba Yoan, jangan sepedaan di jalan raya sich, di pinggiran sawah kayak aku tuh.
      Aku juga takut kalau ketemu truk gandeng.

    1. Qeqeqe, gitu deh, namanya emak-emak dengan bakat subur kayak kita mah harus lebih rajin gerak dan jaga pola makan.

  3. jujur mbak, sy abaru tw ada donor kalori
    kegnya ni program yang bagus dan baik. ikutan dong mbak. jika da info selanjutnya kabari boleh mbak?

  4. Kayaknya saya harus ganti cemilan ini biar lebih menyehatkan >.<
    Gak ada gunanya diet ya mak jika badan gak gerak. Super sekali kegiatan fitbar ini mengajak masyarakat peduli kesehatan sekaligus peduli sesama.

    1. Iya, mba, diet juga harus hati-hati. Salah-salah bisa kurang gizi.
      Betul apalagi buat kita-kita yang umurnya dah mendekati kepala 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *