Arem-arem Jowo Kuno, Oleh-oleh Halal Solo Dari Tsahabo (Tsabita Halal Boga)

Arem-arem Jowo Kuno, Oleh-oleh Halal Solo Dari Tsahabo (Tsabita Halal Boga). Siapa suka arem-arem?. Makanan yang satu ini, pas untuk pengganjal perut. Isian di dalamnya membuat citarasa arem-arem bisa berbeda. Jika biasanya arem-arem berisi sambal goreng ati dan ayam. Bagaimana dengan Arem-arem Jowo Kuno, ya? Bedanya apa sih, dengan arem-arem yang biasa kita temui sehari-hari?.

Sebelum ngobrolin Arem-arem Jowo Kuno yang menjadi ikon baru oleh-oleh kota Solo, saya ingin bercerita tentang sepenggal kenangan saya dan arem-arem. Bagi kita yang tinggal di daerah Jawa, tentu sudah mengenal seperti apa arem-arem itu.

Saya sendiri mengenal arem-arem sejak kecil. Simbah dan ibu saya suka membuat arem-arem. Terutama untuk bekal saat bepergian maupun bekal ketika saya mengikuti kegiatan hiking. Bentuknya yang praktis karena dibungkus daun pisang, menjadi mudah untuk dibawa dan disantap.

Arem-arem, menurut Wikipedia adalah makanan serupa lemper namun berbeda bahan. Lemper itu dari beras ketan dengan isian abon ataupun ayam. Sedangkan arem-arem terbuat dari nasi setengah matang yang diberi isian dan dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus. Setelah matang, arem-arem bisa langsung dinikmati tanpa tambahan lauk apapun karena isian didalamnya sudah membuat arem-arem terasa enak.

Untuk isiannya bisa bermacam-macam sesuai dengan selera. Yang paling sering ditemui biasanya adalah sambal goreng bisa ati maupun ayam. Kalau saya sih, paling sering dibuatkan arem-arem isi sambal goreng tempe. Selain rasanya enak, tempe itu murah harganya. Buat keluarga kami, ini pilihan yang pas. Duh, ngobrolin arem-arem jadi ingat Simbah dan Ibu, kangen sama arem-aremnya.

Arem-arem Jowo Kuno

Kekangenan saya akan arem-arem buatan Simbah dan Ibu, memang terobati karena di Solo mudah saja menemukan arem-arem. Cuma memang ada sedikit perbedaan antara arem-arem di sini dengan arem-arem di kampung saya. Kalau arem-arem yang saya temui di daerah Solo, arem-aremnya dibungkus selapis tipis telur dadar. Jadi semacam ada kulit arinya, gitu.

Sementara untuk arem-arem di kampung saya tidak memakai lapisan telur dadar melainkan langsung dibungkus daun pisang. Rasanya sama-sama enak dan ngangenin, kok. Bagi saya, mau pakai lapisan telur dadar maupun tidak, tetap jadi makanan yang mengenyangkan. Makan sebungkus saja, perut saya kenyang. Bikin marem (puas), perut yang sedang lapar. Apa karena ini ya, disebut arem-arem? Karena, bikin marem siapapun yang menyantapnya.

Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke Outlet Tsahabo (Tsabita Halal Boga), di sini ternyata arem-arem mendapat tempat istimewa. Apa pasal? Arem-arem menjadi salah satu oleh-oleh halal premium dari Tsahabo. Tak hanya premium dari sisi kemasan, namun juga dari sisi isian dan rasanya. Arem-arem Jowo Kuno, kemudian menjadi salah satu produk andalan dari Tsahabo yang merupakan pusat oleh-oleh halal Solo.

Sepintas tak ada yang berbeda jika dibandingkan dengan arem-arem pada umumnya. Namun jika diperhatikan lebih jauh, Arem-arem Jowo Kuno itu memiliki 5 varian rasa yaitu sambal goreng ati, sambal goreng ayam, sambal kreni, sambal tumpang dan sego liwet. Dari sini, saya mulai mengira-ngira, tentang Arem-arem Jowo Kuno ini.

Menurut Vitri Sundari, owner dari Tsahabo menerangkan bahwa beliau berniat mengangkat pamor arem-arem sebagai kuliner tradisonal. Selain itu beliau juga ingin mengangkat kuliner kota Solo dalam bentuk kudapan yang bisa dinikmati pula oleh para wisatawan yang berkunjung dan mencari oleh-oleh khas Solo. Kemudian terbesitlah ide mengenai Arem-arem Jowo Kuno ini.

Arem-arem Jowo Kuno

Sebagai surga kuliner tradisional, Solo memang memiliki ragam kuliner yang banyak. Beberapa diantaranya seperti sego liwet, sambal tumpang, dan sambal kreni telah lama dikenal dan lekat dengan nama Solo. Jika kemudian menjadi isian dari Arem-arem Jowo Kuno tentu memberikan nilai lebih pada makanan tersebut. Pilihan rasa arem-arempun menjadi bertambah banyak.

Sebenarnya ada kuliner khas Solo yang mulai langka, dan mungkin ke depan bisa pula untuk dijadikan isian arem-arem yaitu Cabuk Rambak. Cerita lengkap mengenai kuliner ini pernah saya tuliskan di sini.

Terus terang saya penasaran dengan namanya yang diembel-embeli Jowo Kuno itu. Demi memuaskan rasa penasaran, saya pun menanyakan hal ini pada Mba Vitri. Beliau mengatakan di sebut Arem-arem Jowo Kuno karena resepnya diambil dari resep kuno Keraton Mangkunegaran. Oh, jadi resepnya memang resep jaman Jowo Kuno makanya arem-aremnya pun dinamakan demikian. Jadi memang vintage nih, arem-aremnya!.

Lima buah arem-arem dijual dalam satu paket kemasan etnik yang cantik. Memakai besek (anyaman bambu) dengan lapisan penutup berupa kertas label yang bernuansa hijau kekuningan. Harga sepaket Arem-arem Jowo Kuno adalah 25K. Harga yang worth it dengan rasanya kalau menurut saya.

Saya sudah menikmati kelima rasa dalam arem-arem tersebut. Satu kata saja cukup untuk menggambarkannya, yaitu enak. Sebagai penggemar arem-arem sejak kecil, Arem-arem Jowo Kuno ini salah satu arem-arem enak yang pernah saya nikmati.

Arem-arem Jowo Kuno

Dari kelima citarasa yang disuguhkan, saya paling suka dengan Arem-arem Sambal Kreni. Rasa arem-arem yang satu ini pedas dan gurih. Sebagai penyuka makanan pedas, lidah saya merasa cocok dengan gurih dan pedasnya Sambal Kreni.

Nah, Sambal Kreni itu sebenarnya adalah sambal goreng daging cincang berbentuk bola-bola. Sebagian mengenalnya sebagai Sambal Goreng Printhil. Biasanya sih, disajikan pada saat acara-acara hajatan, gitu. Saya sendiri, pertamakali makan Sambal Kreni itu ya di sebuah resepsi pernikahan. Ketika Sambal Kreni dijadikan isian arem-arem, rasanya ngeblend dengan rasa gurih nasi pembungkusnya.

“Ternyata Sambal Kreni ini termasuk salah satu kuliner yang ada dalam setiap jamuan raja-raja Jawa Mangkunegaran”

Memang, saya paling suka dengan Arem-arem Sambal Kreni namun bukan berarti rasa yang lain tak enak, ya. Kalau rasa sambal goreng ati dan ayam sudah biasanya saya temui. Sedangkan rasa Sambal Tumpang, menurut saya kurang pedas begitu juga dengan rasa Sego Liwet. Tapi, semua rasanya enak.

Bagi teman-teman yang berkunjung ke Solo dan ingin menikmati oleh-oleh halal yang berbeda dari biasanya, Arem-arem Jowo Kuno bisa jadi pilihan. Hanya saja karena arem-arem ini cuma tahan sehari barangkali lebih cocok dinikmati langsung maupun untuk bekal ketika perjalanan pulang.

Ide untuk mengangkat citarasa kuliner tradisional Solo ke dalam kudapan tak hanya diwujudkan dengan Arem-arem Jowo Kuno saja. Tsahabo dengan kreatifitasnya berhasil menyajikan citarasa kuliner Tengkleng ke dalam kukis jadi Kukis Tengkleng namanya.

Tsahabo

Siapa kenal Tengkleng?. Bagi teman-teman penggemar aneka olahan daging kambing tentu tak asing lagi mendengar kata Tengkleng. Kuliner dengan kuah santan yang sedap dan pedas memang nikmat disantap ketika hangat. Tak hanya membuat perut kenyang namun juga badan berkeringat.

Nah, citarasa Tengkleng yang gurih itu dibuat dalam bentuk kukis atau kue kering. Jika selama ini kue kering yang kita kenal memakai citarasa buah-buahan, coklat, kacang dan keju saja maka sekarang kuliner tradisonal pun mewarnai beragamnya citarasa kukis.

Hanya itu? Tidak, ada banyak inovasi kudapan yang telah dilakukan Tsahabo. Teman-teman juga bisa lho mencicipi Kukis Klepon, Bolu Srabi Solo, Mandarin Kismis Keju dan Bolen Blondo. Hal tersebut dilakukan guna turut melestarikan kuliner tradisional Solo sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap makanan yang dikonsumsinya.

Tsahabo telah menyatakan dirinya sebagai pusat oleh-oleh halal yang menyediakan aneka kue, roti dan oleh-oleh khas kota Solo. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya sertifikat halal dari MUI. Bagi teman-teman Muslim tentu menjadi lebih tenang ketika membeli oleh-oleh dengan adanya jaminan halal yang resmi tersebut.

Tsahabo
Tsahabo

Aneka oleh-oleh halal khas Kota Solo bisa diperoleh di outlet Tsahabo yang terletak Honggowongso. Nantinya tidak hanya ada oleh-oleh halal saja, di outlet ini, kelak para pengunjung juga bisa menikmati Wedangan Halal. Jadi, buat teman-teman yang berwisata ke kota Solo dan mencari sesuatu yang khas seperti wedangan bisa berkunjung ke Tsahabo Honggowongso sekaligus berbelanja oleh-oleh.

Arem-arem Jowo Kuno, kemarin telah di launching pada acara Festival Arem-arem 2016. Ada acara kirab gunungan arem-arem dan bagi-bagi arem-arem gratis sebanyak 3000 buah. Acara ini juga dimeriahkan dengan jalan sehat, lomba mewarnai serta pembagian aneka doorprizes menarik.

Bagaimana dengan teman-teman?. Pernah makan arem-arem atau belum?. Suka dengan arem-arem tidak?. Kalau saya suka, apalagi sudah ada Arem-arem Jowo Kuno dari Tsahabo. Bisa jadi obat kangen ketika ingat Simbah, Ibu dan kampung halaman.

Tsahabo(Tsabita Halal Boga)

Jln. Honggowongso No. 55

Dekat SMU Al Islam

Solo

 http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

49 thoughts on “Arem-arem Jowo Kuno, Oleh-oleh Halal Solo Dari Tsahabo (Tsabita Halal Boga)

    1. Mungkin mba, jika halal tak semata soal kandungan dzatnya maka kita harus hati-hati pada proses pembuatannya.

  1. Waaa…aku seneeeng arem2…Isi terik tempe / smbl goreng tahu yg paling seringnkami nikmati saat kecil. Ngangeni bangeet…
    Dan aku penasaran dg arem2 tumpangnya… Trims sdh berbagi info ttg arem2 istimewa ini 🙂

  2. Kalau di bekasi, namanya jadi ganti Mak, Lontong Isi. Dan langsung dibungkus daun pisang dengan isian yg paling terkenal itu oncom atau ga tumis kentang wortel. #penggemararemaremgariskeras

    1. Emang praktis ya Pakde kalau mau buat bekal.
      Arem-arem Bude pasti Maknyus.
      Sama-sama.
      Salam hangat dari Karanganyar.

  3. Aku kenal arem2 br setelah menikah.
    Pas masih riwa riwi yogya banyuwangi, pas brenti di solo ada penjual arem2 dan pas merasa laper. Coba deh beli…ternyta nasi yg ada isi lauknya. Enak

  4. Aku belum pernah coba mak 🙁 ntar pasti dicobaaa!! Eniwei, Tsabita ini kayaknya banyak ya outletnya, pernah lihat di mana gitu *lupa* apa salah ingat ya 🙁

  5. Makan arem2 emang marem ya mbak satu aja udah kenyang apalavi ada label halalnya makannya ga pake deg2an deh.
    Pinter euy mengemas makanan ndeso dikemasnya kekinian ditoko yg cozy

  6. sebagai org solo, aku malu nih ga tau toko ini… Tapi terakhir ke solo 2 thn lalu sih.. may besok mau ke solo lagi, dan spertinya harus mampir ya mbak… aku penggemar berat arem2 soalnya… kdg2 nyuruh si mbak ART bikin arem2 utk makan seharian, udh puas bgttt.. biasanya krn aku pecinta pedes, jd arem2nya aku minta dimasukin cabe rawit 2 biji di stiap arem2 ;p… wuihhhh pedesnya nampol puool 😀

    1. Ini produk baru mba fanny. Baru launching tempo hari.
      Wah, arem-arem diisi cabe rawit utuh? berasa makan ranjau dong, dapat kejutan pedaaaas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *