Membaca Di Mata Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016

membaca-di-mata-najwa-shihab-duta-baca-indonesia-2016 photo Membaca Di Mata.jpg

Membaca Di Mata Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016. Apa sih, yang terbayang ketika melihat sosok Najwa Shihab?. Kalau menurut saya, cerdas dan cantik!. Selain sebagai presenter acara Mata Najwa, ada tugas baru yang diemban perempuan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, yaitu menjadi Duta Baca Indonesia 2016. Tugas baru yang sempat membuatnya agak stress. Hm, kenapa ya, kira-kira?.

Beberapa hari kemarin saya share di twitter tentang hasil survei tingkat literasi negara-negara di dunia. Hasil survei dari Central Connecticut State University in New Britain,menyebutkan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Sementara itu hasil survei Unesco pada tahun 2012 menyebutkan rata-rata orang Indonesia hanya membaca 3 buku pertahun sedangkan di negara maju, orang-orang membaca antara 20-30 buku pertahunnya.

Jauuuh, ya, bedanya?. Ada lagi nih hasil survei dari Unesco, jadi di setiap 1000 orang Indonesia itu ternyata hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Angka-angka hasil survei, hampir selalu mengerikan ya. Ini juga yang sempat membuat Nana, begitu perempuan ini akrab disapa, sempat agak stres.

Sebagai Duta Baca, tugas Nana adalah menyosialisasikan minat baca ke masyarakat. Menjadi berat karena tantangannya luar biasa besar. Bahkan berdasarkan survei yang disebutkan Nana di talkshow tempo hari, disebutkan jika kemampuan baca masyarakat Indonesia itu nol buku.

Baca juga 9 Pesan Menteri Anies Baswedan Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-anak

Sebulan menjadi Duta Baca, Nana sudah sempat berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia seperti ke Purbalingga dan Polewali Mandar. Dari sanalah Nana menemukan secercah harapan, sebuah optimisme dan agak pede menjadi Duta Baca. Ada hal yang membuatnya merasa tak sendirian lagi. Inilah alasannya:

Najwa-Shihab photo najwa shihab.jpg

Di Purbalingga, ada seorang kusir delman bernama Pak Ridwan. Sehari-hari bersama Luna, kudanya Pak Ridwan menjadikan delmannya sebagai delman wisata, mengantar wisatawan di sekitar Gunung Slamet. Tiga kali seminggu kudanya berubah menjadi Kuda Pustaka yang berkeliling ke kampung-kampung, ke sekolah-sekolah membawa buku-buku untuk dipinjamkan kepada anak-anak. Ini pekerjaan tanpa bayaran, dilakukan Pak Ridwan dengan sukarela.”

“Di Polewali Mandar, ada yang namanya Perahu Pustaka yang berlayar berhari-hari membawa buku-buku untuk dipinjamkan kepada anak-anak yang tinggal di pulau-pulau yang terpencil.”

Di banyak daerah, ternyata ada banyak pegiat literasi yang bekerja tanpa diketahui banyak orang. Dengan sukarela mendekatkan buku kepada anak-anak hingga ke pelosok kampung. Inilah yang membuat Nana merasa bahwa bersama mereka akan bisa mengubah angka-angka besar yang mengerikan tadi.

Iya, sih, kalau dipikir-pikir, menumbuhkan minat baca memang menjadi tanggungjawab bersama, deh. Seperti yang dikatakan Pak Menteri Anies Baswedan, selain orangtua dan guru, masyarakat dan pemerintah juga harus memiliki peran serta. Apa yang dilakukan Pak Ridwan dan saudara-saudara kita di Polewali Mandar adalah bukti nyata peran masyarakat dalam menggiatkan literasi.

Sosok Najwa Shihab memang fenomenal di industri pertelevisian Indonesia. Nana adalah sedikit dari presenter perempuan yang memiliki daya pikir yang kuat sehingga mampu menghadirkan pertanyaan yang mampu memgupas tuntas isu-isu aktual. Setelah era Ira Koesno, yang melejit pada saat menjadi presenter berita di era reformasi dan Tina Talisa yang kondang dengan acara talkshow. Najwa Shihab, menurut saya paling hits dengan Mata Najwa nya.

Kira-kira darimana ya kemampuan Nana untuk bisa menganalisa isu-isu aktual tadi. Ternyata dari membaca. Kebiasaan membaca telah dilakukannya sejak kecil. Bahkan sebelum bisa membaca, Ibunya selalu telaten membacakan buku untuknya. Setelah bisa membaca sendiri, minat membacanya tumbuh melalui majalah Bobo. Kebiasaan Ayahnya membaca buku dan memiliki perpustakaan di rumah juga berpengaruh besar pada minat baca anak kedua dari Quraish Shihab ini.

Baca juga Ingin Anak Gemar Membaca? 5 Langkah Ini Bisa Dilakukan Orangtua

Lalu apa kata Nana tentang manfaat membaca?. Istri dari Ibrahim Sjarief Assegaf ini menyebutkan ada banyak manfaat membaca yang sebagian besar orang pasti sudah mengetahuinya, diantaranya:

  • Meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
  • Memperkaya imajinasi.
  • Lebih punya keluasan hati.
  • Tidak mudah memaki.
  • Tidak mudah terprovokasi.
  • Dan yang terbaru adalah orang yang gemar membaca hidupnya lebih berkualitas dan lebih bahagia, karena hasil riset dari Mindlab University menyebutkan 6 menit sehari membaca bisa mengurangi detak jantung, membuat otot-otot yang tegang menjadi rileks sehingga orang akan lebih bahagia.
  • Tidak cepat pikun karena ketika membaca ada tombol pos diotak yang terus dirangsang untuk berpikir. Ini tidak terjadi ketika kita menonton ataupun mendengarkan musik.

 photo talkshow bersama Anies Baswedan dan Najwa Shihab.jpg

Aktifitas membaca menurut Nana adalah tak sekadar mengeja huruf, namun harus mampu menganalisis dan menarik benang merah dari satu paragraf. Itulah mengapa dikatakan ketika membaca otak kita akan dirangsang untuk terus berpikir.

Kiprah Ibu dari Izzat Assegaf ini saat masih berstatus mahasiswa sangat aktif dalam kegiatan kampus. Puncaknya adalah terpilih sebagai Deputy ALSA (ASEAN Law Students of Association), ini adalah asosiasi mahasiswa hukum se Asia Tenggara. Memulai karier jurnalistiknya di RCTI kemudian bertahan hingga sekarang di Metro TV.

Pada talkshow kemarin Nana juga menyinggung soal budaya membaca di era digital. Tantangannya bertambah besar karena godaan media sosial itu lebih memikat. Orang kemudian lebih suka mencari referensi di Google ketimbang membaca buku. Padahal, buku-buku digital juga mulai banyak bermunculan.

Disaat membaca secara tradisional belum tuntas, Indonesia sudah dihadapkan pada era dimana informasi mudah sekali didapat. Jika dulu masalah yang dihadapi adalah minimnya informasi, sekarang ini justru over informasi. Ada banyak informasi beredar namun belum diimbangi dengan kemampuan memilah mana informasi yang benar dan mana yang salah. Membaca sebetulnya akan membantu siapapun untuk bisa memiliki kemampuan menyeleksi informasi yang beredar.

Berkaitan dengan tugasnya sebagai Duta Baca yaitu harus mengajak masyarakat luas untuk gemar membaca maka Najwa Shihab memberikan tantangan, nih. Apa tantangannya?.

“Membaca satu bulan satu buku, upload foto buku itu di Instagram dan tag Najwa Shihab”

Gimana nih? Teman-teman berani terima tantangan dari Duta Baca ini?. Berani dong, Cuma satu buku lho.

Nana juga memberikan tips bagi mereka yang belum gemar membaca agar menjadikan kesukaan mereka terhadap sesuatu itu menjadi mediator untuk mencintai buku. Contohnya: jika hobi masak, mulailah membaca buku-buku tentang masak-memasak.

“Cari apa yang Anda suka dan cari buku yang bisa membuat Anda lebih cinta pada apa yang Anda lakukan”

Diujung acara talkshow, seperti layaknya acara Mata Najwa, ada catatan yang dibuat oleh Najwa Shihab, karena isinya penuh pesan baik jadi saya merasa perlu untuk menuliskannya di sini.

“Jika melek aksara telah menjadi hal biasa, minat baca adalah hal yang istimewa

Sekadar mengeja telah menjadi kebiasaan namun gemar membaca adalah keistimewaan

Meningkatkan minat baca memang tak gampang, berbagai kendala banyak menghadang

Budaya menonton kian merajalela, sosial media lebih menggoda ketimbang pustaka

Buku-buku memang terus diproduksi tapi tak serta merta meningkatkan literasi

Belum lagi persoalan distribusi, buku-buku sulit diakses mereka yang terisolasi

Perpustakaan hanya diisi diktat dan kisi-kisi, sedikit yang bisa menghidupkan imajinasi

Terpujilah mereka yang gigih sebarkan bahan bacaan kepada mereka yang haus ilmu pengetahuan

Merekalah yang menyodorkan jendela dunia agar anak-anak bangsa dapat berpikir seluas cakrawala

Agar kita menjadi Negara yang maju, menjadi bangsa yang melahirkan para penemu.”

Dari pembicaraan dengan Najwa Shihab terlihat bahwa rumah memiliki peran besar dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. Semakin dini dikenalkan dengan buku, maka semakin mudah buat anak-anak bisa mencintai buku dan gemar membaca.

  photo 208db4e3-f52a-4152-a4b5-8b8c0edfdee7.png

60 thoughts on “Membaca Di Mata Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016

  1. Waaaaah, ulasannya baguss, mbak ety. Dan bisa ketemu langsung di talkshow, bikin mupeng nih.
    Pengen ikutan challenge dari Najwa, ah.

    1. Ayo ikutan tantangannya Mba Nurul.
      Mosok Blogger suka nulis kok gak suka baca, nanti apa kata dunia..qeqeqe.

  2. Bersyukur banget dari kecil sudah dibiasakan membaca dan smp sekarang selalu cinta sama buku. Alhamdhulilah nadia pun sejak kecil suka baca walaupun masih yg banyak gambar yg penting rutin baca. Memang bener kalo kebiasaan membaca itu harua diawali dr rumah 🙂

    1. Sudah tepat itu Mba Muna, membaca apa saja tak masalah. Kata Pak Anies kalau pada tahap menumbuhkan minat baca maka jangan terlalu kawatir dengan jenis bacaannya, asal sesuai usia anak.

    1. Kalau buat Mba Hairi yanti membaca buku hal biasa ya. Kan Mba hairi ini rajin sekali menulis cerita anak dan meresensi buku.
      Modalnya kan pasti didapat dari membaca buku.
      Ayo Mba, ikut dalam upaya menumbuhkan minat baca masyarakat kita.

    1. Iya Pakde, tapi,paling tidakada upaya dari Duta Baca untuk menyosialisasikan minat baca ke masyarakat.
      Soa ldimanipulasi atau tidak fotonya kayaknya perlu mengangkat polisi buku ya Pakde?

  3. Aku terakhir baca buku itu 2 tahun yang lalu kak, 😀 kepingin baca buku lagi tapi belum nemu buku apa yang bisa membangun produktifitas dalam hidup ini. ada saran kak ?
    salam hangat dari Cirebon

    1. Ikuti saran Najwa Shihab coba, baca buku sesuai dengan minat. Suka nya apa? sport, otomotif, teknologi, atau yang lain?.
      Jika sesuai minat, biasanya akan membaca dengan senang hati.

  4. Saya pribadi kalau melewatkan hari tanpa membaca buku atau ebook rasanya…..’there must be something wrong’. Bepergian pun baru pede kalo bawa buku di tas.

    Membaca juga membantu saya dalam belajar menempatkan diri di lingkungan sosial. Belajar menghadapi orang melalui tokoh2 fiksi sastra klasik.

    1. Kalau Mba Ipeh mah tak kuragukan lagi kesukaannya pada buku.
      Punya blog khusus buku itu tandanya addict banget sama buku.

  5. Aku dulu sukanya baca komik. Liat tulisan kecil2 males. Tapi masak iya blogger malas baca. Wkwkwk.
    Mudah2n Ais gak nurun sifat ibunya yg ini..

    1. Iya Mba Dea, pembiasaan membaca memang harus dimulai sejak kecil dan dengan bacaan yang menarik bagi anak-anak.

  6. Moga2 anak saya juga tumbuh jadi anak yang hobi membaca aamiin. Pas saya kecil dulu juga sering dibelikan majalah BOBO, hampir tiap minggu. Tapi memang ada beberapa orang tua yang menganggap beli buku or majalah buat anak itu pemborosan, padahal pinjam di perpus juga bisa. Pas saya kecil suka baca buku cerita anak aja dianggap pemalas oleh salah seorang kerabat. Kesannya ‘cuma’ duduk diam n baca buku itu = lemot/lelet.

    1. Aamiin Mba Heni.
      Ya, begitulah, masih minim kesadaran akan pentingnya membaca.
      Padahal efeknya di kemudian hari sangat positif.

  7. Saya ambil tantangan ini, Mbak. Cuma saya nggak punya Instagram, jadi nanti pake Twitter aja. Saya udah follow Mbak Nana di Twitter 🙂

    Btw, kisah kusir delman di Purbalingga itu inspiratif sekali. Juga perahu pustaka di Polman.

  8. asyik ya bisa ikutan acara ini yg keren banget. membaca memang masih kurang ya, ditambah harga buku yg masih mahal untuk ukuran masarakat kelas bawah, makanya perlu banyak orang2 buat perpustakaan

  9. Aduh sedih sih emang kalo ngomongin soal budaya membaca di negeri ini. Tantangannya menarik banget. Semoga tahun ini bisa minimal sama kayak tahun lalu deh saya menyelesaikan bacaan. Hehehe. Makasih banyak informasinya Mbak Ety 🙂

    1. Kalau Mas Dani, mah bisa lebih dari satu buku sebulan ya?
      Kemarin kan habis ngeborong dua koper buku kan?

  10. Bener sih. Baca jika emang kita gak minat dengan materinya malah berakhir jadi zombie kalo aku. Baca tapi kosong gak nangkep apa2 selesai bacanya

  11. Manfaat membaca ala Najwa di atas… wah… aku kesengsem banget sampai kucatat ulang. InsyaAllah pengen ikutsambut tantangan Najwa di instagram ah….

    TFS ya Mbak. Artikel yang super ini

    1. Monggo Mba Susi, dicatet dan diapalin… Eh kayak mau ujian aja. Qeqeqe.
      Ayo ikutan mba, blogger harus rajin baca juga. Dan semoga semakin banyak yang ketularan membaca buku.
      Sama-sama Mba Susi.

  12. Ulasan apik nih mbak. Sukak 🙂
    Beruntung dibesarkan di lingkungan rumah yang suka membaca…
    Tantangan 1 bulan 1 buku? Boleeeehh! Eh udah ding kemarin di aplot di IG heheheh

    1. Asyik makin banyak yang ikutan. Jateng gayeng membaca semoga bisa diwujudkan bareng-bareng.
      Sama-sama Mak Ranny

  13. saya selalu mikir kalau liat Najwa, ni cewek makannya apa sih, pinter banget. Meski tau dia pasti suka buku. Sekarang saya mikir untuk mulai lagi baca buku, bukannya nggak mau tapi takut patah hati karena nggak berhasil menuntaskan, sekarang waktu begitu mepet

    1. Makannya sih, kurang lebihlah samaaa.
      Tapi, kuantitas dan kualitas bacaan kali yang beda.
      Coba aja ikutan mba,gak ada sanksi juga kalau misalnya gak tuntas.
      Poinnya adalah turut menyebarkan minat baca ke masyarakat luas.

  14. Saya termasuk pecinta buku dan hobi membaca mba. Sebulan bisa 2-3 buku baru, ataupun buku lama yang saya suka. Membaca benar-benar membuka wawasan. Banyak yang saya dapatkan sekarang berawal dari hobi membaca 🙂

    1. Kereeeeen Mama Bo, bolehlah dua sampai tiga buku sebulan.
      Patut jadi contoh nih. Kesibukan menjadi duta negara masih sempat membaca buku.

  15. Ah jadi pengen rajin baca buku lg. Semenjak jd ibu2 rasanya kok ya susah nyelesein satu buku aja. Tapi, pengen nyoba jg tantangannya ah. Lagipula banyak baca buku bisa buat inspirasi menulis jg 😀 TFS Mbk 🙂

    1. Saya juga merasakannya Mba April… Memang pekerjaan rumah tangga itu banyak dan menguras energi.
      Makanya saya target nya minimal satu buku saja sebulan. Ini lebih realistis untuk saya yang nggak punya ART.
      Hayuk dicoba aja Mba, ikutan tantangannya.

    1. Duuh, sayang banget Mba Aida..kesempatan langka sebenarnya.
      Semoga aja Najwa bakal kembali lagi ke Solo

  16. Aku setuju Mba, tentang “gemar membaca akan membantu seseorang lebih pandai menyaring informasi” sehinggq banyaknya berita dan kabar kabar hoax yang berseliweran di media sosial jadi bisa diantisipasi, minimal untuk diri sendiri dulu.

    Iya banget. Menumbuhkan minat baca memang sebaiknya dimulai dari rumah dulu. Sebab anak anak kan peniru ulung.

    1. Ya mba, harapan nya demikian, membaca dapat memperluas wawasan, sehingga lebih memiliki kebijaksanan.
      Semakin dini semakin mudah untuk mengenalkan buku pada anak-anak.

  17. Ulasan yang mantap membuat saya semakin tertantang untuk membuat masyarakat, regenerasi di Sulawesi utara menjadi melek gemar membaca, sekedar sharing bahwa kami akan membuat gerakan Indonesia membaca serta peresmian kampung literasi di kota manado, yg inshaAllah akan berusaha mengundang Duta Baca Kita yakni Najwa Shihab (wanita inspiratif yg penuh inovatif), jika mba’ety memiliki info tentang kontak mba’nana, saya mohon informasinya, Syukran

    1. Sama-sama Mba Faradila.
      Salut sama Mba dan teman-teman penggiat literasi di daerah. Semoga selalu dimudahkan.
      Sayang, saya tidak punya kontak Najwa Shihab Mba.
      Coba mention lewat akun twitternya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *