Ngintip Cara Merawat Buku, Ala Ipeh Alena, Blogger Bekasi yang Book Addict

 photo Ngintip Cara Merawat Buku.jpg

Ngintip Cara Merawat Buku Ala Ipeh Alena, Blogger Bekasi yang Book Addict. Sengaja banget ambil topik ini buat diobrolin sama Mba Ipeh Alena, Blogger Bekasi yang addict banget sama buku. Seberapa addict?, nanti deh dilihat aja sendiri dari obrolan saya. Nah, sebagai book addict tentu koleksi bukunya kan banyak ya. Saya merasa perlu nih ngintip cara Mba Ipeh, merawat buku-bukunya agar awet.

Kembali tentang alasan ngobrolin cara merawat buku, tak lain karena koleksi buku-buku bacaan di rumah mulai banyak. Rak kecil yang ada sudah tak sanggup lagi menampungnya. Belum lagi karena keteledoran saya, beberapa buku rusak dimakan rayap. Haduuuuh, di sini saya merasa sedih. Kenapa saya membiarkan buku-buku itu tetap dalam kardus sehingga malah rusak.

Ceritanya, gara-gara pindah-pindah melulu, jadi lama-lama males bongkar buku yang dipacking di kardus. Padahal kata Mba Ipeh nih, itu cara yang salah. Mengapa? Nanti deh, dibahas lebih lanjut. Sekarang, ngomongin Mba Ipeh Alena dan hobinya membaca buku dan  menonton film. Hobi yang membuatnya kemudian dikenal sebagai book and movie reviewer dikalangan blogger.

Melihat kegemarannya membaca buku bahkan koleksi buku-bukunya tergolong berat, ada yang membuat saya penasaran, nih. Yaitu, sejak kapan sebenarnya Mba Ipeh suka membaca buku dan menonton film?. Kalau melihat jawabannya sih, ini seperti konfirmasi terhadap apa yang dikatakan Anies Baswedan tentang menumbuhkan minat baca dan apa yang dilakukan oleh Najwa Shihab sehingga ia hobi membaca.

Ternyata Mba Ipeh ini sudah biasa membaca sejak kecil, bahkan sebelum masuk SD. Bacaanya saat itu adalah bacaan sejuta umat yaitu majalah Bobo. Awalnya sih ini karena paksaan dari ibu, yang mewajibkan anaknya harus bisa membaca sebelum masuk SD. Berawal dari paksaan justru Mba Ipeh kemudian justru kecanduan membaca buku.

Baca juga Ingin Anak Gemar Membaca? 5 Langkah ini Bisa Dilakukan Orangtua

 photo ipeh-alena-31.jpg
foto milik Ipeh Alena

Jika bicara film, perempuan yang lahir di Bekasi ini mendapat pengaruh pula dari Sang Ibu, yang amat menggemari film-film box office tahun 1990 yang tayang di RCTI, semacam film Ramboo dan film-film yang dibintangi Chuck Noris, Robin Williams dan lainnya. Jadi, boleh dibilang hobinya saat ini yaitu membaca buku dan menonton film itu adalah pengaruh dari Ibunya.

Penggemar karya-karya Fuad Hasan ini memiliki target membaca sebulan satu buku. Kok sama, kayak saya?. Nampak sama tapi tetap beda, karena target Mba Ipeh itu, satu buku dengan ketebalan minimal 500 halaman. Dicatet nih, minimal lho!. Gludak aja saya, saya sebulan satu buku ketebalannya rata-rata 200 halaman doang, qeqeqe.

Wajar sih, karena Mba Ipeh Alena ini memang suka banget sama karya-karyanya Stephen King. Hm, ini termasuk buku dengan ketebalan di atas 500 halaman. Jadi kalau dianalisa, cieh-cieh!. Eh, serius ini, menurut Pak Anies Baswedan, daya bacanya Mba Ipeh ini keren, karena sanggup membaca buku-buku dengan ketebalan di atas 500 halaman.

Terus untuk film, saat ini prioritas perempuan penggemar segala macam mie ini adalah film-film jadul yang ingin direview di blognya. Kalau begitu AADC 2 seperti tidak ada dalam list nih Mba Ipeh?. Hm, nggak kekinian nih, Mba Ipeh! Qeqeqe.

Sebagai seorang yang book addict, Mba Ipeh punya tiga pertimbangan dalam membeli buku. Yang pertama, judul dan penulisnya, kedua covernya, yang ketiga baru harganya. Wah, ini mencerminkan banget kalau cinta sama buku. Mba Ipeh tak menyangkal kalau harga buku sekarang itu mahal-mahal jadi ya, harga masuk pertimbangan juga. Iya lah Mba Ipeh, kalau bukunya tebal macam tadi. pastilah harganya mahal.

Sebetulnya nih, saya penasaran banget sama jumlah buku yang dimiliki oleh Mba Ipeh ini. Ada berapa banyak sih Mba?. Sayangnya, nih, Mba Ipeh, nggak tahu persis jumlah bukunya berapa. Beud, ini pasti saking banyaknya ya, Mba?. Dengan sedikit rayuan, Mba Ipeh akhirnya mau menunjukkan foto-foto sebagian buku yang milikinya.

 photo buku_buku_ipeh_alena1.jpg
foto milik Ipeh Alena

Nah, koleksi buku sebanyak itu, bagaimana cara merawatnya ya?. Sayang banget kan, kalau akhirnya harus rusak dimakan rayap, seperti buku-buku yang saya miliki. Ya, walaupun menurut pengakuan Mba Ipeh ini, belum bisa menyayangi buku sebesar kasih sayang bunda, tsaah, apaan sih, Peh?. Namun, nggak ada salahnya kita intipin yuk, cara merawat buku ala Ipeh Alena:

  1. Kalau bisa buku jangan ditumpuk. Jika terpaksa harus ditumpuk, maksimal 6 buku saja, nggak boleh lebih.
  2. Jangan meletakkan buku di tempat yang lembab, karena akan membuat buku gampang terkena jamur.
  3. Beri sampul plastik yang lembut dengan tekstur seperti tisu bukan kaku seperti kaca. Maksudnya, agar tidak lengket dan merusak kover.
  4. Pakailah silica gel, untuk menjaga agar buku awet. Nah, kata Mba Ipeh, silica gel bisa dibeli di apotik. Harganya juga murah, 20 rb bisa dapat segambreng. Letakkan, silica gel diantara tumpukan buku.
  5. Gunakan bookmark ketika menandai halaman buku, jangan ditekuk. Sayang aja, bisa merusak halaman buku.
  6. Jangan pula menyimpan buku di dalam kardus. Alasannya, kardus itu memiliki kandungan asam dan basa yang tinggi. Ini bisa merusak buku.
  7. Jika disimpan di tempat tertutup seperti lemari, harus rutin dibuka agar ada udara segar masuk. Sehingga buku tidak dalam kondisi lembab. Lakukan 1-2 kali seminggu. Ketika musim hujan, atau daerah tempat tinggal teman-teman berhawa dingin maka lakukanlah seminggu sekali.

Pantes saja, buku-buku yang saya simpan di kardus itu sebagian rusak dimakan rayap. Duh, kenapa kita nggak ngobrol dari dulu ya, Mba Ipeh!.

 photo ipeh-alena-11.jpg
foto milik Ipeh Alena

Baca juga Membaca Di Mata Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016

Pemilik nama asli Indah Purnama ini terbiasa membaca dimana saja dan dalam situasi apa saja. Mau ramai ataupun sepi Mba Ipeh tetap bisa menikmati membaca. Kalau di rumah,  ada spot favoritnya dalam melahap buku-buku koleksinya yaitu di atas tempat tidur. Waduh, Mba Ipeh, kalau saya di atas tempat tidur biasanya batal baca karena ketiduran, qeqeqe.

Asyik banget, ngobrol sama book addict satu ini. Jangan kaget kalau buku dengan tebal 700 atau 900 halaman itu disebutnya dengan cuma setebal itu kok, Mba!. Cuma ya, dicatat!. Kalau saya kliyengan dulu tuh liat buku setebal itu, hahaha.

Ngobrol dengan Mba Ipeh Alena makin menguatkan keyakinan bahwa kebiasaan membaca memang sebaiknya dimulai sejak kecil, ya. Biarkan minat baca tumbuh dengan bacaan apa saja yang disukai. Biasanya setelah itu daya baca seseorang akan meningkat pula. Tapi, jangan lupa untuk bisa merawat buku-buku yang dimiliki agar bisa juga dibaca oleh orang lain. Nah, cara merawat buku ala Mba Ipeh Alena, Blogger Bekasi yang book addict ini bisa diterapkan.

 photo 208db4e3-f52a-4152-a4b5-8b8c0edfdee7.png

64 thoughts on “Ngintip Cara Merawat Buku, Ala Ipeh Alena, Blogger Bekasi yang Book Addict

  1. Coba tinggal di tempat saya, bakal kelimpungan kayanya, secara disini tidal Ada bioskop, jauh ke Toko Buku.

    Mungkin via internet aja? Haha… Bisa, dengan kesabaran tingkat tinggi juga secara masih di tempat saya, sinyal aja masih lup lep ngikutin listrik yang byar pet.

    Padahal bekasi cianjur masih jabar kan ya? Hahaha

    1. Waduuuh, tempat teh Okti beneran di gunung gitu?.
      Yang jelas bakal susah ngejalanin hobi baca buku dan nonton film.
      Jangan-jangan saking susahnya trus hobinya ganti Teh, bukan lagi baca buku dan nonton film tapi bercocok tanam dan selfie- selfie di sawah.. Eh..

  2. Ya Allah mbak sampai segitunya ya merawat bukunya. Saya? Wis blas gak masuk kategori. Buku selesai dibaca yo wis. Ditaruh lemari. Malah ada buku yg sampulnya pada rusak karena ulah Kak Ghifa 🙁

    1. Iya tuh Mba, kayak gitu aja Mba Ipeh ngakunya rasa sayangnya sama buku belum terlalu besar.
      Mba Ika sama kayak aku ya, hihihi, gaya emak rempong ya, gitu itu.

  3. Mksh tipsnya..silica gel iyu dioles ke sampul buku gitu y? Klo sy paling buku anak yg gampg rusak krn anak2 bukanya ga hati2. Sy ada bku lapis2 keberkahan yg tuebel bgt blm maju2 bacanya hehe

    1. Ditaruh aja di antara tumpukan buku Mba Kania.
      Iya, buku anak-anak cenderung mudah rusak karena anak-anak biasanya masih kurang hati-hati saat membukanya.
      Nah, itu dia mba Kania, saya juga belum sanggup baca buku lebih dari 500 halaman.

    1. Menurut Mba Ipeh, cukup taruh di antara tumpukan buku Mba Rani.
      Hasil bertanya tadi. Makasih lho pertanyaan, nanti saya tambahkan di postingan.

    1. Begitulah Mba Nurul, bikin saya kasih jempol buat Mba Ipeh.
      Saya buku tebal baru sebatas koleksi doang, bacanya gak rampung-rampung.

  4. Aku jadi inget dua kardus besar bukuku yang masih di Jakarta. Huwaaa…mudah2an nggak kemakan rayap kaya punya Mba Ety :(.
    Pengen nyuruh adekku ngasih silica gel. Apa dia mau ya?

    1. Rajin di cek coba kardus nya. Aku dulu nggak pernah ngecek.
      Begitu mau pindah rumah lagi baru ngecek dan dah telat..
      Hihihi, harusnya mau lah.

    1. Ada Mba Yervi menurut Mba Ipeh, 1 sampai 2 kali seminggu. Apalagi kalau musim hujan, bisa lebih sering dilakukan.

  5. wah mbak..saya banget tuh suka numpuk buku dan majalah di kardus2,yang endingnya bikin buku dan majalah lecek dan rusak. Btw tipsnya berguna banget nihh…

  6. Hehe, baca komennya banyakan yang nyimpen buku di kardus ya . Huhuhu, kalau bisa jangan yaa readers. Karena kardus itu mengandung material yang justru mempercepat kerusakan buku. Kadang enggak hanya sekadar bercak kuning aja yang jadi problemnya. Tapi, jilidnya lepas, kemudian covernya kadang jadi lengket belum lagi problem rayap kaya yang dialamin mba Ety. Jadi, usahakan bukunya di taro di tempat yang lebih layak, gitu. Hehe

    Btw makasih yaa mba Ety, tulisannya. Semoga semakin giat baca bukunya 🙂 siapa tau jadi inspirasi buat anak2

    1. Iya Mba Ipeh, awalnya mau praktis dan kayaknya bakal aman nyimpen buku di kardus.
      Ternyata malah salah cara itu dan sudah memakan korban, qiqiqi.
      Saya yang terimakasih, Mba Ipeh bersedia berbagi tips bermanfaat di sini.

    1. Relatif aman Mba hanya harus sering diperiksa, karena debu gampang menempel jika ditaruh di rak terbuka.

  7. setuju…saya juga merawat koleksi buku dengan membuat rak terbuka di mini library supaya bebas rayap. buku-buku motivasi, profesi, pengetahuan populer, topik khusus sesuai minat, novel, dll masih aman sampe sekarang mba. malah anakku jadi tertarik property karena suka ikutan buka buku property termasuk novel-novel bertema mafia. Bahkan beberapa teman dekat suka ‘menitipkan’novel-novel baru mereka setelah dibaca sekali (kalo saya bisa berkali-kali :)) di rak buku saya karena kata mereka selain awet gak kemana-mana juga pasti diberi sampul plastik.

    1. Wow, keren Mba Novie, kapan-kapan bisa sharing tentang perpustakaan mininya, lho.
      Saya juga pengin punya.
      Kalau teman-teman dekat percaya begitu pasti karena Mba Novie jempolan dalam merawat buku.

  8. Luar biasa deh untuk orang-orang yang sanggup menghabiskan bacaan setebal 700an halaman, hehe. Kalo saya, pasti sudah pecah 8 konsentrasinya dengan aneka minat lainnya di luar minat membaca. Hehe.

    Salut dengan Neng Ipeh Alena ini, ya, Mba Ety? Mau meluncur juga ke blognya ah!

    1. Itu di Mba Alaika, duh, saya kok belum bisa ya.
      Selain kliyengan juga kepikiran urusan rumah,hehehe.
      Halah alesyan.
      Salut Mba sama Mba Ipeh..biar ipeh tambah merah pipinya..

  9. Wah banyak sekali bukunya kak, aku juga suka baca buku, terutama yang bersifat non fiksi semacam tutorial gitu kak.
    Cuman sayang kalo udah agak lama udah mulai ada jamur – jamur yang warna kuning gitu kak >.<

    1. Betul tuh De Reyhan, Kak Ipeh koleksi bukunya banyak.
      Wah, sayang banget, emang harus rajin ngerawatnya sih.
      Ya kalau rajin dirawat kan bisa awet bukunya,awet juga manfaatnya.

  10. Tips dari kutu buku pasti bermanfaat banget ya, hehehehe….
    Saya paling sebel jika ada orang yng pinjam buku trus dilipat. pengen jitak tapi takut dia marah. hahahaha

    1. Nah itu dia suka melipat halaman buku.
      Waduh, Mba Susi lucu jugak ternyata ya.
      Jangan dijitak Mba, dijewer aja,…eh

  11. Pantes… selama ini saya nyimpan buku di kardus, kadang ada yg lapuk trus ada yg seperti dimakan rayap… baunya pun tak sedap…
    Info yang bermanfaat sekali mba, makasih loh

  12. ih jadi malu sama mba ipeh.. *lalu lirik rak dan tumpukan buku…
    pernah dengar juga soal silica gel tapi belum nyobain kayak mba ipeh.. hmm thanks mba ety infonya berguna bgt..

  13. wah keren ya mbak banyak koleksi bukunya wah pasti seharian selonjoroan sambil nikmatinnya di tempat sejuk aahhh nikmat hehehe…salam kenal buat mbaknya … wah bisa bikin perpus tar kita mbak hehehe… mari banyak baca….

    1. Nggak cuma selonjoran tuh, sambil tiduran juga bisa..eh, gak boleh ding ya,membaca sambi tiduran.
      Oke deh, salam disampaikan.

  14. Sepertinya aku harus beli rak buku besar deh. Rak yang sekarang sudah sesak dan lainnya tersebar di mana-mana di sudut rumah tak terawat hiks. Harus ditiru cara Mbak Ipeh merawat buku-bukunya.

  15. Aku jdari kecil suka baca buku yg >500hlm, maak ety. Karena ga habis-habis dibaca. Dan itu menyenangkan. Trus baru bisa menikmati yg tipis-tipis malah pas udah kuliah hehe. *njuk jd males baca buku kuliah yg tebelnya segambreng*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *