Pegadaian Emas, Sahabat Di Segala Kondisi

 photo Pegadaian.jpg

Pegadaian Emas, Sahabat Di Segala Kondisi. Ngobrolin tentang Pegadaian, buat saya seperti ngobrolin tentang sahabat. Mengapa demikian? Karena Pegadaian mendampingi disaat lapang dan setia dikala sempit, layaknya seorang sahabat. Ada disaat saya ingin berinvestasi dan menemani dikala membutuhkan dana cair.  Oh, ya?. Ya, semua berawal dari sebuah nasihat lama.

“Nduk, sisihkan uang untuk beli emas, biar kalau kepepet, bisa digadai, kamu ndak akan bingung lagi”!.

Saya sempat mengabaikan nasihat itu. Emas di sini, dalam pengertian perhiasan, karena orangtua saya, tahu nya kalau emas itu ya perhiasan. Tapi saya pikir-pikir, buat apa sih harus repot-repot beli emas, wong saya sendiri juga paling banter pakai cincin. Mau pakai kalung juga nggak bakalan keliatan, lha saya pakai kerudung. Praktis, saat itu emas yang saya punya, ya hanya mas kawin saja.

Selama beberapa tahun saya tidak pernah membeli perhiasan emas untuk dipakai apalagi disimpan. Pikir saya saat itu, kalau menyimpan dalam bentuk emas, saya kan harus menggadaikan atau menjual dulu emasnya. Barulah dana cair bisa saya dapatkan. Hm, benar juga kalau dilihat dari sisi ini. Tapi, beberapa waktu lalu saat harga emas begitu meroket, saya jadi mulai tertarik mencari tahu lebih jauh tentang investasi dalam bentuk emas.

Mulai dong, tanya kanan kiri, baca beberapa referensi, dan akhirnya menemukan jika investasi emas itu memiliki nilai keuntungan, antara lain:

  • Nilainya selalu naik. Tujuan berinvestasi tentunya ingin memperoleh keuntungan di masa depan bukan? Maka investasi yang dipilih haruslah investasi yang nilainya naik terus bukan malah menyusut. Disamping investasi tanah dan properti, investasi emas, termasuk yang menguntungkan.
  • Emas biasanya paling tahan dari dampak ekonomi seperti inflasi dan krisis ekonomi.
  • Mudah dicairkan. Dibandingan dengan tanah dan properti, emas lebih mudah diuangkan ketika tiba-tiba membutuhkan dana cair. Tidak harus selalu dijual, tapi bisa dengan digadaikan di Pegadaian Emas.
  • Bebas pajak. Ternyata, berapapun jumlah emas yang kita miliki tidak akan dikenai pajak oleh Negara.
 photo gold-295936_1280.jpg
source: pixabay

Akhirnya saya dan suami pun sepakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Tapi, tentu bukan investasi dalam bentuk perhiasan karena setelah baca-baca ternyata perhiasan bukan pilihan tepat untuk investasi emas. Alasannya karena perhiasan itu ada beban biaya pembuatan dan ketika dijual harganya malah lebih kecil saat dijual kembali. Berdasarkan fakta tersebut, pilihan untuk investasi emas sebaiknya dalam bentuk emas batangan ataupun koin.

Hm, sempat ngeri sih, kalau mendengar emas batangan karena yang terbayang satu batang beratnya pasti besar. Tak ada yang ukurannya kecil-kecil. Ternyata, pikiran saya salah. Emas batangan ternyata tersedia dari ukuran 5 gram hingga 1000 gram. Jadi bagi saya dengan dana tak terlalu besar bisa juga investasi emas dengan ukuran 5 gram.

Lalu dimana akhirnya saya membeli emas batangan yang terpercaya?. Pegadaian emas menjadi pilihannya. Mengapa? Bukannya selama ini Pegadaian itu hanya melayani gadai emas saja?. Itu, dulu!. Pegadaian yang sekarang melayani pula investasi emas bagi para nasabahnya.

Ada 3 bentuk layanan investasi emas yang ditawarkan Pegadaian:

  1. Program mulia, penjualan logam mulia baik tunai maupun angsuran dengan cara mudah. Bisa melayani perorangan bisa juga secara kolektif dengan akad, satu orang, satu akad.
  2. Tabungan emas, penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang kompetitif.
  3. Konsinyasi emas, layanan titip jual emas yang dimiliki nasabah.

Dengan bervariasinya skema investasi emas yang ditawarkan tentu akan memudahkan bagi siapapun, termasuk saya dan teman-teman semua untuk memulai investasi emas melalui Pegadaian. Tinggal pilih saja sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Saya dan suami memilih program mulia melalui pegadaian. Dengan susah payah akhirnya, bisa juga memiliki logam mulia, meskipun jumlahnya baru sedikit. Saya dan suami berupaya untuk terus konsisten berinvestasi emas. Hingga pada suatu ketika, sebuah musibah bertubi-tubi menghantam kehidupan keluarga kami.

Beberapakali, saya harus mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk suatu keperluan dan salah satunya, keperluan yang satu ini:

“Selamat siang!’’ petugas rumah sakit itu tiba-tiba masuk membawa sebuah blangko yang harus kutandatangani.

“Ini untuk keperluan obat anak ibu yang tidak ditanggung asuransi yang diikuti!.”

Tanpa pikir panjang segera kutandangani blangko itu. Angka 400 ribu untuk setiap konsumsi obat itu tak membuat ciut. Padahal sebenarnya tabungan pun sudah terkuras untuk keperluan lain. Yang ada di otak saya saat itu, anakku harus sembuh. Berapapun biayanya, entah bagaimana cara untuk membayarnya.

Tiba-tiba, mataku tertuju pada jari-jari tanganku. Ada dua cincin emas, di jari manisku. Saat itu juga, memoriku mengingatkan akan nasihat orangtua disaat kepepet: Pegadaian. Ya, sayapun kembali menemukan harapan.

Akhirnya saya gadaikan beberapa perhiasan emas dan logam mulia yang ada untuk bisa menutupi biaya pengobatan anak saya. Sedih? Lebih sedih melihat anak saya terbaring dengan bermacam selang dihidung dan di perut serta jarum infus, ketimbang harus kehilangan sementara emas yang susah payah dikumpulkan.

Gadai Emas Pilihan Disaat Sempit

kuitansi gadai

Tak ada seorang pun menghendaki dalam posisi seperti saya. Di saat uang tabungan habis, anak harus operasi dua kali dimana obat yang digunakan tak dikover asuransi yang telah diikuti. Dalam kondisi seperti ini, pilihan pertama adalah memberdayakan apa yang saya punya. Seandainya tak mencukupi, baru meminjam pada saudara.

Dalam urusan gadai emas, Pegadaian tak memberlakukan prosedur yang rumit. Alhamdulilah karena tak membuat orang yang sedang kesulitan semakin dipusingkan dengan prosedur berbelit. Jika teman-teman menghadapi situasi seperti saya dan memilih gadai emas di Pegadaian, berikut ini yang harus disiapkan:

  1. Fotokopi identitas diri seperti KTP dan lain-lain.
  2. Membawa emas yang akan digadaikan.

Emas kemudian akan ditaksir nilainya. Dari taksiran tersebut nantinya dijadikan dasar besarnya pinjaman yang bisa diambil oleh seorang nasabah. Besarnya pinjaman tak akan melebihi besarnya nilai taksiran emas yang digadai. Untuk gadai emas tersebut akan dikenai biaya administrasi yang besarnya mengikuti besarnya pinjaman.

Dengan syarat semudah itu, menggadaikan emas bisa menjadi pilihan disaat membutuhkan dana cair dalam waktu singkat. Dana biasanya akan cair saat itu juga. Nggak lama kan?. Kalaupun sedikit lama, itu biasanya karena ada antrian.

Maklum Pegadaian telah lama dikenal sebagai sahabat rakyat kecil. Jadi wajar, jika Pegadaian selalu ramai dikunjungi masyarakat. Kalau menurut pengalaman sih antrian panjang biasanya ada di Kantor Cabang, kalau kantor Cabang Pembantu biasanya relatif sepi.

Berkaca dari apa yang saya alami. Berinvestasi emas memang menguntungkan. Buat saya, ia bisa menjadi penolong saat saya tak lagi memiliki dana cair sementara ada kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Saya pun tak ragu lagi investasi dalam bentuk emas di Pegadaian karena sudah terbukti mudah investasinya dan emasnya pun bersertifikat. Bagaimana dengan teman-teman?

Hm, nasihat orangtua itu tak pernah salah, ya!

 photo 208db4e3-f52a-4152-a4b5-8b8c0edfdee7.png

67 thoughts on “Pegadaian Emas, Sahabat Di Segala Kondisi

  1. Sekarang saya malah baru sadar,,, padahal sejak zaman dahulu udah diingetin bahwa nilai yang gak akan pernah turun itu ya emas… tapi masih ada waktu beli emas buat lamaran.. hehehe bentar lagi

  2. Mbak Ety, makasih banyak artikelnya Mbak. Saya juga lagi cari-cari referensi tentang gadai emas ini. Salah satu keunggulan emas memang tidak dikenakan pajak itu ya Mbak. Dan kalau saya tidak salah, Pegadaian juga menyediakan program untuk bertani emas. Caranya dengan membeli emas lagi dari hasil menggadaikan emas yang ada. Aih, jadi penasaran nanya-nanya sendiri lebih lanjut ke pegadaian biar tahu skema investasi emas yang ini deh. Suka penasaran saya Mbak kalau habis baca artikel bermanfaat begini. 😀

    1. Sama-sama Mas Dani.
      Iya, tuh karena nggak kena pajak kan jd asyik investnya.
      Bertani emas itu apa maksudnya konsinyasi emas kah?. Nanti kalau dah nemu jawabannya Mas Dani ulas ya di blog biar saya belajar ttg bertani emas.

  3. Saya selama ini kalau beli emas hanya untuk perhiasan tak pernah kepikiran untuk investasi. Membaca tulisan Mbak Ety kepikiran juga membeli emas untuk disimpan karena sewaktu-waktu bisa juga dihadiri untuk kebutuhan uang cash

  4. mbak Ety, aku termasuk yang berinvestasi emas (LM) lewat pegadaian. Aku nyicil di pegadaian untuk emas LM dan memang prosesnya mudah sekali. Kita bisa memilih DP dan cicilan sesuai kemampuan.

    Selain itu sekarang pegadaian ada di mana-mana sehingga mudah untuk bertransaksi juga. Makasih artikelnya ya mbak, Tya jadi semangat mau investasi emas terus nih.

    1. Iya Mba Tya..memang bisa ya ngangsur emas di pegadaian.
      Syarat yang mudah memang salah satu alasan investasi emas melalui pegadaian.

  5. Orangtua kebanyakan sama ya mbak nasihatnya. Mamaku jg dari dulu selalu blg gtu sedikit2 nyicil nabung emas. Pengennya sih kapan2 punya yg batangan. Ntar ngintip programnya pegadaian deh. Tfs mbak

  6. Makasih banget artikelnya Mbak….saya msh terpikir untuk berinvestasi emas…eh mbak kalau di toko emas yg 2gr ada juga lho..saya punya dan taruh di rumah buat simpenan saja.
    Setuju perhiasan memang bisa rugi kecuali mbak beli tahun ini di jual 10th mendatang br bs untung, hehehehe

    Makaaih artikelnya..saya benar2 ingin berinvestasi emas selama harga tanah lbh mahal dari emas di Bali hehehehe

    1. Oh Ya, wah bisa mulai dari 2 gram ya?. Lebih ringan lagi dong. Saya jarang ke toko mas, hihihi jadi nggak tahu soal beli emas batangan di sana gimana.
      Wow, jadi bener ya rumor kalau harga Tanah di Bali lebih mahal dari harga emas..luar biaaasaa.

  7. Ya mbak, nasehat orang tua memang tidak pernah salah. Karena mereka punya banyak pengalaman. Memang, emas batangan , investasi yang paling aman. Mudah dijual lagi dan gak ada potongan biaya lagi.

    1. Iya mba, orang dulu biasanya nyimpen perhiasan banyak-banyak kan.
      Betul -betul, orangtua kaya pengalaman.

  8. Menyelesaikan masalah tanpa masalah … ha.ha..
    Jadi ingat kawan dari papua saat masih kuliah. Mesin ketik pun digadaikan kalau sudah kepepet. Alhasil pas mau bikin laporan malah bingung 😀

    1. Itulah kalau kepepet mba..apa aja yang bisa digadaikan.
      Semoga temannya sekarang kondisinya jauh lebih baik.

  9. Dengan pegadaian, kebutuhan yang lagi terdesak bisa teratasi, adanya pegadaian emang sangat membantu kita semua di saat lagi butuh. Btw sukses ya lombanya, jangan lupa kunjungan baliknya 🙂

  10. mengatasi masalah tanpa masalah! heheheh
    Kayaknya nasihat orangtua kita sama mbak. Mama selalu tegasin kalo ada duit lebih invest ke emas, suami juga gitu. Pernah sekali beli emas batangan yang nominal kecil lah, terus sewaktu ada kepepet, itu digadaikan. Alhamdulilah banget..

    Sukses lombanya ya mbak :*

  11. Aku lagi tertarik banget nh mak beli emas di pegadaian dengan cara ngangsur. Mau mulai dari 1 gram dulu. Inshaallah bisa jadi tabungan buat anak kuliah 13 tahun yang akan datang. Ehehee

  12. Mba, emas di pegadaian ada mulai 1 gram lho. Sy jg senang beli di pegadaian, Saran sy cari langganan petugasnya mba, biasanya dikasih diskon beli dari harga resmi, lumayan 50rb biasanya. Mereka kan butuh target, jadi supaya rutin beli sama dia, makanya dikasih diskon

  13. Kalau saya menggadaikan itu untuk menyimpan dan kalau kepepet. Untuk menyimpan caranya ambil cicilan yang terendah supaya bayar rahinnya murah. Cari safety box agak susah yang dekat rumah.

    1. Nah itu dia Mba Sapta, cari save deposit box nya ya yang agak susah.
      Mungkin malah bisa dititip di pegadaian dengan sistem konsinyasi.

  14. Pegadaian banyak memberi manfaat ya Mba Ety. Uty kenal pegadaian zaman kuliah 35 th yg lalu itu juga yang ngenalakn teman kos Uti yang butuh uang dan pinjam kalung Uti tuk digadaikan.. sekarang dia sudah sukses tapi masih tetap ingat dengan jasa pegadaian itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *