Liya Swandari Dan Dunia Mewarnai

liya swandari

Saat kecil dulu, adakah diantara teman-teman yang tidak pandai menggambar? Cung!. Sama, sih, saya juga nggak bisa menggambar. Saking nggak bisanya pernah tuh, tugas nggambar yang mengerjakan tugas itu Bapak. Hihihi, maaf ya bu guru. Eh, tapi bukan cuma saya , yang memiliki pengalaman seperti ini. Siapakah dia?. Dialah Liya Swandari, seorang emak blogger dari Yogyakarta. Bedanya, Mba Liya kemudian mau belajar dan akhirnya mencintai dunia gambar dan warna ini.

Sempat heran sih, mendengar cerita Mba Liya waktu kelas 1 SD. Mba Liya ini paling males kalau pelajaran menggambar. Bahkan tugas gambar suka minta dibuatkan Ibunya. Tapi ketika ikut lomba menggambar untuk pertama kalinya, malah jadi juara, wow!. Sepertinya, ini sih bakat ya. Sesuatu yang sebelumnya tidak disadari olehnya.

Nah, sejak meraih kemenangan tak terduga itulah kesukaannya pada dunia menggambar mulai tumbuh. Mba Liya kecil pun sering ikut lomba menggambar. Tempat tinggalnya yang jauh dari kota tak membuatnya surut langkah untuk belajar menggambar dan mewarnai. Rajin melihat tayangan tutorial menggambar dan mewarnai di TVRI, yang saat itu di asuh oleh Pak Heri, pun dilakoninya.

liya swandari

Banyak media sudah jadi sasaran kelihaian tangannya membuat gambar. Kertas, kaos, laptop bahkan tembok di rumah pun tak luput dari sasaran corat-coret kreatifnya Mba Liya. Wah, kebayang tembok rumahnya jadi full mural ya.

Selain belajar dari tutorial, kemampuannya semakin terasah dengan seringnya mengikuti lomba menggambar. Jadi, jangan heran ya, ketika duduk di kelas 5 SD, Mba Liya ini sudah mulai mengajar  menggambar dan mewarnai untuk anak-anak TPA. Wuih, keren banget Mba!. Nah, saat SMA, mulailah menerima les privat menggambar dan mulai belajar desain.

sanggar liya swandari
sanggar liya swandari

Hobinya menggambar juga membuat Mba Liya mengambil kuliah di jurusan Arsitektur. Sempat bekerja di bagian perencanaan wisata namun akhirnya berhenti dan lebih memilih menekuni kembali dunia menggambar dan mewarnai dengan sesekali menerima order mewarnai kaos atau buku. Selain itu Mba Liya, mendirikan sanggar seni di tempat tinggalnya. Di sanggar inilah Mba Liya berbagi ilmu mewarnai yang dimilikinya pada anak-anak.

Meskipun Mba Liya sebenarnya lebih suka menggambar tapi di sanggarnya beliau malah lebih sering mengajar mewarnai. Menurut Ibu muda ini, anak-anak yang datang ke sanggarnya biasanya memang lebih membutuhkan teknik mewarnai daripada menggambar.

“Sanggar adalah tempat saya berbagi karena saat kecil, les gambar itu mahal. Jadi saya ingin anak-anak bisa belajar gambar dengan biaya terjangkau”

Tak hanya berbagi ilmu di sanggarnya, Mba Liya juga berbagi ilmu teknik mewarnai dengan bermacam alat seperti krayon, spidol, pensil warna dan lain-lain melalui buku. Jadi Mba Liya ini sudah memiliki 5 buku kolaborasi dan 1 buku solo yang berjudul “Aku Juara Mewarnai”.

aku juara mewarnai

Dalam buku tersebut Mba Liya membagikan 27 teknik mewarnai dengan beragam alat tadi. Menurutnya, masing-masing alat tadi memiliki tugas sendiri-sendiri dalam mewarnai. Apakah digores, diputar, atau diarsir. Lebih dari itu, ternyata alat-alat mewarnai seperti karyon, spidol, pensil warna itu bisa juga dipadu padankan. Wah, bukunya cocok banget tuh buat anak-anak PAUD maupun TK.

Nah, Mba Liya mau lho berbagi sedikit teknik mewarnai memakai krayon untuk anak-anak, begini tipsnya:

  1. Cara mewarnai pakai krayon itu dengan diputar.
  2. Buatlah gradasinya dari warna tua terlebih dulu baru warna muda.
  3. Agar gradasinya cantik pada pertemuan warna, nggak usah terlalu ditekan, jadi tipis saja.
  4. Nah, warna selanjutnya tinggal ditumpuk.

Untuk teknik mewarnai dengan alat lainnya, silahkan bisa dibaca di bukunya ya. Mba Liya, meskipun bergelut di dunia mewarnai tapi ternyata tidak ikutan mewarnai Doodle yang hits itu karena tak ada waktu. Sebagai emak dari seorang bayi berusia 6 bulan, Mba Liya merasa waktunya lebih banyak tercurah untuk anaknya.

juara blog aqua

Selain sibuk mengurus sanggarnya, Mba Liya juga aktif ngeblog. Senyum bahagia begitu nama blognya. Wah, nama yang menyenangkan ya. Mungkin si pemilik blog memang murah senyum dan ingin membuat pengunjung blognya bisa ikut tersenyum bahagia membaca tulisan-tulisannya. Mba Liya ini juga suka ikut lomba blog. Bahkan sempat meraih juara 3 pada kompetisi blog Aqua.

Oh, ya di blog Mba Liya juga membagikan beberapa tutorial teknik mewarnai. Nah, bagi teman-teman yang membutuhkan bisa tuh main ke blognya. Tutorialnya pasti bermanfaat bagi teman-teman yang memiliki anak kecil atau ponakan karena mereka biasanya akrab dengan aktifitas mewarnai.

Ini dia salah satu video tutorialnya :

Ingin tahu lebih jauh tentang teknik mewarnai? Silahkan main-main ke blog Mba Liya Swandari.
kulit tetap lembab dan elastis

54 thoughts on “Liya Swandari Dan Dunia Mewarnai

  1. sayapun nggak pandai menggambar Mba, tapi pengen banget bisa menggambar 🙂
    yang justru sedang getol belajar menggambar adalah anak saya, sepertinya tips dari Mba Liya di atas bisa dipraktekkin sama anakku nih 🙂

  2. Aku selalu kagum pada mereka yang bisa menggambar dan melukis. Terkesima melihat kemampuan mereka bermain-main dengan aneka warna. Saya tidak bisa seperti itu. Selamat untuk Mbak Liya dengan bakatnya 🙂

    1. Sama Mba Evi. Bagi saya mereka keren.
      Saya aja kalau disuruh nggambar gak pernah bisa punya angle yang beda. Kalau pemandangan selalu gambar dua gunung dg matahari ditengan dan jalan yang membelah sawah.
      sementara kalau yang bakat tuh bisa aja punya angle yang beda.

  3. gambar favorit mendunia: dua gunung, ada jalan di tengah, matahari di tengah, rumah2 dan petak sawah. Saya pernah liat2 anak teman yang pintar mewarnai, saya tanya ternyata ia kursus. Dulu, saya mikir mewarnai kan gitu doang kok sampai kursus. Huu ternyata ‘gak gitu doang’ apalagi yang mau seriusan ada tekniknya lho dan saya belum bisa seriusan mewarnai *___* (numpang cerita)

    Salam tuk mbak Liya Suwandari 🙂

    1. Betul, gambar itu juga favoritku Mba.
      Karena memang gak bisa gambar model lainnya.
      Iya Mba, anak-anak temenku yang pada kursus mewarnainya bagus-bagus. Gradasinya alus banget.

  4. Pak Heri memang keren. Anakku dulu dibimbing sampai dapat penghargaan dari pemkot Yogya waktu ada jambore pelajar di UNY. Setelah itu pindah ke Pekanbaru jadi buyar bakatnya. Meski bakat tapi kalau nggak dipupuk ya nggak jadi. Mak Liya keren fokus dengan bakatnya.

    1. Wah, Mak Lusi kenal dengan Pak Heri juga, pasti beliau sangat terkenal ya.
      Betul Mak Lusi, bakat juga harus dipupuk biar makin terampil.
      Sepakat, top emang Mak Liya.

    1. Tos Mba Jiah,butuh semangat luar biasa tuh kalau awalnya gak bisa menjadi bisa biar nggak bosan ditengah jalan.

  5. Wadoohh mlipiiir…
    Aku paling ga bisa gambar mak, lemah banget seninya, standar bisanya gambar gunung dan jalan plus sawah hahhaa

    Aiih, salut banget sama Mba Liya, salam kenal yaaa…
    Sukses mba Liya,
    Makasih maak ety

    1. Wuhahaaa, itu gambar aku banget Mak.
      Yah, gimana ya, kalau di suruh gambar pemandangan, yang keluar dari otak ya itu saja, qeqeqe.

      Sama-sama Mak.

  6. Waah seru banget bacanya. Aku juga suka gambar & mewarnai. Yeay toss.
    Mbak Liya udah pro banget ya kayanya hihi makasih infonya Mak Ety, nanti ku meluncur ke blog senyum berbahagia 😀

    xoxo,
    Ifa

    1. Keren si bungsu..nggak papa nggak les mba.
      Kalau sudah bakat tinggal di asah dengan sering menggambar saja.
      Soal teknik bisa belajar dari buku.

  7. saya ga bisa gambar dan paling gak suka pelajaran menggambar sejak sd tapi sekarang saya fasilitasi anak2 buat menggambar d rimah sepuasnya karena menggambar itu sepertinya menyenangkan.

    1. Nggak semua punya bakat menggambar mba Rina.
      Saya juga nggak bakat.
      Keren, biarkan anak-anak akrab dengan dunia gambar.

  8. Ternyata senyum mba Liya sejak SD udah manis ya.. dan makin manis pas dewasa. Dan ceria… cocok bgt dgn blognya…

    Buku menggambarnya kayaknya perlu buat Bintang nih.. makasih Mba Ety sudah mengenalkan saya dgn mba Liya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *