Agar Perempuan Menjadi Ibu Yang Baik

menjadi ibu yang baik
Jika ditanya, adakah pekerjaan yang paling berat di dunia ini, maka menurut saya pekerjaan itu adalah menjadi seorang Ibu. Tanggungjawabnya besar, setiap harinya banyak yang harus dikerjakan. Semua itu menuntut kemampuan manajerial di banyak bidang dan stamina yang tangguh baik fisik maupun emosi. Sayangnya, tak ada sekolah yang membekali para perempuan agar bisa menjadi Ibu yang baik.

Jika bicara mengenai peran ibu maka nggak akan ada habisnya. Ibu itu perempuan yang mengandung dan melahirkan, merawat dan mendidik anak-anaknya, mengatur rumahtangga, beberapa diantara mereka bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Betapa berat ya, tanggung jawab seorang Ibu. Pantas saja jika Alloh SWT memerintahkan kita agar menghormati Ibu, Ibu, dan Ibu.

Melihat peran yang begitu besar, seorang perempuan yang akan menjadi Ibu, hendaknya bersiap diri. Menjadi ibu memang tak ada sekolahnya. Tapi, para perempuan calon Ibu bisa belajar dari lingkungan terdekat. Belajar dari ibu mereka, nenek tante, bude, maupun orang lain di sekitarnya.

Atau bisa juga belajar dari buku ini. Sebuah buku, yang mengupas kiat menjadi Ibu yang baik, Ibu yang hebat. Buku ini adalah goresan pena dari Abdul Cholik seorang pensiunan Jenderal yang mengisi masa pensiunnya dengan menjadi seorang Blogger dan Penulis Buku.

Membaca dari awal hingga akhir, saya kerap menemukan kata Emak di sana. Rupanya, sebagian besar ilmu menjadi seorang ibu itu didapat dari Emak, ibu kandung dari Penulis. Terbersit kekaguman saya pada perempuan yang di masa tuanya masih gesit ini. Mampu mendidik anak laki-lakinya hingga bisa sukses dalam karir dan keluarga.

Wajarlah, jika kesan mendalam pun di dapat oleh Pakde Cholik, begitu saya biasa menyapa beliau. Dari kesan itu, jadilah buku ini yang bermanfaat bagi para perempuan yang bersiap untuk menjadi Ibu. Lalu, apa saja yang menjadi poin pembahasan dalam buku ini?.

menjadi ibu yang baik

Ada 40 tips yang dibahas dalam buku ini, beberapa diantaranya:

“Masa Keibuan Memang Abadi”

Pernahkah kita mendengar pernyataan bahwa setua apapun kita, dimata Ibu kita tetaplah anak-anak?. Perhatian dan kasih sayang Ibu tetap sama meskipun kita telah memiliki anak bahkan cucu. Saya hidup jauh dari Ibu, tiap kali meneleponnya, Ibu pasti akan bertanya kabar sekaligus memberi nasihat .

Teman-teman, mengalami juga apa yang saya alami?. Ini membuktikan bahwa peran seorang Ibu itu sepanjang masa.

“Pendengar Yang Baik”

Menjadi seorang Ibu harus menyediakan waktu dan hatinya untuk mendengarkan cerita anak-anaknya. Mendengarkan cerita anak adalah salah satu wujud perhatian Ibu kepada anak-anaknya. Selain itu, anak-anak butuh untuk didengar pendapatnya.

“Pendoa Yang Rajin”

Ibu akan menjadi orang pertama yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Meskipun, kadang-kadang tingkah anak-anak membuat capek, kesal bahkan marah. Ibu yang baik tak sekalipun luput mendoakan anak-anaknya.

Beberapa poin tadi adalah sedikit gambaran bagaimana seharusnya seorang Ibu harus berperan dalam kehidupan anak-anaknya. Selebihnya, bisa dibaca sendiri, ya.

Bagi saya, buku ini mengingatkan akan tanggungjawab besar yang saya emban sebagai seorang Ibu. Kadang lelah fisik dan emosi menghampiri tapi ini tak boleh membuat saya surut langkah, berusaha menjadi sebaik-baik Ibu bagi anak-anak saya.

Buku setebal 237 halaman ini disajikan dengan bahasa yang mudah dicerna. Fragmen yang kerap mewarnai di poin-poin bahasan membuat isi buku ini tak membosankan untuk dibaca. Sebagai panduan, buku cukup lengkap isinya.

Meskipun isi bahasan buku ini adalah kiat menjadi Ibu, namun tak menutup kemungkinan buku ini tetap menarik dibaca oleh siapa saja bahkan kaum laki-laki yang peduli akan peran besar yang diemban seorang Ibu.

Dan satu lagi, buku ini cocok lho, untuk kado pernikahan ataupun ulangtahun untuk seorang perempuan. Buku ini akan memberi wawasan dan bekal yang penting untuk menjalani peran sebagai Ibu, kelak.

Judul Buku                          : Madrasah Itu Bernama Ibu, 40 Kiat Menjadi Wanita Hebat

Penulis                                 : Abdul Cholik

Penerbit                              : Quanta

Jml Halaman                       : 237 halaman

ISBN                                      : 978-602-02-7824-7

kulit tetap lembab dan elastis

64 thoughts on “Agar Perempuan Menjadi Ibu Yang Baik

  1. Entah apa jadinya kita jika tak ada ibu yang begitu banyak terlibat dalam urusan asuh, asih, dan asah putra-putrinya. Tak heran jika cendekia menelurkan peribahasa : Kasih Ibu sepanjang jalan.
    Terima kasih reviewnya yang jujur dan memikat.
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Betul Pakde.
      Baca buku Pakde, jadi kangen ibu di kampung. Nggak sabar pengin segera mudik.
      Sama-sama Pakde. Sukses untuk bukunya.

  2. Menarik sekali bahasannya Mbak Ety. Jadi penasaran dengan bukunya. Memang seorang ibu peranannya besar sekali untuk seorang anak ya Mbak.

  3. Jadi ibu itu berat.
    Karena anak itu peniru nomor satu di dunia
    Dan orang pertama yang dia tiru (biasanya) adalah Ibunya
    Segala tindakan ibunya akan direkam dialam bawah sadarnya … dan sewaktu-waktu akan muncul ke permukaan …

    Salam saya Mbak Ety

    1. Nah, ini yang suka bikin saya sedih.
      Ketika anak meniru keburukan saya, hiks.
      Tapi saya memang tak sempurna. Banyak kurangnya.
      Saya selalu meminta sama Alloh agar selalu melindungi anak-anak dari kelemahan yang saya punya.

  4. Itu yang poin pertama iya bangeeet Mba. Setua apapun kita, bagi ibu kita tetaplah anak-anak. Aku kalau lagi pulang gini wes, dimanjane puol sama Ibu, hahaha. Persis pas kecil dulu, padahal sekarang aku udah punya anak kecil 😀

  5. Luar biasa banget peran ibu, salah sedikit bisa besar pengaruh ke anak, buku panduan penting banget buat sy yg mau jadi calon ibu ni mba, makasih info bukunyaa ^^

  6. Pakdhe Cholik memang piawai kalau membuat buku. Beliau sudah banyak menelurkan buku-buku bagus. Cerita tentang Emak beliau juga kerap hadir si blog pensiunan Jendral ini. Jadi penasaran sama Emaknya, yang bisa mendidik Pakde jadi orang yang berhasil.

  7. Menjadi seorang perempuan memang harus banyak belajar ya, mba. Dan belajar dari kehidupan, belajar dari anak-anak kita sendiri. Terima kasih sudah berbagi ya mba. Buku pakdhe ini menarik ya untuk dijadikan pegangan

  8. Mba ety.. Aku udah lama nyari buku pakde yg ini. Kebetulan di gramed daerahku kok kosong terus yaa.. Padahal penasaran pengen baca dan banyak belajar dari emaknya pakde..
    Makasih sharenya ya mba :*

  9. jadi inget ibu, meski skrg sy sdh pny anak bener banget di mata ibu saya tetap anak-anak. yg beliau beri nasihat dan kabar2 sama spt waktu masih tinggal serumah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *