Yuk, Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear!

Ada yang ingat dengan penyanyi Nita Tilana? Hm, buat generasi 90- an pasti nggak asing lagi deh, dengan penyanyi asal Bandung ini. Nita adalah kakak kandung dari Armand Maulana, yang meninggal karena kanker leher rahim (serviks). Saat itu, Nita divonis menderita kanker serviks stadium 4 oleh dokter. Sebuah stadium yang sudah amat lanjut. Semasa karirnya, almarhum dikenal sebagai penyanyi yang centil. Lagu-lagunya selalu ceria.

Saat itu saya masih kuliah, kebetulan suka mampir ke tukang koran. Di situ saya suka ikut baca-baca sedikit berita tentang beliau. Terutama soal kesetiaan suaminya itu lho, Rully Amada. Lelaki keturunan Indonesia-Jepang ini memang membuktikan kesetiaannya pada Nita Tilana hingga nafas terakhirnya. Eh, ya, ampun kok malah fokus kesitu ya, bukan ke penyakit yang diderita Nita Tilana. Minta digetok, nih,kepala!.

Terus terang kesadaran saya tentang penyakit kanker serviks itu masih rendah. Mencari tahu tentang penyakit inipun enggak saya lakukan sejak dulu. Padahal, kanker serviks itu adalah kanker paling ganas. Setelah tempo hari, saya kehilangan seorang kawan blogger karena kanker, saya merasa tergugah untuk lebih aware dengan kesehatan diri sendiri.

kanker-serviks

Kebanyakan penderita kanker serviks memang terlambat didiagnosa. Jika didiagnosa dalam stadium lanjut tentu saja upaya pengobatan menjadi bertambah berat karena kanker biasanya menyebar dan menyerang organ tubuh yang lain. Hal ini seringkali berujung pada kematian. Untuk itulah pentingnya deteksi dini kanker serviks. Dengan deteksi dini diharapkan kanker akan lebih mudah disembuhkan.

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah penyakit mematikan yang menyerang leher rahim atau serviks. Secara anatomi , leher rahim terletak diantara vagina dan rahim. Ia menjadi penghubung antara vagina dan rahim. Serviks memiliki peranan penting dalam proses reproduksi. Serviks akan menghasilkan lendir, dimana lendir inilah yang mendorong sperma bertemu ovum. Nggak hanya itu, saat hamil, lendir ini akan melindungi bayi dari bakteri berbahaya dari luar rahim.

Dalam lendir terkandung sel-sel yang bisa dideteksi kondisinya, apakah sel- sel tersebut normal atau tidak normal. Namun, bukan berarti ketika tidak normal itu selalu kanker ya, harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa tiba pada kesimpulan kanker serviks.

Apa Penyebab Kanker Serviks?

serviks
source: kankerserviks.com

Human Papilloma Virus (HPV) diyakini sebagai penyebab kanker serviks. Virus ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Ada banyak jenis HPV, beberapa diantaranya menyerang kulit dan kelamin, seperti menimbulkan kutil pada kelamin. Sementara itu, yang ditengarai menjadi penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan HPV tipe 18. Kedua tipe HPV ini akan membuat kondisi sel-sel dalam serviks menjadi tidak normal dan akhirnya menjadi kanker.

HPV ini bisa bertahan dalam waktu yang lama di sel-sel leher rahim. Keberadaannya sering tak disadari karena kerap muncul tanpa gejala. Bisa dibilang, virus yang satu ini emang “silent killer”. Diam-diam menggerogoti sel rahim yang sehat sementara itu wanita yang bersangkutan bisa jadi nggak menyadarinya. Ih, kejam! Banyak dari wanita yang terjangkiti HPV baru menyadarinya ketika sudah berubah menjadi kanker serviks dan masuk stadium lanjut, seperti kasus Nita Tilana.

Gejala yang Mungkin Timbul

Seperti yang sudah disebutkan tadi, kanker serviks kadang muncul tanpa gejala. Kadang gejalanya mirip dengan penyakit lain. Untuk itulah, ketika teman-teman menemui gejala yang tak biasa pada organ tubuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Beberapa gejala berikut ini, biasanya dialami penderita kanker serviks:

  • Keluar cairan yang tak biasa dari vagina, misalnya berbau, mengandung darah dan keluar secara terus menerus.
  • Rasa sakit ketika berhubungan seksual.
  • Pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Mengalami haid dalam waktu yang lama
  • Ada darah dalam urine
  • Rasa sakit di perut bawah dan panggul
  • Rasa sakit pada pinggang ataupun punggung
  • Nafsu makan berkurang
  • Salah satu kaki bengkak
  • Berat badan turun

Semua gejala ini biasanya memang muncul pada penderita kanker serviks tapi, bukan berarti gejala tadi selalu menandakan kanker serviks, ya. Lebih baik segera periksakan diri ketika ada keluhan seperti itu.

Langkah Pencegahan Untuk Mengurangi Resiko

vaksin
vaksin

Apa yang bisa dilakukan, agar wanita tak terkena kanker serviks?. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian vaksin HPV. Dengan pemberian vaksin ini, tubuh wanita akan mendapat perlindungan dari infeksi HPV.

Menurut dokter, pemberian vaksin HPV sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu tertentu.

  • Vaksin pertama diberikan pada rentang usia 10-55 tahun
  • Vaksin kedua diberikan 1 atau 2 bulan sesudah pemberian vaksin pertama
  • Vaksin ketiga diberikan 6 bulan sesudah vaksin pertama diberikan

Vaksinasi HPV hanya menimbulkan efek samping yang ringan. Ya, seperti efek vaksinasi pada umumnya. Kadang ada bengkak, ruam kemerahan, bisa juga menimbulkan alergi meskipun ini jarang terjadi.

Teman-teman sudah melakukan vaksinasi HPV?. Kalau saya terus terang lupa, seingat saya sih, lepas usia SD pernah divaksin tapi nggak ngeh divaksin apa. Duh, jangan ditiru ya. Jika belum melakukan vaksin, bisa segera divaksin guna melakukan pencegahan diri dari kanker serviks yang mematikan itu.

Lakukan Skrining atau Deteksi Dini

Fungsi skrining atau deteksi dini adalah untuk sesegera mungkin mengetahui adanya sel-sel abnormal dalam serviks. Meskipun, itu belum tentu kanker ya. Tujuannya, tentu menyelamatkan nyawa si penderita. Semakin dini diketahui, akan semakin cepat ditangani, tentu harapan untuk sembuh juga masih besar. Sayangnya masih banyak wanita yang enggan melakukan skrining dengan pap smear misalnya. Alasannya macam-macam,ada yang takut sakit, nggak nyaman, takut akan hasilnya, biayanya mahal dan sebagainya.

Seorang wanita sebaiknya melakukan pap smear, tiga tahun setelah kontak seksual untuk pertama kalinya.

Sebaiknya diulang secara berkala setiap 3 tahun sekali. Sementara untuk wanita yang telah menopouse pap smear dilakukan 5 tahun sekali. Duh, saya ini termasuk yang lambat melakukan pap smear, karena baru seminggu lalu.

Apa sih pap smear itu?

Simpelnya, pap smear itu tes untuk mengetahui kondisi sel-sel dalam serviks dan vagina. Apakah sel-sel tersebut normal adanya atau ada sesuatu yang mencurigakan sehingga perlu tindakan lebih lanjut.

spekulum-cocor-bebek

Untuk bisa mengambil sel-sel dalam serviks tersebut, dipakailah alat bernama spekulum. Alat ini akan dimasukkan ke dalam vagina, jika leher rahim sudah terlihat, maka sel-sel dalam serviks akan diambil dengan alat bertangkai panjang dengan sikat halus. Dengan alat ini, leher rahim akan diusap untuk diambil lendirnya, kemudian akan diperiksa di laboraturium.

Biasanya, hasil dari tes pap smear akan keluar dalam waktu 7-10 hari. Apakah hasil pap smear selalu akurat? Keakuratannya amat tergantung pada kondisi vagina dan serviks saat diperiksa.

Artinya, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar hasil pap smear bisa tepat, yaitu :

  1. Waktunya Pas.

Pap smear sebaiknya dilakukan seminggu setelah haid atau seminggu sebelum haid, tujuannya agar leher rahim bersih dari darah haid. Jadi, ditandain aja kalendernya, kapan haid pertamanya, biar nggak susah mengingatnya.

  1. Tidak melakukan hubungan seksual 2 atau 3 hari sebelumnya.
  2. Vagina tidak boleh dibersihkan dengan cairan kimia, seperti sabun, cairan pembersih vagina maupun penyemprot vagina. Tujuannya agar tak mengaburkan hasil tes.
  3. Tidak menderita keputihan maupun infeksi berat lainnya.
  4. Sampaikan kondisi kita apa adanya, jangan ada yang disembunyikan. Mungkin ada keluhan ketika haid, atau semua hal yang berhubungan dengan organ kewanitaan, sebaiknya diceritakan. Kalau toh bukan kanker, bisa juga diobati segera.

Gimana Rasanya Pap Smear?

Pap smear itu mengerikan ketika masih dalam pikiran. Bener, deh! Saya pikir prosesnya bakal ribet, lama dan menyakitkan. Saya melakukan pap smear di Klinik Cito. Saat itu ada program pap smear gratis dari BPJS. Ada triggernya juga sih, beberapa hari sebelumnya, teman saya seorang blogger yaitu Deasy Maslianita Burhan, meninggal dunia. Mba Deasy meninggal setelah terkena penyakit kanker.

Awalnya sih, beliau menderita kanker payudara namun beberapa tahun kemudian kanker itu menjalar ke organ vital lainnya. Sebab itulah, saya menguatkan diri untuk melakukan pap smear dan menerima apapun hasilnya ( berharap saya baik-baik saja).

lab_cito1

Saat periksa, suasananya sepi, nggak ada antrian, ini membuat saya sedikit tenang. Ketika nama saya dipanggil, saya merasa lega karena petugasnya wanita. Jadi, saya merasa nyaman. Petugasnya juga santai, mengajak saya mengobrol tentang kondisi saya, menanyakan keluhan sekaligus menujukkan alat yang akan dipakai untuk memeriksa. Alat itu ditunjukkan agar saya tahu bahwa alat itu masih tersegel dan steril.

Periksa pap smear itu mirip waktu periksa kandungan saat hamil itu. Bagi yang sudah pernah hamil pasti nggak akan kaget. Prosesnya sebentar, nggak ada lima menit. Yang harus diperhatikan, pada saat speculum dimasukkan, kita harus rileks jadi nggak sakit. Pemeriksaan transvaginal memang membuat tak nyaman tapi ini lebih baik daripada menunda melakukan pap smear.

Lega rasanya, karena bisa melewati pap smear tanpa rasa sakit. Buat teman-teman yang belum melakukan pap smear, yuk, jangan ditunda lagi! Skrining dengan pap smear akan mendeteksi dini keberadaan kanker serviks. Semakin dini diketahui, semakin cepat ditangani.

51 thoughts on “Yuk, Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear!

  1. Waaa…aku belum jadi2 papsmear nih Mba 🙁
    Temenku pernah, di acara bakti sosial periksa papsmear gratis, dia sebagai panitia ikutan cek. Ternyata positif kanker serviks. Untunglah cepat ketahuan dan masih stadium awal. Jadi langsung terapi dengan ‘disemprot’ cairan yang katanya sih ngilu banget.

    Duh, jadi inget lagi dan kepengin secepatnya periksa.

    1. Wah, sama kayak aku kemarin Nyak.
      Tapi akhirnya pap smear juga. Nggak ngeri seperti yang kubayangkan kok.
      Gak sakit, hanya gak nyaman saja.
      Semoga temannya bisa sembuh ya. Sedih, kalau dengar ada yang kena kanker.
      Kebayang betapa berat perjuangannya .

    1. Itulah Mba Aya, kesadarannya masih minim.
      Gratis pun tak banyak peminat.
      Coba diskonan fried chicken, woow yang ngantri pasti mengular.

  2. Wanita yang sudah sexually active sebaiknya pap smear setahun sekali. Tapi aku baru sekali doank. Hiks hiks. Masih belum tertib padahal untuk kesehatan diri sendiri. Payah nih. Harus saling ngingetin emang ya. TFS, Mba Etty ^^

  3. Kalo tes pap smear saya belum pernah nih mba, tahun kemarin sih ikutan program dari kantor untuk vaksin HPV. Lumayan, bisa dicicil, scara harganya kan lumayan juga hihihi.

    Btw kabarnya Rully Amada gimana ya? *eh
    Tfs untuk info lengkapnya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan. aamiin ya Rabb 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *