5 Masalah Umum Dispenser Dan Cara Mengatasinya

Siapa yang di rumah memiliki Dispenser? Saya yakin banyak teman-teman yang ngacung, deh. Iya, sepertinya Dispenser ini, peralatan elektronik rumah tangga yang sudah terlewat biasa saja. Alasan inilah yang membuat banyak dari kita, menyepelekan kehadirannya. Hanya berfungsi sebagai penyalur air dari galon dan tidak memerlukan perawatan lebih. Mungkin memang harga dispenser yang teman-teman miliki pun tak seberapa, akan tetapi apakah cukup pantas sekadar menggunakan barang elektronik tanpa memberikan perhatian lebih?

Sehari-harinya, saya amat terbantu dengan adanya Dispenser. Mau bikin minuman hangat seperti teh ataupun kopi, nggak perlu merebus air. Tinggal pakai dispenser, air panas siap untuk menyeduh. Meskipun begitu,ย saya sendiri masih kurang aware untuk urusan perawatan. Ya, bagaimana enggak, pekerjaan rumahtangga saja sudah seabrek, belum lagi waktu untuk menulis blog ini. Rasa-rasanya untuk urusan teknis macam perawatan dispenser itu saya serahkan ke suami saja.

Meskipun demikian, saya kan nggak bisa cuek-cuek amat. Paling tidak saya bisa mencari tahu, tentang masalah yang mungkin terjadi pada dispenser. Untung aja ada internet, tertolong banget deh, dalam urusan mencari informasi. Paling tidak, ketika tahu ada masalah muncul, saya bisa langsung kasih kode ke suami supaya ngecek ataupun membawanya ke tukang service.

Konon, semua peralatan elektronik pasti akan bermasalah ketika hanya diforsir untuk diperas manfaatnya. Iya juga sih,buktinya beberapa peralatan elektronik di rumah mulai tumbang akibat dipakai terus tiap hari.ย Begitu juga dengan dispenser, sebagai peralatan yang pasti dipakai setiap hari memiliki risiko cukup tinggi untuk bermasalah ketika minim perawatan.

dispenser-ralali

Apa saja masalah yang umum terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Berbagi informasi saja supaya teman-teman nggak kaget ketika muncul beberapa tanda tak normal seperti berikut ini:

  1. Bocor

Kemungkinan pertama dari munculnya gangguan atau masalah pada peralatan elektronik rumah tangga yang satu ini adalah kebocoran dari selang. Sebabnya macam-macam, sih. Bisa jadi karena pengikat selang yang putus. Mungkin juga krannya yang ternyata tidak menutup sempurna. Kemungkinan lainnya, galon itu sendiri yang bocor halus. Ya, memang harus mengeceknya satu per satu apakah kebocoran ini berasal dari dalam atau dari luar.

Salah satu caranya adalah dengan mencoba menggunakan botol air mineral 1,5 liter sebagai pengganti galon. Ketika tak ada tetesan lagi, kemungkinan besar masalah bocor ini berasal dari galon bocor.

  1. Lampu Indikator Mati.

Masalah kedua yang mungkin muncul adalah lampu LED indikator tidak berfungsi. Bisa jadi lampunya yang rusak atau rangkaian elektronik di dalamnya yang tidak bekerja. Akan tetapi ketika terjadi indikator kerusakan seperti ini, mesin di dalamnya masih berfungsi baik sehingga air yang Anda dapatkan dari mesin ini tetap bisa panas dan dingin seperti biasa.

  1. Tidak Panas.

Kalau gejala yang muncul seperti ini, besar kemungkinan masalahnya terjadi dari dalam peralatan elektronik itu, seperti putusnya elemen pendukung. Untuk mengetahui secara pasti, cek termostat yang terdapat pada bodi tabung pemanas, lantas cek bagian elemen pemanas. Jika kondisi ini masih didukung dengan keadaan lampu indikator yang mati, Anda wajib memeriksa kabel dan saklar. Saklar kerap menjadi penyebab kerusakan dispenser yang akhirnya menghasilkan air tidak panas.coffe

  1. Panas Berlebih.

Kemungkinan lain yang muncul akibat kerusakan di mesin air ini adalah panas berlebih, termasuk ketika teman-teman hendak mengambil air dari kran air dingin. Kemungkinan kerusakan dengan hasil akhir seperti ini adalah termostat yang tidak mampu cut off ketika sudah mencapai suhu maksimal. Maka untuk mengatasinya, lepaskan termostat lebih dulu dan panaskan dengan solder.

Jika masih dalam taraf kotor, Anda bisa membersihkan pasta yang ada di bodi termostat, sementara jika sudah ditempel solder pun termostat tidak kunjung cut off, ganti baru adalah solusi.ย Pusing? serahkan ke ahlinya saja. Yang penting gejalanya sudah terdeteksi. Jadi, bisa segera diambil tindakan.

  1. Tidak Dingin.

Ada dua alasan mengapa dispenser Anda tidak mampu menghasilkan air dingin: masalah pada peltier atau pada kompresor. Jika pada peltier, bisa jadi peltier tersebut putus, rangkaian elektroniknya yang rusak, hingga kipas pendinginnya yang tidak bekerja. Sementara jika masalah memang berasal dari kompresosr, Anda bisa menggunakan jasa teknisi kulkas untuk memperbaikinya.

Nah, itu dia beberapa masalah umum yang sering terjadi pada dispenserย (baca: disclosure) dan bagaimana trik untuk mengatasinya. Dispenser teman-teman pernah mengalami masalah-masalah di atas? Selamat mencoba untuk memperbaiki, ya.

Paling penting sih, ingatlah untuk menggunakannya sebaik mungkin, termasuk memberikan perhatian agar peralatan elektronik yang satu ini nggak mudah rusak.

45 thoughts on “5 Masalah Umum Dispenser Dan Cara Mengatasinya

  1. Masalahnya sama ya kebanyakan seperti yg disebutin di atas, dan kalo udah kena kompresornya. Mending beli baru aja kali ya, mahal diongkos benerinnya ๐Ÿ™

  2. Semenjak pindah Palopo aku nggak punya dispenser Mbaa, hahaha.
    Kalau mau beli apa-apa mikirnya nanti repot pas pindahan *halah*. Kebetulan anak-anakku nggak nyusu, suami juga nggak yang seneng ngopi atau ngeteh. Paling sesekali, mendadak ngrebus air deh ๐Ÿ™‚

    1. Betul sih Nyak, kalau memang masih harus pindah-pindah mendinggak usah banyak barang yang gak urgen.
      Rempong pindahannya. Apalagi, gak sering bikin minuman hangat

  3. Uti ngga terlalu perhatian dgn peralatan yg satu ini. Lebih sering pakai teko buat masak air. Hanya seskali pskai despenser..mba Ety jeli ya .. memang kyknya keluhannya seperti iti

  4. Karena ribet pakai dispenser, akhirnya di rumah cuma pakai dispenser jadul yang buat ngucurin air doang wkwkwkw soalnya yang dulu ribet banget suka panas banget sampe pernah kayak ada suara meledak padahal nggak ada apa – apa coba. kan serem ๐Ÿ™

    1. Weh, dulu punyaku juga gitu Mba Putri, pas anak-anak masih balita. Soalnya takut tiba-tiba, dia pencet kran panas, bakal bahaya.
      Setelah anak-anak ngerti baru pakai yg dua kran.
      Wew, ngeri juga kalau sampai meledak gitu.

  5. Sejak punya dispenser belum pernah ada masalah kayak yang di atas, mba. Ya moga-moga jangan ada kerusakan parah aja. Soalnya ketergantungan banget sama barang ini, karena praktis ga perlu rebus air dulu.

  6. Tombol power di belakang enggak berfungsi. Jadi kalo mau nyalain pemanasnya, harus dilepas-colok kabelnya. Trus lama-lama kabelnya sobek dan nyetrum. Udah gitu, masih belum juga diganti dispensernya. Padahal bocor juga.

    *malah curcol* :)))))

    1. Waduw, banyak bener masalahnya Mak Noni.
      Bahaya itu kalau pake nyetrum segala. Hati-hati, Luna kan aktif banget anaknya.
      Wes, ganti baru aja Mak.

  7. kalo aku masalah yang paling sering aku alami adalah mudah dijangkau oleh anak-anak. anakku lagi hobi mainin dispenser, jadi harus waspada banget klo hidupin air panas

  8. Aku gak ikutan ngacung mbak.. gak punya dispenser, masih pake cara manual, hehehe.

    Tapi emang bener, masalah paling sering nemu dispenser yg gak dingin atau panas.. nanggung banget, mau bikin kopi tetep kudu masak air

  9. Semuanyaaaa pernah aku alamin maaak ๐Ÿ™
    Dan yang bikin gondok, terakhir beli buat di kantor, baru semingguan udah bocoor,
    Haiyaaah…yang ada kantor banjir sama air galon dah ๐Ÿ˜€

  10. Pas baca postingan ini tiba-tiba kangen dispenser.. Bukannya apa-apa, tapi bener juga ya, dispenser tuh barang yang kita butuhin tapi sering kita lupain.. So far sih nggak pernah ngalamin hal aneh tentang dispenser, kecuali rusak karena memang udah lama banget.. Tapi kayanya service dispenser secara berkala perlu juga kayanya ya.. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *