6 Kuliner Lezat Palembang, Rekomendasi Wong Kito

“Eh, teman, kapal, kapal apa yang bisa dimakan?”

Kuliner lezat Palembang yang satu ini kan kesohor banget. Yup, betul, pempek kapal selam! Ngomongin kuliner lezat bakal nggak ada matinya, termasuk soal kuliner Palembang yang jumlahnya gak kehitung. Buat lidah saya, hampir semua kuliner Palembang itu pas di selera saya. Nah, kali ini saya sengaja meminta teman saya, Ardiba Sefrinda yang asli dari sana alias wong kito untuk memberikan rekomendasi.

Ardiba Sefrinda atau akrab disapa Diba adalah seorang lifestyle blogger kelahiran Palembang, yang telah berhasil menyelesaikan program masternya di bidang Teknologi Pangan, di salah universitas negeri favorit di kota Jogyakarta. Sehari-harinya selain mengurus putra semata wayangnya, Mba Diba aktif ngeblog di blog pribadinya, yaitu Ardiba Sefrinda Story. Blog ini mengupas cerita keseharian tentang parenting, kuliner, wisata maupun tentang teknologi pangan.

Saya pernah bertemu beberapa kali dengan Mba Diba di beberapa event blogger. Kami sempat beberapakali terlibat obrolan. Dari sanalah saya tahu bahwa Mba Diba ini lahir dan besar di kota Palembang. Jadi jelas ya, Mba Diba itu memang Wong Kito. Hingga akhirnya, salah satu obrolan itu tentang sesuatu yang menarik buat kami berdua, yaitu kuliner lezat Palembang. Kenapaa?

ardiba-sefrinda

Ya, karena Saya memang lagi kangen nih, sama kuliner Palembang. Sambil ngarep, ada yang tiba-tiba ngirimin salah satu kuliner itu, hahaha. Eits, nggak salah kan, kalau saya kangen. Palembang itu punya tempat dalam hidup saya. Selama hampir 9 tahun saya tinggal di sana. Semenjak menikah hingga memiliki dua anak. Sekarang sudah 3 tahunan saya meninggalkan kota berjuluk Bumi Sriwijaya itu. Selama itu pula, saya belum menikmati lagi kuliner Palembang lezat ini.

Yaa, sebagai obat kangen, saya nyimak deh penuturan Ardiba Sefrinda, menurutnya, ada 6 tempat makan yang menyajikan kuliner Palembang lezat, yaitu:

  1. Pempek

Rasa-rasanya inilah kuliner Palembang lezat yang paling kondang. Sampai-sampai, sudah identik sekali dengan kotanya. Tak salah memang karena pempek itu rasanya lezat. Jika dimakan dengan cukonya maka pas banget paduan gurih, dan kenyalnya pempek dengan cuko yang manis, asam dan pedas.

Rasa gurihnya itu berasal dari ikan yang dicampur dalam adonan tepung sagu. Kalau saya biasa makan pempek dari ikan tenggiri dan ikan gabus. Kedua ikan ini paling sering dipakai dalam membuat pempek. Meskipun di sana apapun ikannya bisa saja dibikin pempek.

Nah, ngomongin ikan, ada satu ikan yang membuat saya penasaran. Namanya ikan Belida. Konon ikan ini jika dibuat pempek rasanya lezat banget. Sayangnya, ikan ini makin jarang keberadaannya. Jadi pempek ikan Belida pun jarang yang jual. Kalaupun ada yang menjualnya, sudah pasti harganya lebih mahal.

kuliner-lezat-palembang

Lalu pempek mana yang direkomendasikan Mba Diba? Mengingat penjual pempek banyak sekali dan banyak yang kondang. Ternyata pilihan dari Emak berputra satu ini adalah pempek Tasya.

Ada yang pernah mendengar pempek yang satu ini? Kelihatannya kalah terkenal dengan pempek yang lain ya. Tapi, jangan salah, soal rasa pempek Tasya ini juga lezat. Menurut Mba Diba, rasanya lebih gurih. Mau ke Palembang dalam waktu dekat? Mampirlah ke Pempek Tasya di Jln. Pipa Kemuning.

  1. Pindang

Pindang Palembang biasanya memakai bahan utama Ikan Patin maupun tulang Iga. Kuliner berkuah ini lezat disantap hangat-hangat dengan nasi dan sambal mangga. Wuih, dijamin keringat bakal bercucuran.

Dulu saya sempat underestimate dengan rasa Pindang. Soalnya baru pertama menemukan ikan dimasak kuah yang didalamnyaada kemangi dan nanasnya. Di tempat saya, ikan biasanya diolah dengan cara digoreng dan dibakar. Ternyata saya salah, Pindang ikan Patin dan tulang Iga itu rasanya lezat. Paduan antara gurih dan asam.

Diantara sekian banyak rumah makan yang menyediakan menu Pindang, manakah yang menjadi favorit Mba Diba sekaligus direkomendasikan?

Taraaa, Pindang Musi Rawas. Menurut Mba berkacamata ini, ia suka karena kuah pindangnya kental dan segar. Buat yang penasaran dengan rasa pindang ini, yuk, cus ke TKP di Jln Angkatan 45.

  1. Martabak

Di Palembang ada martabak yang terkenal kelezatannya, dan ini juga favorit suami saya. Martabaknya konon terinspirasi dari martabak India. Cara menikmatinya, martabaknya diberi kuah kari.

Martabak mana lagi coba yang menjadi favorit Mba Diba? Apalagi kalau bukan Martabak HAR yang terkenal sejak 1974. Nah, lho tuaan umur martabak HAR daripada saya.

kuliner-lezat-palembang
credit : wahanaberita.com

Dinamakan martabak HAR karena yang menciptakan pertama kali adalah Haji Abdul Rozak jadi HAR itu singkatan dari nama beliau. Kenapa ada citarasa India? Karena memang beliau itu keturunan India yang kemudian menikah dengan perempuan asli Palembang.

Mudah sekali menemukan martabak ini di kota Palembang. Konon, yang menjadi cikal bakal martabak HAR adalah warung makan yang terletak di dekat bundaran air mancur, tepatnya di Jln. Jend. Soedirman. Nggak jauh kok, dari Masjid Agung Palembang. Tinggal nyebrang, teman-teman bisa menikmati salah satu kuliner lezat Palembang.

  1. Model

Kuliner yang satu ini boleh dibilang turunannya pempek. Bahan pembuatnya sama sih yaitu dari tepung sagu dicampur ikan dan diisi tahu. Untuk penyajiannya berbeda dengan pempek. Model disajikan dengan kuah kaldu udang yang bening dan sedap. Di dalamnya diberi soun, irisan timun, seledri, bawang goreng dan sambal cabai rawit. Tambahkan sedikit kecap jika ingin kuahnya berwarna coklat.

Nah, model juga salah satu kuliner lezat Palembang kesukaan Mba Diba. Meskipun gampang sekali menemukan penjual model namun ada yang paling membuat Ibu dari Ais ini, ketagihan. Model H. Dowa, yang terletak di  Jln. Srijaya Negara, Bukit lama, Ilir Barat 1, Palembang.

Makan model itu seperti makan baso tahu, diberi kuah. Lezat, apalagi disantap saat musim hujan seperti sekarang ini. Penasaran dengan kuliner lezat Palembang bernama Model? Langsung cus aja ke sana. lebih afdol menikmati di tempat asalnya.

  1. Mie Celor

Mie yang disajikan dengan kuah santan. Hm, rasanya gimana ya? Rasanya lezat karena santan tersebut telah diberi kaldu udang. Mie yang dipakai dalam Mie Celor ukurannya besar. Mie nya disajikan dengan taoge, irisan telur, seledri, bawang goreng.

Siramkan kuah santan di atasnya, dan nimati hangat-hangat. Wuih, gurihnya udang ngeblend dengan gurihnya santan. Kalau saya sih, masih perlu ditambah sambal cabai rawit supaya tambah semangat makannya.

Lalu Mie Celor mana yang menjadi kesukaan perempuan yang berkeinginan menjadi seorang dosen ini? Apakah sama dengan favorit saya?

mie-celor
credit: wikipedia

Yeaaa, ternyata sama Mie Celor HM Syafei 26 Ilir, tepatnya di Jln. Merdeka No. 868, Talang Semut, Ilir Barat 1. Mie celor yang satu ini memang banyak yang suka. Selalu ramai warungnya.

  1. Lakso, Celimpungan, Ragit, Burgo, Laksan

Tuh, kan banyak lagi kuliner Palembang lezat itu. Kelimanya sebenarnya mirip-mirip citarasanya sih. Tapi tetep saja, wajib dicoba supaya gak penasaran. Lakso secara fisik bentuknya seperti mie putih, tapi terbuat dari tepung beras. Makannya disiram kuan santan berwarna kuning dengan taburan bawang goreng.

Sementara itu, Burgo ini mirip dengan lakso, hanya saja bentuknya seperti lembaran dan digulung kemudian diiris. Penyajiannya sama dengan lakso. Bagaimana dengan Ragit? Ingat, R.A.G.I.T bukan R.A.D.I.T, beda fokus nanti, qiqiqi. Ragit, ini roti jala Palembang, makannya dengan kuah kari juga.

Kalau Laksan? Kuliner ini berupa pempek lenjer yang dipotong kecil-kecil kemudian disiram dengan kuah kari, daun bawang. Kalau mau pedas tambah sambal cabai merah. Nah, yang terakhir adalah Celimpungan. Hayo, jangan gagal fokus, ya. Bukan kelimpungan! Kuliner ini sama dengan Laksan hanya saja bentuknya bulat-bulat kecil. Untuk penyajiannya sih sama, disiram kuah kuning. Jika pengin cari yang lezat, coba ke Pasar Kuto, carilah Warung ABA. Di sana bisa puas makanan tadi. Tempat makan ini juga merupakan favorit Mba Diba.

Duh, kuliner lezat Palembang ini sukses bikin saya kangen berat pengin menikmati kembali kuliner-kuliner itu. Suatu hari, saya akan kembali kesana, Insyaalloh. Mungkin bukan untuk kembali menetap tapi sekadar melepas rindu dan bersua dengan kawan lama.

Buat teman-teman yang masih penasaran dengan kuliner lezat Palembang lainnya, silahkan kepoin blognya Mba Ardiba Sefrinda, ya. Kalau ingin bertanya, bisa kontak  Lifestyle Blogger yang satu ini, di media sosialnya.

44 thoughts on “6 Kuliner Lezat Palembang, Rekomendasi Wong Kito

    1. Kuahnya keruh warnanya putih. Ada yang pakai santan, ada yang enggak. rasanya gurih udang.
      Krenyes-krenyes soalnya ada taogenya.

  1. waaa mauuu… makan pempek langsung di palembang itu beda ya mba. rasanya jauuhhhh dibanding yg ada di Jakarta. Duh jadi ngiler,,. modelnya juga. kapan ya bisa balik palembang dan kulineran sepuasnya lagi…. Hmmm

    1. Weh, Mba Ira orang Palembang to?
      Iya, mba kalau menurut saya juga beda, terutama cukonya. gak kental dan sedep kayak yang di palembang.

  2. Aku ternyata belom banyak nyicipin makanan Palembang ini. Cuma baru pempek sama model aja. Waduh… Kudu nyoba nih. Pempek dan model aja udah jadi favorit. Kali aja ya yang lainnya juga cocok di lidahku. Biar jadi alternatif pilihan. Nyari ah…

    1. Iya Mba Nia, selain masih banyak sebenarnya.
      Itu belum soal kue-kuenya, lho.
      Palembang itu termasuk daerah yang kulinernya kaya dan enak-enak.

  3. Sepupu saya itu turunan Palembang (dari ibunya). Setiap kumpul pasti dibikinin pempek dan rasanyaa……aih sedap nian. Kerasa banget bedanya dengan pempek mahal yang pernah saya beli.

    Bahkan ketika saya coba resepnya, tetep aja ‘beda tangan’ kata Mamah saya hehehe. Iya ya…kalo yang bikin asli orang palembang, teknik kirologi adonannya jadi cetar 😀

    Jadi pengen jalan-jalan ke Palembang dan mamam pempek langsung di sana …

    1. Hahaha, teknik kirologi itu susah ditiru.
      Saya kalau buat pempek juga gak selezat orang sana yg bikin.
      Terutama cukonya itu yng belum nemu gula aren yang pas .
      Ayo, jalan-jalan ke Palembang Mba Ipeh. Sekalian kopdar bareng Mba Rita tuh.

  4. Pempek mah jangan ditanya lagi, mantep udah. Malah dulu waktu jaman2 masih kuliah ini kudapan udah jadi makanan hampir tiap minggu. Sekarang mah udah jarang makan pempek, paling kalo pas lagi keluar kemana gitu, trus ketemu warung pempek baru deh beli.

  5. baruu tahu mbak Diba orang palembang.
    Masa’ iya mbak, makanan palembang yang enak ya yang dari sana? Meski disini yang buat asli palembang tetep beda ya? Saya tahu makan doang sih ya. Tapi, kalimat ini jadi memicu orang tuk mencari tahu dan jalan2 ke sana

    1. Hehehe, saya ketemu dg penjual pempek di Karanganyar. Dia asli Palembang tapi pempeknya gak seenak pempek dari Palembang Mba.
      Rupanya sulit mendapatkan gula aren untuk cuko, yg pas. Ditambah ikannya juga beda.
      Karena itulah saya kok merasa, pempek di tempat asalnya lebih enak.

  6. Suami saya orang Sumatera Selatan, tapi sekalipun saya belum pernah ke sana. Mungkin karena orang tuanya di Jakarta. Padahal pengen banget saya ke sana. Pengen nyicipin kulinernya. Gak cuma denger ceritanya aja 😀

  7. Kalau pingin pempek biasanya aku nyari di deket Solo Paragon itu.
    Ternyata banyak ya yang belum dicoba. Di Solo model dan mie Celor ada nggak ya yang jual?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *