Atur Uangmu, Nikmati Hidup Yang Lebih Baik

Saat kecil saya suka sekali baca dongeng-dongeng karya Hans Christian Andersen. Sebut saja Itik Buruk Rupa, Little Mermaid, Putri dan Pea dll. Kegemaran saya ini, kerap membawa pada imajinasi, Negara asal Andersen, yaitu Denmark. Ingin rasanya, menyelami kehidupan pendongeng yang karyanya mendunia ini.

Apakah itu terwujud? Hm, sayangnya belum terwujud. Malah boleh dibilang jauh panggang dari api. Keinginan untuk pergi kesana masih sulit diwujudkan. Apa pasal? Sebab, saya baru berani bermimpi tapi belum berani mewujudkannya. Semua masih sebatas angan, sementara aksi untuk mewujudkan angan tersebut belum dilakukan. Ala makjay, kapan pula bisa kesana kalau begini caranya! #Sedih

Inilah persoalannya, dulu saya pikir, orang pergi liburan itu karena dapat rejeki nomplok. Entah dapat warisan segunung, dapat undian berhadiah, ataupun nemu uang di jalan. Makanya, karena saya nggak dapat semua itu, saya jadi nggak bisa liburan. Paling banter liburan di kampung halaman, ke Surabaya ataupun Banyumas.

Ternyata pikiran saya salah, liburan, kemanapun tujuannya, bisa tercapai kok. Asal memiliki perencanaan keuangan yang baik. Liburan harus direncanakan? Ya, rencana keuangan itu penting, agar liburan kita sehat. Tak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Wawasan ini saya dapat di acara Seminar dan Exhibitions Roadshow di Double Decker Casual Dining Solo. Dengan mengusung tema Indonesia #LebihBaik, acara yang diselenggarakan oleh SunLife ini mengajak masyarakat untuk melek dengan perencanaan keuangan agar memiliki masa depan yang cerah.

 photo sunlife2.jpg

Tampil dua pembicara yang expert di bidang nya yaitu Donna Imelda, seorang (Lecturer, Travel Blogger, dan Co-Founder Indonesia Corner). Kristian Nico (Owner dari PPCP Indoprint dan Onana Indotees), Ahmad Emir Farabie (Senior Manager Digital & Social Media Marketing Sun Life Finansial Indonesia), Kaiser Simanungkalit (AVP, Head of Branding & Communication Sun Life Finansial Indonesia).

Plan Your Trip And Be A Better Person

Mba Donna Imelda yang saya kenal dari blognya memang sering banget travelling. Banyak acara travelling yang melibatkan blogger, Mba Donna selalu nampak. Saya senang banget akhirnya bisa bertatap muka dan dapat pengetahuan baru soal traveling.

Menurut Mba Donna:

Travel The Only Thing You Buy That Makes You Richer

Dulu saya pikir, yang namanya traveling itu ngabisin duit semata, yang ada duit kita berkurang. Kenapa menurut Mba Donna justru bisa bikin kita lebih kaya, ya?

Ternyata, traveling itu tak hanya bisa menghibur diri sendiri tapi punya dimensi lain. Bagi Mba Donna, travelling adalah aktifitas

discovering, exploring, learning, writing, sharing and promoting

Dari aktifitas itu, Mba Donna bisa menemukan hal-hal baru, belajar apa saja yang ditemui di perjalanan seperti belajar budaya dan bahasa setempat, menulis dan membagikan cerita perjalanan untuk banyak orang melalui blog. Serta bisa ikut mempromosikan tempat wisata yang ia kunjungi.

Manfaat lain dari traveling yang dirasakan Mba Donna adalah bisa lebih mengenal diri sendiri dan orang lain. Saat dalam perjalanan sering menemukan sesuatu yang tak terduga, di sinilah karakter alami orang akan muncul. Makin banyak karakter orang bisa diselami. Melalui traveling kita bisa mengembangkan skill yang sebelumnya tak pernah kita sadari sebelumnya. Inilah maksudnya bahwa travelling itu bisa membuat kita lebih kaya.

 photo presentasi donna imelda.jpg

Berikut ini tips travelling Mba Donna Imelda:

  • Traveling Perlu Planning

Kata Mba Donna, mau jauh atau dekat, namanya travelling pasti butuh biaya, maka dari itu harus direncanakan.

  1. Tempat Tujuan, mau pergi kemana nih? Dalam kota atau luar kota? Dalam negeri atau luar negeri? Pilihan tujuan wisata juga berpengaruh terhadap besarnya dana liburan.
  2. Gaya Liburan, ini akan mempengaruhi budgeting, maka pilihlah dengan seksama. Mau bergaya koper atau ransel. Kalau mau lebih murah tentu bergaya ransel atau backpacker.
  3. Solo Traveling atau Family Trip, bepergian sendirian dengan pergi bersama keluarga, tentu beda dari sisi besarnya biaya yang dibutuhkan maupun barang bawaannya.
  4. Jadwal Liburan, pergi sekarang, setahun atau dua tahun lagi? Pergi saat high season atau low season? Tentukan jadwal liburan berdasarkan kesiapan dana agar aman. Pergi saat high season biayanya tentu lebih mahal.
  5. Budgeting, nah ini bagian yang krusial. Penting banget untuk diperhatikan.
    • Gunakan dana khusus travelling, jangan sampai mengambil dana untuk kebutuhan lain, misal biaya sekolah anak-anak atau dana darurat. Duh, jangan cari penyakit, deh!
    • Siapkan dana sesuai dengan kebutuhan maksimum, jangan mepet kalau mengalokasikan dana buat liburan. Ini untuk jaga-jaga kalau ada pengeluaran tak terduga.
    • Please! Don’t Use Your Credit Card! Jika tak memiliki kemampuan membayar penuh saat jatuh tempo maka hindarilah memakai credit card untuk travelling. Jangan sampai, pulang liburan justru pening karena dikejar-kejar hutang.
    • Saving is The Best! Prinsip Mba Dona, Pay First, Play Later. Pengin bisa travelling seperti orang lain? Nggak punya uang segunung? Nabung, dong! Bisa? Bisa banget! Tinggal hitung kebutuhan dana untuk travelling dan capai dalam waktu yang realistis, setelah itu, sisihkan uang tiap bulan sebagai tabungan travelling. Percayalah, cara ini jauh lebih aman daripada memakai credit card. Pastinya travelling pun jadi nyaman.
    • Atur Belanja, seperti untuk charity, gaya hidup, pengeluaran rutin, tabungan dan investasi. Menurut Mba Donna, bukan pengeluaran yang diperkecil tapi pendapatan yang diperbesar.

     photo sunlife.jpeg

  • Mempersiapkan dana travelling
  1. Lakukan Survey
  2. Hitung kebutuhan biaya seperti biaya transportasi, akomodasi, makan dll
  3. Tentukan waktu keberangkatan
  4. Tentukan skala waktu lamanya menabung
  5. Ingat, perhitungkan juga inflasi
  6. Jika ke luar negeri, perhitungkan pula nilai tukar mata uang
  7. Buat anggaran khusus liburan
  8. Mulailah menabung
  • Berikan Added Value pada Travellingmu

Caranya, jadikan perjalananmu menghasilkan uang, antara lain dengan:

  1. Buat foto-foto perjalanan yang bagus
  2. Buat artikel, kirim ke Koran dan majalah, baik cetak maupun online
  3. Tulis di blog
  4. Tulislah buku perjalanan

Uang yang didapat dari situ, bisa buat liburan lagi. Asyik, kan! Seperti yang Mba Donna lakukan, setiap travelling, Ia menuliskannya di blog. Lama kelamaan ada yang email tawaran kerjasama. Jadilah Mba Donna memilih travel blogger sebagai fulltime jobnya. Kereeen!

Oh ya, berkunjung ke banyak tempat wisata, juga membuka peluang untuk bisa berbagi informasi, menambah wawsan dan menjadi manusia yang lebih baik dan traveller yang lebih baik. Menurutnya, semua orang bisa travelling tak semua dari mereka mampu jadi traveler yang baik. Traveller yang baik tak akan buang sampah sembarangan, ikut menjaga tempat wisata agar tetap bisa dikunjungi bukan malah merusaknya.

be better a person, be a better traveller

Jadi, mau travelling kemana saja bisa diwujudkan dengan menabung. Jika travelling kita bisa bernilai tambah, maka justru hobi ini bisa jadi profesi.

Menyambung yang disampaikan Mba Donna, perihal memperbesar pendapatan maka materi yang disampaikan Kristian Nico tentang Wirausaha ini, pas banget. Menjadi wirausahawan atau pengusaha itu berpeluang untuk memperbesar pendapatan sampai tak terhingga. Kalau sudah begini, mau travelling kemana pun, nggak akan pusing mikirin biayanya.

Mas Nico ini sosok muda yang inspiratif. Walaupun pernah punya pengalaman pahit di DO dari kuliahnya, tapi Ia telah membayar lunas sekarang dengan menjadi pengusaha sukses di bidang konveksi dan sablon kaos. Usaha yang dirintis sejak tahun 2012 berkembang pesat. Walaupun tak luput pula dari kejatuhan. Dari pengalamannya berwirausaha, Mas Kristian membagikannya kepada para Blogger Kota Solo dan sekitarnya.

 photo Kristian Nico.jpg

Ini dia beberapa pemaparan Kristian Nico yang sempat saya catat:

  • Wirausaha, adalah satu jawaban atas keterbatasan lapangan kerja yang ada
  • Menjadi Wirausaha, bisa melatih orang untuk berani mengambil resiko, menangkap peluang dan mengasah jiwa kepemimpinan
  • Ada 5 hal yang kerap menghambat seseorang menjadi Wirausaha:
  1. Modal, ini jamak banget dialami banyak orang. Solusinya bisa memulai usaha dengan modal kecil. Contoh menjadi reseller online, ini hanya butuh modal pulsa. Jika butuh modal lebih besar,bisa pinjam ke teman, ataupun keluarga. Buat proposal yang menarik, yang terdiri dari: nama usaha, jenis usaha, total aset yang akan dibeli, pangsa pasar yang akan diambil, strategi dalam membuat produk yang menarik, cara promosi, jelaskan secara detil proses produksi barang atau jasa kita, jelaskan keuntungan minimum dan maksimum, sepakati waktu pengembalian pinjaman dan buat dalam perjanjian tertulis yang ditandatangani keduabelah pihak dan saksi.
  2. Takut Gagal, kegagalan bagi seorang wirausaha itu hal biasa. Justru dengan gagal, kita jadi belajar untuk lebih baik lagi dalam mengelola usaha.
  3. Tidak Percaya Diri, Mas Nico ini punya resep, yaitu “rai gedhek dan ndas tank”. Yakin saja dengan usahanya, cuek, dan tahan banting.
  4. Tidak punya relasi, harus punya pergaulan luas. Gabung dengan komunitas-komunitas di berbagai bidang agar relasi danwawasan bertambah luas.
  5. Latar belakang pendidikan, pendidikan yang rendah nggak boleh menghalangi diri untuk bisa jadi pengusaha sukses. Kalau bisa memiliki pendidikan lebih tinggi lagi itu lebih baik.
  • Untuk bisa sukses jadi pengusaha, bisa belajar dari pengalaman orang lain. Carilah mentor bisnis!
  • Terapkan prinsip ATM (amati, tiru, modifikasi)
  • Jangan posisikan kita sebagai pengguna, cobalah untuk menangkap peluang usaha sekecil apapun.
  • Harus memiliki investment planning, jika ingin usahanya berkembang terus maka perencanaan investasi jadi penting.
  • Jangan lupa, pengusaha yang baik itu harus peduli dengan orang lain. Misalnya dengan berbagi melalui program bantuan untuk sesama, mendirikan foundation dll.
  • Peduli kesehatan, agar kerja keras tak sia-sia maka lakukanlan gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan jauhi alkohol.

Jika melihat aktifitas Mba Donna dan Mas Nico, kita bisa lihat lah ya, kalau mereka itu orang yang mampu memperbesar pendapatan dan mengatur keuangan mereka dengan baik. Mba Donna memperbesar pendapatan dari profesinya sebagai travel blogger sementara Mas Nico menjadi pengusaha. Soal bepergian, Mas Nico juga kerap ke luar negeri.

 photo bright advisor.png

Terus bagaimana dengan kita yang masih awam dengan masalah perencanaan keuangan, investasi, dll? Untunglah, sekarang telah hadir Bright Advisor dari Sun Life. Di sana kita bisa bertanya mengenai perencanaan keuangan, investasi dan asuransi secara gratis, tanpa harus menjadi nasabah Sun Life.

Menurut Mas Fabi (Senior Manager Digital & Social Media Marketing Sun Life Finansial Indonesia), setiap pertanyaan yang kita ajukan akan dijawab dalam waktu paling lama 2×24 jam. Di Bright Advisor juga tersedia Bright Calculator yang berguna untuk menghitung sendiri investasi yang akan dilakukan maupun besarnya nilai asuransi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

 photo tanya bright advisor.png

Nah, bicara soal asuransi, ternyata masih sedikit orang Indonesia yang memiliki asuransi. Hingga akhir September 2015, penetrasi pasar asuransi konvensional baru sebesar 2,51%.

Mereka yang belum ikut asuransi itu, tidak selalu orang yang tak sanggup membayar premi, tapi mereka belum tahu tentang manfaat asuransi bagi hidup mereka. Atas dasar inilah Sun Life kemudian mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai keuangan, investasi dan asuransi.

Dengan makin mudah akses informasi mengenai keuangan, investasi dan asuransi, maka diharapkan masyarakat akan lebih cepat berkembang baik secara ekonomi maupun sosial.

Dalam kesempatan itu, Mas Kaiser mengatakan, asuransi itu penting untuk proteksi diri dari hal-hal tak terduga. Seperti sakit parah, kecelakaan, kebangkrutan dll. Mungkin teman-teman termasuk yang belum berasuransi karena ill feel duluan ketika dihubungi oleh agen asuransi.

 photo sesi tanya jawab.jpg

Kalau iya, bisa deh disimak, tips aman berasuransi dari Mas Kaiser (AVP, Head of Branding & Communication Sun Life Finansial Indonesia) :

  • Kenali kebutuhan masing-masing. Jadi, ikut asuransi jangan karena gak enak sama agennya karena dia temen kita, atau nurut saja karena gak mau pusing. Eits, tunggu dulu! Dengan mengenali kebutuhan diri maka mengurangi resiko klaim ditolak.
  • Jujur saat mengisi formulir asuransi, contoh saat mengisi riwayat penyakit yang pernah diderita. Ini penting untuk menentukan terkover atau tidaknya jenis layanan maupun obat-obatannya.
  • Pelajari baik-baik isi polis asuransi. Jangan membeli kucing dalam karung, kita harus cermat dan paham tiap ketentuan yang disebutkan di sana.
  • Bayar premi secara rutin, supaya polis tidak mati atau lapse. Polis dalam kondisi begini tak bisa untuk menuntut klaim. Pembayaran premi, sekarang pakai autodebet jadi gak perlu repot setor ke kantor asuransi.

Bincang-bincang kemarin Minggu, 16 Oktober 2016, memang informatif. Saya jadi tercerahkan. Orang yang mampu mengatur keuangannya tentu bisa menikmati hidup dengan lebih baik. Mereka bisa mewujudkan impian mereka hidup sejahtera, travelling, dan berbagi dengan sesama baik materi maupun ilmu.

Teman-teman tertarik bisa seperti Mba Donna Imeda dan Kristian Nico? Yuk, ah, atur uangmu, biar bisa nikmati hidup dengan berbuat lebih banyak dan lebih baik.

Kalau kata Alexa :

when we dream, we act
we make it alive
there’s no dead end ahead
there’s nothing hard to get

52 thoughts on “Atur Uangmu, Nikmati Hidup Yang Lebih Baik

  1. Sayang banget gak ikutan kemarin. Topiknya lengkap banget dari traveling, wirausaha hingga asuransi. 🙁
    5 hal yang kerap menghambat wirausaha bener banget itu dan tantangan juga untuk mengatasi hal tersebut.
    Good luck, mbak ^^

  2. Dulu saya juga sempat berpikiran, kalau mau liburan itu harus jadi orang kaya
    Hahaha! Kini baru kepikiran, siapa saja termasuk orang kampung yang hidupnya pas-pasan kaya saya ternyata bisa liburan.

    Meski petualangan kami belum mencapai lokasi yang jauh, apalagi luar negeri. Baru sekitar yang terjangkau anak balita aja.

    Tapi itu sudah membuktikan kalau ada kemauan, termasuk menabung, apapun bisa dicapai 😊

    Banyak point yang saya catat ulang Mbak, ilmunya manfaat 😊

    1. Hihihi, mungkin karena liburan di sebut sebagai kebutuhan tersier ya Teh. Jadi mikirnya Wah itu mah orang kaya aja yang bisa. Padahal bisa liburan dalam kota aja.
      Iya mba, menabung emang cara yang paling aman.
      Moga-moga bisa liburan keliling Indonesia Teh.

  3. Wah setuju bgt mak dana travelling harus kita pikirkan.. karena travelling bisa jd media buat kita untuk merefresh pikiran agar tetap produktif dlm berkarya. Nice info 😍

  4. Hehe semntara ini Uti travelingnya hanya karena rezeki yang mengalir gitu aja tanpa rencana.
    Ulasan mba Ety bikin orang sadar bahwa segala sesuatu yang direncanakan itu bakal indah akhirnya

    1. Nganu Pak, ini materinya udah terstruktur dari sananya, kok.
      Mungkin karena yang ngisi bu dosen jadi enak dipahami dan mudah ditulis kembali.
      Monggo Pak, nyari yang banyak.

  5. Komplit banget Mba Ety, langsung aku kirim ke suami buat dibaca. Biar keinginan kita buat family traveling bisa direncanakan dengan baik.
    Iya, kita mirip sama Mba Ety. Pengen banget jalan-jalan tapi kayaknya kok mustahil banget, mikirin biayanya itu lho, bikin pening. Ternyata dengan perencanaan yang matang, semuanya bisa diwujudkan ya.
    Bismillah, hayuk kapan kita traveling, Mba^^

    1. Makasih Nyak, nulisnya masih anget sih jadi banyak yang nempel.
      Silahkan bagi ke suami. Semoga setelah ini nabung banyak-banyak dan ngajak saya ke Palopo #Eh😝
      Biaya bikin parno Nyak. Aku mau coba terapin tips Mba Donna deh.
      Biar bisa liburan secara berkala.

  6. Yuk mbak mulai nabung, hihii
    Aku juga belum pernah jalan-jalan ke luar negeri. Di negeri sendiri aja belum semua, baru sebatas pulau Jawa dan Bali. Dan masing banyak tempat-tempat di sini yang belum aku kunjungi. Moga terwujud keinginannya ya mbak 🙂

    1. Ayo mba, keluar negeri tuh khayalan masa kecil, akibat banyak baca dongeng, hahaha.
      Seiring waktu pudar dengan sendirinya karena udah tahu mana khayalan mana realita.
      Tapi, kalau soal liburan, mau ah mulai nabung.

    1. Nggak semua orang telaten bikin rencana mba Nia. Tapi kalau liat cerita para traveller, suka liat cara mereka liburan yg detil membuat rencana perjalanan dan printilannya.

  7. Juaraakk! Rapi dan rinci banget mbak,,

    Kalo buatku traveling itu terapi jiwa, hehe.. aku juga pengen ke luar negeri, tapi artinya kudu puasa jalan-jalan yg lama untuk nabung., gak sanggup, kurang kuat iman 😀

  8. Baca tulisan mbak langsung manggut-manggut.

    Bener juga ya traveling saat ini bisa lebih produktif.

    Malah kalau pakai tips di atas, dana yang tadinya disisihin buat traveling.

    Berganti posisi bukan jadi beban malah bagian dari investasi ya?

    Apalagi kalau masuk ke majalah, koran, blog, dst.

    Di monetizing akhirnya malah dapet dana jalan-jalan berikutnya. Hehe.

    Terima kasih sharingnya mbak.
    Sangat bermanfaat. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *