4 Barang Yang Kerap Tidak Terbawa Saat Liburan

Bagi saya, liburan itu menyenangkan, sekaligus menegangkan. Membayangkan bisa jalan-jalan ke tempat impian, membuat semangat liburan makin menyala. Menikmati keindahan alam, kuliner dan budaya adalah hal yang menarik banget buatku. Apalagi jika semua keperluan liburan seperti tiket kereta api sudah di tangan. Tapi, namanya liburan sekeluarga, bawa anak-anak, selalu ada bagian yang menegangkan.

Sebetulnya, saya sekeluarga belum pernah, pergi berlibur mendadak. Semua pasti sudah direncanakan jauh-jauh hari. Termasuk membeli tiket kereta api dari website Traveloka, mem-booking kamar penginapan yang nyaman agar liburan kami berkesan. Daftar perjalanan di destinasi wisata pun dibuat serunut mungkin agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Packing adalah bagian yang menegangkan. Maklum, pergi liburan berempat itu banyak barang yang harus dibawa. Belum lagi, anak-anak ngerecokin pengin bawa barang kesayangan. Hadeh, kadang harus berulang-ulang menata barangnya. Disini saya suka kawatir, ada barang yang ketinggalan. Makanya, saya selalu meneliti kembali barang bawaan, termasuk 4 barang ini. Meskipun terlihat sepele, barang tersebut bakal berguna banget saat liburan.

Ini dia list 4 barang yang saya maksud:

  1. Makanan Ringan

Sepele? Memang! Tapi, buat saya yang bepergian bareng anak-anak bakal repot dibuatnya. Kalau tak ada camilan sepanjang perjalanan, anak-anak saya bisa rewel. Camilan itu teman mereka sambil membaca buku, mendengarkan musik atau bermain game selama perjalanan. Gak ada makanan ringan, bisa mati gaya mereka.

Bisa sih membeli di sepanjang perjalanan. Tapi, buat saya ini pilihan yang dihindari. Alasannya harganya suka lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di minimarket atau warung dekat rumah.

Biasanya sih, makanan ringan yang dibawa secukupnya saja. Cukup buat anak-anak dan suami. Kalau saya biasanya jarang ngemil. Saya sendiri lebih tertarik untuk menikmati makanan khas di tempat wisata.

  1. Obat-obatan

Kebanyakan orang merasa obat-obatan tidak perlu dibawa saat liburan apabila tidak ada penyakit kronis yang dimiliki. Beberapa penyakit yang dianggap harus selalu membawa obat, antara astma dan jantung. Padahal selain itu, obat-obatan sebagai persiapan pertolongan pertama mutlak harus dibawa dalam setiap perjalanan, loh!

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selama masa liburan. Bisa saja kan mengalami maag ringan karena telat makan, saking asyiknya menikmati tempat wisata. Tidak menutup kemungkinan juga mengalami pusing maupun demam ringan karena cuaca yang buruk. Jika tidak segera ditangani dengan obat, penyakit-penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas. Jadi, daripada kebingungan mencari obat di kawasan yang asing, lebih baik menyiapkannya dari rumah agar sesuai dengan obat yang selama ini biasa diminum, bukan?

  1. Uang Receh

Saya tidak dapat mengandalkan kartu debit maupun kredit selama liburan. Hanya mengandalkan kartu-kartu tersebut akan membuat siapapun kesulitan apabila tidak menemukan mesin ATM di kawasan wisata. Jaringan yang bermasalah pun kerap mengancam untuk mengambil uang melalui kartu. Karena itu, saya selalu memastikan uang tunai yang cukup, telah tersedia di dompet sebelum berangkat liburan.

Sayangnya, kebanyakan orang hanya menaruh uang-uang bernominal besar untuk perjalanan wisatanya. Uang receh pun menjadi tidak diacuhkan karena dianggap hanya memberatkan barang bawaan. Padahal, uang receh ini akan sangat berguna dalam perjalanan wisata, loh.

Bayangkan saja, dengan uang receh, kita bisa dengan mudah membayar ketika berada di toilet umum ataupun untuk keperluan lain. Tanpa uang receh, siap-siap kerepotan mencari uang pas untuk berbagai keperluan kecil. Agar lebih mudah, saya biasanya membawa uang receh dalam dompet khusus supaya tidak membuat dompet utama terasa berat.

  1. Alas Kaki Pengganti

Umumnya, orang hanya membawa satu alas kaki saat menyambangi berbagai kawasan wisata yang ditujunya. Alasannya simpel, yakni guna memperingan barang bawaan dalam bagasi. Alas kaki berupa sandal maupun sepatu yang dibawa tak lain yang menempel di kaki dalam perjalanan pergi. Ini cukup berisiko karena bisa saja alas kaki tersebut rusak di tengah jalan. Jika sudah begitu, liburan pasti akan kacau. Minimal, harus mencari toko sepatu maupun sandal agar kamu bisa membeli sandal baru. Hadeeh, bisa tekor.

Sudah berusaha mendapatkan tiket kereta guna mengurangi budget, namun akhirnya harus mengeluarkan dana tambahan akibat ketidaksiapan menyediakan alas kaki pengganti dalam barang-barang liburan. Duh, enggak banget! Karena itu, saya selalu memastikan selalu membawa alas kaki pengganti di koper. Sandal saja cukup. Selain untuk berjaga-jaga, alas kaki pengganti ini dapat menjadi variasi alas kaki untuk membuat penampilan selama berlibur semakin kece.

Well, jika semua persiapan telah matang, termasuk sudah memastikan barang-barang yang dianggap sepele di atas ada dalam koper, dijamin kan, liburan akan lebih menyenangkan. Saya enggak perlu waswas lagi terhadap kendala kecil yang mungkin dihadapi selama liburan.

Arrgh, jadi pengin liburan lagi, nih!

Disclaimer : artikel ini adalah content placement yang diedit dan disesuaikan gaya bahasanya dengan blog ini.

 

21 thoughts on “4 Barang Yang Kerap Tidak Terbawa Saat Liburan

  1. Cemilan memang sebaiknya dipersiapkan sebelum berangkat, biar ngga tekor. Mba Ety ngga suka nyemil? Aku mah sukaaaa banget, kadang rebutan sama anak-anak. Haha.. Emak macam apa aku iniii?

    Oya, kalau alas kaki biasanya aku memang bawa 2. 1 sepatu, 1 sandal. Ngga cuma buatku, buat ms yopi dan anak2 juga.

    Nah, kalau uang receh, ini ms yopi biasanya yg suka persiapan. Buat bayar bea masuk stasiun kalau pas bawa motor, buat bayar toilet (tp sekarang udah gratis sih ya toiletnya), pokoknya buat jaga2 deh..

    Nah, obat itu paling cuma tolak angin (yah..sebut merk) sama kayu putih aja.

  2. Betul banget..yang nomer 1 sama 2..😊 apalagi kalo jalan sama anak2. Malah itu yg kudu dipastikan tersedia. Selain sekedar buat camilan..buat jaga2 kalo macet juga, macet di tol misalnya..bener-bener p3k tuh makanan pertolongan pertama pada kelaparan..(haha rodo mekso)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *