Kabar Desa, Pemanfaatan Internet Untuk Memajukan Desa, Membangun Negeri

Masih ingat dengan demam telolet yang mendunia? Sampai sekarang, saya masih belum paham mengapa hal sederhana itu bisa viral. Paling tidak, ada banyak orang yang terhibur dengan fenomena itu, ya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah internet telah membuat dunia makin datar saja. Peristiwa di tanah Jawa bisa langsung direspon dari ujung dunia sekalipun. Luar biasa!

Internet membuat manusia terkoneksi satu sama lain. Bahasa kekiniannya, mendekatkan yang jauh. Saya yang tinggal di desa, bisa tahu kabar bahkan chat dengan teman yang tinggal di luar Jawa bahkan luar negeri. Sebaliknya internet juga bisa jadi menjauhkan yang dekat. Ketika, sebagian besar waktu dihabiskan dengan internetan, maka sama tetangga bisa-bisa tak tahu kabar.

Bagai sebuah pisau, internet akan bermanfaat atau bermudharat, tergantung pada penggunanya. Konten viral seperti telolet itu, bagian kecil dari pemanfaatan internet yang sifatnya hore-hore. Untuk hal yang lebih serius, pemanfaatan internet bisa dilakukan untuk meliput peristiwa di sekitar dan mengabarkannya lewat blog maupun portal berita.

Kalau saya, memilih pemanfaatan internet sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan akan beberapa hal. Hobi, pekerjaan, bermedia sosial dan mencari informasi. Lalu, apa alasan teman-teman mengakses internet?

Dalam hal mencari informasi di internet, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) telah melakukan survei di tahun 2016. Survei menyebutkan jika mayoritas pengguna internet itu mengakses internet untuk tujuan update informasi, yaitu sekitar 25,3% atau 31,1 juta orang.

penetrasi-prilaku-pengguna-internet-indonesia-2016-15-638
source : slideshare APJII

Saya membayangkan jika internet diisi dengan konten positif, maka akan ada 31, 1 juta yang membaca dan kemungkinan menyebarkannya. Pasti banyak hal positif yang bisa terjadi. Negara ini harus bergerak, maju, terus membangun bahkan mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Segala potensi yang bisa dimanfaatkan untuk meraih kemajuan harus dimaksimalkan, seperti halnya dengan internet.

Pemanfaatan Internet Untuk Kemajuan Desa

Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.”

Masih ingat dengan syair lagu itu? Lagu Dari Sabang Sampai Merauke ini, selalu mengingatkan saya pada luasnya negeri ini yang terdiri dari pulau-pulau. Jumlah pulau-pulau yang ada itu mencapai 17.508. Masing-masing pulau memiliki kekayaan alam dan budaya yang berbeda. Keragaman potensi ini menjadi tantangan besar dalam mencapai kemajuan yang merata hingga ke desa-desa.

air terjun parang ijo
Air Terjun Parang Ijo, salah satu potensi wisata Desa Girimulyo

Lalu berapa jumlah desa yang ada di Indonesia? Menurut Indeks Pembangunan Desa (IPD) tahun 2014, hasil kerjasama antara BPS dan Bappenas menyebutkan jika jumlah desa di Indonesia mencapai 74.093. Dari IPD itu bisa diketahui kondisi infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, air minum dan sebagainya.

Dari sini bisa diketahui, sejauh mana tingkat kemajuan sebuah desa. Ternyata, dari total jumlah desa yang ada, ada sekitar 20.167, masuk kategori desa tertinggal. Masih banyak kan? Salah satu yang menjadi hambatan kemajuan sebuah desa adalah minimnya akses informasi. Mereka terisolir dari dunia luar. Terbelakang, sementara desa lain terus berkembang.

Internet bisa mempercepat kemajuan sebuah desa. Pemerintah pun menyusun langkah dengan membuat Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019. Program ini diwujudkan melalui layanan USO (Universal Service Obligation) meliputi kegiatan Desa Dering, Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan MPLIK (Mobile PLIK).

Dengan program tersebut diharapkan internet bisa dinikmati secara merata hingga ke pedesaan. Infrastruktur internet yang dibangun tak sebatas memenuhi akses informasi tapi berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan yang merata, layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh, program ini diharapkan mampu meningkatkan Growth Domestic Product (GDP). Hal ini sudah dibuktikan, pertumbuhan jaringan pita lebar di negara Malaysia, India, Brazil dan Chili sebesar 1% mampu meningkatkan GDP sebesar 0,1 %. Indonesia tentunya bisa meraih manfaat yang sama pula.

Kabar Desa Berperan Sebagai Penyedia Informasi

Pembangunan memang tanggungjawab pemerintah. Tapi, peran serta aktif masyarakat penting banget. Hal ini rupanya disadari oleh Setia Adi Firmansyah, bahwa membangun negara yang besar ini, membutuhkan kontribusi masyarakatnya.

Apa yang dilakukan oleh pemuda asal Klaten ini? Ia menyediakan sumber informasi positif dengan membuat portal berita khusus pedesaan, Kabar Desa. Firman, bertutur, jika Kabar Desa memiliki tujuan turut serta membangun Indonesia melalui media informasi.

Ia mengundang siapapun untuk bisa bergabung menjadi pewarta desa. Mengabarkan kondisi kesehatan, pendidikan, pertanian, kesenian, budaya, wisata maupun peristiwa yang sedang terjadi di desanya. Saat ini sudah ada 100 orang pewarta desa yang tedaftar di database, meskipun belum seluruhnya aktif berkirim kabar.  Mereka datang dari beberapa kota seperti Klaten, Ponorogo, Gowa, Banda Aceh, Bogor dan lainnya.

Firman berharap nantinya, setiap kota di Indonesia memiliki pewarta desa yang senantiasa berbagi kabar. Dari pewarta inilah diharapkan banyak perkembangan desa yang bisa disebarluaskan.

Manfaat apa yang bisa diambil dari hal ini. Ini hasil pengamatan saya:

  1. Sumber informasi

Sebagai media informasi maka manfaat pertama yang bisa dirasakan adalah mendapatkan informasi. Kabar Desa menyediakan ruang agar masyarakat seperti saya bisa tahu banyak hal yang terjadi di desa-desa.

Saya tahu ada Desa Kanreapia dan peristiwa yang terjadi di sana itu dari portal ini. Ternyata, Desa Kanreapia ada di tanah Gowa. Saya juga tahu di Muara Enim sana ada objek wisata menarik. Pun di desa yang mungkin namanya bahkan baru saya dengar.

  1. Sumber inspirasi

Membaca bisa menjadi sumber inspirasi siapa saja. Kabar Desa menyajikan informasi yang bisa jadi sumber inspirasi untuk memajukan desa. Misalnya ada desa yang berhasil mengembangkan komoditi khas desanya. Nah, bisa kan desa lainnya mengekslporasi komoditi apa yang bisa dijadikan adalan untuk memajukan desanya.

  1. Sarana promosi

Kabar Desa bisa dijadikan untuk media mengenalkan produk kerajinan, wisata, pertanian maupun lainnya. Secara ekonomi ini menguntungkan. Mereka bisa menjaring calon pembeli melalui informasi yang ditulis di Kabar Desa.

kerajinan-limbah-kayu-desa-pesurungan-lor
kerajinan limbah kayu desa pesurungan lor
foto: Teguh Murjianto Kabar Desa
  1. Sarana identifikasi masalah

Membangun desa tentu tak lepas dari masalah maupun hambatan. Ini juga bisa diinformasikan di Kabar Desa. Tujuannya bisa jadi masukkan bagi pihak terkait untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi desa-desa.

jalan desa tumpak pelem yang butuh perbaikan
foto: Muh. Nurholis Kabar Desa

Penetrasi internet di Indonesia yang semakin besar. Menurut data dari APJII, tahun 2016, sebanyak 132, 7 juta orang Indonesia telah terkoneksi internet. Salah satu faktor penyumbang naiknya angka tersebut adalah infrastruktur pendukung yang semakin luas jangkaunnya. Meskipun dari jumlah tersebut sebesar 65% atau sebanyak 86,3 juta orang berada di Pulau Jawa.

Angka tersebut berpotensi terus bertambah, jika rencana pembangunan jaringan pita lebar bisa terwujud. Apa artinya ini? Menurut saya ada potensi yang bisa dimaksimalkan baik sisi masyarakat maupun pemerintah.

Sisi masyarakat:

Bisa berperan aktif memanfaatkan internet sebagai citizen journalism. Meliput setiap peristiwa, perkembangan maupun masalah yang dihadapi didesanya.

Sisi pemerintah:

Memiliki sumber informasi yang bisa langsung dilihat dan dicek kebenarannya. Ini bermanfaat dalam memetakan persoalan yang dihadapi dalam melaksanakan pembangunan.

 

Saya yakin, ketika kedua pihak bisa bersinergi, hambatan pemerataan pembangunan bisa diatasi. Jadi, pemanfaatan internet bisa dimaksimalkan, tak hanya untuk sesuatu yang sifatnya hore-hore. Lebih luas dari itu, pemanfaatan internet untuk memajukan desa dan membangun negeri ini.

Sumber

Survei APJII 2016 tentang Penetrasi Internet di Indonesia Tahun 2016

Kominfo.go.id

 

28 Comment

  1. Wah ini bagus banget. Memanfaatkan media digital untuk pembangunan desa. Keren artikelnya, Mak 👍

    1. Makasih Mak Ana.

  2. Emang perlu ada orang yang memberikan informasi supaya masyarakat pun jadi tahu ya..

    1. Betul Koh, karena desa juga harus mengikuti perkembangan walaupunharus tetap menjaga budaya lokalnya.

  3. wah bagus banget..klo dapat hadiah di bagi dua nih..bu ety n mas virman

    1. Hahaha, bisa saja. Makasih Pak.

  4. Bagus banget Mbak.

    Aku masih bermimpi, jika desa pun suatu saat nanti jadi modern, secara pengetahuan, cara kerja dan pemasarannya. Aamiin.

    1. Terimakasih Mba Zakiah. Bisa sih, asal akses informasi lancar.

  5. Saya senang melihat desa yang bisa memanfaatkan internet secara bijak dan cerdas dimana potensi lokalnya tetap terjaga, jangan sampai rusak. Saya suka bagian terakhir mbak. “kalau kedua pihak bisa bersinergi, hambatan persoalan bisa teratasi, tak hanya untuk yang sifatnya hore-hore”
    Ini tulisan bagus, insyaAllah juara mbak !

    1. Iya Mba Lidha, maju tapi tetap memiliki identitas. Makasih untuk supportnya.

  6. Suka banget sama bagian ini:
    “Bagai sebuah pisau, internet akan bermanfaat dan bermudharat!”
    Semoga bisa memotivasi desa agar lebih berekspresi!
    Membangun Indonesia dengan portal berita

    1. Makasih Mba.
      Aamiin semoga niat Firman diamini banyak orang.

  7. setuju mba..internet bermanfaat sekali asal bisa menggunakannya untuk kebaikan… goodluck 😀

    1. Baik Mba Ida,makasih ya.

  8. Andai saja pemanfaatan internet merata di seluruh Desa -desa,,pasti lebih maju lagi Desa tersebut.

    1. Iya Mba Kurnia, perlu terus didorong nih.

  9. semoga banyak lahir pemuda pemuda semacam Firman, yang peduli pada kemajuan desa dan memanfaatkan internet

    1. Aamiin YRA. Iya Mba bicara pedesaan seringkali tidak menarik ya bagi generasi muda. Semoga Firman konsisten.

  10. Internet bisa mencakup sampai ke pedesaan, moga perekonomian masyarakat di desa pun bisa makin maju dengan berjualan online, misalnya 🙂

    1. Betul mba, transaksi online untuk komoditi pertanian, perikanan maupun perkebunan ya.

  11. Internet itu banyak manfaatnya, dan benar di mana ada manfaat di situ pula ada sisi negatifnya. Tapi, jika kita ingin terus maju, manfaat tersebut harus dikembangkan. Salut untuk kabar desa, sesuatu yang kita nggak tau kini bisa tahu karena pemanfaatan internet.

    1. Bener banget Mak Ranny. Harus ada terobosan dalam memanfaatkan internet agar desa juga menarik buat kaum muda.

  12. Wah. Menarik ini, mbak. Harapanku sih semoga Kabar Desa ini bisa berkembang pesat. Tidak hanya sebagai media untuk mewartakan, tapi juga ada peluang untuk masuk dalam ranah pendidikan formal. Katakanlah anak-anak sekolah yang ada di desa -dengan kesoktahuanku- banyak yang pintar, tapi kurang ‘terlihat’. Menurutku mereka perlu wadah untuk menulis gagasan, entah dalam bentuk report situasi sosial, budaya, dan infrastruktur desa. Tapi juga ada ruang untuk membagi ide-ide yang barangkali brilian. Pemberdayaan anak sekolah untuk menulis di Kabar Desa bisa memberi impact yang positif tentunya. Jangan sampai anak-anak sekolah itu cuma tahu fungsi internet untuk main game dan bersosmed ria saja. Eh, ini kok aku jadi kemlinthi tenan ngene ya. Gek gek ndilalah opo sing tak omongke asline wes enek ning Kabar Desa. Wahahaha. Nuwun sewu..

    1. Terima kasih mas ilham masukan positifnya.

      Tentu hal tersebut juga menjadi mimpi kami.

      Namun, untuk saat ini memang belum menginjak ke situ. Semoga ke depannya bisa segera merealisasikan mimpi itu. Doakan saja semoga kami bisa solid.

  13. Bener banget mb. Memaksimalka potensi desa melalui ketersediaan internet. Karena faktanya di daerah2 terpwncil sana boro-boro untuk internet, hanya untuk sekedar nelpon aja masih susah.

    1. Moga nanti bisa kejangkau internet juga mereka.

  14. Sudah seharusnya internet seperti itu mbak. Dimanfaatkan tidak hanya sekedar hore-hore. Namun sayangnya masih banyak yg belum sadar akan hal ini.
    Btw, sukses ya mbak lombanya

    1. Yuuup, makasih Mba Aida

Leave a Reply