Sukses Membangun Bisnis? Simak, Yuk! 9 Tips Dari Ferry Yuliana, Owner Gendhis Bags

Every failure contains the seeds of your next success”- Paul Allen

Konon tiap pengusaha itu punya jatah gagal dalam bisnisnya. Pun untuk sekelas Paul Allen dan Bill Gates, sebelum sukses membangun bisnis Microsoftnya, mereka  pernah gagal dengan Traf O Data. Dari kegagalan itu mereka belajar dan mampu melakukan perbaikan sehingga lahirlah Microsoft yang kita kenal selama ini.

So, sedih boleh, menangis juga halal kalau bisnisnya gagal. Yang gak boleh itu, gagal bisnis terus memilih bunuh diri. Ah, jangan sampai ya, teman! Lebih baik, buka diri, belajar dari mereka yang sukses membangun bisnis. Belajar bagaimana mereka melalui kegagalan yang dialaminya. Salah satunya bisa belajar tentang tips sukses membangun bisnis dari seorang Ferry Yuliana Sharif, Owner Gendhis Bags. Beliau menuturkannya dalam event ulang tahun KEB yang ke 5, di outlet Gendhis bulan Januari lalu.

Tas itu sesuatu yang amat lekat dengan perempuan. Teman-teman punya berapa tas ya? Satu, dua, lima atau tak terhitung, hingga berlemari-lemari. Kalau saya sih, memang punya lebih dari satu. Tapi yang benar-benar beli hanya dua, sementara yang lain adalah pemberian, hehehe.

Ya, begitulah, konon katanya, perempuan memang suka mengoleksi tas. Wajar saja, jika di pasaran ada banyak brand tas perempuan yang laris meskipun harganya selangit.

gendhis-bags

Bagaimana dengan brand Gendhis Bags? Bagi para penyuka tas nama Gendhis mungkin tak asing lagi, ya. Kalau saya sendiri, mendengar Gendhis Bags itu dari emak-emak blogger Jogya yang mengadakan kunjungan kesana. Saat itu saya nggak bisa ikut. Dari mereka saya mulai tahu bahwa Gendhis Bags itu memproduksi tas berbahan dasar alami.

Surpraise, ketika mendengar Gendhis Bags sudah merambah pasar ekspor. Mengapa saya terkejut? Semua karena pengetahuan saya tentang tas berbahan alami amat minim. Ketika bicara tas bahan alami maka yang terlintas di pikiran saya adalah tas pandan milik ibu saya yang biasa dibawa berbelanja ke pasar. Ups! Kudet ya, saiaah.

Ditangan seorang Ferry Yuliana Sharif, bahan alami tersebut bisa dikreasikan menjadi tas dalam berbagai desain yang menawan. Tas berbahan dasar alami kini memiliki nilai ekonomis dan prestise yang tinggi.

Mengenal Gendhis Bags

Apa yang terbersit dipikiran teman-teman ketika mendengar kata “gendhis”? Kalau saya, karena berasal dari Jawa, maka yang terbersit di pikiran adalah gula. Iya, gendhis dalam bahasa Jawa memang artinya gula. Bisa juga berarti manis, mungkin karena gula rasanya manis.

sukses membangun bisnis gendhis bags

Jadi bisa dibilang, Gendhis Bags itu berarti tas yang manis bentuk maupun tampilannya. Sehingga Gendhis Bags salah satu brand tas yang layak dimiliki.

Gendhis Bags merupakan hasil ciptaan Ferry Yuliana Sharif, sarjana Kedokteran Gigi yang memilih berkecimpung didunia wirausaha kerajinan. Kok bisa ya, jauh melenceng dari titelnya? Semua ini, berawal dari kata “suka”. Beliau memang menyukai tas dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pernak-pernik.

Dari kesukaannya terhadap tas dan pernak-pernik kemudian munculah ide membuat produk tas berbahan dasar alami. Mengapa harus tas? Perempuan lulusan Universitas Gajah Mada menuturkan ia adalah penyuka tas. Ia yakin, perempuan biasanya memiliki tas lebih dari satu. Dimatanya, ini adalah peluang bagus untuk berbisnis.

Perempuan kelahiran Tulungagung ini, kemudian memilih bahan alami sebagai bahan utama tas produksinya. Alasannya, kertersediaan bahan alami di Indonesia melimpah. Selain itu, ada peluang untuk mengangkat image tas berbahan alami yang masih jelek.

Ferry Juliana Owner Gendhis Bags
Ferry Yuliana Owner dan Desainer Gendhis Bags

Tepat sih, saya saja tahunya tas berbahan alami itu ya semacam tas yang dimiliki ibu saya itu. Paling-paling pantesnya dibawa belanja ke pasar tradisional. Belum terbayang jika tas berbahan alami ternyata bisa di kreasikan dalam desain yang menarik dan bisa dibawa untuk kondangan ataupun aktifitas lainnya.

Nah, di Gendhis Bags, bahan alami seperti rotan, rami, pandan, mendong, dan enceng gondok disulap menjadi aneka tas yang cocok dibawa di beragam acara. Oh, ya, tas produksi Gendhis Bags ini dibuat secara handmade. Melibatkan banyak perajin di seputar Jogyakarta. Bahkan perajin difabel pun mendapat tempat di sini.

Untuk bisa menghasilkan desain yang cantik, Mba Ferry mengombinasikan tas berbahan alami tersebut dengan aneka pernak-pernik yang sedang diminati. Ada patchwork, mote, motif, rajut dan sebagainya. Jadi selain sebagai Owner, Mba Ferry adalah desainer tas-tas dari Gendhis Bags.

Jenis tas yang diproduksi oleh Gendhis Bags juga beragam ada handbags, totebags, clutch, bahkan backpack. Semua jenis tas tampil dengan desain yang cantik. Komplit kan? Bisa menjawab kebutuhan perempuan akan tas untuk berbagai keperluan.

Tas produksi Gendhis Bags berkualitas ekspor. Dengan pangsa pasar meliputi Amerika Utara dan Selatan, Eropa Timur, Asia Tenggara, Eropa Barat, Timur Tengah dan Asia Timur.

gendhis bags2

Mudahkah Membangun Gendhis Bags?

Jawabannya, tentu saja tidak! Sedikit gambaran bagaimana perempuan kelahiran 1971 ini berjuang membangun usaha ini. Ia memulai usaha dengan modal 5 juta. Tas yang diproduksi dijual lewat mulut ke mulut. Ketika tas buatannya mulai disukai, maka ia pun memberanikan diri ikut pameran. Hasilnya, Gendhis Bags makin dikenal. Bahkan, peluang ekspor terbuka lebar.

Ferry Yuliana pun menangguk sukses besar karena tas buatannya merambah ke pasar Amerika dengan membuka outlet di sana. Tapi kemudian ujian datang. Tahun 2010 ketika Gendhis Bags sedang berada di puncak kejayaan, orang kepercayaannya keluar.

Apa yang terjadi? Orang itu kemudian membuka usaha sendiri dan mengambil seluruh pelanggannya. Brand yang Ia bangun dan jaga sedari awal goyah. Produk serupa dengan harga yang murah membanjiri pasar Beringharjo. Usahanya pun jatuh.

But, She never gives up!

Ferry Yuliana mampu bangkit membangun kembali usaha kerajinan tasnya. Masih dengan keyakinan dan idealisme yang sama. Ia tak berganti haluan jenis usaha. Ia tetap yakin bahwa tas berbahan dasar alami buatannya tetap memiliki daya saing. Meskipun harga tas buatannya jauh lebih mahal daripada tas yang membanjiri pasar. Hebat!

Saya jadi penasaran, apa sih tips sukses membangun bisnis yang diterapkan oleh Mba Ferry, hingga bisa sukses seperti sekarang. Beruntung, saat itu saya bisa hadir di ultah KEB 5th, sehingga bisa mendengarkan sendiri penuturan dari Ferry Yuliana Sharif, Owner dan Desainer Gendhis Bags.

sukses membangun bisnis2

Tips Sukses Membangun Bisnis

  1. Mulai dari sesuatu yang disukai. Menurut Mba Ferry, usaha yang dilakukan berdasarkan kecintaan biasanya akan tahan lama. Seperti halnya beliau yang menyukai tas dan pernak-pernik akhirnya membuat tas produksi sendiri.
  2. Tes pasar. Ini penting untuk memperkirakan respon pasar terhadap produk yang akan dikeluarkan. Mba Ferry biasanya akan mengetes desain tas kepada 10 orang temannya. Jika 8 dari 10 orang tersebut mengatakan bagus maka desain tas tersebut akan diproduksi.
  3. Untuk pertama kali, pasarkan produk lewat mulut ke mulut. Biasanya ini akan efektif menjaring pembeli. Ini juga solusi jika belum ada modal besar untuk berpromosi lewat iklan.
  4. Branding yang kuat adalah cara agar produk bisa bersaing dengan produk lainnya yang sejenis. Pikirkan baik-baik, image yang ingin dibangun. Branding sebagai natural bags membuat Gendhis Bags mampu bersaing dengan produk tas dengan bahan dasar yang berbeda.
  5. Ikutilah pameran-pameran produk kerajinan. Ini adalah jalan untuk mengenalkan produk sekaligus memperluas pasar. Langkah ini menyuport pemasaran lewat mulut ke mulut yang sudah lebih dulu dilakukan.
  6. Maksimalkan media sosial. Cara mudah memasarkan produk di zaman internet adalah melalui media sosial. Selain bisa menjangkau lebih banyak pasar, biayanya juga lebih murah ketimbang beriklan.
  7. Salah satu unsur penting agar sukses membangun bisnis adalah kreatif. Ini cara untuk memenangkan persaingan yang makin ketat. Apalagi jika kemudian produk kita, ditiru di pasaran. Seorang pebisnis harus mampu membuat sesuatu yang berbeda dan lebih menarik.
  8. Tahan banting. Jatuh bangun dalam usaha itu biasa. Mba Ferry pun mengalami jatuh disaat sedang berjaya. Baper, menangis dan sedih itu wajar saat mengalami kejatuhan. Tapi, jangan berlarut-larut. Segera bangkit! Mental yang kuatlah yang membuat Mba Ferry bisa bangkit dan meraih sukses kembali.
  9. Positif Thinking. Ketatnya persaingan kadang membuat kondisi yang tak nyaman. Apalagi jika tangan kanan kita justru keluar dan membuat produk tandingan. Mba Ferry menyikapinya dengan lapang dada. Ia bersyukur menjadi jalan bagi orang lain dalam memperoleh rezeki.

koleksi gendhis bags

Oh, ya dalam kesempatan itu Ferry Yuliana Sharif juga berpesan agar para perempuan itu sebaiknya memiliki hobi yang ditekuni. Alasannya, hobi yang ditekuni bisa menjadi jalan untuk bisa menjadi diri sendiri. Artinya, perempuan memiliki kemampuan yang nantinya akan berguna bagi dirinya maupun keluarganya tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain. Semangat kemandirian yang patut dicontoh, nih.

Jadi bagaimana? Teman-teman sudah mantap untuk membangun usaha? Ilmu dari Mba Ferry tadi sudah teruji. Monggo, jika ingin menerapkan tips sukses membangun bisnis tersebut. Moga sukses, ya!

 

22 Comment

  1. tahan banting ya..hemmm.. bener banget itu! saya bolak balik nyoba wirausaha sampe sekarang belum ada yang bertahan hahaha..emang kok kalo jadi pengusaha kudu TAHAN BANTING! 😀

    1. Iya Mba, maju terus. Habiskan jatah gagalmu. Itu kata para motivator. Hihihi, padahal praktiknya gak mudah.

  2. Sara Neyrhiza says: Reply

    Memang menyenangkan kalau habi bisa jadinpenghasilan..

    Langsung mupeng tas nya..hehe

    1. Iya Mba Sara.
      Ayolah ke Jogya, terus mborong tasnya.

  3. Aq jg pgn usaha ni mak, smg khimar kardiku sukses yak.doakan ya mak, ni mau pgn buat rok celana dari sarung.hehe

    1. Semangat Mak Ipeh, moga lancar usahanya.
      Kalau butuh endorse calling me aja, hasyeek.

  4. Inspiratif.selalu ada kisah dibalik kesuksesan

    1. Betul sekali Aida.

  5. memang dibutuhkan sebuah kesabaran dlm membngun sebuah bisnis

    1. Yup, Mas Ahmad, karena bisa jadi nggak langsung berhasil.

  6. Foto terakhir kirain ownernya, ternyata mba prima. wakakakak

    1. Mak Prima di make over, ji.

  7. Hobby yang asyik itu jika menghasilkan uang ya 🙂
    daku juga lagi merencanakan sesuatu yang berawal dari hobby, tipsnya bu Ferry ini pas banget buatku.
    Terima kasih udah ngeshare ya mak Ety <3

    1. Betul Mak injul, kombinasi yang menyenangkan.
      Sama-sama,Mak

  8. hobi yang di tekuni apalagi kalau menyangkut manfaat bagi hajat hidup orang banyak, pasti akan lebih sukses, menurut saya sih. taunya hanya tas merek webe yang sudah eksport ternyata gendhis juga ya ^^ thanks infonya mbak

    1. Iya Mba Indri, apalagi menampung para difabel. Sungguh memberi manfaat bagi banyak orang.

  9. Senang banget ya mbak bisa ikut sesi kemarin berasama beliau. Banyak inspirasi yang bisa didapatkan apalagi bagi yang mengembangkan usaha. Aku takjub sama ceritanya dan poin-poin ini penting banget untuk diterapkan yes.

    1. Iya Mba, sesi yang bermanfaat.
      Sama, saya juga suka sama perempuan tangguh seperti beliau.

  10. Harus tahan banting ya, fiuh…

    1. Yoi Mba Lia, semangat.

  11. Wah gak sempat nyimak waktu itu. Terima kasih sudah menuliskannya mak. Akhirnya bisa dapat ilmunya juga :))

Leave a Reply