Memotret Makanan Pakai Kamera Ponsel : Obrolan Ringan Bareng Nyak Rotun

Memotret makanan pakai kamera ponsel, bukan rahasia lagi. Banyak food blogger terang-terangan mengaku memakai kamera ponsel untuk memotret makanan. Hasilnya? Bikin saya geleng-geleng kepala, bagus-bagus. Kata mata saya, hasilnya dah mirip saja dengan kamera canggih seperti dslr atau mirrorless.

Di sini adakah yang mengeluhkan keterbatasan kamera yang dimilikinya. Ups, itu saya! Dulu, sempat merasa kamera yang ada tidak bisa menghasilkan foto yang bagus. Apakah teman-teman pernah merasakan hal yang sama?. Apa sih, reaksi teman-teman ketika melihat ada sebuah foto makanan yang bagus?. Apakah yang terbersit di pikiran adalah apa tipe kamera yang dipakai untuk memotret?

Ssst, konon, pertanyaan semacam itu suka bikin sedih fotografernya. Padahal dibalik sebuah foto yang bagus itu ada “man behind the gun”, yang menggunakan teknik tertentu dalam memotret makanan. Tentu saja, penguasaan teknik ini sebuah keterampilan yang seharusnya diapresiasi, bukan?

foto Nyak Rotun
salah satu foto Nyak yang dipotret pakai kamera ponsel

Jadi, lain kali kalau melihat ada foto makanan yang bagus, ganti deh pertanyaannya.

“Mas/mbak, bagaimana sih cara memotretnya?”

Kalau beruntung, teman-teman bisa dapat ilmu baru tentang pencahayaan, style dll, kan. Tapi kalau jawabannya adalah “practice makes perfect”, itu tanda kalau teman-teman harus sering praktik memotret makanan.

Kebetulan, saya baru ngobrol-ngobrol tentang cara memotret makanan pakai kamera ponsel dengan seorang food blogger. Teman saya ini, sekarang tinggal nun jauh di pelosok Sulawesi, tepatnya di kota Palopo. Dia biasa disapa dengan sebutan Nyak Rotun. Bisa diintip resep masakannya dan foto-fotonya di blognya Dapur Rotun maupun di Instagramnya.

Mengapa saya memilih Nyak Rotun sebagai tempat belajar? Karena kondisi saya dan Nyak kurang lebihnya sama. Maksudnya, sama-sama punya modal kamera ponsel doang untuk memotret makanan. Walaupun untuk modal props, masih banyakan Nyak Rotun, sih.

Alasan lainnya, karena hasil foto Nyak Rotun itu bagus-bagus. Ini sukses bikin saya pengin belajar dari A sampai Z. Alhamdulilah, Nyak orangnya baik hati dan tidak sombong, jadi bersedia sepenuh hati menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Tsaah!

foto Nyak rotun 2
ini juga pakai kamera ponsel

Menurut Nyak, semenjak dirinya menjadi stay at home mom, dia mulai menekuni dunia food potography. Awalnya sih, karena suka hunting resep makanan di Instagram. Melihat banyak foto-foto makanan yang bagus, kemudian Nyak tertarik untuk ikut-ikutan memotret makanan.

Ibu dua anak ini menuturkan, jika pada awalnya, foto-foto yang dipotretnya belum sebagus sekarang. Ia suka belajar dari akun para food fotografer. Nyak amati hasil fotonya, stylingnya, propsnya, lightingnya dll. Selain itu,  food fotografer itu kerap share “behind the scene” (BTS) foto mereka. Kesempatan ini dimanfaatkan betul untuk belajar.

Wah, tapi menekuni dunia food photography itu, butuh modal ya? Modal selain ponsel itu, lho. Pasti butuh biaya yang tidak sedikit. Bagaimana solusinya Nyak, biar nggak membuat kantong jebol?

“Modal awal itu alas foto sama props. Bisa diakali dengan membuat alas foto sendiri. Bisa juga beli alas foto lipat yang bolak-balik dan beda motif. Untuk props bisa diakali dengan membeli sedikit-sedikit.”

Membeli props juga disesuaikan dengan tema foto yang ingin dipelajari. Misalnya, ingin tema vintage, props yang dibeli itu piring, gelas, teko enamel dan perabot bergaya jadul lainnya.

“Eh, btw, beli aneka props itu di mana sih, Nyak?”

Kata Nyak, dia biasa beli di sini

@bagusbaguswrapping @dapurhangusdotcom @banyucorner alasannya selain props nya lucu-lucu. Owner nya juga bagus-bagus fotonya, jadi sekaligus belajar dari mereka.

Kalau mau, silahkan baca Ingin Terampil Memotret? 4 Cara Memotret Ala Mutia Nurul Rahmah Bisa Dicoba

Bagaimana sih, Cara Memotret Makanan Pakai Kamera Ponsel, Ala Nyak Rotun?

  1. Pencahayaan yang baik. Cahaya matahari adalah pilihan yang tepat dan murah. Tinggal dipilih waktunya. Biasanya cahaya matahari saat pagi hari, sebelum jam 10.00 atau sore hari sekitar pukul 16.00 itu bagus untuk pencahayaan. Dekat pintu, jendela atau di teras adalah tempat yang paling dekat dengan cahaya matahari. Bagaimana jika mendung? Nyak Rotun memilih untuk tidak memotret di saat seperti itu. Menurut Nyak, mau sebagus apapun angle maupun styling nya kalau cahayanya buram maka foto yang dihasilkan tidak bagus. Keterbatasan kamera smartphone membuatnya mengandalkan natural light dari cahaya matahari.
  1. Memulai dari yang mudah, bisa memotret dengan mode otomatis. Dengan mode otomatispun, Nyak Rotun bisa memotret dengan hasil yang bagus. Jika sudah lancar, selanjutnya boleh mencoba mode manual pada ponsel.
  2. Tentukan tema foto. Jika ingin memotret dengan tema vintage gunakanlah props yang sesuai. Alas foto lusuh, perabotan enamel adalah contoh props yang biasa dipakai untuk tema vintage. Lain lagi dengan tema modern, biasanya identik dengan botol-botol kaca yang bentuknya unik, sedotan bermotif, perabotan putih polos dan lain-lain.
  3. Agar foto lebih hidup, buatlah konsep lebih dulu. Cerita apa yang ingin disampaikan lewat foto makanan tersebut. Misalnya: ingin menyampaikan kue yang baru saja matang. Si kue tadi ditaruh di atas rak kawat, dengan tambahan props seperti butter cream, sugar icing, pisau dll. Contoh yang lain : kue siap makan. Kue satu loyang kemudian diambil satu iris, ukuran siap makan. Nah, potongan ini ditaruh di piring kecil dengan garpu. Bisa ditambahkan secangkir kopi atau teh sebagai pemanis.
    sempol ayam siap santap
  1. Terapkan rule of third. Ini aturan dasar memotret dengan menggunakan kamera apapun termasuk kamera ponsel. Fungsi dari rule of third ini sebagai alat bantu dalam menentukan komposisi yang tepat sehingga foto yang   dihasilkan bagus. Ini bukan aturan baku, sih. Tapi, buat pemula seperti saya, panduan ini memudahkan dalam mengambil foto. Nah, kalau di smartphone kan suka ada, ya, panduan memotret, diaktifkan saja fiturnya. Nyak Rotun juga berusaha menerapkan aturan rule of third ini untuk foto-fotonya.memotret makanan pakai kamera ponsel
  1. Ambil foto dari berbagai angle dan lakukan berkali-kali. Pernah melihat sebuah sesi pemotretan? Kalau saya pernah melihat via televisi. Nah, bahkan untuk fotografer profesionalpun, memotret obyek harus berkali-kali dengan angle yang berbeda. Apalagi saya yang masih pemula, kan. Tujuannya agar punya banyak foto untuk dikurasi.
    garis-garis panduan yang memudahkan
  2. Ambil jarak antara ponsel dengan obyek jangan terlalu jauh. Agar tidak terlalu banyak cropping. Jika terlalu banyak cropping maka foto akan pecah. Dikira-kira saja, semakin banyak memotret, akan semakin terasah.
  3. Pilih aplikasi editing yang bagus. Saran Nyak Rotun, jangan terlalu brutal melakukan editing. Lebih baik, foto yang dihasilkan jangan terlalu parah. Untuk aplikasi editing pada ponsel yang banyak digunakan adalah aplikasi Snapseed dan VSCO.
  4. Bagaimana dengan penggunaan diffuser, dan reflektor? Untuk sementara, Nyak belum memakainya. Beliau benar-benar mengandalkan cahaya matahari di saat yang tepat. Nah, bagi saya yang masih suka bingung dalam menggunakan diffuser maupun reflektor tentu nggak perlu minder untuk belajar memotret. Belajar tentang diffuser dan reflector sambil jalan aja.
  5. Tentang keterbatasan props yang ada, kadang suka bikin pusing, kan ya. Ternyata bisa diakali dengan memotret close up makanan tersebut. Jadi, tidak banyak ruang kosong. Hanya saja, jangan satu frame isinya makanan semua sampai wadahnya nggak kelihatan. Ini terlihat seolah-olah makanan disodorkan ke muka.
  6. Pastikan lensa kamera ponsel dalam kondisi bersih dari minyak maupun kotoran lain. Lensa yang kotor bikin foto tidak jernih.

Meskipun cara yang digunakan simple dan minimalis tapi hasil foto makanan Nyak Rotun bagus-bagus, kan.

 

bagus kan? foto Nyak Rotun

Mau fasih memotret makanan pakai kamera ponsel? Boleh juga baca Ika Koentjoro, Tempat Belajar Food Photography

Jujur, saya tuh kalau mau memajang foto makanan suka minder. Belum paham bagaimana menata props biar terliat luwes. Kadang antara ide story telling dengan props yang ada itu nggak nyambung. Ya, gitu, deh, baik koleksi props maupun kemampuan memotret makanan pakai kamera ponsel masih terbatas.

Tapi, setelah ngobrol dengan Nyak Rotun, jadi semangat lagi, deh. Iya, semangat untuk berlatih memotret pakai kamera ponsel. Mulai menerapkan sedikit demi sedikit teknik memotretnya. Membuat list props yang akan dibeli. Ini juga sedikit demi sedikit, hahaha.

Bagaimana dengan kalian? Suka memotret makanan pakai kamera ponsel juga? Gimana pengalamannya? Share, Yuk!

 

60 Comment

  1. Jepretan Nyak udah ga diragukan lavi deh… Ide-idenya segar… Tapi kayak pedang bermata dua, bikin laper juga, huhuhu

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Hihihi, berarti Nyak berhasil Mba, karena memotret makanan itu baiknya kan menggiurkan. Membuat orang ingin makan.

  2. Memotret makanan ternyata ada tekniknya biar pesan yg ingin kita sampaikan itu bisa dipahami oleh orang yg melihat foto itu.. Selama ini aku asal motret aja dan terbukti deh kurang greget hasilnya alias gak punya “nyawa” .. Btw, mksh banyak tips dan triknya ya Mba..

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Iya Mba Rita, betul.
      Samaan sama aku. Asal motret, nggak pake konsep.
      Yuk, ah, belajar dari Nyak

  3. Suka banget malah motret makanan dengan ponsel karena belum punya dslr or mirrorless *hiks
    Untuk jarak dengan objek berhubungan dengan angel foto. Ada beberapa tipe angel foto yang bisa kita jadikan panduan. Tapi, ya itu kadang BEV, 45 derajat selalu favorit bagi aku.
    Nah, cahaya ini mesti pintar-pintar juga tahu jatuhnya sebelah mana 🙁 aku beberapa kali muter-muter rumah utk mencari cahaya jatuh yang pas. Biasanya kalo food photography, editingnya emang seadanya nggak boleh brutal alias dimasukin filter, karena hasilnya beda banget.

    AKu suka foto-fotonya Nyak Rotun, tipe fotonya bright.. sip sip tipsnya

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Hahaha, sampai muter-muter ya, cari tempat yang cahayanya pas.
      Repot juga ya. Selama ini paling banter di depan pintu dan dekat jendela. Tapi, kalau lewat waktu yang pas ya jelek juga cahayanya.
      Iya, kalau brutal editnya, jadi aneh.
      Foto-fotomu udah bagus Maaak.

  4. Wah, gimana tuh cara aktifkan garis virtual rule of third di hape mb Ety

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Ada di setting Mba.
      Kalaudi hape asus, namanya fitur bantuan.
      Entah kalau hape yang lain.

  5. Hasilnya oke, soal edit, aku kok masih bingubg yah pakai VSCO…

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Dicoba-coba aja Mak. Kapan-kapan deh, aku nulis soal editing.
      Nyari narsum dulu.

  6. Mau foto2 tp ngga ada objek nya…. Tiap hari masaknya muter itu2 aja hehe

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Menu mah apa saja Mba, yang penting praktiknya itu lho.
      Duh, aku, ada mendoan aja kupotret mba. Nggak harus menu yang gimana-gimana kok, buat dipotret.

  7. Keren ftonya, suka lihat2 yg sdh profesional gtu soal njepret2 makanan.
    Tpi blm bs mengaplikasikany dengan baik.. Sampai ikutan arisan ilmu juga blm bs2..hikz

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Latihan terus Mba Rika. Semangat.

  8. Ish jadi pengen kepo ? Pengen banget bisa punya foto kece badai begitu cuma dengan modal kamera hp. Keren ih mak

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Nyicil props yuk. Ini modalperlu banget.

  9. Oooh motret juga kudu pake konsep ya. Kadang saya terlalu malas utk atur2 props gt.. ditambah lg dah minder duluan soalnya pake hengpong jadul. Biar dah jungkir balik tetep berasa kurang kece hasilnya.. hiks

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Hihihi, iya Mak wied, pan biar hidup fotonya.
      Latihan aja dulu pake henpon jadul. Paling tidak kan tetep bisa latihan styling.

  10. Keren banget fotonya ya? Pengen belajar food photography jadinya

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Ayo Mba, belajar bareng.

  11. Bookmark ini…TFS, Mak…mantap dah. Sampe sekarang belum bisa motret dgn bagus. Gak pernah belajar juga sih hehe….

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Silahkan Mba Nunung.

  12. Saya motret asal sreg bagus aja, belum bisa pakai props yang banyak gitu, istilahnya masih minimalis fotografi.
    Btw, cmumut sekarang pintar banget diam2 ambil kamera, rupanya waktu itu dia makan sambil poto2, dan sukseslah lensanya penuh minyak >.<

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Fotomu kece gitu mba.
      Wah, cmumut,mau belajar motret juga mbaa

  13. Yea..tips yg keren mak. Jadi semakin tetmotovasi utk bljar motret walau pake kamera ponsel

  14. Yeaaay, udah tayaaang. Makasih ulasannya Mba Ety sayang, jadi bagus gini hasil obrolan kita :D. Semoga bermanfaat buat yang mau belajar motrek makanan pake hengpon yaa <3 <3

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Makasih Nyak udah mau berbagi.

  15. Jepretannya keren, gak diragukan lagi ini mah..he
    Memang bisa memanfaatkan gadget untuk mengabadikan foto ya 🙂

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Sepakat Mas.
      Bisa banget.

  16. Lengkap banget sharingnya Mak. Mirip sama tips foto ponsel buat produk juga. Hihi. Makasih ya dibookmark juga nih

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Pada prinsipnya sama, mungkin beda di prop dan stlying kali ya.

  17. Sampai sekarang daku masih belum pede kalau motret makanan, nggak bagus hasilnya, tapi #demikonten ya diupload saja ke IG 😀
    jadi nambah nih tipsnya.

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Demi konten ya Maaak? Samaaa, walaupun belum bagus, makanya pengin belajar biar enak diliat fotonya.

  18. inspiratif banget sosoknya ya mbak, belajarnya otodidak dan betul2 ditekuni, keliatan deh hasil fotonya juaraa… asli, styling makanan aja buat aq susye bener hihihi

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Iya Mba, pembelajar sejati beliau itu.
      Hihihi, harus pake rasa juga kalau styling.

  19. Wow, keren-keren sekali fotonya. Sharing ilmunya juga sangat bermanfaat..TFS, mak Ety 🙂

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Sama-sama Mak Juli

  20. Aku udh niat memang mau beli props mba.. Mau nyicil dikit2 biar makin banyak props nya :D. Rekomendasi tempat utk beli props, yg ditulis di atas, aku follow ah :).. Tx infonya

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Silahkan Mba Fanny, moga makin semangat motret.

  21. Fotonya Nyak Rotun bagus-bagus. TFS mba Ety. Aku suka bingung kalau nyari komposisi yang pas.

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Kuncinya harus banyak motret kata Nyak. Hehehe, selamat belajar mba.

  22. saya juga kalo ngeliat para food blogger foto2 makanan yg bagus2, suka ngiler pengen bisa juga 🙂

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Ayo belajar sama-sama Mba.

  23. saya juga kalo ngeliat para food blogger foto2 makanan yg bagus2, suka ngiler pengen bisa juga

  24. Wah mantap nih ilmunya
    Memotret makanan memang gampang2 susah ya
    Feelingnya juga harus pas

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Betul Mba Arni, pake feeling buat ngatur stylenya

  25. Wahh terima kasih info belanja pernak-perniknya, Mbak.

    Kadang memang lebih praktis memakai kamera handphone. Cuma memang harus tau triknya ya.

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Iya Mba, yaah gitu deh, kamera henpon kan terbatas kemampuannya.

  26. Tfs ya mak. Aku jg sering bgt pake hp. Tp masih gagap di properti, alas foto, angle nih. Msh hrs byk belajar dannnnn latihaaannn. Haha..

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Betuuuul, latihan, latihan lagi dan latiihan teruuus, hehehe.

  27. Fotonya Nyak Rotun bagus dan keren. Saya jadi kepengen bisa motret bagus juga. Besok – besok saya gangguin Nyak deh wkwkwkwk

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Gangguan aja, Pah. Nyak kan baik hati dan tidak sombong.

  28. Nah itu aku suka kepo pada beli proopsny dmn, makasih infonya mba.
    Practice make perfect, memang harus banyak2 belajar.

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Sama-sama Mba Mudrikah. Moga makin semangat motret ya.

  29. bagus2 fotonya ya…dan pakai ponsel pulaks…keren mak

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Betul mba, bagus ya?

  30. Trimakasih tipsnya yaa… Jadi nggak minder ambil gambar cuma pakai HP.

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Jangan minder mba, banyak yang sekondisi kok.

  31. kudu belajar motret sama mak ety nih..
    mak mie nya bagi dong 🙂

    1. Ety Abdoel says: Reply

      Wow, saya masih belajar pak.
      Hahaha, udah habis mienya.

Leave a Reply