Membeli Mixer Baru? Yuk, Pertimbangkan 9 Hal Ini Terlebih Dulu! (Sponsored Post)

Membeli mixer baru, kalau menurut saya, sih, tidak boleh terburu-buru. Ada beberapa hal yang harus diketahui dan dipertimbangkan sebelum menjatuhkan pilihan pada merk mixer tertentu. Alasannya sih, supaya nggak ada penyesalan di kemudian hari. Apalagi harga mixer kue sekarang ini variatif banget.

Bagi yang hobi baking, mixer itu peralatan wajib. Selain bakal lebih cepat dalam mengocok adonan kue, mixer juga multifungsi. Bisa untuk mengocok adonan roti, butter cream bahkan mengaduk adonan bakso ataupun pempek.

Ngobrolin tentang mixer, jadi ingat saat pertamakali kenalan dengan alat pengocok adonan kue yang satu ini. Semua gara-gara Bapak. Beliau itu yang tanpa rasan-rasan (diskusi) dengan ibu ataupun saya, membeli mixer dan seperangkat loyang serta oven tangkring.

Ceritanya, biasalah, ada sales datang ke kantor menawarkan mixer. Lha, Bapak saya kepencut karena pengin anaknya bisa punya keterampilan membuat kue. Untungnya, mixer yang dibeli itu terkenal sebagai merek mixer yang bagus. Jadi, waktu dibawa ke rumah nggak diomelin ibu, qeqeqe.

Ternyata, beliau dapat masukkan dari teman karyawan yang ibu-ibu tentang merek mixer tersebut. Itu yang membuat Bapak saya berani memutuskan untuk membeli mixer. Sekali lagi, Bapak saya beruntung karena masukan yang diterimanya tepat.

gambar : mataharimall

Itu sekelumit cerita pengalaman membeli mixer baru ala Bapak saya. Kalau menurut saya sih, agak tricky, karena tidak ada bekal pengetahuan tentang mixer sama sekali. Hanya berdasarkan testimoni saja.

Apalagi merek mixer yang beredar di pasaran sekarang ini makin banyak saja. Beda dengan zaman dulu, ketika ngomongin mixer maka di otak saya yang teringat hanya satu merek saja. Sementara sekarang, produsen elektronik berlomba memproduksi mixer.

Masing-masing menawarkan keunggulannya. Ada yang mengusung perfoma mesin sebagai andalannya. Ada yang menawarkan fungsi dan kapasitas yang lebih. Bahkan sekarang ada yang berusaha memikat konsumen lewat tampilan fisik yang eye catching, baik dari bentuk maupun warna.

Seingat saya, dulu warna mixer itu, ya putih. Kombinasi warna lain hanya pada tombol saja. Tapi, sekarang, mixer mulai tampil dengan warna merah, pink, kuning, hijau bahkan ungu. Wah, lama-lama kalau mau membeli mixer baru yang ditanya pertama kali bukan soal mesin, kapasitas dan lainnya tapi justru warnanya.

gambar : mataharimall

“Bang, ada mixer warna biru tosca, nggak?” atau “Mas, mixer warna nude ada nggak?”

Hahaha, ini mau membeli mixer baru atau lipstik baru, ya?

Btw, mungkin nggak ya, warna mixer akan lebih variatif seperti warna lipstik?. Apalagi konsumen mixer biasanya kan perempuan, hehehe.

Kembali ke topik soal membeli mixer baru, diantara banyak pilihan tersebut, sebagai konsumen kita dituntut selektif. Sikap ini dibutuhkan agar bisa mendapatkan mixer yang pas, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mixer baru, antara lain:

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan. Niatnya membeli mixer itu untuk apa? Sekadar untuk koleksi, ingin belajar membuat kue dan roti atau ingin bisnis kue dan roti?. Beda kebutuhan tentu saja membuat pilihan mixer yang pas juga berbeda. Jika mixer dipakai untuk belajar membuat kue atau dipakai sesekali saja maka mixer dengan kapasitas kecil bisa dipilih. Tapi, jika ingin berbisnis kue, mixer dengan kapasitas lebih besar tentu pilihan tepat.
  1. Perfoma mesin. Seberapa kuatkah mesin mixer bisa dipakai dalam frekuensi tertentu. Begini, dulu saya memiliki pengalaman dengan mesin mixer yang berasap ketika dipakai. Ceritanya, mixer saya gunakan untuk mengocok adonan kue sebanyak 10 loyang. Jeda dari dari tiap pengocokan itu sekitar 20 menit. Memasuki kocokan  untuk loyang ke 7, suara mesin mixer mulai berubah dan lama-lama berasap. Sepertinya mixer tersebut kecapekan. Kesalahan saya adalah tidak memahami kemampuan mesin mixer yang saya miliki. Saya luput membaca manual book nya. Jadi, kalau mesin mixer bekerja di luar kesanggupannya maka mesin mixer akan panas. Akibatnya akan cepat rusak jika dipaksa bekerja dalam kondisi demikian secara terus-menerus. Sebelum membeli mixer baru sebaiknya, tanyakan soal kemampuan mesin mixer dari berbagai merek.
    gambar: mataharimall
  1. Setelah mengenali kebutuhan masing-masing dalam menggunakan mixer maka selanjutnya bisa memilih kapasitas mixer. Selain kapasitas mesin yang sudah saya singgung di poin nomer 2, ada juga kapasitas mangkok dan kapasitas listrik. Biasanya sih kapasitas mangkok mixer itu bermacam-macam dari yang kecil sekitar  ½ liter, 3 liter , 4 liter, 5 liter. Untuk yang kapasitas besar mulai dari 20 – 50 liter. Sementara itu untuk kapasitas listrik juga bervariasi. Sesuaikan saja dengan daya listrik di rumah masing-masing.
  1. Memilih model mixer. Ada 3 macam model mixer, yaitu mixer tangan (hand mixer), mixer berdiri/standing mixer (yang dilengkapi dengan mangkok dan pengait mixer) dan mixer tongkat (stick mixer). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Silahkan ditimbang-timbang dulu, jenis mixer mana yang cocok untuk kebutuhan masing-masing.
  2. Peralatan elektronik biasanya sih sudah memenuhi standar keamanan tapi tak ada salahnya bertanya dan meneliti kembali keamanan penggunaan mixer yang akan dibeli.
  3. Ketersediaan spare part. Salah satu resiko yang harus siap diantisipasi adalah kerusakan mixer. Oleh karena itu, penting untuk memilih mixer dengan ketersediaan spare part yang mudah di dapatkan. Pusing kan, kalau lagi butuh memakai mixer, ternyata mixernya rusak. Sewaktu mau mengganti spare part yang rusak, malah susah didapatkan. Mixer dengan spare part atau suku cadang yang mudah didapat tentu menyenangkan bagi konsumen.
  1. Adanya garansi. Jangan pernah anggap sepele hal yang satu ini. Saya berkaca dari pengalaman teman-teman yang merugi akibat mengabaikan faktor garansi ini. Jika terjadi kerusakan diawal pemakaian dan ternyata tidak ada garansi maka konsumen akan rugi. Biaya perbaikan harus ditanggung oleh konsumen.
    Gambar : mataharimall
  2. Tampilan luar. Membeli mixer baru juga memperhatikan tampilan luar dari mixer? Hehehe, zaman sudah berubah. Kini, tampilan luar dari mixer makin nyeni, lho. Bisa dibilang bentuk dan warnanya sungguh molek dan cantik. Bahkan ada, yang membeli mixer bukan untuk dipakai untuk mengocok adonan kue, melainkan dipakai sebagai interior dapur karena warnanya cantik. Nah, lho, ada gitu? Ada!
  1. Harga mixer. Setelah melalui berbagai macam pertimbangan faktor-faktor yang sudah disebutkan sebelumnya, akhirnya faktor yang satu ini penentu dalam membeli mixer baru. Harga mixer! Sebenarnya sekarang malah lebih mudah memilih mixer dari sisi harga. Di pasaran pilihan harga mixer bervariasi. Dari yang paling murah hingga termahal ada. Cuma ya itu, harus disadari juga, bahwa “ono rego ono rupo” itu berlaku. Paling enak sih, mixer yang diinginkan didukung oleh kondisi kantong. Tapi, jika ternyata sebaliknya, ya sesuaikan saja dengan isi kantong.

Huft, elap keringat dulu! Ngobrolin soal membeli mixer baru ternyata panjang juga, ya.

Maklum, buat emak-emak yang suka baking seperti saya, keberadaan mixer itu penting. Bisa menghemat tenaga dalam mengocok adonan. Selain itu mengocok adonan memakai mixer juga lebih mengembang dan lembut hasilnya.

Bagi saya sih, membeli mixer baru itu, harga mixer jadi poin utama. Pertimbangan yang lain mengikuti faktor harga. Ya, daripada kecewa sudah milih kriteria a-z ternyata harga mixer bikin meringis.

Kalau menurut teman-teman faktor apa saja yang dipertimbangkan sebelum membeli mixer baru?

 

12 Comment

  1. Pas banget kemarin lagi rasan-rasan kepengin punya mixer. Hihi. Thanks infonya, Mak Ety :*

    1. Asyik, mau ah lihat Mami Gesi baking

  2. Oven sama mixer ini udah masuk list untuk dibeli. Lagi ngumpulin duit dulu hihhihi
    Aku pengin beli yang standing mixer gitu, mau coba 😀 dan gak dipungkiri sekarang warna itu berpengaruh jg hihihih

    1. Wah, asyik nih. Bakal rajin baking.
      Iya, habis warnanya cute-cute sekarang.

  3. Wah ternyata cerita tentang mixer bisa panjaaaang… Dulu pas beli mixer ya langsung beli aja gitu, soalnya di tokonya juga ga terlalu banyak variannya. Alhamdulillah masih awet.

    1. alhamdulilah Mba Mae, dirimu beruntung.

  4. Mixerku Philips. Setelah bertahun-tahun, ada kyknya 10 thn lebih, baru rusak sekarang. Pengin beli kok awang2en, jarang baking soalnya. Tapi kalo beli, maunya yg Philips juga. Ternyata di Matahari Mall diskon 51% tooo.. Waduh, makin galau. Kok jatuhnya jadi mayan murah bangett.. >.<

    1. Cuus mak Noni, beli sekarang. Selain diskon ada tuh yang warna merah merona.

  5. Aku udah punya mixer. Dibeliin Ibuku… hahahaha.

    Rekomendasi kayak gini penting juga loh. Soalnya aku dulu gegabah beli Microwave, padahal dulu pengennya oven. Karena kata salesnya juga bisa memanggang, eh ternyata gak bisa dipake memanggang cake, karena daya listriknya kurang. Zonk deh gw…. hehehehe

    1. Wah, senangnyaada yang mbeliin.
      Nah, itu dia Mba Zakiah, saya mikirnya juga gitu.
      Barangkali ada yang butuh kan, ya.

  6. tipsnya tips yang mantap, mau lebaran jadi siap-siap dengan alat yang satu ini 🙂

    1. Betul, siap-siap bikin kue kering.

Leave a Reply