Mamahke Jogja : Sekotak Cinta Dan Citarasa Jogja

Mamahke Jogja, sebuah nama yang langsung mengingatkan saya pada kota kuliner, Jogjakarta. Kota di mana saya, dan teman-teman bisa menemukan banyak kuliner tradisional dengan rasa yang lezat. Wajar sih, banyak wisatawan yang menggemari kuliner Jogja kemudian membawanya sebagai oleh-oleh. Nah, sekarang, ada warna baru di dunia kuliner Jogja dengan hadirnya Mamahke Jogja. Sebuah brand yang mengusung konsep oleh-oleh kekinian.

Brand baru ini dimiliki oleh Zaskia Adya Mecca dan suaminya Hanung Bramantyo. Keduanya tak hanya berkolaborasi dalam urusan cinta, film, tapi juga bisnis. Bagi mereka berdua, bisnis kuliner ini adalah sesuatu yang baru. Selama ini, Hanung Bramantyo dikenal sebagai sutradara kondang. Beberapakali Hanung dinobatkan sebagai sutradara terbaik. Filmya yang berjudul “Ayat-ayat Cinta” bahkan masuk dalam jajaran film terlaris.

Sementara Zaskia Adya Mecca selain dikenal didunia akting, dia juga seorang pebisnis fashion muslimah. Meskipun masing-masing memiliki karir yang sukses tapi mereka berdua masih memiliki energi untuk melebarkan sayap ke bisnis kuliner.

Begini, Sekilas Tentang Mamahke Jogja

Ide bisnis ini berawal dari keinginan Zaskia Adya Mecca untuk tetap aktif selama tinggal di Jogja. Maklum, perempuan berkulit putih ini termasuk tipe orang yang nggak bisa diam. Di Jakarta aktivitasnya banyak, dari mulai urusan anak, rumah dan bisnis.

Sementara itu, tiap pulang ke Jogja, perempuan yang akrab dipanggil Kak Ia ini selalu mati gaya. Nggak ada aktivitas seperti yang biasa dilakukan di Jakarta. Dari sinilah muncul ide untuk memiliki bisnis di kota Jogja sebagai pengisi waktu saat pulang ke kampung suaminya.

mamahke jogja1
Zaskia dan Hanung saat acara testfood

Mengapa pilihannya jatuh pada cake? Menurut Zaskia, kuliner di Jogja itu enak-enak dan banyak macamnya. Tapi, Ia ingin membuat dessert dengan citarasa berbeda. Nah, ide berbisnis cake kemudian diwujudkan dengan bantuan Ibunda Hanung Bramantyo di urusan racik-meracik resep.

Apa Makna Dibalik Mamahke Jogja?

Namanya unik ya, dan sempat membuat saya kecele. Saya pikir Mamahke Jogja itu berarti Mamah pergi ke Jogja. Ini nggak salah, sih. Tapi, makna yang sebenarnya dari brand ini adalah sebagai berikut:

Mamahke Jogja berasal dari kata Mamah yang dalam bahasa Jawa bermakna mengunyah. Suku kata ke itu dibaca seperti mengucap kata keju.

Yang kemudian diartikan sebagai “mencitarasakan” karena mengunyah itu berhubungan dengan rasa.

Jadi kalau disambung Mamahke Jogja bermakna mencitarasakan Jogja dalam sebuah cake

Nah, saya melihat ada cinta dibalik nama Mamahke Jogja. Saya paham sih, sebagai orang yang lahir dan besar di kota Jogja, di hati Hanung Bramantyo tentu ada rasa memiliki yang dalam. Tsah! Seperti rasanya pada Zaskia Adya Mecca, kali ya.

Rasa cinta ini diwujudkan dalam brand bisnis yang diharapkan mampu turut serta menjaga budaya Jogja yang adiluhung atau istilahnya nguri-uri . Paling tidak dari sisi nama dan logo dengan memakai gunungan wayang akan membuat orang ingat akan Bahasa Jawa dan Wayang.

 

Kemudian muncul pertanyaan, kenapa sih dalam bentuk cake? Bukan produk yang asli Jogya? Hanung Bramantyo memiliki pemikiran bahwa di era yang makin global seperti ini, Ia ingin membuat sesuatu yang bisa diterima oleh banyak orang. Cake menurutnya salah satu panganan yang digemari banyak orang. Cake ini  merupakan paduan unsur moderen dan citarasa otentik Jogja. Apalagi resep Mamahke Jogja itu racikan Ibunya. Hal inilah yang membuat  Mamahke Jogja istimewa rasane.

Cake berasal dari Bahasa Inggris yang disebut sebagai bolu adalah makanan yang terbuat dari bahan utama terigu, telur dan gula (Wikipedia)

Seperti Apa Mamahke Jogja?

Mamahke Jogja itu cake berlapis pastry dengan variasi isian yang berbeda-beda. Ada tiga lapis, lapis paling atas itu cake, bagian tengah ada pastry dan krim serta isian yang bervariasi. Sementara lapis ketiganya berupa cake lagi. Sudah kebayang, kan! Seperti apa tampilan cake Mamahke Jogja, itu.

Kebetulan, saya sudah mencicipi cake ini saat testfood pada tanggal 7 Mei 2017 yang baru lalu. Yang saya catat dari test food kemarin adalah sensasi lembut dan renyah ketika digigit. Rasa manis cake nya itu samar-samar. Ketika dirasakan bersama pastry, krim dan isiannya manisnya lebih nyata. Tapi, nggak bikin eneg.

Mamahke Jogja memiliki 6 varian rasa:

  1. Chocolate

Ini rasa yang pertama saya cicipi. Warna coklat yang memikat membuat saya penasaran seberapa coklat, sih. Ternyata, rasa coklatnya pekat, apalagi dipadu dengan krim moka  dan parutan coklat diatasnya. Saya yakin varian yang satu ini bakal punya banyak penggemar. Apalagi buat penyuka coklat, bakal cocok karena rasa coklatnya dobel-dobel.mamahke jogja chocolato

  1. Greentea Choco

Warna cakenya kehijauan dipadu dengan krim berwarna coklat dan pastry di tengahnya. Saya baru ngeh, kalau greentea berpadu coklat ternyata enak. Rasa Greentea Choco ini jadi favorit saya. Lidah saya merasakan tekstur cake greentea berbeda dengan cake rasa yang lain. Entah apa yang membuatnya demikian, tapi lidah saya bilang enak.mamahke jogja greentea cheese

  1. Choco Banana

Nah, ini dia varian rasa yang memasukkan unsur lokal, yaitu buah pisang. Warna cakenya kekuningan. Cantik banget, dengan olesan krim coklat di tengahnya. Memakannya seperti sedang makan pisang dalam versi berbeda. Rasa dan aroma pisangnya bikin nagih.mamahke jogja choco banana

  1. Cheese

Buat penggemar keju ataupun mereka yang menyukai sensasi rasa asin, maka varian rasa Cheese ini harus dicoba. Rasa kejunya terasa dari luar hingga ke dalam. Taburan keju parutnya nggak hanya bikin cantik tapi bikin rasa kejunya mantap. mamahke jogja cheese

  1. Red Velvet

Nggak mau ketinggalan trend. Mamahke Jogja juga menghadirkan rasa cake yang kekinian yaitu Red Velvet. Dari sisi tampilan, Red Velvet ini paling cantik. Paduan warna merah pada cake dan putih pada krimnya gigit-able banget. Hahaha, menggoda lidah banget, gitu. Rasanya juga nggak kalah dengan varian cake lainnya.mamahke jogja red velvet

  1. Tiramisu

Tiramisu dipilih sebagai salah satu varian rasa karena penggemarnya banyak. Mamahke Jogja tentu ingin memuaskan selera penggemar cake Tiramisu juga. Paduan krim, pastry dan cakenya menyatu dengan rasa tiramisu yang lembut.mamahke jogja tiramisu

Mamahke Jogja Sebagai Oleh-oleh Kekinian

Oleh-oleh kekinian atau oleh-oleh yang sedang trend saat ini bisa dikatakan mirip. Menurut saya,  sah-sah saja. Bukankah bisnis kuliner itu bisnis selera? Ini sifatnya subjektif. Jadi, masing-masing oleh-oleh kekinian itu memiliki pasarnya sendiri-sendiri.

Asal memiliki karakter, sebuah bisnis akan bisa bertahan, kok. Hal ini  pernah diungkapkan oleh Pakar Marketing Hermawan Kertajaya. Membangun karakter yang kuat, saya lihat sudah diupayakan oleh Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca dengan branding Mamahke Jogja.

Begitupun dari sisi rasa, di mana Jogja itu identik dengan rasa manis, ciri khas inilah yang diangkat dalam bisnis dessert Mamahke Jogja. Upaya lain juga dengan memasukkan bahan baku lokal seperti pisang. Semoga, ke depan akan banyak bahan lokal yang digunakan, ya.

Dikenal sebagai kota pariwisata, tentu memberikan peluang tersendiri bagi Mamahke Jogja. Ada banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang berlibur. Biasanya mereka tak sekadar berlibur tapi pasti membeli oleh-oleh dari kota Gudeg ini.

Mamahke Jogja tahan selama 2-4 hari di suhu ruang dan 5-7 hari di suhu chiller

Adanya Mamahke Jogja membuat pilihan oleh-oleh makin variatif. Selain membeli oleh-oleh khas seperti biasanya, wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh kekinian dengan citarasa baru ini.

Lalu, harus kemana sih, kalau mau beli Mamahke Jogja?

yang mo foto bareng Zaskia jangan lupa tanggal 19 Mei

Susah dijangkau nggak gerainya? Tenang saja, gerai pertama dari Mamahke Jogja ini mudah dijangkau karena dekat sekali dengan landmark kota Jogjakarta yaitu Keraton, Alun-alun kidul dan Taman Sari. Ketiga tempat tadi dikenal sebagai tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Jadi, nggak bakal nyasar, deh.

Menarik, ya, kolaborasinya. Paduan antara cinta ibu, cinta istri dan cinta kampung halaman yang menghasilkan citarasa yang istimewa.

Nah, buat teman-teman yang ingin menikmati sekotak cinta dan citarasa dari Mamahke Jogja seperti saya tempo hari, tunggu sampai tanggal 19 Mei 2017, ya. Mamahke Jogja bakal di soft launching di tanggal tersebut.

Ini dia alamat lengkapnya:

Mamahke Jogja

Jln. Tamanan I No 329

Patehan, Tamansari, Jogjakarta

IG : @mamahkejogja

20 Comment

  1. Wah kalo ke Jogja mesti dicoba nih. Penasaran.
    Aku suka logonya 😀 pas banget

    1. Silahkan dicoba Mak Ranny.
      Iya, Jogja banget ya.

  2. Filosofis namanya cute banget ya “mamah”. Jadi kita disuruh nyicip makan ke Jogja. Itu yg rasa coklat kayaknya lembut banget, pagi2 salah buka postingan ini -_____-

    1. Iya, Ayaaa yang coklat yo leker, dobel coklate.

  3. Pengen coba..
    Sekarang kalo ngejogjes, nggak selalu beli bakpia..

    1. Monggo Mba Sara, biar oleh-olehnya tambah banyak.

  4. Pengen nyobain huhuu… Bakal ada jastip juga ga ya?

    1. Silahkan Mbaeee, tunggu aja.

  5. Wah keren… Jogja punya oleh2 lain nih selain bakpia. Penasaran banget sama rasanya itu mak

    1. Yuk ke Jogja Maak, trus mampir.

  6. Wahh nambah lagi di daftar must try nya Jogja..?

    1. Iyaaa, tambah rameee.
      Yuk, kopdar di Jogja

  7. Wah, varian rasanya banyak ya, mb ety. Aku penasaran sama yg rasa keju dan greentea choco. Bikin ngiler deh. :3

    1. Kalau liburan ke Jogja mampir yaa Mba Ila

  8. wah… bisa minta oleh2 beda nih..klo ada temn ke jogja..

    mba.. itu yg mba ety yang kiri apa yg kanan… kok keliatan mirip yah… 😀

    1. Bisa banget Mba, ayo deh.
      Aduh, langsung sesak bajuku.

  9. Astagaaa itu kejunya tumpeh-tumpeh Mba kebayang pas dimakan pasti gurih banget.. Palembang kapan ta kebagian

    1. Hehehe, lemak mba.
      Tunggu be, bakal ado atau tidak.

  10. Suka dengan yg Coklat Pastry. Smg bisa cicipin suatu saat…

    1. Aamiin, semoga terkabul bisa nyicipin kuenya.

Leave a Reply