Menyemai Cinta dalam Kebersamaan

semoga selamanya
priceless moment

Kebersamaan dalam keluargaku adalah sebuah hal yang penting. Bagiku, berkumpul bersama anak-anak dan suami ingin selalu kulakukan meskipun aku setiap hari stand by di rumah. Tidak pernah bosan, bahkan ingin selalu, selalu dan selalu bersama.

Bagi anak-anak, bisa bersama-sama Abinya, adalah hal yang selalu ditunggu-tunggu. Mereka bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan bersamaku. Mandi hujan, mencuci motor, bermain kuda-kudaan dan lainnya.

Sedangkan bagi suamiku, berat baginya untuk meninggalkan anak-anak dalam waktu yang lama. Anak-anak baginya adalah pelepas lelah setelah seharian bekerja. Wajah sumringah anak-anak ketika menyambut kepulangannya selalu dinantikan.

Ada rasa bahagia yang tak sanggup kulukiskan dengan kata-kata ketika kami sedang bersama-sama. Padahal kebersamaan kami pun hanya kami isi dengan hal-hal yang sederhana. Disaat Abinya tak bekerja, pagi hari kami awali dengan makan bersama., tepatnya makan sepiring berempat. Meskipun cuma sarapan nasi goreng, tapi ini mampu membuat kami tertawa bersama.

Selalu ada keusilan di setiap kebersamaan kami. Merebut suwiran daging ayam atau irisan telur kerap terjadi. Awalnya, kedua anakku menanggapi amat serius, namun lama kelamaan mereka tahu kalau itu keusilan semata. Akhirnya mereka saling mengusili satu sama lain. Hahaha, seru pokoknya, i love this moment.

Di lain waktu, kami menghabiskan waktu untuk memasak ayam bakar bersama. Saya bertugas mengungkep ayam, sedangkan Abi dan anak-anak bertugas membakar ayam. Anak-anak biasanya mengolesi ayam dengan bumbu secara bergantian. Selesai membakar ayam tentu waktunya makan bersama tetap dalam satu piring. Hmm, puas rasanya.

Kalau bosan di rumah, kami akan menghabiskan waktu di luar. Tidak perlu jauh-jauh, cukup ke taman bermain, di sana anak-anak bisa bermain sepuasnya. Ataupun pergi ke masjid yang halamannya luas itu, di mana anak-anak bisa bekejar-kejaran, dan jika maghrib tiba maka kami akan sholat bersama. Sederhana bukan? ya, tapi kami menikmati setiap kebersamaan kami.

Aku dan suami menyadari, bahwa kebutuhan setiap keluarga berbeda. Kebutuhan keluarga kami akan sebuah kebersaamaan ternyata di atas segalanya, paling tidak sampai saat ini. Jika keluarga lain ada yang sanggup, terpisah jarak, hidup tidak satu atap, rasanya keluarga kami tidak sanggup mengambil pilihan itu.

Meskipun kesempatan itu sempat hadir, namun kami tidak memilihnya karena kami tak sanggup membayar harganya. Harga? ya, sebuah harga dari terpisah jarak yang membuat waktu bersama itu menjadi sedikit. Tidak lagi leluasa bercengkerama, becanda, atau mengusili satu sama lain. Kami ingin senantiasa menjalani kebersamaan ini.

Makanya saya selalu kagum dengan mereka yang sanggup hidup terpisah sebagai keluarga, membangun masa depan yang lebih baik dan tetap sanggup menyemai cinta dalam keluarga mereka. Ah, biarlah ini saja yang menjadi pilihan kami.

Aku menyakini inilah yang terbaik untukku, suami dan anak-anak. Jika kebersamaan ini saja cukup untuk membuat kami menyayangi satu sama lain maka tak ada alasan buatku untuk tidak bersyukur atas semua nikmat ini. Tuhan Maha Tahu yang terbaik untukku dan keluarga. Tuhan juga Maha Kaya maka biarlah Dia yang mencukupkan segala kekurangan keluargaku.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Menyemai Cinta

10 Replies to “Menyemai Cinta dalam Kebersamaan”

  1. Saya juga salut dengan teman-teman yang sanggup berLDM. Tak bisa membayangkan bila mengalaminya.

    Terima kasih partisipasinya. Tercatat sebagai peserta.

    1. TerimakasihMba Niken, ikut meramaikan..

  2. Insan Robbani says: Reply

    Subhanallah…
    Keluarga yang menyenangkan, ternyata kwalitas kebersamaan keluarga lebih utama daripada kemewahan ya mbak..

    1. begitulah yang kami pilih Pak Insan Robani, terikasih kunjungannya..

  3. mak ety blognya makin kerenn ajaaaa sukaaa deh

    1. Aih, jadi malu dibilang keren..eh blognya ya? bkn orangnya..hihihi

  4. hallo mak Ety, keren inih blognyaaa. mau ah blajar2 dandanin blog gini hehe, maklum nih newbie dan masih labil hehe :p

    1. Aih Mba Fenty bisa aja, saya juga masih banyak nggak tahunya. Monggo kalau mau belajar, sedikit yang saya tahu.

  5. datang berkunjung….
    kebersamaan, memang itulah mungkin yang selalu diharapkan setiap pasangan. moga langgeng selamanya … 🙂

    1. terimakasih kunjungannya Pak Ridwan, Amin ya robbal alamin

Leave a Reply