Kisah Mba Nisrina dan Kacang Merah

Akhir-akhir ini semangat mengirim tulisan ke media cetak sempat anjlok. Ada ide bertebaran di kepala tapi selalu mentok ketika menuangkannya dalam bentuk tulisan. Akhirnya saya pun membiarkan diri saya larut dalam asyiknya menulis di blog pribadi. Suer deh, walaupun belum mendapat uang dari blog ini tapi puas saja rasanya kalau sudah menulis di blog.

Eh, tak disangka-sangka ada kabar gembira yang muncul dari seorang kawan sekaligus Guru buatku yaitu Mba Murtiyarini. Beliau mengabarkan jika tulisanku kembali dimuat di Majalah Parenting Indonesia Edisi Juli 2013. Ini adalah tulisan ketiga saya di rubrik Cerita Anda. Lagi-lagi setelah empat bulan menunggu barulah jelas nasibnya. Kali ini kisah tentang Si Sulung dan Kacang Merah.

 photo 1063681_10200652850257100_1980128084_o.jpg

Empat bulan sebetulnya masih belum seberapa lama, saya pernah harus menunggu tujuh bulan baru dimuat. Sementara artikel yang lain sudah satu tahun lebih tak jelas benar nasibnya. Bagi teman-teman yang berminat mengirim ke media cetak memang harus tahan penolakan atau bahkan ”pencuekan”, hadeh istilah yang tepat sih dicuekin, dimuat nggak tapi tak ada pemberitahuan ditolak, nggantung gitu deh. Tapi jangan kecut dulu, yang harus dilakukan adalah menulis, kirim, lupakan, begitu terus. Suatu hari kita akan menemukan jodohnya, hehehe.

Oh ya buat yang ingin mengirimkan tulisan ke rubrik Cerita Anda, Majalah Parenting Indonesia bisa tulis pengalaman teman-teman bersama buah hati. Tulis sebanyak 750-900 kata, jangan lupa sertakan biodata dan nomor rekening. Sst honornya lumayan dan yang menyenangkan karena honor cair 1-2 minggu setelah dimuat.

Alhamdulilah nih, saya seperti mendapat suntikan energi untuk kembali aktif mengirim tulisan ke media cetak. Awal tahun ini memang kurang produktif jika dibanding tahun kemarin. Tahun ini, memasuki bulan ke tujuh baru satu artikel nongol di media padahal tahun lalu di bulan ketujuh ada 4 artikel nongol di media.

Okelah, sisa beberapa bulan ke depan harus saya manfaatkan sebaik-baiknya agar bisa produktif lagi, minimal seperti tahun kemarin.

 photo 208db4e3-f52a-4152-a4b5-8b8c0edfdee7.png

6 Replies to “Kisah Mba Nisrina dan Kacang Merah”

  1. Di blog atau di media massa, tak jadi soal. Yang penting adalah kontinyu terus menulis, Mbak Ety. Dulu setelah banyak menulis di media cetak, saya sempat tiga tahun cuma menulis di blog. Setelahnya, alhamdulillah, makin lancar tulisan masuk media massa. 🙂

    1. Wow, tiga tahun mba Ira..kirain saya saja yang mengalaminya ternyata Mba Ira pernah juga ya absen menulis di media cetak. Makasih sharingnya Mba Ira.

  2. Wahhhhh, dari dulu ingin rasanya kirim naskah ke majalah atau taloid, tapi yo kok pedenya nggak muncul2 ya. hiks hiks

    Salam kenal mbak ety 😀

    1. Kirim saja Mba Anggi, kalao ndak dicoba nanti ndak pede-pede. Salam kenal Mba Anggi.

  3. Wah, ingin sekali artikelku bisa dumuat di media. Tapi nulis aja ngga, ya gimana bisa dimuat? Tetap semangat mba Anggi!

    1. Ayo nulis Mama Obito, dan kirim…

Leave a Reply