Sebab Jalan Tak Selamanya Datar

koleksi pribadi
koleksi pribadi

Beberapa waktu lalu, setiap kali mengantar dan menjemput anakku sekolah, aku harus melewati jalan penuh lubang di samping komplek.

Harus berhati-hati memang, apalagi banyak kendaraan berat seperti truk kerap melintasinya. Maklum di sepanjang jalan ini terdapat beberapa pabrik.

Kala musim hujan, aku harus lebih berhati-hati, selain menghindari lubang aku juga harus menghindari cipratan air ketika berpapasan dengan motor, mobil ataupun truk. Aku yang hanya naik sepeda selalu harus pandai mengira-ira, seberapa cepat sepeda harus kukayuh agar tak berpapasan dengan kendaraan lain di jalan yang berlubang.

Sempat aku mengeluhkan kondisi ini, mengapa jalan tak kunjung diperbaiki, mengapa begini, mengapa begitu. Keluhanku ternyata tak mengubah keadaan, itu yang kusadari kemudian. Untuk apa mengeluh, jika hanya akan memperburuk keadaan, sering mengeluh membuat hatiku jadi tak sehat.

Di jalan itu bukan aku saja yang melewatinya setiap hari. Ada banyak orang berlalu lalang baik dengan kendaraan bermotor maupun sepeda onthel sepertiku. Lalu apa yang aku harus risaukan? bukankah ada banyak orang mengalami kondisi yang sama saat melintasi jalan itu.

Mereka punya kesulitan yang sama saat menghindari lubang, jika tak hati-hati bisa celaka. Entahlah, mereka pernah mengeluh atau tidak, aku tak pernah bertanya. Satu yang pasti, tak ada alasan lagi bagiku untuk terus mengeluh atas kondisi ini, toh aku tak sendirian.

Dimana-mana jalan memang tak selalu datar, beraspal, bahkan hotmix yang halus dan mulus. Ada banyak jalan tanah di luar sana, jika hujan pasti becek dan licin. Bukankah ini lebih sulit dilalui ketimbang jalan aspal berlubang?. Gugur lagi alasan untuk mengeluh bagiku.

Banyak orang harus melalui jalan berbatu, mendaki bahkan berliku untuk mencapai tempat tujuan. Sebagian mereka bahkan harus menempuhnya dengan berjalan kaki. Bukankah ini juga lebih berat daripada apa yang harus kulalui setiap hari?. Satu lagi fakta yang membuatku tak layak mengeluhkannya lagi.

Jalan hidup pun demikian, kadang mendaki, kadang menurun, berliku bahkan penuh lubang. Sesungguhnya jalan yang ada akan mampu membuat kita menjadi pribadi yang tangguh jika kita mau menyadarinya. Bukankah orang yang terbiasa mendaki akan memiliki mental dan fisik yang kuat ketimbang yang biasa berjalan di jalan yang datar saja?.

Terbiasa dengan kondisi jalan mendaki membuat paham betul bagaimana melalui jalan itu dengan aman. Sedangkan bagi yang tak terbiasa bisa saja berpikir, alangkah tinggi jalan yang harus didaki, apakah bisa selamat sampai kesana. Tak jarang nyali pun ciut karenanya.

Beragam jalan yang kita lalui sesungguhnya memberi kesempatan pada kita untuk bisa memahami medan masing-masing Β jalan sehingga mampu menemukan cara agar bisa melaluinya dengan baik. Jika ini menyangkut kemampuan bertahan hidup, bukankah Alloh sesungguhnya sedang mendidik kita agar bisa menjadi survivor?.

Jika demikian, tak masalah seberapa mendaki jalan di depan kita. Tak masalah seberapa terjal dan berliku jalan yang harus ditempuh. Β Tak penting berapakali kita harus jatuh karenanya.

Satu yang pasti Alloh tak pernah tidur. Dia tahu seberapa lurus niat kita untuk melaluinya. Dia tahu seberapa kuat usaha kita untuk menempuhnya. Jika jatuh, bangkitlah, jatuh lagi, bangkit lagi, begitu seterusnya hingga akhirnya kita sampai ke ujung jalan.

 

 

 

 

 

 

 

16 Replies to “Sebab Jalan Tak Selamanya Datar”

  1. maaaak… ini tampilan baru ya? eh atau aku yang baru tahu πŸ˜€
    setiap jalan yang kita lalui akan menjadikan kita untuk lebih dewasa *uhuk* πŸ˜€

    1. Mak sari, ini tampilan aslinya, kalau pas tampilan lain berarti yang asli nie sedang error tampilannya..jadi harus dibaikin dulu gitu..hehehe, begitulah Mak Sari, uhuuk .

  2. jalan yang berliku …
    jalan yang berlubang …
    jalan yang terjal …

    akan mendewasakan kita …

    kita jadi tau arti bersyukur …
    tau arti nikmatnya jalan yang lurus mulus dan datar

    salam saya Mbak Ety

    1. Sepakat Om Nh..semua membuat kita tahu nikmat dan bersyukur..Salam kembali Om Nh

  3. Sepakat banget sama paragraf terakhir !

    Eits, tapi ini kalo komentar tulisanya kabur ya..tipis banget, secara mataku udah gak normal susah bacabya… πŸ™‚

    1. Makasih Mba Lies..Oh gitu ya..coba nanti di ubah settingannya..tapi harus nanya dulu qeqeqe..

  4. pesannya nyampe,Gusti Allaoh mbten sare….
    salam kenal mbk^^

    1. Alhamdulilah..makasih Mba Hanna atas kunjungannya. salam kenal..

  5. iya, mengeluh tidak akan mengubah keadaan, harus ada yang bergerak untuk maju dan berubah. nice post πŸ™‚
    salam kenal πŸ˜€

    1. Sepakat Mba Desti..mengeluh hanya menambah beban hati saja..salam kenal, terimakasih

  6. Setuju setiap jln yg kita lalui mendewasakan kita. Jatuh ya bangun lg, jatuh lg bangun lg krn Allah tidak tidur… Love this post Mbak πŸ™‚

    1. Yuhuui Mba Muna..kedewasaan memang butuh proses, meski kadang melalui sesuatu yang gak enak..

  7. Kalau jalan tidak rusak kasihan para kuli dan tukang mbak,itu ladang mereka hehehehe

    1. Betul Mba Nunu..sesuatu yang bagi kita menyusahkan ternyata ladang rejeki orang lain. Alloh maha adil.

  8. Ya, tetap semangat ya mbak ketika jatuh dan bangkit lagi adalah kuncinya πŸ™‚

    1. Makasih Mba Titis, mari terus bersemangat..

Leave a Reply