Bekerja Tak Selalu Harus Di Kantor

wempySelama ini yang dikenal dengan istilah bekerja itu ya selalu ke kantor, jam kerja jelas, dan setiap bulan digaji. Bekerja tanpa ngantor itu kadang dianggap bukan bekerja. Tidak berkelas dan gaji pun tidak memuaskan. Jaman sudah berubah dan trend mulai bergeser, Wempy Dyocta Koto membuktikan bahwa bekerja bisa dilakukan di manapun dengan produktifitas yang bagus.

Jika Anda bertanya perusahaan mana yang menerapkan aturan bekerja tak harus selalu di kantor maka jawabannya adalah Wardour & Oxford. Perusahaan jasa yang dipimpin oleh Wempy Dyokta Koto ini menangani urusan bussines branding, marketing dan public relations. Visi dari Wardour & Oxford adalah membawa bisnis lokal ke pasar internasional.

Sebuah pekerjaan yang tidak ringan sebetulnya. Tantangannya banyak seperti mengurus legalitas produk, menyiapkan jalur distribusi, strategi branding yang kuat, mencari investor, termasuk juga aturan ditiap negara yang berbeda mengenai boleh tidaknya suatu barang masuk ke negara tersebut.

Menariknya beban kerja yang berat tak lantas membuat para karyawan Wardour & Oxford harus bekerja di kantor setiap hari. Wempy, begitu lelaki kelahiran Padang ini disapa menyebutkan bahwa ia lebih menekankan kinerja karyawannya ketimbang kehadiran. Karyawan hanya diwajibkan ke kantor pada hari Senin jam 09.00 untuk meeting, selebihnya mereka bekerja secara online di mana saja, bisa di rumah ataupun tempat lain yang mereka suka.

Apakah Wempy tidak khawatir akan kinerja karyawannya?. Lulusan University Of Sidney ini mengatakan jika Wardour & Oxford memiliki key perfomance indicator yang harus ditaati oleh para karyawan. Tentu saja karyawan yang dimiliki oleh Wardour & Oxford adalah karyawan yang memiliki komitmen dan tanggungjawab penuh dalam bekerja meskipun tidak diawasi secara langsung.

Beberapa bisnis lokal telah berhasil dibawa Wempy dan timnya ke pasar internasional. Sebut saja keripik Mak Icih yang memiliki brand internasioanl Spicy Granny. Atau Kebab Turki Baba Rafi yang berhasil memiliki 2 cabang di Filipina dan 7 cabang di Malaysia. Selain itu ada Sour Sally, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono.

Sebelum mendirikan Wardour & Oxford, Wempy memang kenyang pengalaman menangani brand-brand besar. Ada Nokia, SAP, Citigroup, Samsung, LG Electronik, Sony, American Express dan lainnya. Tak mengherankan jika Wempy dengan segudang prestasi yang dimiliknya berhasil meraih Asia Pacific Entrepreneurship Award. Setelah puas melanglang buana di negeri orang kini Wempy Dyokta Koto memiliki impian membawa semakin banyak brand lokal ke pasar internasional.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa perfoma dari Wempy dan timnya sangat bagus. Asal memiliki key perfomance indicator yang kuat dan komitmen penuh dari karyawan maka bekerja meskipun tidak di kantor tetap produktif dan berprestasi.

 

4 Replies to “Bekerja Tak Selalu Harus Di Kantor”

  1. waaaa keren, saya masih terpaut bekerja di kantor nih.

    1. Hehehe..emang keren pakai banget.
      Mau dong ya kerja model begitu Mas Adi? gak tiap hari ngantor, kerja bisa dimana saja, gajinya gede..qeqeqe

  2. Ajaib! Masih muda dan sudah menangani brand-brand besar, tak kalah kerennya karena masih juga menggarap brand lokal untuk dibawa ke kancah internasional.. Hebat! Semoga akan lebih banyak anak muda Indonesia yang sehebat beliau ini.. Termasuk saya! Saya! Saya! Salam mystupidtheory

    1. Tepat sekali..keajaiban buah dari kerja keras…
      Amin,semoga cita-citanya dikabulkan..
      Salam kembali Mas Huda

Leave a Reply