Met Lebaran Ya!

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri menjadi saat yang dinantikan oleh seluruh umat Islam termasuk Saya. Disaat inilah keluarga besar akan berkumpul, saling bermaaf-maafan. Tak lupa saling melepas rindu karena selama ini tinggal saling berjauhan.

Merantau, itu yang Saya lakukan sejak lulus kuliah. Mulai dari Cimahi, Palembang, Indralaya, kini Karanganyar. Sewaktu masih di Cimahi, Saya biasa mudik ketika Lebaran. Jarak yang relatif dekat dengan kampung halaman, tak menyulitkan Saya untuk pulang kampung.

Berbeda ketika tinggal di Palembang dan Indralaya, tak sekalipun Saya mudik ketika Lebaran. 8 kali Lebaran dihabiskan di Palembang dan Indralaya. Sedih? tentu saja Saya merasakan sedih kala malam takbiran.

Saya teringat di malam itu Ibu dan Bapak biasanya sedang sibuk menyiapkan hidangan Lebaran. Biasanya kalau tidak opor ayam ya Soto Banyumas. Dua menu itu biasanya selang-seling dihidangkan kala Lebaran.

Lebih sedih lagi usai Sholat Ied, tak ada sungkeman pada orangtua. Hanya permintaan maaf lewat telepon saja. Kurang afdol sih tapi mau bagaimana lagi. Jarak yang jauh dan waktu libur yang sempit serta kepadatan arus mudik membuat Saya dan keluarga memilih mudik di luar hari raya.

Alhamdulilah, Palembang adalah kota yang menyambut Lebaran dengan meriah. Dari rumah ke rumah akan banyak hidangan ditemui. Kue-kue tradisional seperti masuba, engkak, srikayo, kue delapan jam, lapis legit, lapis keju dll tampil menghiasi setiap meja tamu. Selain tentunya kue-kue kering dan kemplang (kerupuk khas Palembang).

Tak hanya itu, masakan khas Palembang seperti tekwan, malbi, anam, sop tunjang, pempek dll menjadi hidangan lezat yang siap memanjakan setiap tamu yang besanjo (berkunjung). Kenangan berlebaran di Palembang adalah kenangan merasakan kenyangnya perut saat besanjo ke tetangga.

Kini setelah tinggal di Karanganyar, tradisi mudik kembali bisa Saya jalani. Sudah 3 kali Lebaran, Alhamdulilah Saya sekeluarga bisa mudik ke rumah orangtua di Surabaya dan Banyumas.

Lebaran di manapun selalu memberi keceriaan, saat bergembira bertemu sanak saudara. Semoga keceriaan, kegembiaraan dan kemeriahan dalam berlebaran tak membuat kita lupa bahwa hasil dari sebulan penuh berpuasa haruslah menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi.

Taqobalallohu minna waminkum, syiamana wa siyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

 

2 Replies to “Met Lebaran Ya!”

  1. wah,kali ini saya nggak mudik mbk..jadi berlebaran di Siak..tahun lalu di Batam…tapi pengalaman yg indah meski sedih 🙂

    1. Begitulah yang saya rasakan tak bisa mudik..sedih.
      Semoga lebaran tahun depan bisa mudik Mba HM. Zwan

Leave a Reply