Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Motherhood,  Parenting Tips

Anak Mogok Sekolah? 7 Tips Ini Bisa Dilakukan Untuk Mengatasinya

 

Anak Mogok Sekolah? 7 Tips Ini Bisa Dilakukan Untuk Mengatasinya. Jangan panik!. Panik, justru akan membuat orangtua sulit berpikir jernih untuk mengatasi anak yang mogok sekolah. Saya bisa bilang begitu, karena saya pernah menghadapi anak mogok sekolah. Saya punya dua anak dan dua-duanya pernah mengalami yang namanya mutung alias ngambek dan nggak mau sekolah. Kurang susah apa coba saya ini? Hehehe. Mudah-mudahan sharing saya ini akan berguna buat mereka yang menghadapi masalah serupa.

Sebelum bicara mengenai cara mengatasi anak yang mogok sekolah, saya ingin bercerita dulu, mengenai apa yang anak-anak saya alami sebelum mereka mogok sekolah. Kasus anak pertama dan kedua itu beda meskipun ujungnya sama, nggak mau sekolah. Jadi, saya coba uraikan satu persatu, ya. Beginilah kronologinya:

Kasus Anak Pertama:

Anak saya ini sebenarnya tipe anak yang aktif, berani dan mandiri. Sejak TK, dia sudah berangkat sendiri dengan mobil antar jemput dari sekolahnya. Saat itu kami masih tinggal di Sumatera Selatan. Memasuki kelas dua SD, kami pindah ke Karanganyar. Di sinilah masalah ini berawal.

Anak saya justru mengalami masalah saat kelas 2 SD. Nggak pernah kebayang sebelumnya bakal mengalaminya karena sejak TK selalu mulus menghadapi lingkungan baru. Sempat panik! Selama seminggu, anak saya ini nggak mau sekolah.

Untungnya, Guru wali kelasnya sangat koperatif, bisa memahami dan membantu mencarikan solusinya.  Dalam rentang waktu satu minggu ini saya coba bicara dari hati ke hati. Saya bikin bombong (senang) deh hatinya. Hari pertama masih tutup mulut, begitu terus sampai akhirnya, di hari ketujuh, anak saya bilang kalau dia nggak nyaman jika di kelas.

Jumlah siswa yang mencapai 40 orang itu baginya terlalu bising. Sehingga Guru pun harus berteriak ketika mengajar. Gubrak! Alasan yang di luar dugaan saya, nggak pernah terpikir sebelumnya. Memang sih, kondisi sekolahnya yang dulu beda banget dengan sekolahnya yang baru.

Sekolah lamanya, untuk setiap tingkatan hanya menerima 24 siswa dan itupun dibagi menjadi dua kelas. Jadi, sekelasnya itu cuma 12 orang. Cara belajarnya juga santai, kadang sambil lesehan juga. Menurut anak saya, ini nyaman banget buat dia.

Sesaat saya merasa bersalah karena tidak bisa mendapatkan sekolah yang ideal seperti harapan anak saya. Semua terkendala kesediaan kursi kosong untuk siswa pindahan.

Kasus Anak Kedua:

Anak kedua saya ini anaknya pendiam, serba pelan kalau mau ngapa-ngapain, nggak bisa diburu-buru, butuh waktu lebih lama untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan dia lengket banget dengan saya. Paham dengan kondisi ini maka saya pun mulai mengenalkan sekolah sejak playgroup, beda dengan Kakaknya yang langsung TK.

Hasilnya nampak sih, percaya dirinya mulai tumbuh, dan mulai nyaman ketika harus bersosiaisasi tanpa pendampingan saya. Kemajuan ini, sesungguhnya membuat saya tenang, karena apa yang saya upayakan agar dia siap bersekolah sudah terpenuhi.

Tapi, lagi-lagi saya mendapat hadiah plus kejutan. Anak kedua saya ini mogok sekolah setelah masuk bulan ketiga di kelas satu. Setelah bulan pertama mulus, ternyata, disaat saya merasa yakin semua terlampaui dengan baik, kenyataan justru menunjukkan sebaliknya.

Pendekatan yang sama saya lakukan, yaitu dengan bicara dari hati ke hati. Hanya saja metodenya berbeda dan waktu untuk mengorek penyebabnya juga lebih lama karena faktor anak kedua saya yang memang tak suka diburu-buru. Di sini kadang saya merasa gemeeees banget.

Usut punya usut ternyata, dia pernah ditinggal mobil antar jemput jadi dia harus pulang bareng Kakaknya yang selisih dua jam lebih lama. Waktu itu saya nggak ngeh bakal jadi pemicunya karena saat pulang telat itu, dia ketawa-ketawa. Ternyata, dia meyimpan kecewa sama Pak Sopirnya.

Dua anak, dua-duanya pernah mengalami mogok sekolah dan penyebabnya berbeda. Saya pun mengindentifikasi penyebab mogok sekolah itu.

“Anak Pertama mogok sekolah karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.”

“Anak Kedua mogok sekolah karena mengalami hal tak menyenangkan saat di sekolah”

Disini kesabaran saya benar-benar diuji, anak-anak yang tadinya berani bersekolah, saat masa- masa pemulihan itu, mereka meminta saya menemaninya di dalam kelas. Dicatet ya, di dalam kelas, padahal sebelumnya mereka berani tanpa saya. Padahal, anak pertama saya sudah kelas 2 SD, dan sewaktu TK justru tak mengalami yang beginian.

Selama 1 minggu, dia mau sekolah asal saya menemaninya di dalam kelas. Pelan-pelan, saya kurangi waktu tunggunya tentu dengan kerjasama yang baik dengan wali kelasnya. Awalnya sih nangis sepanjang pelajaran kata wali kelasnya, tapi saya harus tega karena demi kebaikannya juga.

Memasuki minggu kedua, anak pertama saya mulai pulih nih keberaniannya, ini karena banyak temannya yang bersimpati, mengajak ngobrol, bermain. Inilah yang membuatnya mulai merasa nyaman dan diterima.

Sementara untuk anak kedua saya, diliburkan dulu naik antar jemputnya. Pagi, suami saya mengantar ke sekolah, pulangnya saya yang menjemputnya. Itupun melalui drama harus ditunggu di dalam kelas selama semingguan.

Sempat terlintas pertanyaan, kenapa ya anak-anak saya begitu?. Apa yang salah?. Tapi ini, malah membuat saya tertekan. Akhirnya,saya ikhlaskan kondisi ini, dan jalani saja. Toh,saya terus berusaha mencari solusinya.

Sedikit lega setelah tahu, apa yang dialami anak-anak saya ternyata belum seberapa dibanding teman satu sekolahnya yang lain. Selama berbulan-bulan masih minta ditungguin Mamanya, bahkan ketika naik kelas dua kebiasaan ini masih berulang. Mendengar cerita Mamanya, saya prihatin, berbagai upaya sudah dilakukan tapi si anak tetap tidak mau sekolah jika mamanya tak menungguinya. Padahal dia seorang anak laki-laki. Di sini saya merasa lebih baik, dan bersyukur.

Mogok sekolah ternyata tak jadi monopoli anak saya saja. Di luar sana beberapa orangtua harus mendapati kenyataan anaknya mogok sekolah dengan berbagai penyebab yang bervariasi. Alhamdulilah, mogok sekolah ini masih jauh lebih mending dan relatif mudah diatasi dibandingkan dengan phobia sekolah. Jika phobia, anak-anak benar-benar tidak ingin bersekolah lagi.

Agar mogok sekolah tak kemudian berlanjut menjadi phobia memang harus segera ditangani. Orangtua harus bekerjasama dengan Guru di sekolah. Dari apa yang saya alami, tips berikut barangkali cocok bagi siapapun yang menghadapi masalah anak mogok sekolah:

  1. Berhenti panik. Bukan tidak boleh panik sama sekali, untuk pertama-tama sih, manusiawi banget kalau sebagai orangtua apalagi ibu, merasa panik jika tiba-tiba anak tidak mau sekolah. Tapi ingat, segera kuasai diri, tenang agar bisa berpikir jernih mencari akar masalah dan solusinya.
  2. Komunikasikan dengan wali kelasnya mengenai kondisi anak yang tak mau sekolah. Bersama-sama, coba identifikasi penyebab anak enggan ke sekolah. Setelah itu, coba diskusikan solusinya.
  3. Ajak anak bicara dari hati ke hati. Disini, benar-benar menguji kesabaran kita. Anak belum tentu mau langsung mengatakan apa yang dirasakan. Pandai-pandailah orangtua mengajak bicara.
  4. Jika sudah diketahui sebabnya, segera cari solusinya. Misalnya: pelan-pelan kurangi durasi menungguinya. Sampaikan hal ini pada wali kelasnya karena ini membutuhkan kerjasama yang baik antara orangtua dan guru.
  5. Mengeksekusi solusi mungkin tak akan mulus. Anak bisa jadi menolak terhadap treatment kita. Tak apa-apa, pelan-pelan saja. Tapi, kita juga harus tega dan konsisten meskipun anak kemudian menangis ketika kita tinggalkan dia.
  6. Dekati teman-temannya, ajak mereka bekerjasama. Seperti, meminta mereka menemani anak kita bermain, mengajak ngobrol, mengajak ke perpustakaan dan lain-lain.
  7. Jangan pernah membandingkan apa yang anak kita alami dengan anak-anak lain. Ini hanya akan membuat tertekan, saya pernah berada di situasi ini. Lebih baik ikhlaskan dan fokus dengan solusi saja.

Cuma gitu doang?.Iya, tapi poin pentingnya justru kesabaran orangtua dalam menghadapi anak mogok sekolah. Memulihkan kembali minat anak ke sekolah butuh waktu. Bagi saya, yang tak bekerja kantoran tentu mudah saja harus menunggui saat-saat tersebut.

Yang lebih kompleks adalah bagi orangtua yang bekerja dua-duanya. Tidak masuk kantor beberapa hari tentu tak mudah. Tapi, membiarkan anak dalam masalah seperti ini juga tak mungkin. Semoga saja bagi orangtua dalam kondisi seperti itu segera dimudahkan dan mendapat jalan keluar.

Bagaimana dengan bantuan ahli seperti psikolog?. Ini bisa dilakukan ketika upaya orangtua tak kunjung membuahkan hasil. Alhamdulilah, anak-anak saya bisa kembali ke sekolah tanpa bantuan psikolog.

Menceritakan kembali adalah hal mudah bagi saya, tapi tidak saat itu, hehehe. Siapa tahu di luar sana ada orangtua yang menghadapi masalah serupa dengan apa yang saya alami, 7 tips mengatasi anak mogok sekolah bisa bermanfaat.

Teman-teman punya cerita apa seputar anak mogok sekolah?. Sharing, yuk!

 

103 Comments

  • Okti Li

    Fahmi, putra saya mau sekolah, cuma harus ditemani sama emaknya ini
    hahaha…
    Alhasil saya harus ikut sekolah juga kah?
    Sebagian tips Mak Ety saya praktekkan juga tuh (kebetulan sama) Sepertinya memang butuh waktu ya 🙂

    Mohon doanya Fahmi bisa berani di kelas sendiri 🙂

    • Ety Abdoel

      Fahmi kelas berapa Teh?.
      Ya, begitulah, harus pintar tarik ulurnya, biar anak kembali percaya diri.
      Aamiin,semoga Ma Fahmi bisa hebat, berani sekolah sendiri.

  • Arinta Adiningtyas

    Amay beberapa kali malas sekolah, Mba. Kalo ditanya kenapa, jawabannya berbeda-beda. Saya pikir ini cuma alibi saja karena sebenernya dia cuma malas ke sekolah. Memang sih, sekolahnya pulang jam 1. Mungkin dia kelelahan ya.. Ditambah, ustadzahnya yang mengerti dia banget, sedang cuti melahirkan. Jadi komplit deh. Akhirnya saya pakai cara ini: kalo Mas Amay semangat sekolahnya, nanti pulang sekolah mama belikan choky choky..hehe.. Dan dia nurut sih..hehe.. Tapi baik ngga ya cara ini?

    • Ety Abdoel

      Jawaban anak-anak memang suka berubah-ubah Mba. Saya pun awalnya mendapat beberapa jawaban berbeda tapi setelah ngobrol dengan beberapa guru, ternyata mereka memang mendapati Zahira ditinggal mobil antar jemputnya. Zahira waktu itu nampak banget kawatir. Jadi disimpulkan itu penyebabnya.
      Saya nggak tahu pasti baik enggaknya Mba, tapi saya pernah memakai treatment itu dan gagal. Artinya memang harus diselesaikan dari akar masalahnya tanpa embel-embel diberi kesukaan dia.
      Kalau Mas Amay nya mau nggak papa.

  • Ipeh Alena

    Betul, kalau panik bisa jadi malah marah-marah dan mengatakan hal yang bisa membuat anak bertambah bungkam. Apalagi kalau seperti kasus anak keduanya mba, bullying atau abusive lainnya, ga bisa kalau diatasi saat panik . >_<

    • Ety Abdoel

      Iya Mba Ipeh, saya dulu sempat panik. Untungnya punya suami yang sifatnya kebalikan dari saya jadi dia bisa menenangkan saya.

  • Nurul Fitri Fatkhani

    Alhamdulillah, anak-anak saya tidak pernah mogok sekolah, Mbak. Waktu pertama kali sekolah di TK, anak kedua saya yang minta ditungguin. Tapi gak sampai di kelas, saya hanya menunggu di luar kelas, itu juga hanya seminggu.
    Hari-hari pertama, agak gak tega juga. Ngeliat anak nangis nyari ibunya. Tapi memang harus ditega-tega-in, supaya anak mandiri, ya gak?

    • Ety Abdoel

      Alhamdulilah Mba Nurul, semoga lancar terus sekolahnya ya.
      Betul Mba, emang harus tega, dengan catatan gurunya kooperatif.

  • Evi

    Membingungkan juga ya menghadapi anak-anak yang mogok sekolah. Orang tua dan guru perlu kesabaran lebih dan mencari tahu masalahnya. Untung semua teratasi ya Mbak Ety

    • Ety Abdoel

      Iya Pak Agung, kalau kitanya marah, anaknya tambah ngambek nanti.
      Duuh, memang gampang-gampang susah Pak, ngadepin anak yang gak mau sekolah.

  • Indah Juli

    Alhamdullilah anakku nggak pernah mogok sekolah, tapi nggak masuk sekali dua kali sih pernah, karena ngambek minta ditemani aku, tapi nggak bisa karena waktu itu masih kerja kantoran 😀

  • Reema Mifta

    Hahaa… aku sering ngalamin kaya gini, Mbak. Ngajar dengan ditemani orang tua di dalam kelas. rada-rada gimana gitu. Ortunya ilang, si anak suka ikut ngilang. Iya sih, faktor enggak nyaman, kecewa atau pede. tapi kalau sudah oke ya, cuek saja anaknya

    • Ety Abdoel

      Hahaha, ya gitu deh Mba. Kami orangtua juga gak enak kalau nunggu di dalam kelas tapi demi mengembalikan mood anak yang kami lakukan.

    • Ety Abdoel

      Nah, ini memang butuh kerjasama mak Witri, biar nggak terlanjur.
      Kalau terlanjur nggak mau sekolah kasian nanti anaknya.
      Iya, kalau orangtuanya mampu mengadakan homeschooling gak masalah tapi kalau dibiarkan nggak sekolah kan sayang banget.

  • ira guslina

    wah benerer banget mba ety, yang penting dari hati ke hati,. catet nih buat bekal nanti klo udah besar..

    nah mba ety masalahnya sekarang bintang baru play group dan dia sudah bía mogok sekolah… akhirnya ya kita mengalah,. -gionta ganti play grup deh… Apalagi dia belum bía ngungkapin kenapa mogok…

    • Ety Abdoel

      Silahkan Mba Ira.
      Kalau masih playgrup mungkin karena bosan ya..apapun itu yang penting Mba Ira harus telaten deh memberi semangat untuk sekolah.
      Semoga nanti kalau dah SD,sudah berani.

  • cputriarty

    Nah ini saya mengalami puteri cantik saya yang enerjik, periang dan imut sama sekali mogok sekolah (setengah tahun masa pelajaran) mungkin karena masih kekecilan ya mbak, udah saya masukin TK.Hiks. Tapi tetep semangat nih baca postingan mbak Ety ini 🙂 Big hug

  • Eko Nurhuda

    Hahaha, jadi inget pernah anak saya sudah dandan rapi siap berangkat tapi gak mau berangkat. Pas ditanya ibunya, katanya karena saya marah-marah. Saya marah-marah karena dia dan adiknya (belum sekolah) bangun pagi tapi susah sekali disuruh mandi, malah asyik nonton YouTube. Pas mandipun masih sempat-sempatnya main, lama pula. Geramlah saya. Eh, dia nangis dan gak mau berangkat. Tapi setelah dibujuk-bujuk dan diantar ibunya akhirnya mau juga.

    Sewaktu dia pulang, saya langsung minta maaf. Dan sejak itu nggak pernah lagi sampe marah-marah kalo anak-anak susah diatur dan ujung-ujungnya terlambat. Biarinlah, namanya juga anak-anak. Hehehe…

    • Ety Abdoel

      Setuju Om, namanya anak-anak memang suka gitu.
      Dan kita namnya orangtua kadang maunya sempurna, qeqeqe.
      Semoga gak pake insiden mogok sekolah deh.

  • angki

    wah ajdi nambah ilmu mengatasi anak mogok sekolah mbak hehe… mksih mbak.. wah kalo mobil mogok mah ada tukang benerinnya, lah kalo anak… hehe kita kudu berjuang ya mbak hehe… mksih mbak nice blog salam kenal

  • Rachma

    anakku sejak kecil di daycare mak, sampai suatu hari tiba tiba dia ga mau berangkat lagi ke daycare, sampai di satu titik aku tawarkan opsi sekolah di play group dan akhirnya dia mau,

    Akta masih kecil sih saat itu, baru 2.5 tahun, jadi aku coba korek korek ceritanya, aku maish bimbang dia berimajinasi atau memang kejadiannya, mungkin sekarang bisa dicoba ya 🙂 supaya ga kejadian lagi ke depannya

    • Ety Abdoel

      Bisa jadi karena bosan Mba.
      Anak kecil memang suka berubah-ubah ceritanya, makanya orangtua harus bisa menandai kapan anak ngomong apa adanya kapan mulai berimajinasi.

  • Lusi

    Hehehee akhirnya ditulis, bisa jadi bahan pembelajaran bagi para ibu. Bagaimanapun di sekolah mereka harus menghadapi berbagai peristiwa yang tak terduga.

  • Evi Priyaningsih

    Mba, kalau anak saya banyak sekali alasan mogoknya, mulai dari jam sekolah yang lama, jemputan yang rutenya panjang, kelas yang bising, pelajaran yang Susah, catering yang tidak cocok, intinya dia ingin saga menemaninya sepanjang hari, padahal saya punya bayi dan ga pakai art.

    Saya sempat 2jam membujuknya di kelas agar mau ditinggal. Saat itu saya sambil bawa bayi Mba, pakai taxi karena anak ga mau pakai jemputan, dan semua usaha nihil, dia mengejar saya ketika saya pulang. Huhuhuuuu ….

    Saya sampai khilaf mengeluarkan kalimat kasar dan bertindak kasar di depan umum saat itu, karena lelah membawa bayi juga tapi sorenya langsung minta maaf, berbaikan dan pasrah saya tunggu sampai dia mau kembali ke sekolah.

    • Ety Abdoel

      I feel you Mba Evi.
      Sekarang sudah nggak mogok lagi kan?.
      Anak mogok sekolah memang menguji kesabaran kita sebagai orangtua.
      Seringkali kecemasan terbesar kita adalah omongan orang. Padahal, jika itu diabaikan dan fokus sama solusi pasti terlewati meskipun butuh waktu.

  • zukhruf

    aku punya murid yg mogok sekolah mbak…tp ksusnya komplek sih..dia barusan ditinggal ibunya,ia tggal bersama ayah dan kakeknya..ayahnya sibuk kerja,trs anaknya di sekolahkan sampai sore..di sekolah sering nangis krn dia g bs adaptasi dg teman2nya..kami sudah silaturahmi ke rumah,dia nangis malahan dan kami diusir salah satu keluarganya yg merasa kami membuat anak itu menangis…konon kata ayahnya kluarga besarnya melarang anaknya di sekolahkan krn msh kecil

    • Ety Abdoel

      Ada ya, ternyata yang kasusnya kompleks seperti itu. Saya salut , kalau guru mau berkunjung ke rumah siswa tersebut. Kalau boleh saran sih, harus melibatkan psikolog deh Mba.

    • Ety Abdoel

      Waalaikumsalam Mba Rosma.
      Sudahkah dicari penyebabnya? karena 9 bulan itu waktu yang lama.
      Saran saya, cari bantuan seorang Psikolog Mba untuk mengurai persoalan ini.

  • Tri wahyuni

    Saya lagi stres ma anak yg mogok skolah,pingin ya bund bs komunikasi dg wali kelas nya.sayank nya cuek n gak bs diajak diskusi,tertawa saja kalo saya temui di skolah.

    • Ety Abdoel

      Saya turut prihatin.
      Coba minta bantuan psikolog Bunda.
      Sebisa mungkin bicara dengan pihak sekolah. kalau wali kelasnya blm bisa diajak diskusi, coba ke kepala sekolahnya.
      Semoga lekas teratasi ya.

  • papapz

    wah sama mbak, anak saya yang pertama sdh sekolah TK sekitar 3 bln lbih ya.. awal2 enjoy skrg srgkali ngadat bilang emong skolah, alasannya si karena trlalu lama di sekolah (fullday) pkl 8 pagi smp 4 sore.. memang anak sy pra sekolahnya lbh banyak d rumah sm pngasuh (istri sy bekrja) dn tdk jg banyak brgaul dg teman2 tetangga/1 komplek alhasil adaptasinya dia hrs mulai ktika dia msk skolah..

    agak khawatir juga sih d awal tp yakin dia bs melaluinya.. trakhr2 alasannya ada lg krn ada temannya yang mgkn suka jahil sm dia jd dia emong skolah jg hehe..

    • Ety Abdoel

      Yang sabar Mas, kelitannya anaknya Mas memang belum nyaman bersekolah. Jadi, kalau ada pemicu yang bikin dia gak nyaman lalu males sekolah. Semoga segera teratasi.

  • kania

    anak saya juga pernah mba pas TK A mogok sekolah karena merasa ga mampu. soalnya TK A di deket rumah konvensional, anak udah belajar calistung. jadi saya minta gurunya biarin aja klo anak saya ga bisa yg penting dia happy 🙂

  • luckman

    Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru ternyata adalah kunci untuk mencari solusi mengatasi anak yang mogok masuk sekolah ya bu, sebelum terjadi phobia terhadap anak

    • Ety Abdoel

      Betul Mas Lukman, kalau sampai mogok sekolah lebih dari setahun kan kasian. Anak tetanggaku, mogok mpesetahun akhirnya harus ngulang.

  • epiyati

    anak sy jg mogok nih mba udh 3hari, sebabnya karna gurunya membentak dia waktu dia ga bs jawab soal tambah2an. anak sy minta saya anterin kesekolah, padahal sy bekerja. sy udh bicara sama gurunya, dan akhirnya gurunya itu minta maaf sama anak saya. tapi sepertinya anak saya blom bs memaafkan. jd dia tetep mogok sekolahnya.

    • Ety Abdoel

      Ya Alloh, semoga anaknya sudah mau sekolah lagi ya.
      begitulah, kadang dimarai guru bagi sebagian anak bisa jadi trauma.

  • Wiwied Widya

    Oohh ternyata bisa gt y..aq blom ngalamin sih.Ternyata hal yg kliatan sepele buat kita bisa jd trauma buat anak y..
    Siip ilmu baru ni. Makasi mbak ety

  • Nu rul

    kami sedang mengalami hal ini tapi bukan karena mogok sekolah tapi anak enggan sekolah krn baru mulai masuk kelas 1 SD.

    hari pertama sekolah dia pun meronta2 saat disuruh masuk kelas, gurunya pun sempat beberapa kali ditendangnya karena ikut-ikutan membujuk masuk ke dalam kelas.

    setelah dibujuk akhirnya mau masuk kelas tp minta ditunggui, awalnya minta di tunggui di dalam kelas, selang tiga hari, agak lumayan sudah mau ditunggui di luar kelas tapi di depan pintu dan harus terlihat oleh nya, sekejap saja hilang dari pandangan, dia pun langsung mengejar keluar kelas sambil mewek.

    hingga minggu kedua dia pun tetap tidak mau ditinggal, stress juga rasanya. memang harus extra sabar menghadapi, mana sudah ‘habis’ banyak untuk membujuknya agar mau sekolah, mulai dari beliin mainan, ajak makan diluar, jalan-jalan, izikan dia jajan es kalo disekolah dll.

    membaca kisah mbak Ety dan beberapa komentar rekan2 lain, kami pun merasa tidak sendiri, ternyata banyak juga yang mengalami hal yang sama (harus menunggu anak di kelas) bahkan ketika sang anak sudah menjalani masa sekolah dan menginjak kelas 2 SD seperti anak Mbak Ety.

    Semoga anak kami bisa segera mandiri dan mau sekolah tanpa ditunggui, semoga semua orang tua yang menghadapi masalah yang sama tetap di beri kesabaran dan ketenangan dalam mengatasi anak yang enggan/mogok sekolah tanpa harus ‘naik tensi’ 🙂

    Thanks for sharing …

    #maaf jadi curhat 🙂

    • Ety Abdoel

      Betul Mba, kita nggak sendirian. Ketika anak saya mogok sekolah, ada juga seorang ibu yang setiap hari harus menunggui anaknya sekolah sejak dari kelas satu, saat itu dia sudah kelas tiga. Membayangkan saya adadi posisi ibu itu, alangkah lebih berat ujiannya. Padahal anak ibu tersebut laki-laki. Biasanya anak laki-laki lebih berani tapi, ini tidak demikian.
      Semoga ibu tadi dan mba serta orangtua yang mengalami masalah yang sama, bisa memiliki kesabaran yang berlipat-lipat dan segera teratasi. Semoga, mogok sekolahnya segera berakhir, anak-anak bisa belajar lagi, tumbuh jadi anak yang mandiri, kuat, pandai dan baik.
      Sama-sama Mba.Senang kalau tulisan ini bermanfaat.

  • Farida

    Salam kenal mba, terima kasih sharingnya 🙂
    Anak kedua dan ketiga saya sudah sejak awal ajaran baru ini masih drama aja tiap mau masuk kelas. Sudah berusaha sabar dan komunikasi dng anak dan guru, tp ada kekhawatiran juga sampai ke mana-mana. Hmm.. Jadi mesti diikhlasin dulu ya..
    Terima kasih sekali lagi buat pengingatnya

    • Ety Abdoel

      Salam kenal Mba Farida.
      Coba rileks mba.Memang nggak mudah,saya pernah di posisi itu. Percayalah Mba, jika kita telaten berupaya, pasti masa mogok sekolah akan ada akhirnya.
      Semoga segera teratasi.

  • Mia

    Salam kenal bunda.

    Saat ini saya juga sedang mengalami masalah yang hampir sama dengan bunda.

    Anak saya baru masuk SD, usianya baru genap 6thn bulan September nanti. Sudah 4 hari ini anak saya minta ditemenin di sekolah. Padahal sebelumnya dia malah usir2 saya supaya pulang, gak mau ditungguin.

    Hari pertama (Jumat, 28 Juli) gak mau sekolah, saya coba tanya alasannya. Jawabannya karena Guru Olahraga nya terlalu banyak kasi PR dan tidak mengijinkannya keluar ketika dia kebelet pipis. Hari itu saya coba rayu, akhirnya dia mau sekolah. Hari itu saya harus absen mengajar. (Kebetulan saya guru di salah satu SMP swasta). Ketika sampai sekolah, saya minta dia menunjukkan yg mana guru olahraga nya, dia malah bilang kalo guru tsb baik.
    Namun saya tetep coba bicarakan dgn sang guru, dan masalah tsb selesai.

    Hari kedua (29 Juli) gak mau sekolah, alasannya karena gak ada teman yang mau menemaninya.
    Hari itu saya juga rayu dia utk sekolah, dan dia mau. Dengan syarat saya harus menungguinya. Saya ikutin. Di sekolah saya coba ceritakan dengan guru kelasnya. Guru kelas udah kasi solusi dan selesai.

    Hari ketiga (31 Juli), mau sekolah tapi dengan syarat saya tungguin.
    Kata gurunya, di kelas udah mau belajar, tapi tiap kali ganti guru (untuk beberapa mapel di sekolah anak saya, diampuni oleh guru yg berbeda), anak saya malah gak mau masuk kelas, dia malah mengikuti kemanapun guru kelasnya ngajar. Jadi kalo guru kelasnya di kelas 3, ya dia ikut masuk di kelas 3.

    Hari ke4 (hari ini, 1 Agustus), kondisi sama dengan hari ketiga. Tapi kali ini saya coba minta dia untuk tetap tinggal di kelasnya, yang ada dia malah nangis. Akhirnya guru mapel mengijinkannya utk tidak ikut pelajaran tsb.

    Hari ke2 s.d ke4, saya harus rela bolak balik dari sekolahan tempat saya mengajar ke sekolahan anak saya.
    Setiap jam istirahat di sekolahan anak saya, saya datang, untuk menunjukkan bahwa saya tetap menunggunya.

    Kira2 sampe berapa lama keadaannya akan begini ya Bun??
    Saya dilema jadinya. Di satu sisi saya gak mau anak saya terus2an begitu, di satu sisi saya gak enak harus sering2 meninggalkan kelas/sekolahan.
    Kira2 saya harus gimana ya Bun?

    • Ety Abdoel

      Salam kenal Bunda Mia.
      Duh, saya bisa merasakan kerepotannya karena Bunda harus mengajar. Kalau berdasarkan pengalaman saya, anak kalau tidak nyaman ya begitu. Ada saja alasan yang dibuat untuk menghindari sekolah.
      Saya tidak bisa memastikan berapa lama, anak Bunda seperti itu. Tiap anak kondisi dan penyebabnya berbeda. Kira-kira, Guru kelasnya bisa diajak kerjasama nggak? Misalnya anak ditinggal saja walaupun menangis. Anak saya yang kedua, hari terakhir ditungguin itu saya langsung tinggal Bun. Alhamdulilah Kepala Sekolahnya kooperatif juga. Bahkan beliau yang menyarankan untuk ditinggal saja.
      Kalau menangis itu sudah urusan gurunya, begitu kata beliau Bund. Besoknya, anak saya nggak mogok lagi.
      Coba ajak bicara anaknya Bund, dibujuk pelan-pelan untuk sekolah tanpa ditungguin. Kalau perlu janjikan reward jika dia mau sekolah.
      Jangan lupa terus berdoa ya, Bunda. Agar hati Bunda tenang dan pikiran jernih. Semoga upaya Bunda dimudahkan.
      Tetap semangat ya Bun.

  • desi

    asalamualaikum, salam kenal mb, saya desi, saya punya adik baru masuk stm ini, sudah 2 minggu masuk sekolah, tapi ini udah 4 hari gakmau sekolah. awalnya bilang karena gaksuka sekolah disitu karena beberapa hal, yang kedua fia juga sempat minta sesuatu yang cukup mahal dan belum pantas untuk diberikan sekarang. saya sudah 3 hari mrngajak bicara, tapi tidak ditanggapi, bahkan tidah mau mrndengar. gimana ya, mungkin mba ada saran? terimakasih. wasalamualaikum.

    • Ety Abdoel

      Waalaikumsalam Mba.
      Maaf baru sempat balas. semoga sudah terselesaikan ya, masalahnya.
      Jika belum, ajak bicara terus. Tiap anak biasanya pendekatannya berbeda. Coba kenali, biasanya anak mba paling bisa diajak ngobrol pada saat seperti apa?.
      Usahakan bicara saat itu, Mba.
      Semoga berkenan.

  • Uki

    Haii bun..saya lg binggung Nihh..anak saya umur 4th..dia sudah sekolh tp stlh libur panjang lebaran kemarin dia sdh mulai malas belajar dn mulai mogok sekolah..gmn ya tipsnya??trims

  • Mama Evand

    Maaf mungkin ada yg bisa bantu saya…anak pertama saya kelas 5 SD tiba2 mogok sekolah setiap mo berangkat sklh pasti ada aja alasan sy udah ngmng dr hati kehati tapi dia sll jawab jenuh disekolah yg temannya pd jahil lah gurunya nggak enaklah emang dikelas ada 48 anak,dr awal masuk ajaran baru bisa diitung brp kali dia masuk sklh,nggak tau efek ketakutan atau apa setiap mau berangkat sekolah sering bngt sakit perut,dan muntah2…pernah mau berangkat asal sy tungguin permintaannya pun saya turutin sambil gendong2 adiknya yg baru usia 4,5bln saya nungguin disekolah smp jam pulang sklh jenuh capek iya tapi demi anak mau gimana lagi dan ternyata itu semua nggak ada hasil juga besokkannya suruh sekolah mandipun nggak mau.gemmees marah emosi campur aduk didlm hati tapi sy berusaha sabar,sy ikutin maunya dia apa tapi smkin hari smkin parah pagi berangkat sekolah bareng ayahnya lah kok tau2 udah balik lagi smp rumah.Astaghfirullahhal’Adzim oh ya anak saya dominan otak kanan kreatif digambar dan seneng merakit mainan yg bisa nyala pake batere.maaf cerita saya kepanjangan n nggak jelas sy bnr2 bingung ngadepin anak saya ada yg bisa kasih solusi buat saya.terimakasih.

  • bunda wian

    Tolong bantu solusi nya mbak. Anak sy SD kls 1 tiap hari d sekolah nangiiiis aj pngen nya d tungguin tp saat sy tungguin bukan nya brenti nangis nya malah makin menjadi2. Kdg mogok sekolah dr rmh ud nangis. D sekolah nya suka d marahi guru nya klo nangis. Sy hrs gmn y ngatasi anak spt ini ?

    • Ety Abdoel

      Ibu, saran saya sebaiknya meminta bantuan psikolog, kalau ibu sudah kewalahan. Di samping itu coba bicarakan dengan Kepala Sekolah tentang kondisi yang dialami anak ibu. Seharusnya gurunya tidak boleh marah ketika ada yang menangis.

  • nta

    hallo bunda salam kenal..
    Perkenalkan saya seorang kaka perempuan, punya 2 adik laki2. kami sudah yatim piatu. beberapa hari ini adik saya yg ke 2 (kelas 1 sd) mogok masuk sekoah, maunya saya tungguin padahal posisi saya bekerja. (padahal ada saudara yg mau anter gantinya sebagai posisi saya) sudah saya bujuk dengan segala macam cara, tapi blum berhasil. Untuk saya berhenti bekerja rasanya ga mungkin karena saya tulang punggung keluarga, untuk membiarkan adik saya pun takutnya malah berlarut-larut. tolong bantuannya bunda..

      • Ety Abdoel

        Mba Tie, dulu saat anak saya mogok juga sempat kepikiran untuk pindah sekolah. Tapi kemudian saya berpikir, apa iya ada jaminan di sekolah yang baru teman-temannya bakal bersikap baik semua.
        Jawabannya belum tentu. Untuk itulah saya memilih solusi lain.
        Saya menyelesaikan masalah dalam diri anak saya. Membuat dia merasa nyaman di lingkungan sekolah apapun keadaannya. Saya coba menguatkannya, karena saya yakin kalau dia kuat, dia akan mampu menghadapi sesuatu yang nggak mengenakkan, seperti dinakali teman, dijauhi dll.
        Sekarang saya serahkan sama mba, mau dipindahkan atau tidak karena mba yang paling paham kondisi anak mba.
        Jika sekiranya kesulitan, barangkali bantuan seorang psikolog bisa dipilih.
        Semoga bisa lekas selesai masalahnya. Mohon maaf jika tidak berkenan dengan jawaban saya.

  • HM Zwan

    Jadi inget waktu masih ngajar dan jadi guru bk,tiap hari ada aja yang tiba2 bolos,mogok sekolah bahkan kabur. Padahal diantar ortunya sampai gerbang sekolah..
    kalo udah begini biasanya aku cari tau banyak hal,mulai dr muridnya sendiri,ortu sampai teman sekelasnya.
    tfs Mbk…

  • kania

    mkasih tipsnya mak ETy, deg2an nih saya ada rencana pindah si sulung udah bilang aja gamau pindah nti takutnya anak2 mogok sekolah tapi tetap komunikasikan sih

  • Hera Puspa

    Anak saya duduk di kelas 2 SD sudah malas sekolah, karena bosan, capek, pelajarannya susah2 katanya. Tadinya saya pikir mungkin iya benar karena jenuh sebab klo lihat kurikulum sekolah nya yang menurut saya agak membebani, masuk sekolah pukul 8 pulang pkl 1 dilanjutkan les disekolah yg sama pukul 3 sore hingga pukul 5, setelah saya tanya lebih detail lagi penyebabnya bukan hanya itu selain bosan dia juga malas sekolah karena diejek oleh teman2nya, bahkan dia minta pindah sekolah. bingung juga saya jadinya

    • Ety Abdoel

      Ibu, sudahkah berkomunikasi dengan guru kelasnya tentang kondisi anak ibu?
      Kalau belum, coba bicarakan hal tersebut dan minta bantuan untuk dicarikan solusinya.
      Kalau toh harus pindah sekolah, dipikirkan dulu bu karena di tempat baru harus penyesuain lagi.
      Saya sarankan ibu ke psikolog jika masih mentok dan anak tidak mau sekolah.
      Semoga segera dapat solusi ya bu.

  • mbu Zal

    Aslmkm, mba Ety
    ini permasalahan yang sedang saya alami sekarang, anak saya usia 8thn, kelas 3 SD. berawal dari anak saya yg dituduh mencuri penghapus temannya, karena di temukan penghapus tersebut di mejanya, sempat di buli dan tidak ada yang boleh dekat dengan anak saya. anak saya mogok 3 hari tidak mau sekolah, saya komunikasikan ini dengan pihak sekolah dan selesai melalui proses tambayun antar temannya dan bermaaf2an.
    imbasnya cukup mengejutkan dan menguji kesabaran banget
    sekarang klo mau berangkat sekolah semangat bahkan menyiapkan segala keperluan sekolah sejak malam hari, tetapi ketika sudah d depan kelas dia berubah murung dan tidak mau ditinggal, sampai setiap hari harus tarik menarik dengan gurunya dan saya harus tega meninggalkan anak saya, krn ada tugas lain yg harus diselaikan (saya ibu bekerja). saya coba usulkan untuk pindah kelas tetapi di sekolah tersebut tidak memperkenankan untuk hal tersebut
    padahal dari awal mengenal sekolah PAUD, TK, kelas 1sampai kelas 2, saya mengenal anak saya adalah anak yang mandiri, percaya diri, dan ceria.
    sedih melihat ini,

    • Ety Abdoel

      Waalaikumsalam Mbu Zal,
      Sebelumnya terimakasih sudah berkunjung ke tulisan ini.
      Mengenai apa yang dihadapi anak mbu, saya bisa merasakan kalau anak mbu trauma.
      Kalau memang tidak memungkinkan pindah kelas berarti harus dikuatkan lagi mental dan rasa percaya dirinya. Dengan memberi tahu bahwa mbu percaya, anak mbu nggak mencuri. Guru pun percaya bahwa anak mbu nggak mencuri. Yang terjadi adalah salah paham. Yakinkan bahwa teman-teman dan gurunya di kelas percaya yang mencuri bukan dia.
      Beri motivasi untuk mau kembali ke sekolah dengan ceria. Caranya seperti apa? Mbu yang paham cara yang pas buat anak mbu karena tiap anak beda.
      Moga ini bisa membantu. Sabar ya mbu.
      Semoga lekas ceria lagi anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.