Health

Agar Kulit Tetap Lembab dan Elastis Saat Puasa

kulit tetap lembab dan elastis

Agar Kulit Tetap Lembab dan Elastis Saat Puasa. Saat puasa dua tahun lalu, saya mengalami hal yang tak mengenakkan. Bibir saya kering dan pecah-pecah, kulit wajah kusut dan bertambah keriput, kulit kaki pun menjadi bersisik bahkan tumit kaki ikut pecah-pecah. Nggak enak banget kondisinya. Saya jadi berpikir, apa yang salah dari kebiasaan yang dilakukan saat puasa hingga kulit jadi tidak sehat seperti itu.

Jangan-jangan apa yang saya alami itu akibat dari kurangnya konsumsi cairan pada waktu berbuka hingga sahur. Iya, sih, mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak di waktu malam itu bukan hal mudah. Meskipun seharian tadi merasa kehausan. Saya merasa, minum segelas air putih dan makan sepiring nasi plus lauk pauk saat berbuka, cukup membuat rasa lapar dan haus hilang.

Pulang tarawih, paling minum segelas air putih lagi. Suka malas minum air putih banyak-banyak sebelum tidur karena pasti akan terbangun untuk buang air kecil ditengah malam. Ini menganggu waktu tidur malam, karena saya tidak mudah untuk bisa tidur kembali jika sudah bangun.

Waktu istirahat yang berkurang akan membuat tubuh saya jadi tidak fit di pagi harinya. Alasan inilah yang membuat saya tak memperhatikan kecukupan asupan cairan saat puasa. Padahal, tubuh yang kekurangan cairan itu berakibat tidak baik bagi kesehatan termasuk kesehatan kulit, seperti yang saya alami.

Lalu, bagaimana sebaiknya, mengatur asupan konsumsi cairan selama berpuasa agar kulit tetap sehat?.

kulit tetap lembab dan elastis

Mengapa Kulit Butuh Cairan?

Kulit membutuhkan cairan untuk menjaga kelembaban dan elastisitasnya. Cairan yang diserap kulit akan membantu menetralisir kadar minyak dalam kulit sehingga seimbang jumlahnya. Jika kulit mengalami kelebihan minyak, cairan membantu mengecilkan pori-pori

Kondisi kulit lembab dan elastis menujukkan jika kulit dalam kondisi fit. Biasanya kulit akan nampak lembut, terlihat segar dan cerah. Selain jika ditekan kulit akan kembali seperti semula, kalau bahasa saya menul-menul gitu (haiyaaah, ini ngomongin kulit, bukan kue yang menul-menul itu).

Ternyata ada kebutuhan dasar kulit akan cairan untuk bisa tetap fit. Lalu seberapa besar sebenarnya kebutuhan kulit akan cairan?

Begini….

Selama ini kita kerap mendengar bahwa tubuh memerlukan asupan cairan sebanyak 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari . Ternyata, angka-angka tersebut baru berdasarkan asumsi kebutuhan tubuh orang dewasa akan cairan dalam sehari.

Faktanya, kebutuhan cairan tiap orang bisa jadi berbeda. Ini bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, penyakit, suhu tubuh dan aktifitas yang dilakukan. Orang yang kerap beraktifitas fisik dan mengeluarkan banyak cairan seperti olahragawan tentu memiliki kebutuhan cairan yang lebih banyak ketimbang kita yang tak pernah berolahraga.

Untuk lebih tepatnya memang harus dihitung berdasarkan kondisi masing-masing. Biasanya ada dua cara yang dipakai untuk menghitung kebutuhan cairan. Cara pertama dengan menghitung kebutuhan energi. Sedangkan cara kedua dilakukan dengan menghitung berdasarkan berat badan.

Namun, secara sederhana, kita bisa kok mengetahui asumsi kebutuhan tubuh kita akan cairan. Bisa dicek melalui warna urin. Semakin pekat warna urinnya, tanda bahwa tubuh telah banyak kehilangan cairan. Oleh karena itu harus segera diganti dengan mengonsumsi cairan segera agar urin kembali berwarna kuning terang. Warna inilah yang menunjukkan jika tubuh kita cukup cairan.

Cairan = Air Putih?

Anjuran minum air putih 8 gelas sehari untuk mencukupi kebutuhan cairan sudah sering kita dengar, ya. Yang dimaksud cairan ini sebenarnya tidak harus air putih. Sumber cairan bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran. Jadi jika ternyata tak sanggup minum air putih 8 gelas sehari tak apa jika konsumsi buahan-buahan dan sayurannya mencukupi.

Kembali lagi kepada jumlah kebutuhan tubuh masing-masing akan cairan. Sesuaikan saja, jika teman-teman itu beraktifitas di luar ruangan, banyak berkeringat, bisa jadi membutuhkan lebih dari dua liter sehari. Yang jelas kebutuhan cairan bisa didapat dari air putih, buah-buahan dan sayur-sayuran.

kulit tetap lembab dan elastis

Baca juga 5 Alasan Mengapa Sebaiknya Perempuan Mengonsumsi Buah Manggis

Konsumsi Cairan Saat Puasa

Saya juga kesulitan jika harus banyak minum air putih di rentang waktu berbuka dan sahur. Malam hari, suka malas untuk minum air putih karena cuaca cenderung dingin. Lain hal nya jika siang hari, karena cuaca panas pasti akan haus. Otomatis kalau haus akan minum air. Tapi, ini kan puasa, ya.

Menurut sumber yang saya baca, mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup antara waktu berbuka dan sahur itu penting untuk menghindari dehidrasi. Bagaimana caranya agar bisa mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup?.

Yang perlu dilakukan adalah mengatur waktu minum air maupun makan buah-buahan dan sayuran. Misalnya jika berbuka puasa dengan sayur bening, buah semangka maka minum air satu gelas cukup. Cairan sudah didapat pula dari kuah sayur bening dan air dalam buah semangka.

Selanjutnya, minum air putih bisa dilakukan di sela-sela waktu tarawih. Bagaimana kalau sholat tarawihnya di masjid?. Bawa saja air putih dalam botol. Semalam saya melihat ada seorang ibu yang membawa sebotol air saat tarawih. Kebiasaan ini bisa ditiru.

Nah, sebelum tidur bisa tuh minum segelas air putih. Selebihnya bisa dilakukan pada saat makan sahur. Pokoknya diatur saja sesuai kondisi masing-masing. Yang terpenting kebutuhan tubuh akan cairan terpenuhi.

Agar Kulit Tetap Sehat Saat Puasa

Selain mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup. Beberapa hal di bawah ini harus dilakukan agar bisa memiliki kulit dalam kondisi sehat, lembab dan elastis;

  1. Pakai produk perawatan kulit yang sesuai kebutuhan tubuh. Contohnya: pilih yang tak menimbulkan iritasi kulit.
  2. Pakailah pelembab wajah yang sesuai dengan jenis kulit.
  3. Pakailah hand and body lotion sehabis mandi untuk mengikat air yang ada dipermukaan kulit sehingga kulit akan lembab sepanjang hari.
  4. Jangan lupa untuk memakai sunblock, krim malam , dan vitamin seperti serum.

Sepertinya langkah yang sederhana ya?. Betul, kuncinya justru pada ketelatenan untuk melakukannya setiap hari. Jangan seperti saya yang suka males kalau harus memakai ini itu. Ah, emang nggak cocok jadi biuti blogger, saya mah, hehehe.

Teman-teman pernah mengalami kondisi kulit yang nggak fit saat puasa?. Barangkali mau menambahkan tips di atas?. Silahkan!

Selamat menjalankan ibadah puasa!

kulit tetap lembab dan elastis

70 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *