Yang Berbeda Di Lebaran Tahun Ini 

 

Ada yang berbeda dengan Lebaran tahun Ini. Bukan, karena saya dapat angpao banyak, ini mah kebalikannya, saya yang ngasih angpao. Meskipun tak mendapat angpao, tapi ada yang membuat saya ceria. Ada hal lain yang membuat suasana lebaran lebih berwarna karena saya bisa bernostalgia ke masa-masa SMP. Iya, jadi kemarin itu, sempatlah saya bereuni kecil bareng teman-teman saat sekolah di SMPN 1 Banyumas.

Ini memang di luar kebiasaan. Tapi saya senang, akhirnya bisa mengakhiri rekor Lebaran di rumah saja. Jadi, ceritanya tuh begini, jika Lebaran tiba, saya paling malas pergi kemana-mana kecuali berkunjung ke rumah saudara. Waktu liburan yang sempit dan suasana jalan raya yang padat menjadi alasan saya mager dan memilih menghabiskan waktu di rumah bersama orangtua dan adik-adik. Tapi, tahun ini saya mencoba untuk mengakhiri kemageran saya dan berhasil.

Ya, menghadiri reuni kecil teman-teman SMP menjadi agenda lebaran di kampung halaman kali ini. Rencana ini memang sudah jauh-jauh hari ditentukan makanya saya pun memilih mudik ke kampung suami di Surabaya lebih dulu, baru ke Banyumas kampung halaman saya. Demi sebuah reuni kecil yang sudah disiapkan oleh teman-teman panitia.

malam sebelum reuni
malam sebelum reuni

Reuni kecil ini berawal dari sebuah grup alumni di WA. Grup yang diinisiasi oleh teman saya Indra Lestari ini memang dimaksudkan untuk menyambung kembali silahturahim yang putus setelah masing-masing dari kami lulus sekolah. Anggotanya memang tak semua alumni, hanya mereka yang bersedia saja. Silih berganti anggota keluar masuk grup dengan alasan masing-masing. Tapi, sampai hari ini grup WA ini masih eksis.

Reuni kecil yang berlangsung tanggal 9 Juli 2016 itu, seperti rendevous buat kami yang hadir. Mengapa saya katakan demikian?.

Yang pertama, adalah tempat pelaksanaan reuni kecil. Pemilihan tempat reuni di Pendopo Sipanji, bagi saya adalah pilihan yang tepat. Meskipun jika dilihat dari segi fasilitas dan kenyamanan, restoran maupun gedung pertemuan lain lebih baik.  Ini adalah soal, mengenang sejuta cerita indah, yang menjadi tema reuni kecil ini. Maka Pendopo Sipanji adalah tempat yang tepat.

pendopo-sipanji-banyumas
pendopo sipanji
sumber: infobanyumasmu

Pasalnya, Pendopo Sipanji terletak di samping SMPN 1 Banyumas tempat saya dan teman-teman bersekolah dulu. Jaraknya hanya beberapa meter saja. Tak heran, jika tiap istirahat tiba banyak teman-teman yang bergerombol di gerbang Sipanji untuk menghabiskan waktu istirahat. Bahkan ada yang sekadar duduk-duduk di sana.

Beberapa dari kami setiap hari, berangkat dan pulang sekolah melewati Pendopo Sipanji ini. Jika ada kegiatan yang mengharuskan menginap di sekolah seperti Persami, suara gamelan yang terdengar sayup-sayup itu barangkali ada yang pernah menemuinya. Jadi, jika ada saksi bisu perjalanan kami semasa SMP, Pendopo Sipanji adalah salah satunya. Dia tahu sebagian cerita tentang kami.

Yang kedua, adalah soal makanan yang disajikan saat acara reuni kecil itu. Semua adalah makanan khas. Bahkan sebagian adalah makanan yang hanya bisa ditemui di Banyumas. Ini seperti mengenang masa-masa dimana saya masih tinggal dengan orangtua dan akrab dengan makanan-makanan itu.

Ada mendoan, makanan sederhana khas Banyumas yang nikmat disantap saat panas-panas dengan cabai rawit. Makan mendoan bagi saya bukan sekadar memakan tempe berselimut tepung tapi mengenang pula masa kecil yang kerap makan nasi hangat berlauk mendoan. Sederhana tapi nikmat.

mendoan itu nikmat, bos!
mendoan itu nikmat, bos!

Dage, menjadi salah satu menu yang dihidangkan saat reuni. Bagi orang di luar Banyumas mungkin heran dengan jenis makanan ini. Tapi bagi kami, makanan ini nikmat. Dage itu sejenis gorengan yang terbuat dari ampas kelapa hasil samping dari pembuatan minyak kelapa. Setelah difermentasikan bentuk dage mentah berwarna hitam keabu-abuan dan berbentuk kotak.

Cara mengolahnya sama seperti membuat tempe mendoan, tinggal celupkan irisan dage ke dalam tepung yang sudah dibumbui dan digoreng. Rasanya gurih dan nikmat dimakan dengan cabe rawit.

niwo-dan-dage
ini lho yang namanya niwo dan dage itu

Satu makanan sederhana khas Banyumas lainnya adalah Niwo atau Demplo, namanya mungkin sedikit aneh, tapi bagi saya, rasa nikmatnya ngangenin. Niwo terbuat dari ampas tahu, yang diberi bumbu cabe rawit, kencur, bawang putih, gula merah dan garam. Digoreng dengan tepung berbumbu hingga kering dan dimakan hangat-hangat.

Dan makanan yang sudah cukup populer adalah Soto Banyumas. Soto khas daerah Banyumas ini berbeda dengan Soto lainnya karena disajikan dengan sambal kacang dan ketupat. Soto ini bisa menggunakan daging ayam maupun babat jika suka. Nikmat disantap saat hangat.

soto-banyumas
antri makan soto
soto-banyumas
nikmatnya makan soto banyumas
soto-banyumas
menikmati soto sambil ngobrol

Bagi saya yang sudah lama merantau, hidup jauh dari kampung halaman, sajian saat reuni benar-benar membuat saya seperti kembali ke masa sekolah. Saat makanan-makanan tersebut akrab di lidah saya. Makanan-makanan itu juga tersedia di kantin sekolah. Hm, barangkali kantin sekolah pun tahu, siapa saja yang suka makan gorengan tapi lupa bayar (atau bahkan sengaja tak bayar).

Yang ketiga, suasana kemarin sangat cair, penuh keakraban. Setiap kali bertemu teman, akan terurai cerita kala itu. Beberapa dari kami mungkin berubah secara fisik, perut jadi tambun, sebagian wajah berubah drastis membuat kening berkerut sebentar untuk mengingat-ingat siapakah gerangan dirinya.

Tapi, overall, semua menikmati acaranya, menikmati hidangannya dan menikmati suasananya, termasuk saya. Saling bertukar kabar, mengenalkan pasangan atau keluarga yang dibawa. Sering pula candaan terlontar dari mulut kami.

Layaknya sebuah pertemuan yang berujung pada perpisahan, reuni kecil pun berakhir siang itu. Dengan sebuah tekad kami akan berkumpul 3 tahun lagi dengan menghadirkan lebih banyak teman. Bukan untuk tujuan hura-hura, bahwa silaturahim ini diharapkan bisa tetap terjalin. Bagi saya sendiri, silahturahim, sekecil dan sesederhana apapun itu memberi efek positif. Setidaknya, saya menyambung kembali tali pertemanan yang putus. Tak ada yang salah bukan?.

Perubahan paling menonjol dari mantan siswa perempuan adalah sebagian dari kami telah berhijab. Ngomong-ngomong soal hijab, sebentar lagi, tepatnya di bulan Agustus akan ada peringatan Hari Hijaber Nasional. Nah, Diaryhijaber menyelenggarakan even menarik, dalam rangka memperingati hari tersebut, yang  akan dilaksanakan pada:

Tanggal     : 7-8 Agustus 2016

Tempat   : Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. 

Nah, bagi teman-teman yang memiliki waktu luang, silahkan hadir, ya.

Lebaran saya kali ini memang berbeda, lebih ceria, lebih asyik karena bertemu dengan teman-teman masa sekolah. Terimakasih ya, buat teman-teman panitia yang telah bersusah payah menyelenggarakan acara reuni kecil ini.

whatsapp-image-20160721.jpeg

36 Replies to “Yang Berbeda Di Lebaran Tahun Ini ”

  1. lebaran tahun ini memang beda, klo di daerahku sih petasan yang lebih rame daripada tahun sebelumnya

    1. Waduuh, ini seperti di kampung suamiku. Rame banget petasannya. Besar-besar pula.

  2. soto banyumas beda ya ternyata dengan soto lamongan atau madura

    1. Beda mba…sambel kacangnya yang membuat citarasanya beda.

  3. Seneng ya bisa kumpul2 sama temen lama

    1. Alhamdulillah mba Ika…seneng banget

  4. Hehehe jadi ajang reunian ya mbak, seruuuuu 🙂

    1. Iya mba Titis…seru banget.

  5. Kalo ku reuniannya sama temn SMA Mak…. lebaran selalu muter kalo aku mah. Ggpernah di rumah….heheh

    1. Wah, kalau lebaran main ke rumah mba Witri bakal gak ketemu nih

  6. makanannya itu lho…menggiurkan sekali mba

    1. Hehehe, iya mba. Makanan sederhana tapi nikmat.

  7. Asyik kisahnya juga informatif. Makanannya juga unik. Keren Mbak Ety.

    1. Makasih Mba Rien.

  8. ternyata masih banyak makanan indonesia yang baru dan belum saya tau. Kaya makanan yang disajikan di reunian mba ety ini, saya pikir tadi itu getuk goreng ~

    1. Hihihi, iya mba…itu belum keluar semua makanan tempo dulunya Mba Ipeh.

  9. Senangnya masih bisa silatrahim ma tmn2 dari masa lalu 😀

    1. Alhamdulillah Mba April

  10. Ternyata lebaran kita sama mbak, reuni dengan teman SMP. Rencananya bakal aku tulis juga di blog 🙂

    1. Wah, pasti seru juga ya mba..ditunggu deh cerita reuninya.

  11. Wah ada dage, aku suka banget tuh dulu tapi udah lama banget nggak makan dage. Seru banget ih reuniannya banyak makanan tradisionalnya.

    1. Ada mba Ratna.. Weh, mba kenal dage juga ya.
      Sengaja mba, biar yang merantau seperti saya ini terobati kangennya akan makanan-makanan itu.

  12. Lebaran memang momen pas buat reunian ya mba ety. Apalagi klo temannya jauh2.. aniwey jadi penasaran sama dagenya.. itu rasanya manis apa gurih mba.. hmmm kayaknya enak bgt ya..

    1. Dage rasanya gurih mba.
      Ayo main ke Banyumas biar bisa merasakan dage

  13. halo mba..
    waah seru ya ketemu teman2 lama, apalagi tempat, suasana dan makanan pun mendukung banget yaa..
    aku penasaran sama dage itu.
    belum pernah nemu di bandung kayaknya..

    makasih sudah share ya mba 🙂

    1. Wah, harus berwisata ke Banyumas Mba.
      Rasanya gurih deh.

  14. Kok sama sih Mba, aku juga lebaran kali ini bagi2 angpao banyaaaakk. Lha wong ngepasin ada saudara nikahan. Jadinya tumplek blek deh semua keponakan, hihi. Tapi yaitu, terbayar dengan temu kangen sama saudara2. Jarang-jarang soalnya bisa kumpul kayak kemarin.

    1. Hehehe, betuuul Nyak. Pokoknya, nggak ada ruginya deh. Yang penting senang bisa ketemu dengan saudara-saudara semua.

  15. Makanannya enak2. Pasti seneng ya ketemu teman2 lama.

    1. Betul Mak,enak-enak. Hehehe, seneng banget,ngobrolin jaman-jaman sekolah dulu.

  16. Wiw~ seruuuuu bangeeet reuninya ?? makanannya memorable banget ya hihi. Jadi kepingin ikut coba makanan khas Banyumas nya.

    1. Iya Mak Tunjung, ayolah main ke Banyumas,nanti dikenalin makanan-makanan yang gak ada di tempat lain.

  17. Samaan mak.. Tiap lebaran selalu jadi ajang reuni dan silaturahmi. Tapi sayangnya, jadi ajang pamer dan unjuk kesuksesan juga. Tolok ukurnya kalo udah jadi “orang” dan kerja di perusahaan bonafid, terus dianggap sukses. >.<

    1. Iya ya Mak Noni.
      Tapi alhamdulilah sih reuni kemarin sepenglihatan saya gak ada yg pamer lho.
      Semua berbaur aja, ngobrol, dan gak ada yg mengumbar kesuksesan.

  18. Dari sekian banyak makanan Banyumas, cuma tahu mendoan. Unik2 ya Mbak 🙂

    Oya moga menang lombanya, ya 🙂

    1. Iya Mba Niar, makanan lain nggak pada go public.
      Jadi yang tahu ya, orang yang di Banyumas aja.

Leave a Reply