Health

Cemas Hadapi Operasi Caesar? 4 Tips Ini Bisa Dilakukan Agar Bisa Tenang

Operasi caesar? Ini salah satu hal yang menakutkan buat saya. Iya, saya emang penakut makanya sebisa mungkin menghindari yang namanya operasi. Apa sich yang ditakutkan? Selain takut akan rasa sakit yang timbul, saya juga ngeri membayangkan proses operasinya. Berbeda dengan teman saya yang satu ini, Kanianingsih, ia berhasil mengatasi rasa cemasnya. Blogger perempuan asal Tangerang ini, harus menjalani operasi caesar saat melahirkan kedua anaknya.

Flashback ke cerita saya dulu, ya! Sewaktu melahirkan anak pertama, hampir saja dilakukan tindakan operasi caesar karena sudah 20 jam, kontraksi tak kunjung bertambah sementara air ketuban terus merembes. Padahal upaya induksi pun telah dilakukan. Saat itu saya pasrah tapi dalam hati saya berdoa, jika boleh memilih, saya ingin melahirkan normal saja. Alhamdulilah, Alloh mengabulkan doa saya, karena akhirnya anak pertama saya bisa lahir per vaginum.

Tapi, saya membayangkan jika saat itu harus operasi sementara saya sendiri nggak siap, apa jadinya ya?. Padahal, pasca melahirkan adalah masa-masa genting. Saya dituntut untuk bisa segera pulih dari rasa sakit dan lelah. Ah, kondisi saya bisa amat menyedihkan ketika tak mampu berdamai dengan operasi caesar.

Saya memang menafikan opsi ini, hanya karena alasan takut. Sementara itu, saya nggak memikirkannya sebagai pilihan untuk menyelamatkan saya dan janin saya. Padahal, operasi caesar itu bisa dilakukan ketika ada indikasi medis yang menyatakan keharusannya.

surgery

Operasi Caesar atau seksio sesarea itu dilakukan dengan melakukan pembedahan pada perut (laparotomi) dan rahim (histerotomi). (Wikipedia)

Dengan segera janin, dikeluarkan dari rahim, dan selanjutnya rahim dan perut dijahit agar tertutup kembali. Operasi ini pada umumnya, dilakukan ketika proses persalinan normal tak mungkin dilakukan karena berbahaya bagi nyawa ibu dan janin.

Kapan Operasi Caesar Diperlukan?

Bicara soal kapan diperlukan tindakan operasi caesar, memang sebaiknya dokter yang menentukan. Apakah kondisi ibu tak memungkinkan untuk melahirkan secara normal? Atau janin segera butuh untuk dikeluarkan sementara proses normal ternyata macet?. Indikasi semacam ini memang pada umumnya menjadi alasan dilakukannya tindakan operasi caesar.

Ibu yang menjalani operasi caesar akan dibius epidural. Bius ini akan membuat daerah perut ke bawah akan mati rasa. Sehingga nggak akan merasa sakit ketika dilakukan pembedahan. Bius ini membuat ibu tetap dalam kondisi sadar.

Berdasarkan praktik yang biasa dilakukan, operasi caesar bisa dilakukan secara terencana maupun darurat. Masing-masing memiliki indikator medis.

Operasi Caesar Terencana, biasanya dilakukan pada saat :

  • Panggul ibu sempit
  • Janin terlalu besar
  • Plasenta previa (plasenta menutup jalan lahir)
  • Janin kembar
  • Sebelumnya ibu pernah dioperasi caesar (meskipun ada yang berhasil melahirkan per vaginum setelah sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar)
  • Kepala janin terlampau besar karena janin menderita Hidrochepalus
  • Janin berada dalam kondisi sungsang
  • Ibu menderita penyakit seperti darah tinggi, HIV/AIDS, herpes atau ada kista, miom dll.

kehamilan

Operasi Caesar Sebagai Tindakan Darurat :

  • Persalinan normal sudah terlalu lama atau macet
  • Kondisi Ibu terlalu lelah
  • Induksi dan vakum telah gagal
  • Stres pada janin seperti denyut jantung melemah

Bagaimana dengan pengalaman operasi caesar Mba Kania Ningsih?

Mba Kania ini seorang blogger yang produktif banget. Bagaimana enggak, 4 blog lho, dia kelola sendiri. Salah satunya blog bertema parenting yaitu Petualangan Za dan Ra. Belum lagi aktifitas menulis buku, juga dilakukannya. Alhamdulilah di tengah kesibukannya, ia masih menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman di blog saya ini.

Blogger perempuan yang satu ini bercerita, saat kehamilan pertamanya, Ia tak kunjung mengalami kontraksi. Padahal kondisi ketuban saat itu sudah hijau. Tentu saja akan berbahaya bagi janin jika tak segera dilahirkan. Janin bisa keracunan air ketuban. Tindakan operasi caesar akhirnya diambil demi keselamatan anak pertamanya.

Bagaimana saat melahirkan anak keduanya? Mba Kania sempat merasakan optimisme bisa melahirkan normal kali ini. Ia mengalami kontraksi, hanya saja masalah lain muncul. Ternyata panggulnya sempit sehingga tak memungkinkan untuk melahirkan per vaginum.

kanianingsih

Menjalani operasi caesar tentu harus siap secara fisik maupun mental. Persoalan mental yang biasanya dihadapi adalah rasa cemas, takut dan merasa kurang afdol ketika tidak bisa melahirkan secara normal. Masalah seperti ini biasanya dialami oleh mereka yang memang sedari awal memiliki niat kuat untuk melahirkan secara normal.

Ini beda soal ya, ketika sudah berniat melahirkan dengan operasi caesar. Baik operasi caesar terencana dengan alasan indikasi medis ataupun tidak. Kabarnya, operasi caesar bisa dilakukan demi memilih tanggal tertentu saat melahirkan. Benarkah demikian? Wallahualam.

Mba Kania contohnya, ia memang menginginkan melahirkan secara normal. Tapi, kenyataan justru mengharuskan ia operasi caesar. Awalnya tentu ada kecemasan, kegelisahan tapi toh akhirnya, bisa dijalani dengan baik.

Bagaimana cara Mba Kania mempersiapkan mentalnya menerima kenyataan bahwa akhirnya tidak bisa melahirkan per vaginum?

  1. Terima kenyataan.

Melahirkan dengan operasi caesar memang tak ada dalam rencananya. Namun, demi keselamatan dan kesehatan dirinya serta anak yang dikandungnya, Mba Kania akhirnya berusaha menerima ini dengan lapang dada.

  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang operasi caesar

Mengetahui secara lengkap tentang seluk-beluk operasi caesar termasuk, alasan, prosedur dan treatment pasca operasi itu penting. Termasuk mencari second opinion, ini penting untuk meyakinkan diri bahwa tindakan operasi memang benar dibutuhkan. Selain itu ibu jadi menyadari segala resiko akan tindakan operasi dan upaya mengatasinya. Dengan bekal informasi yang cukup, maka kegelisan dan kegalauan akan hal-hal negatif mengenai operasi caesar bisa dikurangi.

  1. Percayakan sama dokter

Operasi caesar dilakukan oleh seorang dokter yang ahli. Jadi kurangilah pikiran buruk. Percayalah bahwa dokter akan berusaha sebaik-baiknya dalam melakukan operasi tersebut. Jangan lupa pasrahkan semua urusan ini sama Alloh SWT, karena ini tempat bergantung yang tertinggi.wanita-hamil-butuh-support

  1. Minta dukungan orang-orang terdekat

Ibu yang menjalani operasi caesar butuh dukungan moril itu pasti. Ia butuh support agar bisa menerima kenyataan. Peran orang-orang terdekat seperti suami, orangtua maupun keluarga dan teman-teman tentu akan membantu sekali dalam memperoleh ketenangan tersebut. Pasca operasi pun, ibu harus berjuang lebih dulu untuk pulih dan sehat. Saat-saat inilah, Ibu sebaiknya mendapat bantuan dalam merawat bayinya maupun dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Bagi seorang wanita, bisa mengandung dan melahirkan adalah anugerah yang besar. Rasa tak nyaman, lelah, bahkan sakit terbayar lunas ketika janin yang ada dalam kandungan bisa lahir dengan selamat. Secara alamiah, wanita memang telah dipersiapkan untuk bisa melahirkan janinnya secara normal.

Namun, jika faktanya, melahirkan secara normal tak bisa dilakukan dengan alasan keselamatan ibu dan janinnya, tentu harus ada tindakan operasi caesar. Cemas, takut, sulit menerima kenyataan barangkali dialami sebagian wanita yang memiliki niat yang kuat untuk bisa melahirkan secara normal.

It’s okay! Ini manusiawi kok, tapi harus diatasi, ya. Mudah-mudahan tips atasi cemas saat hadapi operasi caesar dari Mba Kanianingsih tadi, bisa membantu teman-teman yang menghadapi persoalan yang sama.

Bagaimana dengan teman-teman? Punya pengalaman dengan operasi caesar? Share yuk, di kolom komentar!

64 Comments

  • Ranny

    Aku udah dua kali cesar 😀 sekali operasi kista heheheh untuk cesar aku pakai bius lokal alias nggak full jadi masih sadar hehehe
    Intinya memang harus siap fisik dan mental, dibawa santai dan percayakan pada dokter. Eh, jangan lupa berdoa ^^

  • Yenj

    Kadang org yg gak tau bagaimana perjuangan ibu yg melahirkan sesar berkata seenaknya ya mak… pd bilang klo lahiran sesar itu bukanlah ibu yg sempurna. Rasanya pengen gampar tuh org yg suka begitu hehehehhe

  • prananingrum

    hai mbak ety abdoel (temennya arif banyumas ya (panjangnya lupa) ?, dia temen kuliahku mbak) aku juga dua kali saesar mbak. mantap aja demi kebaikan anak, soale ga ada kontraksi dulu sampai bulan ke 9.

  • Astutiana

    Mantu Uti jg pernah jalani saesar mba..penyebabnya kalung usus jd sdh kontraksi tp ngga mau turun..Alhamdulillah lancar ngga sapai sayu jam.tp pasca operaso sempat sesak nafas dn dipantau agak lama seblm masuk ruang perawatsn

  • Rotun DF

    Aku juga dua-duanya cesar Mba. Bedanya yang pertama nggak siap blas. Karena baru tau pas mau lahiran. Padahal udah kontraksi dan bukaan 2. Istilah orang udah ngrasain sakit dua kali.
    Kalau yang kedua memang direncanakan. Jadi udah siap lahir batin.
    Dan hasilnya beda jauuuh Mba. Yang pertama pake nangis-nangis, stress, takut, pokoknya parno abis deh. Kalau yang kedua karena udah siap jadi nyantai banget. Selama operasi berlangsung ngobrol sama dokternya. Tau-tau tu bayi udah keluar, hehehe.

    • Ety Abdoel

      Naaaah, kaan, ini yang kumaksud.
      Persiapan itu bisa ngurangi strees, karena setelah melahirkan, tugas ibu langsung jalan.
      Ya menyusui, merawat bayi, mengurus rumah dll.
      Alhamdulilah dua-duanya lancar ya Nyak

    • Ety Abdoel

      Iya Mba titis, waktu melahirkan inget deh sama ibu yang sudah melahirkan kita.
      Rasanya mo nangis kalau inget suka bandel.
      Alhamdulilah Mba.

  • Susindra

    Bagian keempat ini yang tersulit Mbak. Dukungan keluarga. Kalau suami dan anak, pasti iyes. meski sejalan dengan waktu, pasti ada rasa bosan dengan “kemanjaan” ibu pasca hamil. Sengaja saya beri tanda petik krn aslinya memang tak boleh dilakukan. Paling sulit nantinya adalah dukungan keluarga besar.

    Mungkin saya saja sih, hihi. Makanya saya sangat menghindari opsi ini.

    • Ety Abdoel

      Itu juga ketakutan saya Mba Susi.
      Saya ini kan merantau, jauh dari orangtua dan saudara.
      Melahirkan di rumah orangtua bkn opsi karena udah komitmen dengan suami utk tidak lagi merepotkan orangtua.
      Makanya saya berusaha untuk bisa melahirkan secara normal.

  • dani

    Istri saya dulu juga khawatir banget Mbak ketika dokternya menyarankan caesar. Alhamdulillaah pas lahirannya lancar. Karena memang membayangkan di meja operasinya itu sih kalau kata istri

  • Arinta Adiningtyas

    Waktu melahirkan Amay, sebenarnya saya shock juga. Karena memang sudah menunggu 2 hari tapi tidak ada bukaan sama sekali. Tidak ada kontraksi (hanya kenceng2, nendang2 gitu thok Amaynya), padahal sudah 4×6 jam diberi pil induksi dan 1×24 jam induksi via infus. Jadi utk poin pertama dan kedua, agak kurang maksimal. Mencoba menerima kenyataan, tapi tetap menyesal mengapa ini harus terjadi. Saya juga ngga bisa mencari info sebanyak2nya karena disuruh caesar sblm maghrib dan jam 7 dimulai tindakan.
    Tapi poin no 3, percayakan pada dokter, iya saya melakukannya. 🙂

    Dan Alhamdulillah saya bisa VBAC di kelahiran ke dua. 🙂

    • Ety Abdoel

      Wah, dua hari lama juga Mba arinta. saya aja sehari, dokter nyaranin caesar karena ketuban berkurang terus.
      Bukaan juga nggak nambah2 waktu itu. Baru dilimit terakhir mau nambah bukaannya.
      Sebetulnya, nggak perlu merasa bersalah Mba, karena itu dah di luar kuasa kita kan. Yang terpenting dah usaha maksimal.Mau gimana lagi, yang penting amay selamat.

  • lianny hendrawati

    Aku belum pernah merasakan operasi caesar, syukurlah lahiran ketiga anakku bisa normal. Ngeri euuh membayangkan operasi hehehe *emak2 penakut.
    Kalo adikku 2 kali lahiran dengan operasi caesar karena panggulnya sempit.

  • Nining

    Kemudoan aqku kebayang video2 operasi sesar yang beredar di sosmed, huhuhu kenapa bisa beredar luas gitu yah. Kan itu rahasia dapur seharusnya, bikin parno deh.

    Dan ngebaca postingan ini, jadi sbg calon ibu kita kudu prepare mental untuk keduanya ya mba? Sebaik-baiknya kita berencana, tetap Allah yang nentukan.

    Tfs Mba Ety 🙂

    • Ety Abdoel

      Aku nggak berani nonton itu Mba Nining, ngeri ah.
      Betul Mba Nining kalau udah prepare dua kemungkinan itu akan mempermudah menjalaninya.

  • Dewaayuinda

    Waktu saya mau lahiran itu mindsetnya udah normal sugestinya udah normal nah pas hari H trnayta bayi sy gede gabs keluar jdilah SC yg ada dlm pikiran sy wktu itu yg penting anak sy selamat saya bodo amatlah sm sakit hihii thank you sudah berbagi bunda

    • Ety Abdoel

      Pasrah ya Mba Dewa, syukurlah kalau langsung bisa menerima kenyataan. Karena di luar sana ada yg masih menyesal harus operasi caesar.
      Naluri ibu ya mba, yang nggak mikir lagi soal sakit demi anak

  • Rika Wa

    Adik iparku juga sesar mbak..karena matanya minusnya banyaak..jadi nanti setiap punya anak harus cesar..kasohan..katany sekarnag anaknya sudah usia 3thn masih suka sengkring2..

    Semoga itu sebagai salah satu pelebur dosa sebagai seorang Ibu…aamiin

    • Ety Abdoel

      Oh iya, yang matanya minus juga harus operasi caesar Mba.
      Sengkring2 emang salah satu resiko pasca operasi.
      Aamiin YRA,semoga anak-anak yg dilairkan susah payah pada sholeh sholehah

  • Muthmainnah Yuria

    Sereeemm
    Ibu2 baik melahirkan normal ataupun sesar sama saja sakit dan resikonya..
    Hhmm ngilu nih mbayangin..

    So emak2 diganjar pahala jihad utk hamil dan melahirkan krn memang perjuangan yg memang berat.. dan ibu ditinggikan 3 level dari ayah ktika anak berbakti pd orang tuanya

    • Ety Abdoel

      Betul sekali Mba Yuria, sama-sama sakit.
      Aamiin YRA. Semoga emak-emak yang melahirkan diberi kekuatan melewati persalinan dengan baik.

  • Lendyagasshi

    Keberanian macam apa yang dipersiapkan seorang ibu saat harus naik ke meja operasi..?

    Saya suka proses kehamilan.
    Namun paling takut di detik-detik persalinan.

    Semoga Allah memberi kekuatan dan karomah utk semua Ibu, apapun proses yang harus dilalui.
    Aamiin.

    • Ety Abdoel

      Keberanian dengan ketawakalan Mba Alvina.
      Betul, detik-detik persalinan itu mendebarkan karena ini pertaruhan hidup mati.
      Aamiin YRA

  • Alvina

    Wahahh, anak keduaku lahir sc. Padahal sebelumnya sudah diinduksi, tp ternyata denyut jantungnya malah melemah. Trus dokter segera nyuruh sc saja daripada dilanjutkan induksi. Ternyata si adek kelilit tali pusar. Antara cemas, lega dan khawatir waktu itumah. x_x

    • Ety Abdoel

      Soal persalinan kembar harus caesar memang jadi perdebatan. Jaman dulu, nenek saya melahirkan kembar di dukun beranak. Metodanya jelas normal. entah sekarang, kok beberapa harus operasi. Kecuali kalau kembar 5 ya, kebayang kalau mengeluarkan 5 bayi. alangkah letih.

  • Hidayah Sulistyowati

    Huwaaa, kemarin ama teman blogger baru ngomongin cesar ini. Aku punya pengalaman melahirkan si sulung udah kehabisan tenaga, bayi terlilit tali pusat dan masih belum mbrojol juga. Sama dokter udah siap2 mau cesar, tapi aku kekeh nggak mau. Akhirnya divakum anakku, hikss

    • Ety Abdoel

      Melahirkan emang melelahkan Mba Hidayah, padahal kita kan cuma tiduran. tapi nahan sakitnya itu bikin lelah mana ngeluarin bayi kan juga butuh tenaga.
      yang penting sehat Mba.

  • Ratna Dewi

    Aku pernah dimintai tolong ngasih betadin ke bekas sayatan caesar sepupuku langsung ngilu banget. Mau bilang nggak tapi nggak enak. Kebayang sakitnya pascamelahirkan kalau pas melahirkannya harus SC. Emang yang melahirkan caesar nggak boleh dibully karena sebenarnya mereka juga sama-sama merasakan sakit. Dan alasan caesar kan nggak melulu karena si ibu egois.

    • Ety Abdoel

      Ya, orang memang beda-beda ambang sakitnya. Saya lebih memilih rasa sakit melahirkan normal daripada caesar.
      Betul Mba, melahirkan normal atau caesar itu sama-sama sakit kok. Sama-sama berjuang melahirkan.
      Sama-sama bertaruh nyawa juga.

  • Yasinta Astuti

    Ngebayanginnya aja saya sebenernya ga mampu. Alhamdulilah dulu io lahir normal setelah usia 7 bulan di nyatakan kemungkinan harus sc karena bayi tidak berputar. Habis itu saya jadi rajin baca dan melakukan gerakan ringan dengan harapan bisa merubah keadaan dan alhamdulilah bisa lahiran normal.
    Tapi saya selalu salut sama ibu yang melahirkan sc, mereka bisa sangat kuat.
    Setiap ibu itu kuat pastinya.
    Hidup ibu !!

  • Shona - ibubahagia.com

    Lagi hamil anak ke 3.

    2 sebelumnya Alhamdulillah normal.. duh anak ke 3 normal juga aamiin.. masih takut bedah2an.. tp tfs mba, persiapan harus selalu ya

  • D Sukmana Adi

    kalau inget cesar inget istri saya waktu melahirkan anak pertama bu, jam 11.00 malam di PKU SOLO saya menemni istri saya di ruang operasi saat berlangsungya cesar, cepet banget cuma 10 menit ngeluarin bayi..istri saya jg tenang saja , malah sakitnya waktu di pacu bayi gak keluar2 hehe…

    • Ety Abdoel

      Itulah Bedanya melahirkan normal dan caesar Pak.
      Kalau normal, sakitnya sebelum melahirkan. Pas kontraksi itu.
      Kalau operasi karena dibius ya nggak sakit. Tapi habis operasi itu sakitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *