6 hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mereview Buku Fiksi

Soal membaca buku, saya memang tak seintens teman-teman blogger buku. Apalagi kalau ngomongin jenis bacaannya. Wuih, minder deh saya. Habis, bacaan saya mah, tipe bacaan yang kemripik alias renyah. Nggak mau baca yang berat-berat. Biar badan saya saja yang berat, pikiran mah maunya enteng aja, hahaha.

Kali ini saya mau cerita tentang tips mereview buku fiksi dari seorang blogger buku asal Jogyakarta. Nah kali ini, saya ngobrol dengan Asri Rahayu, blogger buku dari Yogyakarta. Pemilik blog peek a book ini memang hobi membaca, terutama buku-buku fiksi. Kegemarannya inilah yang membuat gadis mungil ini memutuskan untuk memiliki sebuah blog buku disamping blog lifestyle.

Kata Asri, hobi membacanya, sekarang nggak hanya berguna buat diri sendiri tapi bisa bermanfaat buat orang yang sedang mencari informasi tentang suatu buku. Weh, bener banget! Kebiasaan saya nih, sebelum membeli buku biasanya akan cari reviewnya dulu, biar ada gambaran mengenai isi buku itu. Nah,Β  di sini blog-blog berniche buku akan saya sasar sebagai referensi.

Peek a book ada sejak tahun 2015, baru menginjak usia setahun berarti. Tapi, sudah seratusan buku, reviewnya ditulis di situ. Sebagai penggemar fiksi, Asri ini suka dengan karya fiksi bergenre romance, fantasy dan detektif. Harry Potter adalah salah satu favoritnya.

peek-a-book

Apa sih yang membuat Asri memutuskan untuk membuat blog berniche buku? Awalnya tentu karena suka membaca, kemudian berpikir untuk bisa sharing ke orang lain melalui blog. Siapa tahu, ada pembaca yang sedang membutuhkan informasi tentang buku tersebut. Ternyata, setelah berjalan beberapa lama, blog buku yang Asri kelola juga menjadi tempat promosi buku-buku karya teman-temannya. Beberapa teman penulis buku mempercayakan buku karya mereka untuk direview di peek a book.

Memiliki blog buku tentu harus senantiasa membaca buku baru kan? Nah, Asri ini justru gak punya target berapa buku yang harus dibaca kemudian direviewnya. Kata Asri let it flow, aja!Β Nah, menjadi blogger buku kan harus membaca buku, harus modal dong! Iya lah, tentu ada budget untuk membeli buku. Bagi Asri sendiri, karena let it flow, alias nggak ada target maka budgetnya pun mengikuti keinginannya.

Eh, tapi penerbit juga memberikan buku untuk direview, lho, selain para penulis tadi. Wuih, seneng juga ya, kalau sudah dipercaya penerbit untuk mereview buku-buku terbitannya. Jadi jangan heran kalau blog peek a book ini kerap dipercaya sebagai penyelenggara blog tour.

asri-rahayu

Ngomongin review buku, kalau dari sisi pembaca nih, saya suka pengin dikasih bocoran, contohnya bocoran endingnya. Ternyata, ini forbiden buat para reviewer macam Asri. Spoiler itu nggak boleh dilakukan.

Hm, gitu ya, terus saya jadi penasaran nih, pengin ngulik langkah-langkah dalam mereview sebuah buku. Menurut Asri, atau yang lebih suka disapa As atau Princess ini, dalam mereview buku, lakukanlah langkah-langkah ini:

  1. Baca sampai selesai buku yang akan direview.
  2. Ceritakan kembali tanpa spoiler atau membocorkan isi cerita, biar pembaca tetap penasaran dan mau membeli buku tersebut.
  3. Bahaslah buku dari sisi tokohnya, ceritanya, kovernya, alurnya dan perasaan kita saat membaca buku tersebut.
  4. Sampaikan saran dan kritik mengenai buku itu jika ada.
  5. Gunakanlah bahasa yang sopan. Sebisa mungkin hindari menyinggung SARA.
  6. Jika sekiranya kenal dengan penulisnya dan kritik yang disampaikan diperkirakan bisa memicu perdebatan di forum review, maka lebih baik sampaikan kritik tersebut secara langsung kepada penulisnya secara privat.

Oh ya, di review yang Asri buat selalu menyertakan blurb atau sinopsis. Saat saya tanya apakah ini wajib? Kata Asri sih perlu supaya pembaca memiliki gambaran awal sebelum membaca review.

Oke, deh makasih untuk sharingnya ya Asri Rahayu. Jika teman-teman ada yang belum puas dengan tulisan ini, bisa tanya langsung sama pemilik blog peek a book ini, ya.

28 Replies to “6 hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mereview Buku Fiksi”

  1. Yang paling sulit itu menyampaikan kritik tapi tidak berasa itu kritik. Jadi, saya masih belum bisa menulis ulasan yang ada kritik di dalamnya. Paling cuma pengalaman saya baca buku tersebut. Gitu hehe #malahcurhat

    1. Ah,ini mah sama problemnya sama aku.
      Memang gak mudah sih, menyampaikan kritik tanpa merendahkan orang yang dikritik.

  2. Dah lama banget nggak baca bukuu πŸ˜‰

    1. Ayo baca buku lagi Mak Nana.

  3. Infonya bermanfaat sekali, Mbak πŸ™‚ Aku juga lagi belajar membuat review buku. Terimakasih sudah mau berbagi

    1. Sama-sama Mba Novarina.
      Semoga setelah ini rajin mereview buku.

  4. jarang baca buku bu, seringnya baca majalah ehhee..gimana mau direview

    1. Ehm, duh Pak Danang, nanti mahasiswanya ikutan nggak suka baca buku, lho.

  5. Menceritakan kembali tanpa spoiler ini rada-rada susah hihihh 6 poin ini setuju banget, biasanya aku pakai juga kalo review buku. Dan blurb itu penting juga dituliskan.
    Asry mah top deh kalau bikin review..

    1. Tricky ya Mak Ranny, saya masih belum terampil kalau review novel.
      Ish, bener, udah banyak bener buku yg direview

  6. Belum pernah bikin review buku, meski sebenarnya pengen. Makasih sharingnya. Buat catatan kalau pengen bikin review buku.

    1. Sama-sama Mba Nur Rochma.
      Silahkan dicoba biar tahu rasanya mereview buku.

  7. Aku punya tema buku diblog tp sepi reviewnya jari malu, masa cm satu buku.
    Postingan ini cocok banget buat aku coba mulai lagi review buku.

    1. Bukan hal mudah sih Mba Siti. Effortnya dimulai dari membaca sebuah buku. Yang pasti butuh waktu.
      Sip, semoga bisa mereview buku lagi.

  8. Terkadang aku ngerasa gak pede kalo review buku gitu mba..hihi..tapi, in tipsnya membantu banget..kapan2 dicoba ahh

    1. Awalnya saja Mba Gena, nanti lama-lama terbiasa.

  9. Trims tips nya mba… wah, kaya’nya aku harus main2 ke Peek a book niih, jenis buku yg suka dibaca sama..hehe..

    1. Monggo Mba Mechta,siapa tahu nemu buku yang menarik di sana.

  10. say suka spoiler, saya suka spoiler (dan suka ngasih spoiler, hihi)
    soalnya kalau saya tahu endingnya bagus, saya mau punya buku itu. Tapi, kalau cuma dapat ketidakpastian rasanya kebanyakan mikirnya mau beli buku. Tapi, ini sih saya. Ada juga orang yang nggak suka dapat bocoran

    1. Hihihi, sama Mba Lidha, kita kan gak mau menyesal setelah beli buku ternyata nggak menarik ya. Tapi, kata mereka gak boleeh.

  11. Waini.
    Seru nih ilmu review buku. Pengin bisaaaaa …
    Makasih share-nya, mbak Ety.
    Langsung meluncur ke peek a book. ^^

    1. Sama-sama Mba Frida, moga berguna.

  12. Wogh, ga boleh nyeritain isi buku ya? Sedikit aja juga ga boleh ya mba?
    Dugh, aku hobi banget kasih gambaran cerita di buku meski tidak detail. Kirain klo yg begitu malah bikin pembaca jadi penasaran hehehee… Okelah, mari kita terapkan ilmu dari Peek A Book πŸ˜‰

    1. Sedikit boleeh Mba Uniek tapi jangan sampai keseluruhan ending juga dibilangin. Kata Asri, tujuannya review salah satunya kan utk promo buku itu. Jadi, gimana caranya review itu membuat orang tertarik membeli buku tersebut.
      Hihihi, bisa tanya langsung ma Mba Asrinya

  13. Wah makasih ya mbak Sudah mau berbagi Tips Review Bukunya,,,,
    Tapi kayaknya , Salah satu buku yag sudah Di Di Review sama mbaknya bisa di Shere di blognya, biar bisa dinikmatin Khalayak umum… πŸ™‚

    1. Iya..Makasih kunjungannya

  14. Kebnayakan review ini malah spoiler yaaa, kadang bete juga kalo udah tau ending nya

    1. Nah, ini bagian yg tricky sih Om Cumi.
      Suka susah gak spoiler.

Leave a Reply