Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Health,  Motherhood

Cegah Infeksi TORCH Agar Hamil Sehat Dan Bayi Lahir Sehat

Infeksi TORCH, tak bisa diabaikan begitu saja. Infeksi TORCH yang dialami perempuan pada masa kehamilan, bisa mengakibatkan janin dilahirkan dalam kondisi difabel. Sayangnya, tidak semua dari kita menyadari bahayanya. Sebagian dari mereka yang terinfeksi TORCH bahkan baru mengetahui terkena infeksi TORCH setelah janinnya dilahirkan dalam kondisi tak normal.

Menikah dan memiliki keturunan pasti rencana setiap pasangan sah di bumi ini, termasuk saya dan suami. Dulu, karena merasa sudah siap lahir dan batin untuk menikah, kami pun merasa tak perlu menunda untuk memiliki momongan.

Saat itu, saya dan suami belum tahu lho, tentang infeksi TORCH dan bahayanya bagi kehamilan. Tak ada upaya pula untuk mencegahnya. Alhamdulilah, kedua anak saya lahir normal. Fakta ini, tak lantas membuat saya kemudian berhenti mencari tahu tentag infeksi TORCH.

Saya masih dalam usia subur dan ada kemungkinan untuk hamil lagi, kan? Karena itulah saya merasa perlu hadir di acara Talkshow mengenai TORCH, Pregnancy dan Disability, Minggu 4 Desember 2016 lalu, bertempat di RS Hermina Jogyakarta.

Talkshow ini diselenggarakan atas kerjasama Rumah Ramah Rubela dan RS. Hermina ini menghadirkan dua dokter yaitu dr. M. Dzaky Arda Sp.OG dan dr. Guritno Adistyawan, Sp.KFR.

Apa itu TORCH?

TORCH adalah kependekkan dari Toxoplasmosis, Others (Syphilis, Gonnorhea, Virus Hepatitis, HIV, HPV, Human Parvovirus B19), Rubella, Cythomegalovirus, Herpes Simplex.

Jadi TORCH itu beberapa penyakit yang bisa menginfeksi baik laki-laki maupun perempuan. Khusus untuk perempuan, karena memiliki kodrat melahirkan maka pengaruh infeksi TORCH menjadi berbahaya. Resiko bayi lahir difabel (anak berkebutuhan khusus) adalah yang bisa dialami oleh ibu hamil yang mengidap infeksi TORCH.

Saya akan mengupasnya satu-satu, kecuali untuk others karena dalam talkshow tersebut tak dibahas.

Toxoplasmosis

Toxoplasmosis adalah penyakit yang ditimbulkan oleh parasit yang bernama Toxoplasma gondii. Parasit ini tergolong protozoa yang persebarannya bisa ditemukan di seluruh dunia. Kabarnya, ada sekitar 30%-40% penduduk di bumi ini telah terinfeksi toxoplasmosis.

Parasit ini mempunyai dua siklus hidup:

  • Secara sexual atau melalui pembiakan, parasit berada pada tubuh inang seperti kucing maupun harimau. Dalam tubuh hewan tersebut terjadi pembentukan ookista. Lewat kotoran kucing, ookista ini bisa mencemari tanah maupun rerumputan. Ia bisa bertahan selama setahun dan tahan terhadap pembekuan maupun disinfektan.
  • Secara aseksual, dimana parasit bisa mencemari tanah dan menempel pada sayuran maupun bahan makanan lainnya. Jika manusia atau hewan berdarah panas memakan bahan makanan yang tercemar parasit tadi maka bisa terinfeksi toxoplasmosis.
Toxoplasma_gondii_tachy
penampakan parasit toxoplasma gondii sumber : wikipedia

Gejala Toxoplasmosis

Toxoplasma biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Pada beberapa orang kadang timbul gejala flu ringan semacam nyeri otot maupun kelenjar getah bening. Ada juga yang mengalami kejang dan gangguan penglihatan jika mereka memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Yang harus diwaspadai, jika infeksi toxoplasma terjadi saat kehamilan karena bisa mengakibatkan 20%-50% janin terinfeksi toxoplasma. Kondisi tersebut dikenal dengan toxoplasmosis congenital.

Komplikasi Toxoplasmosis

Bisa menyerang organ otak berakibat mikrosefali, hidrosefali, kejang, retardasi psikomotor, kalsifikasi intracranial. 

Pada organ lain mengakibatkan ikterus, hepatosplenomegali, trombositopenia, anemia, mikrotalmia, korioretinitis.

Infeksi toxoplasmosis akan menimbulkan kerusakan organ lebih parah ketika menyerang pada trimester pertama karena saat itu pembentukkan organ sedang berlangsung.

Sayangnya, belum ada vaksin untuk toxoplasmosis. Yang bisa dilakukan adalah upaya pencegahan (preventif) dan mengobati ketika didapati infeksi toxoplasmosis.

Wah, harus berhati-hati nih saya, soalnya sudah setahunan ini memelihara kucing. Duh, mana anak-anak suka nguyel-nguyel si mpus lagi. Untung saja akhirnya saya putuskan untuk menghadiri takshow, jadi dapat ilmu lagi. Pulang ke rumah langsung deh, tambah cerewet soal kucing.

Pencegahan Toxoplasmosis

  1. Jika suka berkebun, hendaknya memakai sarung tangan.
  2. Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing, pakai sarung tangan jika ingin membersihkannya.
  3. Mencuci bahan makanan hingga bersih dengan air mengalir
  4. Memasak makanan hingga matang
  5. Hindari memakan makanan mentah atau jika menghendaki maka cucilah hingga benar-benar bersih.
  6. Skrining pada perempuan sebelum hamil.

bisa tercemar parasit toxoplasmosis gondii

Skrining Toxoplasmosis

Pada wanita yang belum hamil:

  • Jika hasil skrining menunjukkan terinfeksi toxoplasmosis akut maka diberikan terapi dan diminta untuk menunda kehamilan hingga 6 bulan sebelum menjalankan program kehamilan.

Pada wanita hamil:

  • Skrining dilakukan pada wanita hamil beresiko tinggi atau ketika USG menunjukkan kelainan congenital. Jika terbukti terinfeksi akut maka dilakukan terapi spiramicin untuk fetal profilaksis
  • Selain itu diperlukan juga pemeriksaan amniosintesis di usia kehamilan 18 minggu atau paling cepat 4 minggu sejak hasil serologi terbukti positif. Terapi yang diberikan adalah pyrimethamine dan sulfadoxine.

Rubella

Rubella atau yang dikenal dengan istilah campak Jerman merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Virus rubella ini menyebar melalui droplet pernafasan ataupun kontak langsung dengan sekret hidung maupun tenggorokan dari orang lain yang terinfeksi. Virus rubella memiliki masa inkubasi 12-33 hari. Biasanya akan muncul ruam pada hari ke 14.

janin bisa tertular virus rubela
janin bisa terkena virus rubella

Gejala Rubella

  • Timbul ruam (rush) setelah 14-17 hari masa inkubasi.
  • Ruam muncul di wajah, kepala hingga kaki
  • Ruam berlangsung selama 3 hari
  • Gejalanya didahului dengan mata kemerahan, malaise, limpadenopati, dan gangguan saluran pernafasan atas.
  • Arthargiral dan arthritis kerap menyerang penederita dewasa sebanyak 70%
  • Sekitar 50% kasus rubella bersifat subklinis atau asimtomatik.

Rubella Pada Kehamilan

  • Infeksi rubella pada trimester pertama berakibat resiko cacat janin sampai 90% atau congenital sindrom rubella meliputi gangguan pendengaran, retardasi mental, malformasi jantung, defek okuler (katarak, glukoma, dll)
  • Jika terjadi infeksi rubella pada trimester dua atau di atas 16 minggu maka resikonya menurun hingga 20%.
  • Infeksi yang terjadi di 16-20 minggu resikonya lebih kecil, minimal terjadi gangguan pendengaran saja.
  • Bisa terjadi abortus spontan, gangguan pertumbuhan janin (IUGR), peradangan otak, hati, paru-paru serta sumsum tulang.

Penanganan Rubella

  • Rubella sebenarnya tergolong self limiting deseases, jadi yang perlu dilakukan adalah tindakan suportif saja.
  • Jika sedang hamil dan terinfeksi Rubella, dilakukan uji serologis untuk menguji status kekebalan tubuh dan resiko terkena sindrom rubella congenital.
  • Vaksinasi rubella tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, namun bisa setelah melahirkan.
  • Bagi wanita yang ingin hamil bisa melakukan test serologi untuk mengetahui kekebalannya. Bisa diberi vaksinasi jika diperlukan.
  • Jika ingin melakukan vaksinasi maka bisa dilakukan sebelum hamil jika belum punya kekebalan terhadap rubella. Sebanyak 2 kali dengan selisih waktu 1-2 bulan.

CytomegaloVirus (CMV)

Cytomegalovirus (CMV) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus DNA berantai ganda dari kelompok Herpesviridae. Seseorang yang menderita CMV biasanya tertular dari droplet yang terinfeksi, transfusi darah, air ludah dan air seni. Jika terjadi pada ibu hamil maka CMV bisa menginfeksi janin melalui plasenta maupun ASI. Duh, yang memprihatinkan adalah CMV salah satu penyebab cacat lahir terbesar (1/1000 kelahiran).

Cytomegalovirus
cytomegalovirus
sumber : wikipedia

CMV Pada Ibu Hamil

  • Infeksi CMV dari ibu kepada janinnya bisa secara eksogenus maupun endogenus.
  • Infeksi eksogenus memiliki akibat lebih buruk ketimbang infeksi endogenus.
  • Jika penularan dari ibu kepada janinnya terjadi pada usia <16 minggu, bisa berakibat kecacatan yang serius.
  • Skrining bisa dilakukan saat usia kehamilan <20 minggu. Jika positif maka dilakukan amniosintesis saat usia 21-23 minggu.
  • Jika hasilnya positif terinfeksi CMV pada kehamilan <20 minggu dimungkinkan untuk diambil tindakan terminasi kehamilan.

Akibat CMV

Gangguan pada otak seperti gangguan intelektual, kuadriplegia spastic, retardasi psikomotor, tuli sensorineural.

      Gangguan organ lain hepatomegali, splenomegali, ikterus dan atau ptekiae.

Pencegahan CMV

  • Cuci tangan pakai sabun sebelum makan
  • Jangan berbagi alat makan dan minum
  • Cuci bersih peralatan makan dengan sabun
  • Hindari kontak dengan anak-anak penderita CMV. Hindari kontak mulut dan hindari kontaminasi dengan air seni.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Jangan lupa lakukan skrining sebelum hamil dan prenatal

Herpes Simplex Virus (HSV)

Infeksi yang disebabkan oleh HSV ini merupakan infeksi seksual menular. Jika HSV ini diidap seorang perempuan yang sedang hamil maka HSV bisa ditularkan kepada janinnya selama kehamilan maupun saat kelahiran per vaginum. Akibatnya bisa terjadi cacat bahkan kematian.

Herpes_simplex_virus
Herpes simplex virus
Sumber : Wikipedia

Penularan HSV dari ibu hamil ke janinnya bisa dikurangi melalui serangkaian pengobatan antivirus dan melakukan prosedur persalinan caesar.

Macam Herpes Simplex Virus (HSV)

  • HSV-1, penyebab utama lesi herpes non genital
  • HSV-2, lesi herpes menyerang daerah genital dengan penularan melalui hubungan seksual

Akibat Herpes Simplex Virus (HSV) Pada Kehamilan

Menyerang otak , seperti mikrosefali, nekrosis serebral dan serebelar, atrofi serebral, klasifikasi intrakanial.

Organ lain ; korioretinitis, mikroftalmia, katarak, hepatosplenomegali

Pencegahan Herpes Simplex Virus

  • Jangan berganti-ganti pasangan seksual!
  • Hindari meminjam pakaian maupun handuk kepada penderita HSV
  • Jika merencanakan kehamilan, lebih baik lakukan skrining terlebih dulu. Jika positif terinfeksi HSV maka bisa dilakukan pengobatan dengan antivirus.

Wah, pembahasannya jadi panjang dan serius banget ya, semoga saja tidak bosan dan lelah membacanya. Informasinya penting banget sih, jadi apa yang dokter Dzaky sampaikan kemarin, saya bagi di sini.

Poinnya adalah penting untuk menjalani pola hidup sehat demi mencegah infeksi TORCH. Ketika mengetahui ada resiko terkena infeksi TORCH segera lakukan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dianjurkan dokter. Apalagi jika ingin merencanakan kehamilan.

Jika Ternyata Harus Melahirkan Anak Berkebutuhan Khusus Akibat TORCH?

Setiap ibu tentu berharap bisa melahirkan bayi yang sehat bukan? Jika ternyata takdir telah memilih ibu mendapat amanah mengasuh anak berkebutuhan khusus maka hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Ikhlas terhadap takdir. Jika urusan ini selesai maka untuk masalah membesarkan anak difabel tadi menjadi lebih ringan.
  2. Kedua, lakukanlah terapi. Ada banyak rangkaian tes dan terapi yang harus mereka tempuh agar anak dengan kebutuhan khusus tadi bisa mengalami perkembangan. Walaupun, pasti akan lebih lambat dibanding dengan mereka yang lahir normal. Begitu yang disampaikan oleh dr. Guritno, seorang ahli rehabitasi medik dari RS Hermina Jogyakarta. Gambaran itulah yang saya dapatkan hari Minggu kemarin. Bertemu dengan para orangtua dengan anak berkebutuhan khusus membuat saya berkaca. Nylentik kuping sendiri yang kadang suka nggak ikhlas dengan apa yang terjadi dalam hidup saya. Padahal jika dibandingkan mereka, kesusahan saya tak seberapa.
  3. Yang ketiga, support system yang baik. Dukungan keluarga dan lingkungan amat berharga bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tadi. Sayangnya, belum semua dari kita menyadari hal ini. Kadang justru melontarkan pertanyaan maupun komentar yang membuat down orangtua dengan anak berkebutuhan khusus tadi.
rumah ramah rubella
rumah ramah rubella

Salah satu contoh support sistem yang bisa dipilih adalah Rumah Ramah Rubella, yang didirikan oleh Grace Melia, seorang ibu muda dan blogger yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan sindroma rubella kongenital. Di sini para orangtua dengan anak berkebutuhan khusus bisa saling menguatkan, saling berbagi pengalaman dalam membesarkan anak-anak mereka.

Benar kata Grace Melia bahwa disabilitas itu bukan akhir dari dunia. Meskipun anak-anak mereka berkebutuhan khusus, dengan optimisme dan ketelatenan anak-anak bisa kok mencapai perkembangan maksimalnya

Duh, kalau nggak malu dengan orangtua yang hadir kala itu saya sudah mbrebes mili. Melihat wajah-wajah penuh keikhlasan itu membesarkan anak-anak mereka. Jarum suntik, aneka terapi dan obat-obatan adalah sahabat setia. Tak terhitung besarnya biaya yang mereka keluarkan demi anak-anak tercinta.

Untuk itulah, jika diantara teman-teman ingin turut berpartisipasi dalam edukasi mengenai TORCH, kehamilan dan disabilitas bisa berdonasi dengan menghubungi Rumah Ramah Rubella, untuk keperluan pembuatan video edukasi yang bisa dilihat selengkapnya di Diari Mami Ubi. Semoga langkah Grace dan kawan-kawan senantiasa dimudahkan.

Dan terakhir adalah pesan dari Grace buat kita semua, jangan kasihani anak-anak difabel baik melalui tatapan maupun komentar. Hentikan penggunaan kata autis, budeg, tuli ataupun cacat dalam konteks becanda. Tularkan saja semangat optimisme pada mereka untuk terus berjuang meraih kemandiriannya.

Infeksi TORCH bisa dicegah, karena itu lakukanlah! Buat teman-teman yang belum menikah, plis mulai peduli soal merencanakan kehamilan sehat agar terhindar dari  infeksi TORCH dan memiliki bayi yang lahir sehat.

36 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.