Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
coding-mum-jogjakarta
Event

Coding Mum Jogjakarta : Apa Yang Terjadi Ketika Ibu-ibu Belajar Coding?

Lepas subuh, saya bergegas menuju ke Stasiun Solo Balapan. Mengapa sepagi itu? Saya harus memastikan satu tiket kereta Prameks ada di tangan, agar tak terlambat di lokasi Coding Mum Jogjakarta. Apa dan mengapa saya sangat bersemangat mengikuti Coding Mum? Saya share cerita komplitnya!

Kalau boleh flashback, saya sudah mulai ngeblog dari tahun 2009. Saat itu masih pakai platform WordPress versi gratisan. Buat saya, Wp itu user friendly. Nggak perlu paham coding, saya bisa ngeblog dengan tampilan yang rapi.

Sampai sekarang pun, saya masih setia dengan platform ini. Tapi, lama-lama saya sepertinya keenakan. Sudah nyaman, dan nggak mau sekadar menengok kolom editor. Sebetulnya sudah pernah sih, mencoba mengutak-atik kode yang ada di sana.

Lalu, apa yang terjadi? Hrrr, rusaklah tampilan blog sayaa. Untung, ada teman yang baik hati mau membantu mengembalikan tampilan blog seperti semula. Sejak saat itu, saya nggak berani utak-atik kode html. Paling banter cuma bisa masukkin anchor text doang. Hihihi, kesian ya, saya!

gambar-suasana-belajar-di-coding-mum-jogjakarta
suasana belajar pict by: Dilo Jogja

Tapi, seorang teman bilang begini:

Rasa takut itu jangan dihindari tapi dihadapi”

Dihadapi dengan cara apa? Ya, tindakan nyata. Kalau saya takut uplek kode html, ya belajar coding aja sekalian. Makanya, saya pun rela menempuh perjalanan Solo-Jogjakarta 8 kali bolak-balik, demi apa coba?. Demi menaklukan rasa takut, demi kesempatan lebih luas, demi ilmu dan teman baru yang priceless.

Coding Mum Itu Ramah Anak

Coding Mum adalah program dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memberikan kesempatan bagi para Mama atau ibu rumahtangga untuk belajar coding atau bahasa pemrograman.

Ngapain coba, ibu-ibu kok diajak ngoding? Tujuannya adalah agar para ibu melek kode. Kalau sudah melek coding, para ibu akan memiliki skill yang bisa dipakai untuk mendapatkan penghasilan dari rumah. Bisa menjadi seorang Front End Programer Website, Beta Tester Reviewer dan lainnya.

gambar-suasana-coding-mum-jogjakarta
Pict by : Dilo Jogjakarta

Bekraf membidik kalangan ibu rumahtangga karena melihat potensi pasif yang besar. Ibu rumahtangga ini karena alasan tertentu memilih tinggal di rumah dan tidak bekerja. Jika mereka dibekali dengan skill yang memadai, mereka bisa memiliki penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah.

Coding Mum pertama kali di selenggarakan di Jakarta, pada tahun 2016. Di tahun yang sama Coding Mum telah merambah beberapa kota di Indonesia, seperti Malang, Bandung, Surabaya dan Makasar.

Bahkan kini Coding Mum, juga menyasar buruh migran yang berada di Singapura, Hongkong, Korea dan Timur Tengah. Untuk tahun 2017 ini Coding Mum telah diselenggarakan di Bekasi, Tulungagung, dan Jogjakarta. Segera menyusul di Belitung, Banda Aceh, Pekanbaru dan Medan.

Alumni dari Coding Mum ini beberapa diantaranya berhasil mengembangkan bisnis kriya, kuliner maupun bisnis kreatif lainnya. Sebagian yang lain bekerja di perusahaan seperti Tokopedia, ProCode CG, Labtek Indie, Pt. Digital Makmur Sejahtera dan lain-lain.

gambar-mentor-coding-mum-memberikan-materi

Saya mengatakan, bahwa Coding Mum ini serupa hadiah. Ya, karena Coding Mum memahami benar kondisi para ibu. Barangkali quotes ini akan menjelaskan sesuatu:

When you’re a mother, you’re never really alone in your thought. A mother always has to think twice, once for herself dan once for her child” (Sophia Loren)

Nah, itu dia! Pikiran seorang ibu nggak bisa lepas dari anak. Mau keluar rumah pasti mikir, anak bisa ditinggal nggak, ya. Kalau misalnya mau tinggal, siapa yang bakal nemenin, dan seterusnya. Jadi, buat seorang ibu, mau keluar untuk urusan apapun itu pasti mikirnya panjang.

Kalau ada kegiatan yang ramah anak, artinya anak-anak diperbolehkan untuk dibawa, para ibu tentu bahagia sekali. Coding Mum ini juga ramah anak, banget. Ibu-ibu diperbolehkan membawa anak-anaknya. Saya pikir, konsep pembelajaran seperti ini bisa diadopsi di pelatihan-pelatihan yang melibatkan ibu rumahtangga. Ya, biar kami-kami ini, bisa memiliki kesempatan untuk meningkatkan skill tanpa meninggalkan anak-anak.

so sweet ya
pict by : Dilo Jogjakarta

Materi Coding Mum

Coding Mum diselenggarakan melalui pendidikan dan pelatihan selama 8 kali pertemuan. Di sini para ibu dikenalkan dengan berbagai macam bahasa pemrograman, sekaligus berlatih menerapkannya.

Mas Yudi, dari Kolla Space menyebutkan jika materi Coding Mum itu adalah materi best practise. Materi dirancang agar mudah untuk bisa dipahami oleh para ibu. Nah, dari pelatihan ini, para ibu diharapkan mampu merancang sebuah wesite dengan struktur yang baik, hirarki informasi yang benar dan membuat kode yang bisa dibaca dan rapi.

Coding Mum menyelenggarakan pelatihan dalam 3 level:

  1. Level 1: pembuatan website statis meliputi pengenalan kode html. Css dan bootstrap.
  2. Level 2 : pembuatan website interaktif; dengan bahasa pemograman Java Script
  3. Level 3 : pembuatan website dengan database dengan menggunakan PHP dan MySQL

gambar-mentor-coding-mum-jogjakarta

Nah, Coding Mum Jogjakarta yang saya ikuti kemarin adalah level 1. Saya dan ke 21 peserta lainnya belajar  mengenai html, css dan bootstrap. Lalu di akhir sesi kami diberi tugas untuk membuat website berdasarkan materi yang telah didapatkan dari Coding Mum.

Di pertemuan ke 8, tiap peserta diminta untuk mempresentasikan hasil belajarnya selama ini dihadapan dewan penilai. Untuk Coding Mum level 1 ini, sifatnya gratis. Semua kebutuhan Coding Mum kecuali laptop disponsori oleh Bekraf. Asyiik, kan!

Jadi Sudah Bisa Bikin Website?

Ini sempat bikin deg-degan. Awalnya agak menyangsikan kemampuan diri sendiri, melihat pengalaman tempo hari itu. Tapi, setelah menjalani pelatihan Coding Mum, coding tidak seseram yang saya bayangkan.

Awalnya, pastilah banyak kebingungan di sana sini. Seiring dengan seringnya berinteraksi dengan kode, saya jadi mulai berkurang takutnya. Memang dibutuhkan ketelitian yang ekstra dalam menuliskan kode-kode html, karena kurang dikit saja, kode itu bisa nggak berfungsi.

gambar-belajar-di-coding-mum-sambil-momong-anak
luaar biasaa
pict by : Retno Wulandari

Bermain-main dengan kode juga mengasah logika banget. Misalnya nih, mau membuat website dengan 3 row dan di dalam masing-masing row nya ada beberapa kolom. Di sini dibutuhkan logika dalam membuat kodenya.

Sesuai dengan materi yang diberikan di Coding Mum Jogjakarta tempo hari, saya juga mempresentasikan hasil belajar. Pilihan saya adalah membuat website untuk keperluan toko online. Memang masih berupa web yang statis karena saya belum belajar soal Javascript. Tapi, lumayan puas sih dengan hasilnya.

Paling tidak sekarang saya juga mengerti bahwa dalam struktur hmtl itu ada head dan body. Sudah pula mampu mengisi struktur head dan body dalam versi yang sederhana. Buat saya ini lompatan yang harus disyukuri. Tentu saja, untuk bisa mahir mendesain web saya harus belajar lagi dan terus berlatih.

gambar-presentasi-coding-mum-jogjakarta
versi sederhana yang berhasil saya buat

Oh ya, selain sempat meragukan kemampuan diri dalam membuat coding, saya juga sempat meragukan keistikomahan untuk bolak balik Solo Jogja sebanyak 8 kali, pas sedang puasa pula, hehehe. Saya mah, suka gitu orangnya.

Ada hal yang kemudian mampu menyulut semangat saya untuk tuntas belajar. Ada energi yang ditularkan dari teman-teman yang membuat saya kuat. Saya sih percaya, bahwa hal positif itu bisa menular.

Meriahnya Suasana Coding Mum

Apa yang terjadi ketika ibu-ibu ini belajar coding? Yang saya rasakan itu meriah dan seru. Memangku anak sambil membuat coding atau membuat coding sambil momong itu hal  yang saya lihat di Coding Mom. Suasana belajar juga dimeriahkan oleh anak-anak yang bebas bermain dengan riang gembira. Sesekali terdengar rengekan maupun tangisan itu biasa.

gambar-ibu-belajar-di-coding-mum-sambil-menyusui
speechless liat gambar ini
pict by Retno Wulandari

Mentor-mentor di Coding Mom juga tanggung-tangguh. Mereka nggak hanya menjadi menjadi mentor coding. Kadang jadi sparing bermain anak-anak juga. Mudah-mudahan ini jadi bekal para mentor jika kelak sudah berkeluarga. Hehehe, top deh mentornya.

Hebatnya, meskipun harus sambil momong anak, semua peserta Coding Mum juga berhasil melakukan presentasi di hari ke 8. Nggak ada satupun yang absen, meskipun harus melakukan presentasi sambil mengendong anak. Keren!

gambar-presentasi-coding-mum-sambil-gendong-anak
yang ini kasih empat jempol

Ya, merekalah yang membuat saya sanggup menuntaskan 8 kali pertemuan yang disyaratkan meskipun saya jadi peserta paling jauh. Sedang berpuasa, harus berdesak-desakan saat naik kereta, kerap tidak kebagian kursi saat pulang, berpanas-panasan saat naik ojek, hehehe, itu nggak seberapa jika dibanding dengan teman-teman saya yang harus membawa serta anak-anaknya.

Selanjutnya Coding Mum akan mengunjungi para ibu di kota Belitung, Pekanbaru, Banda Aceh dan Medan. Nah, buat teman-teman di kota-kota tersebut dan berminat ikut serta, silahkan mendaftar dan gratis ya.

gambar-presentasi-coding-mum-sambil-gendong-anak
para mentor tangguh
pict by : Pitra

Saya senang mendapatkan kesempatan untuk belajar di Coding Mum. Tak lupa, terimakasih saya untuk Bekraf, Kolla, Dilo dan para mentor yang sudah bekerja keras untuk kami. Coding Mum Bekraf, cayoo!

51 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.