Purbasari Manjakani : Makin Manja, Makin Harmonis

purbasari-manjakani-sabun-sirih-whitening

Layaknya sebuah perjalanan, kehidupan pernikahan, nggak selalu ketemu jalan yang lurus nan mulus bak lewat di atas hotmix. Sesekali, akan melewati jalan tanah, berbatu. Kadang jalannya mulus tapi berkelok, mendaki dan menurun. Agar bisa melalui semua jalan itu tentu butuh tips khusus. Ya, itu kalau ingin sampai ke tujuan dengan selamat dan tetap bersama.

Tahun ini, kehidupan pernikahan saya dan suami memasuki tahun ke 13. Kalau mau di tengok ke belakang, kehidupan pernikahan saya dan suami sudah komplit. Punya penghidupan, tempat tinggal, dan anak-anak yang sehat dan lucu. Tapi, seperti yang sudah saya sebut, dalam rentang waktu 13 tahun ini, nggak melulu bahagia. Ada riak-riak yang hadir dalam kehidupan pernikahan kami. Ya, seperti kata Hijjaz:

“Hidup itu memang tak selalunya indah, langit tak selalu cerah. Suram langit tak berbintang. Itulah lukisan alam. Itulah aturan Tuhan”

Jadi memang sunnatulloh! Semua mengalaminya.

Saya dan suami itu dua pribadi yang beda jauh. Kalau saya tipe orang yang kalau mengerjakan sesuatu maunya cepat-cepat. Kadang jadinya grusa-grusu sementara suami lebih slow dan hati-hati. Saya suka cerewet dan suka segala sesuatu itu harus tepat waktu, tepat aturan. Tapi, suami pendiam, lebih nyantai dan cuek.

Dulu tuh, sempat sebel, sampai ngeluh, kok begini amat, ya. Hahaha, biasa sindrom kalau udah lewat masa bulan madu. Langsung kelihatan semua yang pahit-pahit. Bahkan urusan suami lupa jemur handuk sehabis mandi, bisa bikin saya ngambek dan uring-uringan. Sementara suami kerap saja lupa meskipun sudah dicerewetin. Belum hal yang lain. Oh, no!

me-and-my-husband

Saat-saat seperti inilah, saya dan suami diuji dalam menyikapi semua yang tidak mengenakkan. Kalau dituruti, ada banyak hal bisa bikin saya kesal tiap harinya. Untungnya, suami nggak terpancing emosi saat saya kesal dan uring-uringan. Ia, benar-benar sabar ngadepin saya. Suami sebetulnya bukan nggak punya komplen terhadap saya. Karakter suami yang pendiam dan mengalah itu yang membuat ia memiliki respon yang lebih adem ketika saya nyebelin. Qeqeqe.

Seiring waktu, akhirnya menyadari bahwa perbedaan yang ada sejatinya untuk saling melengkapi. Ibarat sebuah botol, ia tentu butuh tutupnya, agar berfungsi maksimal. Saya dan suami akhirnya saling legowo dengan kondisi masing-masing.

Tapi, senrimo-nrimonya suami, ada saatnya ia juga gak ingin ditawar-tawar dan nggak mau ngalah. Di saat seperti ini, saya yang harus mengalah. Kalau saya ikutan ngotot bisa-bisa bubar jalan. Walaupun, pada awalnya berat banget buat mengalah. Kek nya bukan saya banget, hahaha.

Tapi, seiring waktu, ada kesadaran bahwa pernikahan itu butuh kompromi. Nggak bisa lagi menang-menangan ego. Kalau sudah bisa saling menahan ego, semua jadi enteng. Sudah paham kapan ego kita yang didengar dan kapan ego kita harus mengalah. Sekarang, malah fokusnya bukan itu lagi. Kami berdua fokus bagaimana agar cinta yang ada tetap bersemi sepanjang masa. Hazzek!

Selain kematangan pola pikir, sikap dan komunikasi, ada hal penting lainnya. Buat saya sih penting agar suami makin sayang. Kehidupan pernikahan jadi makin manja, makin harmonis. Ssst, saya kasih tahu tipsnya ya!

Tips Makin Manja, Makin Harmonis

Hubungan suami istri memang bukan fokus utama dalam kehidupan pernikahan. Apalagi jika sudah ada anak yang harus dipikirkan masa depannya. Tapi, kerap pangkal perselisihan suami istri berawal hubungan yang nggak harmonis. Masih sejalan dengan upaya melanggengkan rasa cinta. Saya pun berupaya agar suami tambah sayang. Salah satunya dengan menjaga area kewanitaan dengan baik.

purbasari-manjakani-sabun-sirih4

Awalnya sih, saya nggak pernah memakai sabun pembersih area kewanitaan. Cukup air bersih saja. Tapi, seiring dengan padatnya aktivitas di luar rumah maka kondisi badan pun ikut berubah. Seperti yang saya jalani beberapa waktu lalu.

Saya mengikuti pelatihan Coding Mum di Jogjakarta dan saya harus menghadiri 8 kali pertemuan. Selama mengikuti Coding Mum saya harus bolak-balik Solo-Jogja. Berangkat pagi-pagi dan pulang menjelang magrib bahkan beberapakali magrib masih di jalan. Kebayang, kan betapa gerahnya badan saya.

Sejujurnya, nggak hanya badan yang berkeringat. Area kewanitaan juga kena dampaknya. Jadi lembab dan terlalu banyak cairan. Ini sangat tidak nyaman dan mengganggu. Akhirnya, saya terapkan cara merawat area kewanitaan dengan benar yaitu dengan membasuhnya dari arah depan ke belakang.

Cara ini dibantu dengan Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening.  Pilihan menggunakan Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening telah melalui pertimbangan, mengingat kandungan dan manfaatnya.

Kandungan Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening

Kalau mendengar namanya, yaitu sabun sirih, saya jadi teringat kebiasaan ibu saya. Beliau suka merebus daun sirih dan air rebusan itu digunakan untuk membasuh area kewanitaan. Daun sirihnya tinggal metik di halaman rumah nenek, jadi mudah saja saat itu.

purbasari-manjakani-sabun-sirih

Sementara saya, nggak punya pohon sirih. Mau beli ke pasar dan merebus sendiri kok, rasanya repot. Ya sudah, pilih yang siap pakai saja. Tapi, saya juga hati-hati dalam memilih. Nah, kandungan Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening ini terbukti aman, karena sudah lolos uji dermatologis, sehingga pHnya sesuai dengan area kewanitaan dan oke banget untuk digunakan setiap hari.

Enaknya lagi, kandungan 4 natural whitening ektrak seperti bearberry, mullberry, licorice, dan lemon yang akan mencerahkan area pangkal paha dengan lebih cepat—ini yang bikin saya happy banget, ha ha ha. Selain itu, kandungan deo action formulanya (tegodeo, ekstrak sirih, dan ekstrak manjakani) sukses mengurangi aroma tak sedap, plus memberikan rasa kesat dan rapat. Tak ada lagi masalah di area kewanitaan.

Tekstur

Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening berbentuk gel bening. Ketika dipakai busanya tidak banyak. Tidak ada bau yang mencolok. Menurut saya harumnya lembut dan tidak pula berbau obat.

tekstur-purbasari-manjakani-sabun-sirih

Keamanan

Etapi, aman nggak digunakan untuk sehari-hari? Ini pertanyaan yang sempat muncul dipikiran saya saat itu. Menurut dokter, daerah kewanitaan itu memiliki ph normal antara 3,5 – 4. Kondisinya bersifat asam. Lalu berapa PH Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening ini? Ternyata PH nya 3,5. Alasan ini yang membuat Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening mampu menjaga PH area kewanitaan tetap normal dan baik digunakan sehari-hari.

Kemasannya

Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening dikemas dalam botol plastik berwarna coklat keemasan. Tersedia dalam kemasan 60 ml dan 125 ml. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya memilih kemasan 125 ml. Namun, saat harus bepergian keluar rumah atau keluar kota saya memilih membawa kemasan 60 ml. Ukurannya yang lebih kecil membuatnya mudah untuk dibawa. Tinggal dimasukkan ke dalam pouch. Praktis, banget!

Pengalamanku Selama Memakai Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening

Saya telah memakai Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening selama satu bulan ini. Apa yang saya dapatkan itu sesuai harapan. Disaat-saat sibuk beraktivitas di luar rumah apalagi harus keluar kota,  kondisi area kewanitaan  tetap nyaman.

Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening mampu mengurangi cairan berlebih. Memberikan rasa kesat dan rapat tapi tidak kering. Selain itu, ada efek segar yang saya rasakan dan tidak ada lagi bau tak sedap. Ada hal positif lain yang saya dapat ketika masalah daerah kewanitaan ini terselesaikan.

Berkat Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening, suami jadi makin manja. Uhuuk, bahagia dong! Pas banget dengan tagline nya #purbasarimanjakani #purbasarimakinmanja

Bagi teman-teman yang ingin mencoba rahasia menjaga miss V tetap kesat serta bikin suami makiiin manja,  wajib coba Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening. Purbasari Manjakani mudah didapatkan di toko-toko ataupun minimarket, dan harganya paling ekonomis dibandingkan semua sabun sirih lainnya.

Kalau nggak sempat belanja offline, bisa juga dibeli secara online di Blibli, Qoo10, Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, Shopee dan Lazada. Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening ukuran 125 ml dijual dengan harga Rp. 13.000 (+ppN). Harga bisa berbeda-beda di tiap tokonya ya.

Melanggengkan rasa memang butuh usaha bersama. Nggak bisa, yang satu bersedia sementara yang lain nggak mau. Selain dengan Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening, coba deh, sesekali pergi berduaan. Ini juga tips makin manja, makin harmonis sama pasangan. We did it and it’s works, lho!

58 Replies to “Purbasari Manjakani : Makin Manja, Makin Harmonis”

  1. Makin mesra ya..jadinya.. 🙂

    1. Betul maak ?

  2. Aku juga pakai ini mba. Awalnya nyoba karena dapat tester yg 60ml pas beli lulur purbasari.

    Trus ternyata enak banget dipakainya, apalagi kalau habis banyak aktivitas. Trus kemarin beli lagi yang 125ml di toko deket rumah. Harganya dibawah 10rb ?? mayaaann

    1. Nah, iya, enak dan seger. Wah, apada dapat dari lulur juga. Jadi pengin beli lulur sekalian.

  3. Aq pernah pakai sabun pembersih cuma gak telaten hiks
    Tapi memang manfaat sabun pembersih ini bagus untuk kesehatan area kewanitaan kita. Apalagi kalau banyak aktivitas ya.
    Jadi pengin coba purbasari manjakani ini, harganya pun terjangkau banget.

    1. Nah, itu juga masalah buatku. Konsisten pakai. Yang penting pas dirasa nggak nyaman di area kewanitaan, segera pakai

  4. Ahay, makin manja, mbak Ety sama suami :))
    Aku dulu rajib pakai sabun pembersih, tapi entah sejak kapan jadi malas –”
    Habis gini survey lagi ah sama produknya Purbasari ini 🙂

    1. Hehehe, alhamdulilah mba. Silahkan mba, boleh juga dibandingkan harganya.

  5. Mengalah!!! Hahahahaa.. Maju mundur cantik baca artikel nya mbaaa.. ? btw, ini kalo baru kepikiran tentang nikah boleh make kek gini juga gak mba?

    1. Hahaha, bacanya aja ya yang maju mundur. Nikah mah harus maju atuh.
      Boleh banget, buat persiapan ??

  6. Kalo saya, pake sabun khusus wanita biar ga gatel, Mbak. Plus buat ngejaga dan ngerawat, apalagi kadang kalo pipis di tempat umum juga kan suka ga tau airnya bersih apa ga. Jadi kebantu banget.

    1. Iya Ipeh, betul. Kalau sering pakai toilet umum kadang kan suka gak bersih airnya.

  7. Waah…jadi pingin nyobak…aku paling males dalam urusan beginian…hiks hiks

    1. Sekali-kali dicoba mba Nunung.. kalau udah kasih testimoni di sini..hehehe

  8. Ahahaha.. foto-fotonya bikin baper, jadi pengen buru-buru pulang trus nyobain manjakani 😀

    1. Hehehe, silhkan dicoba Mba Mae.

  9. makin banyak kosmetik makin kita harus bisa pilih mana yg cocok dg kulit kita ya

    1. Betul mba, harus hati-hati. Yang cocok buat orang lain belum tentu cocok buat kita.

  10. aihhh, Pak Abdoel mau juga ikut foto yaa..

    betewe, masa sependiam Mba Ety begitu masih merasa cerewet? lalu aku apaaaa doooong? aku super duper cerewet pasti..

    dan ternyata, semua rumah tangga begitu ya Mba? kirain aku doang yang merasa “gini amat”. hihihi…tapi bener Mba, kalau ngga pinter-pinter berkompromi ya bisa bubar jalan yaa.. makasih sharingnya Mbaaa, ciamiiik..

    1. Hahaha, dia sekarang memahami pekerjaan istrinya.
      Yaaa, mba arin gak tahu aja saya cerewet. Suami dan anak-anakku tahu betul itu, wkwkwk.

  11. Wuh, foto yg terakhir bikin meleleh…,
    Btw, kok ya mirip ternyata kasusnya.. Handuk basah, ganti baju cm diumbrukin…dll. Pernah satu kali, insiden itu bikin aku nangis bombay haha.

    1. Wkwkwk, ya begitulah mba nana. Kamu tidak sendiri.

  12. Wow 14 tahun? Mantap Mak..saya kira blas ga pernah ada berantemnya lho. Kalau habis berantem terus pakai purbasari manjakani bakalan langsung baikan deh:)

    1. Ya opo mba..mana ada yg gak pakai berantem. Minimal ngambek2 kan. Hehehe, itu tips nya mba

  13. wah harganya terjangkau banget ya maaak

    1. Iya mak Qachan..cobain yuk

  14. Aih, mesranya..happily ever after ya mak Ety.. 🙂

    1. Makasih Mak Juli

  15. ciyee…fotonya mak ety..mesra banget nih…semoga langgeng ya mak 🙂

    1. Hahaha, jadi maluuu. Makasih mak

  16. cihuy.. ibarat botol, kamu jadi tutupnya, ihiiirr.. hihi
    Aku pengen coba juga deh, kandungannya alami banget ya, ada lemonnya juga, biar kinclong dan wangi haha

    1. Qeqeqe,,begitulah mbaa.
      Cobain mba, kalau cocok bilang kemari.

  17. Duh duh koq gak kuat, ya liat foto mesranya Mbak Ety sama suami.

    Jadi pengen mesra-mesra juga sama suami. Eh 😀

    1. Weh..hehehe, silahkan mba

  18. Aseeekk,klop banget Mba ama masnya.
    Hihihiii…
    Ternyata Murah Dan mudah ditemukan produknya yaaa

    1. Betul Muth..di Pku semoga ada yaa

  19. Terus bahagia ya mak Ety, wah terima kasih sudah berbagi rahasia harmonisnya, ternyata manjakani yaa..

    1. Makasih Manda.
      Salah satunya mandaa ??

  20. Aduh duh bun, bikin mueng banget sih ini.
    Rahasia keromantisannya dibagiin, aku mauuuu.
    Semoga lekas ijab sah ah, biar bisa make manjakani hahaha

    1. Cobain gih..moga ijabsah nya lancar nya.

  21. (((tip makin manja))) TFS maaaak 🙂

    1. Hahaha..sama-sama mak Dila

  22. uhuy mesranya.
    Kayaknya tipe pasangan rata2 emang gitu ya, sementara perempuannya lebih grusa-grusu, suami lebih despacito 😛
    Fokus itu lho gak tahan: agar cintah bersemih sepanjang masah

    1. Asyiiik.
      Hehehe, sepertinya begitu..tapi ada yg kebalikan sih mba.

  23. Mengarungi rumah tangga itu gak mudah ya mba, tak hanya ada indahnya tapi juga onak durinya..kerasa lah saya jg ..semoga tetap samara..saya jg kadang pakai pemberaih wanita manfaat bgt kalo lagi haid biar nggak bau dan tetap nyaman

    1. Aamiin YRA mba..makasih ya.
      Wah, betul itu pakai pas haid.

  24. Aih, fotonya mbak Ety memang manjakani euy

    1. Hahaha,,Mba bisa ajaaaa

  25. Biar makin pede dan mesra ya mak..coba ah.. Haha

    1. Silahkan mba Sara..

  26. Aku pakai juga loh makk… Hehwh

    1. Wah, ada lagi yang pakai rupanyaa

  27. Kalo urusan sama suami ‘sama-sama nyaman’, urusan lain pasti terasa menyenangkan dan kelar meski sesusah apapun ya, mba. Emang manja ke suami tuh obat segala obat buatku.

    1. Yuup, betuuul banget Ayi..sama ya kitaaa

  28. Mba Ety, kok kita banyak samanya ya. Kita yang cerewet dan suami cenderung santai dan kalem, terus perkara nggak jemur handuk habis mandi juga sama! Hahaha
    Musti banyak belajar nih dari Mba Ety, aku baru 6th nikah. Tapi lika-likunya udah banyak juga sih, hehehehe.

    1. Wkwkwk, yang sabaaar ya Nyaak

  29. maknyus banget, semakin seger banget.

Leave a Reply