Optimasi Instagram Untuk Bisnis Berdasarkan Pengalaman Admin @explorekabkaranganyar

Optimasi Instagram apakah perlu dilakukan? Eng, kalau tujuan membuat akun Instagram sekadar eksis, ya nggak perlu lah. Tapi, bagi mereka yang bermaksud untuk berbisnis maka langkah optimasi tersebut, penting. Aniwei, bisnis di sini tidak hanya jual beli barang kek olshop, ya. Bisa juga dilakukan buat mereka yang memiliki keahlian tertentu. Instagram bisa jadi media menjaring konsumen jasa. Kurang lebihnya begitu.

Oh, ya, boleh cerita sedikit, ya.

Saya menggunakan Instagram kurang lebih sekitar tahun 2015, pastinya lupa. Awalnya sih, karena penasaran aja. Nggak ada target apapun kecuali ikut trend. Wkwkwk, parah ya!

Lambat laun, mulai deh suka sama Instagram karena bisa melihat foto-foto yang kece berat. Terutama foto-foto makanan. Maaf ya, secara emak-emak memang nggak bisa jauh sih dari yang namanya makanan. Mulai deh, ikut-ikutan memotret makanan gitcu. Hasilnya? Duuh, jangan bandingkan, wkwkwk, silahkan cek sendiri di Instagram saya @etyabdoel.

Makin kesini, ternyata Instagram itu mendukung aktifitas blogging yang saya lakukan. Beberapakali dapat kepercayaan untuk mengendorse beberapa produk gitu, dari kecantikan, kesehatan, minuman dan fashion. Senang sih, walaupun ada yang memprihatinkan jugaak.

Apakah itu? Apalagi kalau bukan jumlah follower yang lambat naik plus engangement yang tak kunjung memuaskan. Huft!

Silahkan baca [Cara Mudah Repost Instagram]

Soal Konten Yang Mengundang Like

Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan seorang teman. Dia tidak spesifik membahas soal konten, tapi dia menyinggung soal konten yang mengundang like. Di tulisan tersebut, dia menyinggung mengenai konten yang bagus bisa mengundang like dengan jumlah yang banyak. Bahkan likenya lebih banyak dari akun lain yang jumlah followernya lebih banyak.

Apa yang disebutkan kawan saya tadi, memang benar adanya. Beberapakali, saya mendapati hal yang sama. Akun dengan foto-foto yang bagus dan dengan jumlah follower belum sebanyak akun saya, memiliki engagement lebih tinggi. Sedih deh, eike!

Lalu konten yang bagus itu seperti apa? Untuk membahas hal ini butuh tulisan tersendiri. Saya hanya menyampaikan sekilas, bahwa yang dimaksud dengan konten yang bagus itu kualitas foto yang ditampilkan enak dilihat. Sehingga orang mudah saja untuk klik like, meskipun belum tentu orang tersebut adalah followernya.

Untuk menghasilkan foto yang enak dilihat memang tidak bisa asal jepret. Ada unsur teori fotografi dan seni yang harus dipadukan, apapun sarananya. Foto yang enak dilihat bisa dihasilkan dari kamera smartphone dan kamera digital. Seringkali saya temui, foto-foto yang dihasilkan dari kamera smartphone juga enak dilihat seperti halnya hasil foto dengan kamera digital.

Kemudian, jika dikaitan dengan tujuan bisnis tadi, apakah foto-foto yang bagus itu selalu linear dengan hasil penjualan? Jawabannya, belum tentu. Orang melihat foto dan kemudian klik like barangkali hanya suka dengan fotonya yang enak dilihat tanpa bermaksud berbelanja.

Di sinilah dibutuhkan langkah optimasi Instagram tadi. Tujuannya untuk memperbesar peluang terjadinya penjualan. Setidaknya, ketika ada calon pembeli search dengan kata kunci tertentu maka akun tersebut akan tampil di kolom pencarian.

Logikanya, semakin mudah suatu produk di search maka semakin tinggi pula peluang terjadinya transaksi, bukan.

Nah, dalam workshop yang berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karanganyar itulah, admin @explorekabkaranganyar, Angga Solixin berbagi pengalamannya.

FYI, @explorekabkaranganyar adalah akun publik yang memberikan informasi seputar kabupaten Karanganyar baik tempat wisata, kuliner maupun event. Saat ini jumlah followernya mencapai 116K dengan like mencapai ribuan.

Apa saja langkah-langkahnya? Lanjutin bacanya, ya. Mohon maaf kalau prolognya kepanjangan.

Langkah Optimasi Instagram

Menurut pemuda bernama belakang unik, Solixin (susah bacanya), langkah dasar optimasi Instagram dilakukan melalui dua pendekatan. Yang pertama, dengan memaksimalkan profil dan pendekataan kedua adalah materi postingan (konten).

  1. Maksimalkan Profil

Profil menjadi poin yang penting karena, hal inilah yang pertama dilihat oleh calon pembeli. Pembeli bisa diyakinkan dari profil yang ditampilkan di akun bisnis tersebut.

Untuk memaksimalkan profil Instagram 3 komponen profil di bawah ini, harus benar-benar dipikirkan secara matang:

a. Username (nama pengguna)

Satu username di Instagram hanya bisa dimiliki oleh satu akun saja. Tidak mungkin ada username yang sama, meskipun bisa jadi ada username yang mirip. Biasanya dibedakan dengan tanda titik, maupun underscore.

Meskipun satu username hanya bisa dipakai oleh satu akun, username di Instagram bisa diubah-ubah sesuai keinginan.

Lalu, bagaimanakah? Cara menentukan username yang tepat agar muncul di kolom pencarian. Ada dua pendekatan yang bisa digunakan:

  • Pendekatan Branding

Biasanya digunakan oleh brand yang sudah terkenal. Di sini mereka bisa menjaring pembeli baru dengan tetap merawat pembeli lama sehingga reputasi tetap terjaga. Contohnya; cocacola, nike

  • Pendekatan Kata Kunci

Username yang dipakai adalah kata kunci yang berkaitan dengan produk yang dijual. Misalnya kata kunci baju anakΒ  murah maka username yang dipakai bajuanakmurah_namatoko.

optimasi-instagram-untuk-bisnis

b. Nickname

Nickname ini biasanya digunakan sebagai targeting calon pembeli. Cara menentukannya bisa memakai nama produk, namun lebih baik yang spesifik atau mengacu pada hastag yang biasanya banyak dipakai oleh calon pembeli produk tersebut.

Mengapa nickname itu penting karena nickname mempengaruhi hasil pencarian oleh search engine.

Pendekatan ini bisa dipilih, karena pembeli biasanya akan mengetik kata kunci di kolom pencarian.

 

optimasi-instagram-untuk-bisnis2

Baca juga [Aplikasi Repostapp]

c. Biodata

Dari biodata tersebut, calon pembeli bisa tahu profil singkat usaha tersebut. Atas alasan inilah, penting untuk menuliskan biodata secara jelas yang dapat mendeskripsikan usaha tersebut.

Biasanya, unsur-unsur berikut ini yang ditulis dalam biodata:

  • Deskripsi Produk/jasa yang Di jual

Contoh: supplier jilbab syari, jasa les renang privat dll

  • Kontak Person

Mencantumkan kontak person akan mempermudah calon pembeli bertransaksi. Jadi jangan pelit untuk berbagi no WA, pin BBM, maupun LINE

  • Website/Blog/Profil Facebook

Jika memiliki website, toko di marketplace, silahkan dicantumkan di biodata. Biasanya deskripsi di web dan blog lebih detil. Ini bisa digunakan untuk meyakinkan calon pembeli.

  • Gunakan shortlink

Meskipun belum punya blog maupun website, bisa lho, shortlink WA?LINE dicantumkan sehingga pembeli tidak perlu repot mencatat nomor kontak. Tinggal klik link bisa langsung chat.

Gunakan icon-icon yang pas untuk mempercantik tampilan biodata agar lebih menarik untuk dilihat.

2.Β Materi Posting (Konten)

Teman-teman yang memiliki akun Instagram pasti sudah paham, jika di Instagram ada beberapa jenis postingan, yaitu;

  • Single image
  • Multi image (post dengan banyak gambar)
  • Video dengan durasi maksimal 60 detik
  • Instagram story bisa foto atau video

Lalu apa saja nih, yang bisa di optimasi dari urusan konten? Mas Angga menyebutkan dua hal;

  • Gambar/video contohnya ; gambar produk, akifitas usaha, gambar pengiriman, lokasi usaha, testimony dll
  • Caption dan hastag ; caption itu kurang lebihnya deskripsi tentang produk dan jasa yang ditawarkan. Sementara hastag adalah kata kunci tertentu yang relevan dengan produk maupun jasa yang dijual.

Oh, ya kata kunci yang dipilih itu sebaiknya kata kunci yang ramai atau populer. Untuk bis tahu kata kunci yang populer bisa menggunakan aplikasi periset kata kunci. Contohnya aplikasi Hastagger. Sebagai informasi tambahan, penggunaan maksimal hastag adalah 30. Untuk komposisinya silahkan disesuaikan. Bisa terdiri dari hastag produk, hastag popular dilokasi, hastag ngehits dan hastag bebas.

olshop dari karanganyar beromzet tinggi

Oke teman-teman, kurang lebihnya demikian yang bisa saya tangkap dari materi workshop tempo bulan itu. Kalau ada yang terlewat, harap dimaklumi, ini efek karena jeda yang terlalu lama antara workshop dan menulis postingan ini, qeqeqe.

Kalau teman-teman punya informasi lain terkait optimasi instagram, silahkan kasih feedback di kolom komentar, ya. Trus, kalau postingan ini dirasa ada manfaatnya, saya senang sekali kalau ada yang mau share.

Terimakasih

 

7 Replies to “Optimasi Instagram Untuk Bisnis Berdasarkan Pengalaman Admin @explorekabkaranganyar”

  1. Noted mak, makasih infonya bermanfaat banget selama ini IG gak peenah berkembang followernya

  2. Optimasi IG, bisa dengan adv? πŸ˜€
    IGku udah dialihkan ke bisnis sih, karena penasaran pengin tahu impression, engagement itu, tapi emang gampang-gampang susah huhuhu apalagi untuk engagement, butuh usaha nggak sekedar foto bagus, tapi juga caption, hestek, dan sering like or komen di akun lain.

    Ini dari pengamatan ala-ala ya hahaha akun followers sedikit tapi tiap foto banjir like itu biasanya : fotonya bagus, caption (relatif), main hestek (hestek banyak dan tepat *mungkin), rajin berinteraksi.

    Semakin rajin berinteraksi, orang ngelike foto kita, nah foto kita akan muncul di explore itu loh dan mendatangkan unique visitor ke akun kita. πŸ˜€

    cmiiw

  3. kok aku gak terlalu main ig ya bu haha
    sukanya ngepath n twitter
    kebanyakan sosmed bikin pusing

  4. Duh klo saya ga jago potrat potret si mba. Jdi aja gambarnya suka seadanya. Biasanya saya pk IG untuk menunjukkan postingan blog baru saya hee

  5. Noted mak..
    Referensi baru utk belajar nyosmed,,

  6. Noted mba.. So far like terbanyak yang aku dapat secara organik adalah fotoku sendiri pas di Kedai Ibu. Hahaha.. Aslinya malu, tapi eman-eman mau dihapus. Duh piye?

  7. Noted! komplit ulasannya…, ilmu baru buat saya sebagai pemula di Ig..:D
    Makasih, Mbak

Leave a Reply