5 Hal Ini Telah Membuat Saya Kangen Mudik Naik Kereta Api

Kemarin, tiba-tiba saja, saya pengin makan mendoan. Bisa saja sih, bikin mendoan sendiri, toh saya terbiasa melakukannya. Tapi, rasanya tetap saja berbeda ketika makan mendoan di kampung halaman. Apakah ini pertanda bahwa saya harus mudik lagi?

Mudik, pasti hal yang menyenangkan bagi tiap orang, termasuk saya. Siapa yang nggak senang, bisa bertemu dengan orangtua, kakak, adik dan handai taulan. Anak saya, kalau mendekati akhir tahun begini, ceriwis terus, minta mudik ke rumah Nenek. Yah, walaupun alasan si bungsu ingin mudik itu karena pengin makan jajan sepuasnya di warung Nenek. Namanya juga anak-anak, mereka selalu punya versi sendiri tentang kesenangan bukan?

Ah, ngomongin mudik di saat seperti ini, rasanya seperti kangen pengin ketemu tapi masih harus menunggu waktu ketemu yang tepat. Tahu kan rasanya gimana?

Ya mau gimana lagi, kalau punya anak sudah usia sekolah memang harus mengikuti jadwal libur mereka. Sayang juga kalau harus membolos, apalagi anak saya kan sudah SMP.

Ngobrolin mudik, saya jadi pengin cerita soal kereta api dan betapa saya suka sekali mudik naik kereta api. Oh ya, kampung saya ada di Banyumas sana. Boleh dibilang, kampung saya itu terletak di tepinya Sungai Serayu. Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di beberapa kabupaten seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Purbalingga. Mengingat peran besar Sungai Serayu bahkan sampai ada lagunya, lho.

Baca yuk, Check in Mandiri Di Stasiun Kereta Api

Kembali ke soal mudik naik kereta api, saya memiliki kenangan tersendiri. Terus terang nih, saya suka sekali dengan bel di Stasiun Kereta Api Purwokerto, ketika menyambut kedatangan kereta. Bagi teman-teman yang pernah singgah di sana pasti tahu. Apa coba?

Yups, teman-teman akan disambut dengan iringan musik “Di Tepinya Sungai Serayu”. Duh, suasana begini lho, yang bikin kangen saya meluap-luap. Makin nggak sabar untuk sampai di rumah. Alasan yang sangat subjektif ya, hehehe.

di-tepinya-sungai-serayu
di tepian sungai serayu

Eits, tapi saya juga punya sederet alasan objektif, kok. Ini juga diakui oleh banyak pihak, bahwa era perkeretaapian saat ini telah mengalami banyak perubahan. Tentunya, perubahan yang membuat konsumen jadi lebih nyaman, palagi saat harus mudik naik kereta api.

Perubahan yang nampak di mata saya diantaranya:

  • Perbaikan infrastruktur

Diantaranya pembangunan double track yang masih berlangsung hingga saat ini. Stasiun juga disulap menjadi lebih luas, fasilitasnya ditambah dan diperbaiki. Contohnya, fasilitas toilet yang lebih bersih dan wangi. Pokoknya mah, sebagai konsumen saya merasa nyaman ketika masuk stasiun.

  • Petugasnya ramah-ramah

Satu hal yang berkesan di hati itu, salah satunya, keramahan dari petugas PT KAI, dari petugas ticketing, satpam, petugas chek in dan lain-lain, sekarang ramah-ramah. Kalau ada yang kebingungan dan mengalami kesulitan pasti dibantuin. Sukaa!

  • Mudahnya membeli tiket kereta api

Nggak harus mengantri lagi kalau mau beli tiket kereta api, ini salah satu perubahan yang paling kerasa dampaknya buat konsumen kek saya. Tinggal cek promo harga tiket kereta secara online, saya bisa pesan tiket lewat gadget. Lebih mudah, hemat tenaga dan waktu. Nggak perlu sampai nginep di stasiun demi bisa mudik naik kereta api.

  • Suasana dalam kereta yang lebih tertib

Sekarang untuk kereta api jarak jauh, nggak ada overload penumpang. Jumlah penumpang sesuai dengan jumlah tempat duduk. Nggak ada lagi penumpang yang berdiri bahkan ndlosor di lantai kereta atau ngumpet di toilet. Selain itu nggak ada lagi pedagang asongan yang hilir mudik di dalam kereta.

kereta-api-joglokerto
ini kereta api joglokerto
  • Kereta kelas ekonomi lebih manusiawi

Sebagai pengguna kereta api kelas ekonomi saya merasa diperlakukan secara manusiawi sekarang ini. Kondisi kereta lebih bersih, toilet yang rutin dibersihkan dan nggak lagi umpel-umpelan.

Ini, nih alasan naik kereta api ekonomi juga nyaman

Itu dia beberapa hal yang tertangkap di mata saya. Perubahan yang bikin saya selalu suka jika mudik naik kereta api.

Ditambah lagi kalau mudik saya bisa menikmati makanan kesukaan saya seperti Mendoan dan Soto Banyumas. Pokoknya nih, saya belum puas mudik kalau belum makan mendoan dan soto. Untungnya mendoan dan soto buatan ibu saya itu rasanya nyamleng (lezat), jadi cukup makan di rumah, saya bisa puas.

Buat teman-teman yang pengin main ke kampung halamanku boleh banget, lho. Bukan cuma Mendoan dan Soto Banyumas, masih ada kuliner lain seperti tahu kupat, mino, keripik tempe, getuk goreng dan lain-lain.

Kalau teman-teman hobi banget naik gunung, bisa tuh, nyobain sensasi ketinggian 3428 mdpl nya Gunung Slamet. Tinggal gendong tas gunungmu, naik kereta api, turun di stasiun Purwokerto. Lalu lanjutkan perjalanan ke lereng gunung dengan naik angkot dan ojek.  

Kalau belum punya tas gunung, bisa cek tas gunung terlengkap. Ya, daripada cari pinjeman susah, mending beli aja.

Duh, pokoknya kalau ngomongin soal mudik, nggak bisa dilepaskan dari kereta api. Sudah cinta! Kalau teman-teman suka mudik naik kereta api nggak? Bisa share pengalaman di komentar, ya.

 

9 Replies to “5 Hal Ini Telah Membuat Saya Kangen Mudik Naik Kereta Api”

  1. Alasannya mirip dengan alasankuhh. Karena mudiknya deket, jadi jarang naik kereta api. Tp aku seneng naik kereta juga mbak, apalagi semenjak KAI memperbaiki kualitasnya. Stasiun jadi bersih dan keren, petugasnya pun ramah.

    1. Iya Mba, banyak yang suka dengan perubahan layanan PT KAI.
      Makin bagus dan profesional.

  2. Klo ane say no for bus.. mabok sih klo pake bus..
    Teteupp.. pilihan pertama kereta.. jd ane setuja sama artikel na..

    1. Wah, saya kalo kemrungsung naik bis juga bisa muntah.
      Tapi, asal tenang, enggak lah.

  3. Sejak di Solo, aq senang banget naik kereta api. Kalau dr Manado ke Solo, aq pilih rute via Surabaya terus lanjut naik kereta. Pelayanan kereta skrang sudah banyak berubah, lebih asyik.
    Pesan tiket? Suka banget via online.

    1. Wah, bisa jalan-jalan dulu di Surabaya Mba.
      Betul, lebih mudah, lebih menyenangkan.

  4. Saya terakhir naik kereta api bulan agustus kemarin, setelah sekian tahun nggak naik kereta. Pelayanannya ramah. Yang saya salut pt KAI juga mengikuti perkembangan teknologi. Pas saya naik, nggak ada pemeriksaan tiket oleh petugas. Petugas sudah menggunakan handphone untuk mengecek mana kursi yang isi dan mana kursi yang seharusnya kosong

    1. Iya Mba, sudah banyak perubahan yang bagus.

  5. Asal keretanya eksekutif ya utk jarak jauh. Udah pernah ke malang naik ekonomi & ke bandung naik bisnis, ya ampun encok karena jarak antar bangku sempit. Kakiku kan panjang. Kalau ke Solo masih okelah.

Leave a Reply