Cegah Kanker Payudara Dan Kanker Serviks Bersama K-Link

​Sepertinya sudah menjadi naluri perempuan selalu mengutamakan orang-orang yang mereka sayangi, dalam hal apapun. Apalagi, perempuan yang sudah menikah. Urusan anak-anak dan suami itu nomer satu. Sementara urusan diri dan tubuhnya dinomer sekian. Padahal kesehatan perempuan itu berpengaruh terhadap kehidupan keluarga.

Saya pernah mengalami sakit yang mengharuskan untuk bedrest. Apa yang terjadi? Anak-anak makan seadanya, suami pontang-panting mengurus kebutuhan anak-anak, sementara ia juga harus bekerja. Kondisi rumah pun berantakan karena yang biasa membersihkan dan merapikannya sedang terbaring sakit. Sedih nggak sih? Saya sedih banget saat itu. 

Saya ingat kebiasan buruk yang kerap dilakukan sebelum jatuh sakit. Sering mengabaikan makan. Kalau sudah memegang pekerjaan, sulit untuk berhenti sejenak. Sarapan kerap kali terlewat dan dirapel saat makan siang. Tak jarang saya memilih makan paling akhir demi menjaga agar tidak ada sisa makanan di piring yang mubazir. Sayangnya, suka lupa memastikan makanan yang diasup sudah memenuhi kebutuhan tubuh atau tidak. 

Sejak saat itu saya mulai bertekad untuk berlaku adil pada tubuh sendiri. Di luar puasa, maka sarapan tidak boleh terlewat. Asupan jenis makanan dan jumlahnya juga diperhatikan. Jika tubuh memberi sinyal lelah maka saya akan istirahat. Meskipun saat itu ada segunung tumpukan baju kering yang belum disetrika, sekotak baju kotor yang belum dicuci dan segepok pekerjaan rumahtangga yang nggak ada habisnya.

Semua dilakukan demi tetap sehat. Apalagi saat ini ancaman  penyakit yang menyerang perempuan makin banyak dan mengerikan. Salah duanya adalah penyakit kanker payudara dan kanker serviks. 

Fakta Kanker Payudara dan Kanker Serviks : 

Di seluruh dunia terjadi 230.000 kematian per tahun akibat kanker serviks

Data WHO tahun 2012 menyebutkan di Indonesia terjadi 40 kasus kanker payudara disetiap 100.000 penduduk

Kedua kanker ini menjadi penyebab kematian terbanyak bagi perempuan. Mengapa demikian? Salah satu faktornya adalah lambat ditangani, karena umumnya penderita datang saat sudah stadium lanjut.

Soal ini saya jadi ingat dengan tetangga di kampung dan ibu rt di tempat tinggal saya dulu. Keduanya divonis kanker payudara stadium 4. Keduanya sama-sama menjalani pengobatan medis seperti upaya kemoterapi. Dan keduanya sama-sama tidak bisa lolos dari kanker payudara dan meninggal dunia. Saya menyaksikan sendiri betapa upaya pengobatan kanker itu membutuhkan waktu panjang, berat dan dana yang tak sedikit.

Memang benar makin lanjut stadiumnya maka kanker payudara dan kanker serviks makin sulit disembuhkan. Jika demikian faktanya maka semakin dini diketahui, makin besar pula peluang untuk sembuh. Lebih baik lagi, jika ada upaya pencegahan dari kedua kanker itu.

Atas alasan inilah PT. K-Link Indonesia menyelenggarakan Talkshow Tolak Kanker Payudara dan Kanker Serviks di Victoria Hotel Jogjakarta, tanggal 18 November 2017 yang lalu. Talkshow ini menghadirkan pembicara Rima Melati (Artis sekaligus survivor kanker payudara), Fatma D. Amartani S.si Apt (Produk Manager PT. K-Link Indonesia), Hj. Solekhatun (Crown Ambassador PT K-Link Indonesia). Selain edukasi, talkshow ini dimaksudkan untuk mengenalkan produk inovasi PT K-Link Indonesia yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan mencegah kanker payudara dan kanker serviks.

Saya pun nggak mau ketinggalan acara penting ini. Meskipun harus berangkat pagi-pagi, naik turun kereta, nggak masalah buat saya. Informasi mengenai kedua kanker itu memang bisa didapat darimana saja. Tapi, bertemu langsung dengan survivor kanker dan mendengarkan sharingnya jadi semacam motivasi untuk hidup lebih sehat lagi.

Mengenal Kanker Payudara dan Kanker Serviks

Pada kesempatan pertama Fatma D. Amartani selaku Product Manager PT. K-Link  Indonesia menjelaskan panjang lebar mengenai Kanker Payudara dan Kanker Serviks. Ada beberapa poin penting yang beliau sampaikan. Saya rangkumkan di sini ya:

Kanker payudara adalah keganasan sel yang terdapat pada jaringan payudara. Bisa dari epitel dan lobulus maupun jaringan lemak, pembuluh darah serta saraf jaringan dada. 

Kanker Serviks adalah kanker yang menyerang daerah antara liang senggama dan rahim atau biasa disebut sebagai leher rahim.

Penyebab kanker payudara ada beberapa faktor : usia biasanya menyerang usia 50 tahun ke atas, faktor genetik dimana resiko kanker payudara bisa diturunkan dari orangtua ke anak-anaknya, faktor hormonal seperti stres, KB hormonal, hormon esterogen yang tidak seimbang dan terakhir faktor lingkungan dan gaya hidup seperti pola makan dan lain-lain.

Kanker Serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV  16 dan 18 (human papiloma virus). Faktor resikonya ada beberapa hal diantaranya buang air di kloset duduk yang kotor, buruknya gaya hidup, aktif berhubungan seks sejak dini, sering berganti pasangan seks, sering menderita infeksi di daerah kelamin, tuker-tukeran CD, memakai pembalut yang mengandung klorin.

Gejala Kanker Payudara antara lain: muncul benjolan pada payudara, warna payudara berubah, puting terasa sakit, muncul benjolan di ketiak. Jika sudah parah bisa keluar cairan dari puting. Namun tidak semua benjolan pada payudara itu kanker.

Gejala Kanker Serviks antara lain keputihan berkepanjangan dan berbau tak sedap, pendarahan di luar siklus haid, pendarahan sesudah senggama, pendarahan di masa menopause, mudah lelah dan lemas, nyeri pinggang, nyeri saat senggama, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, salah satu kaki bengkak, keluar cairan bau tak sedap dari vagina.

Cara deteksi kanker payudara dengan pemeriksaan klinis oleh dokter, pemeriksaan laboraturium dengan tumor marker, pemeriksaan radiologi dengan mamografi dan USG, dan biopsi tanpa pembedahan.

Cara deteksi kanker serviks dengan papsmear, kalposkopi dan Iva test.

Terapi pengobatan dengan terapi radiasi, terapi hormon dan terapi obat (kemoterapi).

Dari apa yang disampaikan Bu Fatma ada hal yang harus diketahui oleh perempuan, bahwa: 

Pra kanker untuk berubah menjadi kanker itu membutuhkan waktu antara 5-15 tahun.

Jadi sebetulnya ada banyak waktu untuk mengobati kanker jika saja bisa diketahui sejak stadium awal.

Deteksi dini untuk kanker payudara bisa dilakukan sendiri dengan rutin melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) tiap kali mandi. Jika ada sesuatu yang ganjil seperti benjolan maupun perubahan warna bisa segera diketahui.

Sedangkan deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan papsmear. Saya sendiri sudah pernah melakukan papsmear. Alhamdulilah tidak ada sel yang mencurigakan. 

Untuk cerita lengkap soal papsmear bisa dibaca di artikel Yuk, Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Papsmear

Mencegah Selalu Lebih Baik Daripada Mengobati

Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker payudara dan kanker serviks? Jawabannya sudah sering diungkapkan dimana-mana, yaitu menjalankan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, olahraga teratur, tidur yang cukup dan hindari stres. 

Meskipun sudah sering kita dengar, menjalani pola hidup sehat bukan hal yang mudah diwujudkan. Betul? Iya, untuk konsisten itu memang tidak mudah. Saya juga merasakan butuh motivasi terus menerus untuk bisa konsisten dengan pola hidup sehat. 

K-Link sebagai MLM produk-produk kesehatan turut membantu para perempuan dalam mencegah kanker payudara dan kanker serviks. Lebih dari itu, melalui beberapa produk inovasinya, K-Link membantu perempuan agar bisa sehat dan cantik paripurna.

Beberapa produk hasil inovasi K-Link adalah 

  • K-Perfect Energi Vibration Bra, getaran bra ini bisa memperlancar peredaran darah pada payudara, mengencangkan payudara, meredakan nyeri di payudara, memperkecil resiko terjadinya benjolan. 
    Bra ini memiliki energi dari bahan tourmaline yang bisa dipake selama 5-10 menit sehari. Bra ini memiliki tombol on off dan bisa dicharge jika batere habis.
  • K-Panties, adalah celana dalam kesehatan. K-Panties mengandung sinar inframerah, ion negatif dan serat antikuman. Celana ini bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menyehatkan organ kewanitaan.
  • K-Shopie, pembalut berbahan ramuan herbal yang dipadukan dengan bioteknologi. K-Shopie dapat mengatasi berbagai keluhan di organ intim seperti bau tak sedap, gatal-gatal, dan keputihan. Pembalut ini memiliki kelebihan berupa daya serap yang tinggi 42x pembalut biasa,  permukaannya tetap kering sehingga nyaman dipake dan aman, mengandung ion negatif sehingga bisa mencegah bau tak sedap dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti klorin.
  • Untuk K-Shopie saya sudah mencoba memakainya saat haid kemarin. Kesan saya ketika memakai, ada rasa semriwing dan permukaan pembalut tetap kering meskipun darah yang keluar sedang banyak-banyaknya. Selain itu ada aroma herbal atau jamu yang tercium dari K-Shopie. Saya sih merasa nyaman pakai pembalut ini.
  • K-Liquid merupakan minuman kesehatan kulit berupa kolagen dengan rasa Leci. Saya sudah mencobanya sebotol, rasanya segar. Kalau ingat manfaatnya jadi pengin beli lagi. K-Liquid memiliki 5 manfaat yaitu: melembabkan kulit meregenerasi kulit, menutrisi, menyegarkan kulit dan anti kerutan. Buat yang pengin awet muda, minuman kolagen yang satu ini cocok. Bisa dikonsumsi sejak usia 25 tahun.
  • Propolis, merupakan produk yang mengandung flavonoid tinggi yang mampu meningkatkan sistem imun. Propolis bermanfaat sebagai antibakteri, antivirus, antioksidan, aktivitas sitotoksik dan mengaktifkan enzim serta anti peradangan.

Yup, itulah sebagian produk-produk inovasi dari K-Link yang bisa membantu kita, para perempuan untuk menjaga kesehatan bahkan kecantikan.

Menguatkan Motivasi Dari Sebuah Inspirasi

Seringkali, saya tuh sudah tahu ilmunya tapi betapa untuk konsisten itu sering jatuh bangun. Iya, kek ilmu mencegah kanker payudara dan kanker serviks ini. Tapi kok ya, kadang kendur dalam menjaga kesehatan. Makanya, saya suka mendengarkan sharing dari para survivor kanker. Demi apa? Demi menjaga motivasi tetap menyala di dada, tsah. 

Salah satu caranya dengan bertemu dan mendengar sharing dari Rima Melati. Mendengar sharing beliau tentang perjuangannya mengobati kanker payudara makin membuat saya berbulat tekad untuk hidup sehat. Berawal dari sebuah benjolan yang untung saja segera diperiksakan ke dokter, sehingga tidak terlambat.Oma Rima ini sampai harus berobat ke Belanda untuk menyembuhkan kanker yang dideritanya. 

Selain telaten dengan upaya penyembuhan secara medis, Oma Rima mendapat dukungan penuh dari suami tercinta yaitu Frans Tumbuan. Dukungan dari orang-orang terdekat memang menjadi kekuatan untuk terus berjuang. Oma Rima mengingatkan untuk selalu melakukan SADARI dan jaga pola makan. Contohnya menghindari makan daging setengah matang. Pantas saja, di usia 78 tahun, beliau masih sehat dan bisa bepergian hingga ke Jogjakarta.

Survivor Kanker Foto: Primastuti Satrianto

Selain Oma Rima, ada survivor kanker payudara yang lain yaitu Ibu Pricillia. Beliau mengidap kanker payudara karena faktor genetik. Setelah melalui pengobatan panjang akhirnya beliau dinyatakan sembuh. Tak mudah sebetulnya apa yang beliau lalui. Tapi dengan ikhlas beliau menerima takdir dan menikmati setiap pengobatan yang dijalani.

“Di luar perkara takdir, selain pengobatan, sikap dan pikiran positif ternyata berpengaruh pada proses penyembuhan”

Inspirasi lain datang dari seorang Crown Ambassador dari K-Link yaitu Hj. Solekhatun. Beliau adalah sosok pebisnis perempuan yang sukses menjual produk-produk K-Link hingga mendapatkan posisi prestise seperti sekarang ini. Selama 15 tahun beliau konsisten berbisnis dan hasil manis pun berhasil dipetik.

Selain sukses, beliau adalah perempuan dengan kesadaran diri yang tinggi dalam menjaga kesehatan. Tak lupa beliau mengajak perempuan Indonesia untuk lebih aware dengan tubuhnya. Selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa untuk selalu berbahagia. Perempuan berparas ayu ini juga mengajak pada perempuan untuk ikut berbisnis bersama K-Link Indonesia agar bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda.

K-Link adalah perusahan MLM syariah yang konsisten dan berkomitmen memberikan produk-produk kesehatan dan kecantikan yang berkualitas bagus. Sistem bisnis nya menyejahterakan member yang berprestasi, mau bekerja cepat, cerdas serta cemerlang. K-Link didirikan pada bulan Juni 2001 di Kuala Lumpur. Sementara itu K-Link Indonesia berdiri pada tanggal 2 Mei 2002 dengan wilayah pemasaran terbagi dalam 8 area. 

Dato Radzi Saleh, Presiden Direktur K-Link Internasional menyatakan komitmennya untuk selalu mengedepankan kualitas dan prinsip-prinsip kejujuran serta tidak berlebih-lebihan. 

Dato Radzi Saleh

Buat teman-teman yang tertarik dengan produk-produk K-Link bisa langsung order secara online di www.k-net.co.id

Panjang ya, cerita kali ini. Maaf, talkshow tempo hari memang padat informasi. Saya berusaha untuk menuliskannya di sini semampu yang saya bisa ingat. Semoga teman-teman bisa lebih aware dalam menjaga kesehatan. Termasuk dalam mencegah kanker payudara dan kanker serviks.

8 Replies to “Cegah Kanker Payudara Dan Kanker Serviks Bersama K-Link”

  1. Perlu diingat juga kalau kita harus menjaga kesehatan demi keturunan ya, mbak. Jangan sampai malah menurunkan faktor genetik kanker buat generasi penerus kita.

    Semoga kita selalu sehat ya 🙂

    1. Betul mba. Aamiin YRA

  2. Narik napas panjang abis baca tulisan ini. Dua penyakit ini memang momok bagi perempuan. Semoga kita semua selalu sehat ya, Mbak.

    1. Aamiin YRA. Semoga dijauhkan darisemua penyakit berbahaya.

  3. Temenku jg ada yang diangkat payudaranya krn cancer. Ada jg yg sembuh saat stadium awal. Memang lebih baik mencegah di awal ya mba.

    1. Iya mba, kata dokter begitu, kalau masih awal, peluang sebuh lebih besar.

  4. 2 hal itu bener-bener jadi momok para wanita, saya aja mikirin hal tersebut hampir tiap hari. “bagaimana kalau saya terkena penyakit itu?” sebisa mungkin deh mengatur pola hidup sehat, walaupun kadang-kadang saat cape mau nya makan yg instant, pinggir jalan dan malas banget olah raga 🙁

    1. Betul Mba, konsisten memang nggak mudah, saya akui.
      Mudah-mudahan ke depan bisa menjalani hidup sehat.

Leave a Reply