So Good Cerdik : Cara Belajar Yang Menyenangkan

​Langit tertutup mendung, tak lama kemudian air hujan mulai turun. Zahira terpaku menatap ke luar jendela. Hm, saya tahu dia pasti pengin main di luar. Tapi, tidak mungkin saya izinkan untuk hujan-hujanan ditengah cuaca ekstrim seperti saat ini.

“Mi, aku boseeen!”Zahira mulai merajuk.

“Iya, tapi sekarang ini jangan main hujan-hujanan dulu, ya!

“Trus ngapain?” Wajahnya tambah masam.

Sayapun berpikir, apa ya yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu Zahira. Baca buku nggak mungkin karena belum ada koleksi buku baru lagi. Nonton tivi juga Zahira nggak mau. Saya kasih gadget pun, ditolaknya, katanya gamenya udah nggak seru lagi.

Saya kemudian ingat di TL sosmed, teman-teman saya mendowload aplikasi dongeng So Good Cerdik. Segera saya putuskan untuk download yang ini saja. Dari hasil baca-baca, ternyata untuk bisa menonton dongeng harus ada kartu ceritanya dulu.

Akhirnya saya minta tolong suami untuk membeli nugget So Good, kebetulan dia masih di luar, jadi sekalian gitu. Alhamdulilah nggak susah dapetin So Good yang berhadiah kartu cerita berbingkai. Senyum Zahira pun mengembang ketika tahu ada mainan baru.

Aplikasi So Good Cerdik

So Good Cerdik adalah aplikasi cerita digital interaktif yang menggunakan teknologi AR (augmented reality). Cara mainnya mudah banget, tinggal scan kartu ceritanya. Nah, untuk langkah komplitnya, sebagai berikut :

  • Beli produk So Good Siap Masak kemasan 400 gram. Bisa nugget, sausage, stick, bakso dll untuk mendapatkan kartu cerita.
  • Download aplikasi So Good Cerdik di playstore.
  • Lalu scan kartu cerita yang ada dalam kemasan. Lalu mainkan.

Saat ini ada 3 seri kartu cerita. Masing-masing serinya ada 2 bagian. Nah, kartu cerita yang Zahira miliki itu kartu cerita seri Chika Chiko bagian ke 2. Selain itu ada seri Umbo Larege serta Lala dan SingSing.

Bagian ke 2 dari seri Chika Chiko ini berkisah tentang Chiko yang berusaha menyelamatkan telur di kandang ayam dari serangan biawak. Tapi, sayang telurnya banyak yang pecah. Padahal telur-telur itu harus ia setorkan pada restoran Chika.

Chiko pun tak kehilangan akal, ia membawa nugget sebagai ganti telur untuk isi sandwich. Ia membantu Chika menggoreng nugget-nugget itu. Chika senang akhirnya bisa melayani tamu-tamu kecilnya dengan sandwich isi nugget yang nikmat, berkat kerjasama dengan Chiko.

Zahira terlihat antusias menonton dongeng itu. Selain ceritanya menarik, ini pengalaman pertamanya mengenal teknologi Augmented Reality. Berbeda dengan buku cerita yang biasa dia baca.

“Kok bisa ya Mi, gambarnya jadi banyak, kartunya kan cuma satu?”

“Iya, ya, coba deh besok, kita cari tahu”.

Hahaha, emaknya ngeles, karena buat saya pun Augmented Reality adalah sesuatu yang baru.

Oh, ya, jika nggak ingin memakai mode AR nya, bisa dimatikan. Caranya tinggal geser tombol di kanan atas. Dalam satu cerita dibagi dalam 4 bagian. Untuk berpindah dari satu bagian ke bagian berikutnya tinggal di geser tanda panahnya.

Dalam aplikasi So Good Cerdik, ada story teller yang bercerita dengan ekspresi suara yang seru. Pemeran utama dalam dongeng ini juga turut berdialog. Jadi secara visual maupun audio dongeng tersebut menarik. Ini sangat menghibur.

Kabar baiknya lagi, selain menghibur, So Good Cerdik juga memiliki nilai edukasi dan bonding. Beberapa nilai yang saya rasakan adalah,

  • Memberikan ruang saya dan Zahira untuk menikmati waktu kebersamaan. Menonton dongeng bareng sambil ngobrol bisa makin menguatkan bonding saya dengan Zahira.
  • Zahira mendapat wawasan baru soal hewan Biawak. Tentang makanannya dan golongannya serta sifatnya.
  • Zahira juga dikenalkan dengan situasi kepepet dan harus kreatif mencari solusi.
  • Zahira jadi makin mengenal manfaat kerjasama.
  • Zahira jadi pengin menggoreng nugget sendiri seperti Chiko.

                   ~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku mau goreng nugget sendiri!” Pinta Zahira usai menonton dongeng.

“Serius?”

“Iya, Chiko aja bisa. Aku pasti bisa!

Saya akhirnya mengizinkan Zahira menggoreng nugget sendiri. Saya pikir sudah saatnya dia bertambah skill nya. Tentu saja, semua di bawah pengawasan saya. Jadi prinsip kehati-hatian itu nomer satu.

Wah, ternyata Zahira bersemangat sekali. Walaupun hasil gorengan nuggetnya terlalu coklat karena dia masih takut-takut gitu. Nggak papa lah, ya. Saya mah acung dua jempol untuk keberaniannya mencoba. Yeaaay!

Oh, ya, selain manfaat buat anak-anak, aplikasi So Good Cerdik juga bermanfaat buat emak-emak seperti saya. Dalam aplikasi So Good Cerdik tersedia resep kreasi So Good yang bisa dicoba.

Wah, pucuk dicinta ulam tiba, nih. Pas banget, musim hujan begini butuh banyak camilan, kan. Anak-anak cenderung suka ngemil saat dingin seperti ini. Saya butuh variasi resep agar mereka nggak bosan.

Oh, ya, bermain gadget memang memiliki dua sisi yaitu sisi manfaat dan resiko yang bisa saja terjadi. Menurut saya, penting untuk membatasi waktu penggunaan gadget dan materinya yang boleh ditonton. Jangan lupa untuk mengaktifkan mode aman pada browser. Ini cara agar anak-anak bisa mendapatkan manfaat dari teknologi dan meminimalisir efek negatif.

Dengan aplikasi So Good Cerdik, saya melihat, Zahira bisa belajar mengenai hal yang baru dengan cara yang menyenangkan. Dia pun nggak sabar ingin dapat kartu cerita yang lain lagi. Ya, cerita baru yang akan memberinya pengetahuan baru lagi.

 

4 Replies to “So Good Cerdik : Cara Belajar Yang Menyenangkan”

  1. Aku nyesel ih kemarin nggak jadi ambil ini waktu belanja.. Lihat Kak Zahira suka, Amay pasti juga suka. Besok lagi deh, hehe

    1. Besok-besok kalau belanja jangan lupa ya Bu, qeqeqe.
      Seru lho menonton dongeng via so good cerdik

  2. Zahira jadi rajin bantu emaknyaa menggoreng nugget dan goreng yang lain2nya nanti …. pinterrr 🙂

    1. Semoga Mba, ini mulai antusias goreng-goreng sendiri.

Leave a Reply