Motherhood

5 Aktivitas Seni dan Prakarya untuk Melatih Kemampuan Motorik Anak

Sudah lama saya nggak pernah menulis soal prakarya dan aktifitas DIY untuk anak-anak. Alasannya klise, emaknya berkurang ketelatenannya, hiks. Okelah, sebagai pengobat rindu kali ini saya mau sharing soal aktivitas seni dan prakarya. Oh ya, kegiatan seni dan prakarya dipercaya memiliki manfaat yang sangat besar untuk perkembangan anak. Selain untuk menggali potensi kreativitasnya, kegiatan ini juga bisa meningkatkan kemampuan motorik anak dan memperkuat sinyal-sinyal yang dikirim dari otak ke tangan. Inilah sebabnya aktivitas seni dan prakarya kerap dimasukkan dalam kurikulum di TK, bahkan hingga tahun-tahun pertama sekolah dasar.

Ada banyak kegiatan seni dan prakarya yang bisa teman-teman lakukan di rumah bersama si kecil. Tidak usah terlalu khawatir dengan kekacauan di sana sini yang terjadi ketika si kecil berkreasi. Hal kek gini, wajar kok. Noda membandel sekalipun mudah diatasi jika teman-teman tahu caranya. Misalnya saja, teman-teman bisa mencari cara menghilangkan bekas lem prakarya di baju anak sebelum mulai beraktivitas.

5 aktivitas seni dan prakarya yang bisa dilakukan anak-anak adalah :

Menggunting bentuk

Gerakan tangan membuka dan menutup gunting secara berulang-ulang itu bisa melatih otot-otot kecil di tangan si kecil. Hal ini sangat berguna dalam kegiatan sehari-hari lainnya. Selain itu, aktivitas ini juga akan melatih konsentrasinya dan meningkatkan koordinasi tangan dan mata.

Coba deh, berikan si kecil gunting khusus anak-anak karena ukurannya lebih kecil dan tidak setajam gunting orang dewasa. Mulailah aktivitas menggunting bentuk-bentuk yang mudah dan teratur, misalnya segiempat atau segitiga. Ketika kemampuan motoriknya menunjukkan kemajuan, coba bentuk-bentuk tidak teratur, misalnya gambar orang-orangan.

 Prakarya menempel

Teman-teman bisa membeli paket kreasi menempel khusus di toko bahan prakarya, atau melakukan kegiatan menempel bebas. Misalnya, melanjutkan kegiatan pertama di atas dengan kegiatan menempelkan bentuk-bentuk yang sudah digunting di atas kertas hingga membentuk karya patchwork.  Selain merangsang daya imajinasinya, prakarya menempel juga akan memperkuat koordinasi tangan dan mata si kecil.

Kekacauan akibat lem sering terjadi, jadi sebisa mungkin siapkan lem yang mudah dimanipulasi, misalnya lem batang atau lem berbahan dasar air. Tapi, kadang “kecelakaan” akibat lem tidak bisa dihindari. Ketahui terlebih dahulu cara menghilangkan bekas lem di baju untuk berjaga-jaga.

 Menguntai kalung/gelang

Kegiatan menguntai dengan manik-manik melatih kemampuan jari melakukan gerakan “mencubit” yang menguatkan otot-otot tangan secara keseluruhan. Selain itu, menguntai kalung atau gelang merupakan kegiatan seru yang memungkinkan si kecil mengeksplorasi warna dan bentuk.

Siapkan benang elastis dan manik-manik yang bisa teman-teman beli di toko bahan prakarya. Si kecil mungkin akan butuh bantuan untuk mengikatkan benang kalung dan gelang. Awasi pula supaya dia tidak menelan manik-manik.

 Melukis dengan tangan

Ini aktivitas yang digemari anak semua usia, terutama anak-anak kecil yang belum menguasai keterampilan memegang kuas. Melukis dengan tangan termasuk aktivitas yang menguatkan otot-otot tangannya, yang kemudian akan menyiapkannya untuk memegang pensil atau spidol. Siapkan satu area khusus yang alasi dengan koran untuk memperkecil kemungkinan kekacauan akibat cat. Karena anak-anak suka memasukkan tangan ke mulut, pastikan cat yang dipakai tidak beracun.

 Bermain lilin malam (lilin mainan)

Bermain dengan lilin malam (lilin mainan) melibatkan gerakan meremas, memilin, dan membentuk yang sangat baik untuk melatih otot-otot jari, tangan, dan pergelangan tangan. Selain itu, bermain dengan lilin malam (lilin mainan) juga bermanfaat untuk mengembangkan kreativitasnya, juga membantunya belajar bentuk dan warna.

Para ahli pertumbuhan anak-anak percaya bahwa kegiatan seni dan prakarya berguna untuk perkembangan fisik dan psikologi si kecil. Kelima aktivitas di atas seru dilakukan bersama anak. Namun, jangan lupa untuk mengawasinya dan berpartisipasi ketika si kecil sibuk berkreasi. Teman-teman bisa memanfaatkan masa-masa ini untuk menjalin ikatan (bonding) dengan si kecil.

Oke, deh, selamat mendampingi si kecil, ya!

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *