Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Lifestyle

Tas Ransel Produk Lokal Yang Tembus Pasar Dunia

Siapa yang suka dengan produk handmade? Ngacung!

Kalau saya termasuk yang suka dengan produk handmade dan buatan lokal pula. Jika teman-teman mengikuti blog ini pasti pernah membaca kisah saya dengan clutch, dan sling bag handmade. Bagi saya, produk handmade itu memiliki kesan tersendiri. Apalagi saya sedang pengin dengan tas ransel handmade. 

Produk handmade itu pasti dibuat dengan penuh ketelitian. Sehingga tiap detilnya diperhatikan. Tangan-tangan terampil yang membuatnya tentu bekerja dengan sepenuh hati dan cinta. Tak mungkin seorang perajin bisa melakukan pekerjaan dengan tekun dan hasil yang bagus jika tak mencintai apa yang dilakukannya. Inilah value yang saya suka dari produk handmade.

Tas ransel handmade memang tidak sepopuler tas pabrikan. Tapi ada perkembangan bagus dari tas handmade ini. Sekarang, produk tas ransel handmade semakin berkembang dan digeluti para pengrajin lokal.

 Kisah Si Pembuat Tas Ransel Dari Goni

Goni dibuat tas ransel? Aduh, memang bisa bagus? Itu yang pertamakali terlintas di pikiran saya. Mendengar ransel dibuat dari karung goni, tentu bikin terbayang zaman kompeni. Pada masa-masa sulit itu banyak masyarakat memanfaatkan goni sebagai bahan pakaian. Nah, apa jadinya kalau di era modern ini, karung goni kembali digunakan sebagai bahan baku produk fashion?

Kalau saya sih kadang pakai goni buat properti foto. Belum pernah memakai goni dalam bentuk produk fashion. Serius, ini beda banget. Biasanya produk fasdhion kan dibuat dari bahan yang imagenya bagus, dan keren, ya. Penasaran nggak, dengan hasil akhirnya? Saya penasaran banget!

tas-ransel-dari-goni
tas ransel gunagoni
foto: gunagoni

Ide menggunakan goni untuk ransel muncul di benak Andreas Bimo Wijosono. Goni yang awalnya hanya berupa tumpukkan sampah bekas mengarungi kedelai dia bersihkan dan diolah menjadi ransel, pouch, topi juga notes book. Kisaran harganya mulai dari 50rb sampai 200rb. Saat ini dia sudah berhasil menjual hampir 50pcs produknya di marketplace khusus kerajinan, Qlapa.com.

 Awal Mula Munculnya Brand Tas Ransel Gunagoni

Usaha yang dimulai sekitar tiga tahun lalu ini berbasis di Sleman, Yogyakarta.  Wijo menamai brandnya dengan Gunagoni, bermakna (meng)guna goni. Sehingga benda yg dianggap sampah ini punya nilai guna dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Pada awal mula produksi, Wijo belajar mengolah goni secara otodidak. Dia belajar menjahit pun dari hasil mengamati para penjahit.

 Dalam proses pembuatannya, ada beberapa tantangan dihadapi pengrajin. Pertama, goni harus dicuci sampai bersih sebelum diolah. Selanjutnya, proses penjahitan pun tidak mudah karena bahannya tebal, menjahitnya pun cukup berat. Jadi, kadang bermasalah saat proses penjahitan.

tas-sling-bag-goni
foto: gunagoni

Sekitar 2,5 lusin ransel dihasilkan setiap bulannya oleh pengrajin ini. Sebab dalam proses pengerjaannya hanya dilakukan berdua saja bersama istrinya. Wijo dibantu istrinya saat mencuci goni dan memasang aksesoris atau kancing. Sedangkan dalam proses menjahit, hanya dilakukan Wijo seorang diri dan belum ada yang membantu.

Tidak Melulu Soal Uang, Wijo Membangun Brand Miliknya Dengan Kesenangan Dan Rasa Percaya Diri Tinggi

Selain menghadapi tantangan, Wijo juga merasa bahwa ada banyak kesenangan didapatnya dengan membangun brand ini. Diantaranya, dia merasa senang karena bahan yang biasanya hanya digunakan untuk “keset” bisa naik kelas jadi aksesoris, tas ransel bahkan topi. Dalam proses produksi, Wijo enggan mengikuti pasar seperti permintaan untuk mewarnai atau menambahkan puring.

book-holder-dari-goni
foto: gunagoni

Wijo sebisa mungkin membangun brand ini dengan kepercayaan diri tinggi. Tidak cepat mundur karena penolakan-penolakan. Karena saat mencoba memberikannya pada orang-orang, ada juga yang mau dengan produknya. Itulah beberapa strategi untuk memperkenalkan ransel serta varian lainnya pada pasar lebih luas. Sampai akhirnya ada orang-orang yang bela-belain datang ke tempatnya untuk mendapatkan produknya.

Harapan terbesar Wijo, akan ada banyak orang yg konsen pada pemanfaatan barang bekas atau sampah. Terutama barang-barang yang mudah ditemui di daerah masing-masing seperti goni sehingga semakin banyak orang mengkreasikan goni menjadi tas atau produk berguna lainnya.

Ya ampun Mas Wijo bisa gitu ya, kepikiran untuk mengubah goni yang biasa banget menjadi produk dengan nilai seni, kreatifitas dan daya jual yang bagus. Kalau saya Cuma kepikiran buat properti foto, selain itu nggak kepikiran mo pake buat apa lagi itu goni.

 Karya Tas Ransel Model Anak Muda Dari Para Pengrajin Surabaya

Tas ransel atau backpack adalah jenis tas yang biasa digendong. Jenis tas ini paling pas dipakai saat membawa banyak barang kala bepergian. Untuk mendapatkan tas ransel berkualitas dari para pengrajin (selain milik Wijo), kamu bisa coba cek di Qlapa.com seperti:

TFG Traveling

Sebuah brand ber-tagline “something usefull for travellers”. Ransel handmade ini hadir dengan perpaduan konsep urban, simple, vintage dan grafis Jepang. Brand ini sudah dikenal di berbagai kota besar di Indonesia hingga luar negeri. Jadi, kualitasnya sudah nggak perlu diragukan lagi ya.

LODWIK

tas-ransel-lodwik-handmade-surabaya
foto : qlapa.com

Brand ini menawarkan konsep ransel tak biasa. Ukurannya tak terlampau besar dan pilihan warnanya berupa warna-warna cerah, sehingga cocok dipakai untuk jalan-jalan ataupun kegiatan sehari-hari. Bahan yg digunakan pun cukup unik yaitu bahan vinyl atau terpal. Terpal yang digunakan adalah terpal berkualitas dengan bahan fleksibel, tahan panas dan tentunya tidak timbus air.

RODDEN BAGS

Sekali lihat, kamu pasti langsung jatuh cinta dengan desainnya. Kompartemennya luas dan disediakan kantong-kantong kecil di bagian dalam, depan atau kanan kirinya. Jadi, cocok dipakai traveling ataupun sekolah. Tas produksi mereka menggunakan kanvas atau kanvas polyester yang dipadukan dengan aksen kulit sapi asli jenis pull up warna coklat.

Potensi Di Balik Perjuangan Para Pahlawan Produk Seni Indonesia

Banyak negara memiliki industri kreatif unik, khas dan terkenal hingga menjadi bagian dari identitas negaranya. Sebut saja negara Jepang dengan manga atau anime-nya. Begitu juga dengan Korea Selatan terkenal dengan K-Pop. Sedangkan di Indonesia sendiri, industri kreatif yang diandalkan adalah kerajinan tangan. Seperti halnya industri kreatif di negara lain, di Indonesia sendiri kerajinan tangan menjadi salah satu income bagi negara.

Kalau dilihat dari perkembangan nilai ekspor juga jual beli di dalam negeri, kerajinan tangan lokal dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Artinya, kerajinan tangan punya potensi besar untuk memperluas pasar dari mulai pakaian, aksesoris, suvenir, hingga tas ransel.

Sekalipun begitu, ada banyak hal harus dibenahi untuk terus maju dan semakin besar. Terutama terkait inovasi dari para pengrajin agar menghasilakan produk lebih baik. Begitu juga dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk mengangkat kerajinan tangan sebagai pilihan.

Jadi gimana, nih, tertarik juga menggunakan produk handmade tas ransel nan unik dan kreatif ini? Dua kata deh buat si empunya ide, keren abis!

 

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.