Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Competition

Melangkah Pasti Bersama Partner Idaman

Saya memang pernah melewatkan kesempatan pekerjaan ke luar kota. Ada yang bilang saya menyia-nyiakan kesempatan, yang mungkin nggak akan datang untuk kedua kali. Tapi buatku, saat itu belum rezeki. Harus meninggalkan keluarga saat itu bukan pilihan terbaik. Kalau memang rezeki, suatu hari pasti ada kesempatan, begitu keyakinanku. Benar saja, akhirnya rezeki itu datang disaat yang tepat.

Rezeki itu adalah Writingthon Puspiptek 2. Sebagian ceritanya sudah pernah saya tulis di blog ini. Tapi, sebagian lagi belum sempat saya bagi.

Setelah pengumuman hasil lomba writingthon, ucapan selamat berdatangan dari teman-teman. Sebagian ada yang penasaran kok bisa menang, tulisannya mana, dan lain-lain. Ada juga yang bilang saya beruntung banget. Saya nggak menampik kalau disebut beruntung bisa menjadi salah satu pemenang. Iya, ini keberuntungan yang diupayakan. Ia tak serta merta jatuh dalam pelukan saya. Melainkan harus menempuh jalan panjang. Bukan sekadar mencari bahan tulisan, wawancara narasumber dan menyusun kata demi kata.

Ada tahap menaklukan keterbatasan diri.

Saat memutuskan mengikuti lomba Writingthon puspitek 2, laptop saya sedang rusak. Satu engsel patah dan LCD nya terbuka rekatannya. Belum sempat diperbaiki, karena mengganti LCD itu mahal. Sempat enggan menulis di blog karena hal itu. Sebenarnya bisa saja pergi ke warnet, tapi saya malah tambah nggak berminat ngeblog kalau harus kesana. Akhirnya produktifitas ngeblog turun drastis karena harus ngetik pakai hape, upload ke dashbord, editing dan lain-lain dilakukan dari benda seukuran 5,5 inci. Pegel lama-lama. Oh ya, ini bukan pertama kali laptop rusak. Sudah beberapa kali terjadi. Teman-teman yang biasa saya tanya soal teknis perlaptopan mungkin prihatin.

Masalah lainnya, saya memikirkan konsekuensi jika menang karena harus ikut karantina selama 3 hari. Aelah, belum tentu menang juga kali! Iya sih, tapi saya mah gitu orangnya. Bukan tipe yang bisa pikir keri (baca: mikir belakangan), yang penting ikut dulu. Semua konsekuensi harus dipikirkan di awal agar bisa mengukur bakal sanggup atau tidak menjalaninya tanpa penyesalan.

Tapi, kemudian saya berpikir, kalau dikasih keterbatasan kek gini, saya nyerah, trus kapan saya jadi perempuan bakoh. Yang bisa survive dalam kondisi apapun, nggak gampang ngeluh, nggak gampang sedih. Akhirnya saya ngomong sama diri saya sendiri.

“Ti, sekarang terserah kamu, berhenti ngeblog padahal hampir 10 tahun dijalani atau ngeblog pakai hape dan ada kesempatan untuk bisa mendapat peluang baru”

Setelah berpikir dan menimbang-nimbang, saya memutuskan memilih yang kedua. Lanjut ngeblog meski harus update lewat hape. Trus saya juga ngobrol sama suami dan anak-anak tentang lomba ini beserta konsekuensinya. Mereka menyatakan oke maka saya langsung fokus mencari bahan tulisan.

Akhirnya 1100 kata bisa kuketik untuk lomba writingthon. Saya merasa lega banget waktu itu, padahal belum pengumuman. Buat saya, ini moment comeback setelah sempat down. Dan kelegaan itu berlanjut dengan kabar bahagia karena saya menang.

Ini seperti momen Anthony Sinisuka Ginting saat tertinggal 14-19 saat melawan Kento Momota kemudian berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya memenangi pertandingan. Rasanya pengin teriak! Aku Bisaaa!

Setelah menang, saya pun service kan laptop supaya bisa dibawa saat karantina. Engsel patah masih dibiarkan saja, toh yang satunya masih baik, yang penting LCD sudah diperbaiki. Tapi, masalah lain kambuh, yaitu baterai laptop tidak bisa diisi. Setelah dibiarkan dua malam lampu indikator menyala, laptop bisa hidup dalam keadaan dicash tapi tetap saja, tidak bisa penuh. Untung saja, tempo hari saya sudah berhasil melewati tantangan, jadi soal ini saya anggap enteng. Saya berangkat karantina dengan langkah ringan.

Yeaay, benar saja di karantina saya mendapat peluang baru. Bertemu kawan baru, tantangan baru hingga bisa berbincang dengan para ilmuwan dan perekayasa di Puspiptek. Ini pengalaman yang luar biasa. Menjalani tantangan menulis tentang 8 bidang inovasi teknologi yang dilakukan oleh para ilmuwan Indonesia. Ada rasa bahagia dan bangga karena wawasan saya terbuka tentang dunia Iptek Indonesia. Ya, Indonesia tak hanya memiliki Habibie. Ada Dieni Mansur yang meneliti kulit coklat sebagai sumber energi baru, Iskendar dan Suwahyu, ahli perkapalan yang hebat dan masih banyak ilmuwan yang kita miliki.

Kami para pemenang diberi tugas menuliskan hasil karya mereka dalam bahasa populer. Buat saya ini menantang. Apalagi saya mendapat tugas menulis inovasi bidang teknologi industri pertahanan dan keamanan tentang Kapal Cepat Rudal 60 Meter, salah satu kapal kombatan hasil karya anak negeri.

Seru, walaupun harus mengetik dengan kondisi laptop selalu dicash. Saat mengerjakan tugas pun saya selalu memilih dekat stop kontak. Di kamar memang ada stop kontak tapi letaknya di bawah, posisinya nggak nyaman buat ngetik. Jadi saat teman yang lain mengetik di kamar, saya turun ke ruang meeting meskipun waktu Shubuh belum tiba. Demi apa? Demi colokan dan menyelesaikan tugas.

Ujian masih berlanjut ternyata karena sesampainya di rumah baterai laptop sama sekali tidak mau terisi. Tugas belum selesai, baterai habis. Ketika dicash lampu indikator tak menyala. Tapi, saat itu saya sudah pasrah saja karena masih ada hape untuk mengetik. Berusaha banget nggak ngomel.

Untunglah ada kawan baik yang meminjamkan charger laptopnya. Memakai charger milik teman, ternyata laptopku bisa menyala lagi. Bahkan bisa terisi full. Ah, bahagianya saya. Yang ajaib lagi, setelah dicoba dicash pakai charger yang kupikir rusak, eh bisa lagi. Ya ampun, ternyata Alloh sedang menguji kesabaranku. Ketika berusaha nggak mengeluh ternyata berbuah manis.

Alhamdulilah, tulisan sepanjang delapan halaman selesai tepat waktu. Tulisan ini dibukukan bersama tulisan ketujuh temanku. Ini salah satu pengalaman terbaikku di dunia blogging selama hampir 10 tahun.

buku-inovation-for-all
taken by Adhi Nugroho

Saya tentu masih memiliki mimpi yang ingin diraih. Laptop adalah partner yang bakal menemani di tiap langkahku. Asa memiliki partner idaman tentu ada, agar langkahku makin ringan. Dan partner idaman itu Asus Zenbook 13 UX331UAL. Mengapa saya bilang idaman? Saya tentu punya alasan.

Zenbook 13 UX331UAL Partner Idaman Dengan Kekuatan Ultra

Idaman Karena Ultra Light and Thin

Cukup badan saya aja yang berat, laptop mah, jangaaan!

Apalagi kalau harus dibawa bepergian. Saya pikir, teman-teman pasti memiliki kebutuhan yang sama. Ada celetukan dan masih saya ingat saat di ruang meeting Wisma Puspiptek. Ketika kami harus menuju ke tempat lain ditengah-tengah aktivitas menulis.

“Laptopnya nggak usah dibawa, kan. Berat!”

Tuh, kan repot memang kalau harus bawa laptop berat kemana-mana.

Sementara itu Asus Zenbook 13 UX331UAL, bobotnya nggak sampai sekilo. Iya, hanya seberat 985 gram. Seukuran berat rata-rata sepatu. Bodi yang ringan karena materialnya terbuat dari magnesium aluminium alloy. Selain ringan, bodi nya tipis, hanya 13,9 mm. Bodi yang tipis terlihat cantik. Ukurannya juga hanya 13,3 inci. Dengan ukuran seperti ini, gampang banget bawanya. Mau dibawa pakai tas ransel atau tas jinjing, ringan dan ringkas.

Saya sudah membuka diri untuk pekerjaan ke luar kota. Tentunya, laptop akan selalu saya bawa. Bodi seringan dan setipis itu, membuat Zenbook 13 UX331UAL jadi idaman untuk dibawa bepergian.

asus zenbo ringkasok 13 ux331ual tipis ringan

Idaman Karena Tahan Banting

Ada gitu? Saya pikir nggak ada. Lha, engsel laptop saya patah gara-gara jatuh.

Ternyata Asus Zenbook 13 UX331UAL ini bakoh (tahan banting). Hal ini karena materialnya yang terbuat dari paduan mangnesium – aluminium. Bukan omong kosong karena memang telah melalui serangkaian pengujian penuh siksaan, eh.

Laptop Zenbook 13 UX331UAL diuji diberbagai kondisi ekstrim. Dijatuhkan dari ketinggian, dipakai diberbagai suhu dan kelembaban. Begitupun diuji di getaran dan tes kejut. Maksudnya kalau laptop terkena penanganan secara kasar tetap kuat. Bahkan ditindas dengan benda berat pun nggak rusak.

Jujur, saya ketar-ketir waktu Raditya Dika melakukan uji ketahanan laptop ini. Ini laptop mahal, qeqeqe. Ternyata, nggak rusak sama sekali. Wajar ya, kalau Zenbook 13 UX331UAL lolos uji military grade MIL-STD 810G. Jadi, laptop ini mampu dioperasikan dalam berbagai kondisi.

Dengan kualitas sekokoh ini, memang cocok jadi partner perjalanan siapapun, termasuk saya. Saya nggak perlu kawatir saat laptop terjatuh seperti tempo hari. Meskipun jatuh, laptop tetap tahan dan bisa dioperasikan.

Idaman Karena Perfomanya Powerfull

Tipis, ringan tapi bertenaga nggak?

Meskipun ringan dan tipis, Asus Zenbook 13 UX331UAL tenaganya bisa diandalkan. Ya, karena laptop yang satu ini didukung oleh generasi ke 8 prosesor Intel Core i5. Dimana masih bisa ditingkatkan hingga 4.0 GHz. Didukung oleh RAM sebesar 8 Gb dan storage sebesar 256 Gb PCIe.SSD. Sistem operasinya menggunakan Windows 10.

Dengan tenaga seperti ini, Asus Zenbook 13 UX331UAL ini mampu memberikan performa yang lancar untuk menjalankan fungsi komputasi sehari-hari. Untuk editing foto sederhana juga tetap lancar. Adanya SSD sebesar 256 Gb juga memiliki efek pada loading aplikasi yang cepat.

Buat saya, kemampuan ini sudah cukup untuk mendukung kegiatan ngeblog maupun editing foto dan membuat infografis sederhana.

Idaman Karena Baterai Tahan Lama Dan Irit

Kalau sedang dipakai mengerjakan tugas bakal cepat habis nggak?

Salah satu masalah laptop yang kerap terjadi adalah baterai lekas habis sementara pekerjaan belum tuntas. Akhirnya laptop di cash sambil dipakai. Lama-lama rusak deh baterainya. Salah satu yang membuat saya makin yakin kalau Zenbook 13 UX331UAL adalah partner idaman karena kekuatan baterainya yang mantap.

Daya tahan baterainya itu selama 15 jam. Rahasianya ada pada baterai polymer-lithium 50Wh. Baterainya juga lebih awet, dengan masa pakai 3x lebih lama ketimbang baterai jenis lain.

15 jam mah bisa ngeblog, nonton film, bikin infografis juga. Trus, kalau dibawa bepergian kan nggak perlu repot, cari stop kontak. Apalagi kalau sedang di lapangan, dan harus pakai laptop. Daya tahan hingga 15 jam tentu bermanfaat dalam menyelesaikan pekerjaan.

Idaman Karena Koneksinya Lengkap

Selengkap apa?

Dilengkapi dengan port USB tipe C yang baru. Dengan desain way up yang bisa dibalik. Jadi memudahkan saat dipakai. USB type C juga memberikan kecepatan transfer data hingga 10x kecepatan USB tipe 2.0. Selanjutnya dalam USB tipe C ada dua port lagi yaitu USB 3.1 Gen 1 tipe A dan dilengkapi dengan HDMI. Sehingga bisa menampilkan gambar maupun tulisan dengan baik. Ditambah lagi microSD nya memiliki kecepatan 2x lebih tinggi ketimbang pembaca standar lainnya.

Dengan spesifikasi seperti ini, jika suatu saat mengharuskan presentasi, tentu bisa dilakukan dengan baik berkat Asus Zenbook 13 UX331UAL.

Idaman Karena Ultra Produktif

Terhambat bekerja karena kendala cahaya?

Andai memiliki Asus Zenbook 13 UX331UAL sih nggak masalah lagi. Kalau harus mengetik di tempat redup Asus Zenbook 13 UX331UAL ideal karena dibekali dengan bakclit keyboard. Mengetik atau aktifitas lain bisa lancar tanpa harus ada cahaya tambahan.

Selain itu adanya fingerprint atau sensor sidik jari membuat akses menjadi makin mudah. tidak perlu repot memasukkan password setiap kali mau menggunakan laptop. Hanya dengan sekali sentuh bisa diakses. Praktis dan lebih cepat!

asus zenbook 13 ux331ual windows hello

Butuh bekerja dengan koneksi Wifi?

Laptop yang satu ini juga memberikan solusinya. Teknologi Wifi Master memudahkan banget urusan ini. Koneksi jadi lebih andal, cepat meskipun dari jarak yang lebih jauh.

Pernah nggak mengalami mau nebeng Wifi tapi tempatnya full. Kalau pakai asus yang satu ini, kita agak jauh dari router tak masalah. Jadi bisa produktif di segala situasi dan kondisi ya kalau bersama Asus Zenbook 13 UX331UAL

Idaman Karena Ultra Fun

Mau kerja atau senang-senang?

Lha, bekerja sambil senang-senang kan nggak masalah, ya. Justru kalau harus marathon mengerjakan tulisan seperti saat Writingthon Puspiptek 2 jadi nggak cepat bosan. Iya, capek ngetik bisa istirahat menonton video, atau sambil mengetik mendengarkan musik juga. Bekerja dengan Asus Zenbook 13 UX331UAL ini menyenangkan karena layarnya menggunakan nano edge dengan bingkai tipis. Meskipun ukuran layarnya hanya 13,3 inci tapi karena full HD display maka menonton jadi menyenangkan.

asus zenbook 13 ux331ual

Bahkan jika ingin mendengarkan musik. Asus Zenbook 13 UX331UAL ini memanjakan penggunanya dengan audio Harman Kardon. Suaranya jernih, bass nya enak didengar. So, marathon menulis bakal tetap asyik.

Idaman Karena Tampilannya Stylish

Yang nggak kalah penting itu ya, tampilannya. Kalau mau ditenteng begitu saja, nggak masalah karena warnanya cakep banget. Bodi yang tipis dan ringan dibalut warna rose gold yang manis dan elegan atau warna dive blue yang kokoh dan keren.

Kalau saya naksir Asus Zenbook 13 UX331UAL warna rose gold. Mencerminkan sesuatu yang anggun tapi menyimpan kekuatan yang besar.

Melihat semua yang ditawarkan Asus Zenbook 13 UX331UAL saya jadi makin yakin bahwa sesuatu yang kuat tak selalu tampil dengan sangar atau garang. Dibalik kelembutan bisa juga tersimpan ketangguhan. Iya, karena kekuatan dan daya tahan itu lahir dari tempaan yang bertubi-tubi. Walaupun untuk menjalani ditiap fase tempaan harus jatuh bangun dan berlinang air mata.

Menjadi perempuan kuat memang nggak mudah. Mungkin akan ada saat kelelahan. Disaat seperti ini, saya akan mengingat kembali saat saya mampu menaklukan keterbatasan diri.

Saya bersyukur, upaya tempo hari telah membuat saya memiliki kesempatan ini. Mengabadikan kehebatan ilmuwan negeri ini dalam sebuah buku. Andai tempo hari saya menyerah begitu saja, tulisan saya tidak ada dalam buku ini.

tulisanku-di-buku-innovation-for-all
taken by Adhi Nugroho

Asus Zenbook 13 UX331UAL dengan semua spesifikasi dan kemampuan ultra memang layak dimiliki siapapun dengan mobilitas tinggi. Travelling atau pekerjaan ke luar kota tentu enteng saja dengan membawa Asus Zenbook 13 UX331UAL.

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.