Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Health

Kehangatan Untuk Menjaga Pijar Asa

Fajar belum menyingsing di kaki langit, namun kesibukan telah nampak di rumahku. Suamiku dengan cekatan menata satu demi satu roti berbentuk segitiga ke dalam kotak. Pun menata roti bundar berlapis daging dan sayur ke dalam kotak plastik lainnya. Rutinitas yang sudah ia lakoni selama lebih dari satu tahun.

Di saat yang sama, saya sibuk di dapur. Mencuci perabotan sambil menjerang air. Tak lupa menyiapkan segelas minuman hangat untuk suamiku yang tengah sibuk. Usai menghabiskan segelas minuman buatanku, lelaki itu kemudian bergegas keluar, mengantar rotinya kepada para pengepul.

Di taruhlah kotak-kotak plastik itu di motornya. Sebelum Shubuh, roti kloter pertama harus tunai diantarkan. Hawa dingin di pagi buta tak menyurutkan langkahnya. Desiran angin yang mengundang kantuk pun, tak mampu mengalahkan tekadnya untuk memberikan masa depan pada keluarganya.

****

mengantar-roti
ayo, semangat foto pribadi

Sudah setahun belakangan ini, suamiku memutuskan berhenti jadi karyawan. Memulai hidup sebagai perintis usaha bakery rumahan. Kehidupan yang kami jalani sekarang persis seperti roller coaster. Naik turunnya melesat cepat, bikin deg-deg ser. Maklum biasa dengan kehidupan serba aman, tiba-tiba memulai usaha yang penuh dinamika. Saya tahu, merintis usaha itu seperti mbabat alas. Membuka lahan baru, tentu membutuhkan energi yang tak sedikit, karena harus mengenalkan produk terlebih dulu. Apalagi semua masih dikerjakan berdua.

Kesibukan kami itu sudah dimulai sejak dini hari. Saat suamiku pergi berkeliling, saya membersihkan semua perabotan untuk produksi roti. Tak ketinggalan memasak untuk makan sehari-hari. Siangnya setelah sejenak beristirahat maka kami kembali berjibaku dengan adonan roti. Hingga malam tiba, pekerjaan kami baru usai.

Saat suamiku berangkat tidur, saya biasanya mencuri waktu 30 menit untuk membuka laptop atau hape, menarikan jemari di atas keyboard. Sekadar menuangkan ide yang berloncatan di kepalaku.

Kesehatan Itu Modal Kami Bekerja

Saat menjadi karyawan, tiap bulan rutin mendapat gaji. Bahkan bonus jika ada jam lembur. Namun, kini kondisinya berbeda. Besarnya pendapatan sekarang tergantung pada produktivitas kami. Ibarat kata, nggak jualan ya nggak ada pendapatan.

Padahal situasinya, semua pekerjaan dari mulai produksi hingga mengantar ke pengepul masih dilakukan berdua. Dulu sempat ada tenaga pocokan yang membantu saat mengemas tapi sekarang nggak ada, karena beliau pindah rumah yang jauh dari rumah kami. Jadi sementara dijalani berdua, bekerja sejak dini hari.

Sementara itu saya juga melakukan pekerjaan sebagai blogger. Menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis ataupun menghadiri event pun butuh tenaga yang tak sedikit.

Apalagi jika ada pesanan dalam jumlah yang besar seperti tempo hari. Harus membuat 900 buah roti ditambah 260 burger, di luar produksi reguler adalah rekor terbanyak yang pernah kami kerjakan. Saya dan suami tentu senang karena roti produksi kami mulai dikenal dan diterima konsumen.

burgerku…yummi
foto pribadi

Dengan kapasitas mikser hanya 5 kilogram untuk setiap adukan maka adonan tak bisa dibuat sekaligus. Harus diulang beberapa kali. Dilanjutkan dengan profing, memberi toping, memanggang, dan mengemas. Untuk burger bahkan kami menyusunnya sejak jam 02.00 dini hari.

Dengan ritme bekerja seperti itu, lelah pasti mendera. Badan pegal, otot terasa tegang, kurang tidur, kadang masuk angin, batuk ataupun pilek.

Saya sadar betul, kami berdua harus sehat. Nggak boleh sakit. Jika sakit kami tak bisa jualan dan saya juga tidak bisa ngeblog. Oleh karenanya, menjaga kesehatan mutlak dilakukan. Kami berdua berusaha menjaga kesehatan, diantaranya dengan cara:

  • Menjaga pola makan

Kami tak boleh melewatkan sarapan ataupun terlambat makan. Saya selalu berusaha memasak tiap hari. Tapi, jika kepepet tak bisa memasak maka saya punya langganan warung makan yang nggak hanya enak tapi juga higienis.

  • Mengatur waktu istirahat

Ketika salah satu tidur siang, paling tidak 30 menit maka ada yang terjaga untuk melaksanakan proses produksi. Kalau terpaksa, salah seorang diantara berdua ada pekerjaan di luar, maka sebagian pekerjaan yang  bisa dilakukan lebih dulu harus selesai sebelum pergi. Seperti, mengiris sosis, mengiris dan menumis bawang bombay, ataupun mengiris paprika.

  • Rekreasi
rekreasi-melepas-penat
rekreasi ke pantai beberapa waktu lalu

Bekerja setiap hari tentu bisa didera bosan. Sesekali rekreasi menjadi cara untuk bisa melepas penat badan maupun pikiran. Meskipun tempat rekreasinya dekat tapi ampuh untuk membuat kami fresh dan siap menjemput rezeki.

  • Mengonsumsi minuman herbal

Pengetahuan ini saya dapatkan dari ibu. Sejak kecil saya kerap melihat ibu mengonsumsi minuman herbal. Saya yang awalnya hanya melihat, akhirnya tertarik untuk ikut meminumnya. Kebiasaan ini dilakukan hingga sekarang.

Salah satu minuman herbal yang telah lama dikenal khasiatnya adalah sari Jahe. Empon-empon yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe, tak hanya dikenal sebagai bumbu dapur. Khasiatnya pun mujarab untuk kesehatan tubuh.

Asal tanaman yang memiliki aroma khas ini, memang ada beberapa versi. Namun tercatat, dari daratan Tiongkok, jahe telah digunakan sebagai obat sejak 5000 tahun lalu. Jahe juga dikenal di wilayah Asia Selatan seperti India, Asia Tenggara seperti Indonesia dan juga di daratan Asia Barat dan Eropa. Keberadaan tanaman berimpang ini dikenal sebagai penghangat badan.

Saat salju mulai turun menutupi dedaunan dan jalanan maka saat itulah Gingerbread atau kukis jahe disajikan untuk memberikan kehangatan bagi orang-orang Eropa. Jika orang Eropa memanfaatkan jahe dengan dibuat menjadi kukis, di belahan dunia lain, jahe dimanfaatkan sebagai minuman. Di tepi jalan minuman jahe anget mudah ditemui. Variasinya banyak, jahe dicampur susu maupun dibuat wedang ronde, bandrek, sekoteng dan lainnya menjadi pemberi kehangatan bagi orang Indonesia.

Gingerol, zingeron dan shagaol adalah senyawa dibalik rasa pedas jahe. Rasa pedas yang memberi efek hangat pada tubuh. Tak hanya itu, jahe memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah. Ini bukan sugesti. Banyak penelitian ilmiah mengonfirmasi sederat manfaat jahe bagi tubuh.

manfaat-jahe
manfaat jahe

Jahe memang kaya manfaat. Harganya pun murah dan mudah ditemui. Untuk mengonsumsinya, jahe mentah  direbus dan diambil airnya.

Padatnya aktivitas seharian, mengurus rumah, anak-anak, memasak, memproduksi roti bahkan ngeblog membuat saya memilih yang lebih praktis, namun tetap aman dikonsumsi.

Herbadrink Sari Jahe, Kebaikan Alami Pilihan Tepat Saat Aktivitas Padat

Sejak saya dan suami sibuk dengan usaha bakery rumahan, sejak saat itu juga kebiasaan saya mengonsumsi minuman herbal beralih ke cara yang praktis. Ya, sejak setahun lalu saya meminum Herbadrink Temulawak. Jika dulu hanya saya sendiri yang meminumnya maka sekarang suami pun ikut minum Herbadrink dengan varian yang berbeda yaitu Sari Jahe.

herbadrink-sari-jahe
herbadrink sari jahe untuk suamiku foto pribadi

Sari Jahe dari Herbadrink, dibuat dari jahe pilihan yang diekstrak melalui teknologi moderen. Sehingga higienis dan kualitasnya terjamin karena setiap produksi ada tahap quality control. Kelebihan lainnya, Herbadrink Sari Jahe bebas endapan jadi bagi yang tak suka endapannya tidak akan terganggu.

Oh ya, tersedia pula Herbadrink Sari Jahe  sugar free, yang mengandung pemanis tanpa kalori, Sukralosa. Sukralosa ini dibolehkan digunakan pada makanan dan minuman. Tak perlu kawatir, Herbadrink telah terdaftar di BPOM, jadi aman untuk dikonsumsi.

Cara membuatnya juga mudah, satu sachet Herbadrink Sari Jahe dilarutkan dengan 1 gelas air, bisa air hangat maupun dingin. Herbadrink Sari Jahe pun siap untuk diminum.

Dengan rutin meminum Herbadrink Sari Jahe, tubuh jadi hangat, mencegah masuk angin, perut kembung, otot yang lelah bisa pulih kembali. Manfaat lainnya, Herbadrink Sari Jahe, ampuh atasi gejala rematik, penyumbatan pembuluh darah bahkan bisa efektif untuk membantu diet.

Manfaat itulah yang membuat saya memilih minuman Herbadrink Sari Jahe untuk suami. Efek rasa hangat tentu bermanfaat menghalau hawa dingin saat suamiku mengantar roti di pagi buta. Rasa lelah pun bisa dihalau berkat efek pereda sakit. Otot yang kelelahan akibat bekerja seharian bisa pulih. Suami pun bisa bekerja kembali esok hari.

herbadrink-sari-jahe
foto pribadi

Produk Herbadrink nikmat rasanya. Anak-anak saya pun menyukai Herbadrink Lidah Buaya. Mereka suka minum dalam keadaan dingin. Herbadrink Lidah Buaya itu bagus untuk kesehatan organ pencernaan.

Kehangatan Menjaga Asa Keluarga Kami

Setiap keluarga tentu memiliki cita-cita dan mungkin memiliki cara yang berbeda dalam mewujudkannya. Sejak suami memutuskan membuka usaha, sebagai partner hidup, tentu saya mendukung penuh. Tak selalu mudah, tapi kami tak akan menyerah.

Berjibaku dengan lelah, penolakan, pandangan sebelah mata telah kami hitung sebagai resiko entrepreneur pemula. Kami tak kecil nyali, toh semua yang berkecimpung di dunia itu pasti mengalaminya. Jika mereka bisa meretas jalan sukses, kami tentu memiliki kesempatan itu pula.

Salah satu bentuk dukungan itu adalah dengan membuatkannya segelas Herbadrink Sari Jahe sebelum berangkat mengantar roti. Kehangatan Herbadrink Sari Jahe melindunginya dari hawa dingin di pagi buta. Membuatnya sehat senantiasa. Kehangatan yang menjaga asa keluarga kami tetap menyala.

6 Comments

  • adhi nugroho

    Duh, poto herbadrink jahenya itu, lo. Bikin ngiler. Sukses untuk usaha bisnisnya ya, Mba. Angkat topi buat sang suami yang rela meninggalkan pekerjaan demi memulai bisnis. Tutup satu pintu, tapi terbuka 7 pintu rezeki lainnya. Amin Ya Rabb. Sukses juga ya, Mba buat lombanya. Semoga mendapat hasil yg terbaik.

    #mbaetyidolaque

  • Darin

    Luar biasa perjuangannya mbak.
    Saya juga udah nggak berstatus karyawan lagi, dan sekarang mending usaha sendiri. Memang enak nggak ada bos, karena bos-nya ya kita sendiri 🙂 Yang penting ya kata mbak itu, kesehatan, juga harus pintar2 nabung untuk harian dan investasi.
    Salam kenal.

  • Witri Prasetyo Aji

    Sukses buat usahanya yaa Mak.. Aku baru tahu kalau usahanya sama Pak Suami….. Pantessn pas njagong itu suamiku bilang kalau sumimu yang bikin pizza, Mak…

    Semangat ya Mak Ety, yaqin dech pasti sukses… Aamiin

  • Indah Juli

    Sehat-sehat selalu ya Mak Ety dan suami, Insha Allah berkah selalu menyertai.
    Daku juga suka minum jahe, jamu sih biasanya. Jadi pengen cobain herbadrink ini.

    Thanks infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.