Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Health

7 Jenis Olahraga Untuk Wanita Usia 40 Tahun Ke Atas

Jenis olahraga untuk wanita sebenarnya banyak, ya.  Tapi, tidak semua olahraga cocok untuk wanita usia 40 tahun ke atas. Memangnya beda ya, dengan olahraga untuk wanita usia 20-30 tahunan? Kalau menurut instruktur senam Berty Tilarso, ada bedanya.

Olahraga tersebut harus disesuaikan dengan perubahan pada tubuh perempuan usia 40 tahun. Perubahan kek apa ya, kok jadi deg-degan. Kalian juga memiliki perasaan yang sama?

Duh, jadi ingat deh sama berat badan yang cenderung naik terus dan badan yang nggak fit. Iya, rasa pegal di punggung bikin tersiksa. Ditambah lelah di badan yang keknya nggak hilang-hilang.

hayati lelah

Kalau dipikir-pikir, aktivitas memang meningkat setelah memiliki usaha roti rumahan. Harus bangun tidur pagi sekali dan beraktivitas hingga malam hari. Jadi wajarlah ya, kalau badan pasti lelah.

Tapi, kek nya sih nggak cuma itu, deh. Kulihat ada teman seusia yang sibuk juga tapi kok badannya fit dan bugar terus. Ternyata, bedanya satu, dia rajin olahraga, sementara saya enggak. Duh, ngaku deh, sejak dua tahun lalu sudah jarang banget olahraga.

Padahal dulu hampir tiap hari naik sepeda sampai keringetan dijabanin. Ditambah lagi, rutin senam di rumah sambil lihat video di You Tube. Efeknya memang terasa, badan jadi bugar, nggak gampang lelah, jarang sakit, stres menjauh, kulit jadi bercahaya dan badan jadi nggak pegal-pegal. Duh, pengin deh kembali ke masa-masa itu.

Itu beberapa perubahan yang terasa oleh tubuh saya. Adakah yang senasib dengan saya? Qiqiqi, nyari temen, nih.

Masalah Kesehatan Wanita Usia 40 Tahun

Kalau mau dirunut, perubahan pada tubuh wanita usia 40 tahun bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka, lho. Waduh, jadi ngeri membayangkannya.

Biar nggak tenggelam dalam kengerian, eh. Saya tulis saja deh, perubahan yang terjadi pada tubuh wanita paruh baya ini, antara lain:

Penurunan Metabolisme
Penyebabnya karena masa otot mulai berkurang. Hal tersebut berdampak pada kemampuan tubuh membakar kalori (metabolisme) yang terus berkurang. Hal ini juga terjadi pada wanita usia 40 tahun.
Kabarnya, wanita usia 40-50 tahun, bisa mengalami kenaikan berat badan hingga 7 kilogram.

Busyet dah, banyak amat, ya. Huhuhu, gak mau. Memang sih nggak semua wanita usia ini mengalami gak    tersebut. Kalau secara genetik kurus, mah beda urusan, ya. Nah buat yang gampang gemuk kek saya ini, PR banget.

mudah-gemuk

Salah satunya menjaga pola makan. Makan sedikit aja, bisa jadi lemak, tuh. Makanya harus dikontrol, kalau      bablas bisa kena obesitas. Makanan manis, berlemak dan berkalori tinggi, benar-benar harus dibatasi. Nah,       kalau sudah bicara obesitas maka bisa berakibat pada komplikasi penyakit. Amit-amit, jauh-jauh, deh.

Memasuki Masa Menopause

Sebagian wanita mulai mengalami menopause pada pertengahan usia 40 an. Sebagian yang lain, mengalami    menopause lebih lambat, yaitu di usia 50 tahunan. kapan pun itu, antisipasi tetap perlu.

Yang paling penting sih, bisa menerima dengan ikhlas apapun perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Ini awal hidup sehat, diusia 40 tahunan.

Perubahan hormon yang terjadi mungkin menimbulkan ketidak nyamanan. Hal ini akan berkurang jika mindset ikhlas sudah terbentuk.

Penurunan Kepadatan Tulang
Hal lain yang harus diwaspadai adalah massa tulang mulai menipis. Sehingga ancaman Osteoporosis,  menjadi momok perempuan usia 40 tahun.
Konsumsi makanan yang kaya kalsium salah satu hal yang harus dilakukan untuk mencegah osteoporosis. Penuhi kebutuhan tubuh akan kalsium sejumlah 1000-1500 mg tiap harinya.

Rentan Terkena Nyeri
Nah, ini yang mulai saya rasakan serangan nyeri di punggung. Gejala ini ternyata umum terjadi pada wanita usia 40 tahun. Oleh karenanya penting untuk tidak memaksakan olahraga berat maupun aktivitas berat lainnya.rawan-nyeri-sendi

Rentan Stres
Di usia yang sebenarnya amat matang, ternyata perempuan usia 40 tahun ke atas rentan terkena stres. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan sejak tahun 1968 terhadap 1500 perempuan, puncak stres terjadi pada perempuan usia 40-60 tahun.

Hasil penelitian yang dilansir oleh Hufftington Post ini menyebutkan pula bahwa stres yang terjadi dalam          waktu panjang menyebabkan gangguan kesehatan. Diantaranya gangguan pencernaan, sakit kepala, dan sakit    pada persendian.

Meskipun demikian, semua perubahan tersebut bisa kok, diantisipasi. Konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan aktivitas fisik yang seimbang bisa mencegah segala gangguan kesehatan.

kurangi makanan berkalori tinggi seperti ini

Memilih Olahraga Yang Cocok Untuk Wanita Usia 40 Tahun

Aktivitas fisik yang bisa dipilih adalah olahraga. Nah, karena kondisi fisik tidak seperti usia 30 an, maka olahraga untuk wanita usia ini harus disesuaikan dengan kondisi fisik mereka.

Olahraga yang cocok untuk wanita usia 40 tahun itu bukan berupa olahraga yang high impact. Olahraga ini penuh dengan hentakan sehingga harus dihindari. Hal ini berbahaya bagi persendian perempuan usia 40 tahun. Yang tergolong olahraga high impact adalah skipping, joging, jumping jack dan lainnya.

Nah, jadi olahraga yang cocok untuk wanita usia 40 tahun ke atas adalah jenis olahraga yang low impact. Dalam olahraga jenis ini, kedua kaki masih menapak lantai sepanjang sesi olahraga. Olahraga low impact lebih aman, resiko terkena cedera persendian kecil.

Beberapa olahraga untuk wanita yang cocok bagi wanita usia 40 tahun ke atas, antara lain:

  1. Pilatespilates-olahraga-untuk-wanita
    Serupa dengan Yoga tapi tetap berbeda. Pilates berfokus stamina. Pilates bisa membuat otot menjadi kuat. Pilates bermanfaat untuk meningkatkan mobilitas, mengurangi rasa nyeri punggung bawah. Serta menambah kekuatan pinggul.
  2. Zumba
    Olahraga yang mengombinasikan antara gerakan senam, tarian dan musik. Zumba berasal dari Columbia dan populer ke seluruh dunia.
    Melakukan Zumba amat menyenangkan, gerakannya tak berat namun sanggup membakar kalori 400-600 per jam. Gerakan Zumba membuat seluruh anggota tubuh bergerak. Tumpukan lemak di perut, lengan, paha dan pantat bisa terbakar.
    Selain itu Zumba bermanfaat bagi persendian. Bisa mencegah peradangan pada sendi. Zumba juga bisa jadi mood buster karena efek tarian dan musiknya.
  3. Yogayoga-olahraga-untu-wanita-40-tahun-ke-atas
    Olahraga yang satu ini memadukan antara kekuatan, fleksibilitas dan pernafasan. Sehingga diharapkan dengan yoga, perempuan paruh baya akan sehat secara fisik dan mental.
    Gerakan yoga meski terlihat tak ada lompatan tapi akan membuat kita berkeringat.
  4. Spinning
    Jika teman-teman tak menyukai olahraga yang hingar bingar dengan musik. Bisa memilih spinning. Cukup kayuh sepeda statis selama waktu tertentu. Kalori akan terbakar dan persendian juga aman dari cedera.
    Hanya saja buat teman-teman mungkin akan bosan karena di dalam ruangan terus menerus.
  5. Barre
    Barre adalah olahraga yang bertumpu pada kekuatan kontraksi otot. Barre terlihat seperti tak ada gerakan yang berarti. Namun sesungguhnya, di dalam otot ada ketegangan.
    Olahraga ini dapat meingkatkan level fleksibilitas dan keseimbangan. Keduanya dapat mencegah terjadinya cedera dan rasa nyeri.
  6. Bersepeda
    Salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan diantara semuanya. Gerakan mengayuh pedal pada sepeda tak hanya membakar kalori kaki, namun seluruh tubuh.
    Selain itu, bersepeda bisa menguatkan sendi pada kaki. Bersepeda amat menyenangkan dilakukan karena bisa menghirup udara segar. Juga merilekskan mata dengan melihat pemandangan di sepanjang jalan.
  7. Berenang

Olahraga ini sangat baik, karena seluruh anggota badan bergerak. Bagus untuk kesehatan jantung dan paru-paru. Namun harus diperhatikan, pemanasan harus dilakukan untuk mencegah nyeri dan cedera.
Berenang juga bisa untuk stres release. Air itu tak hanya mampu menyegarkan badan tapi juga pikiran.

Porsi Olahraga Yang Tepat

Meskipun bermanfaat untuk kesehatan, olahraga harus dilakukan dalam porsi yang tepat. Olahraga berlebihan menyebabkan kadar kortisol meningkat. Ini bisa menyebabkan ketidakstabilan hormon dalam tubuh.

Idealnya dalam menentukan porsi olahraga yang tepat, harus berkonsultasi dengan para ahli. Nanti akan dilakukan pre participation test untuk mengetahui kondisi fisik saat itu. Tes ini bisa dilakukan 6 bulan sekali.

Mengapa? Karena usia 40 tahun atas resiko terkena penyakit semakin meningkat. Kondisi yang berbeda pada tiap perempuan usia 40 tahunan membuat porsi olahraga bisa berbeda pula.

Nah, itu dia teman-teman, beberapa olahraga untuk wanita yang cocok untuk wanita usia 40 tahun ke atas. Olahraga tersebut sebagian besar bisa dilakukan sendiri. Jika tak ada waktu pergi ke gym, bisa olahraga di rumah.

Saya juga bersemangat olahraga lagi, nih. Dari ketujuh jenis olahraga di atas, saya lagi intens melakukan Zumba. Tinggal setel tutorial hasil unduhan di You Tube. Ikuti gerakannya dan berkeringat. Mudah dan menyenangkan. Semoga bisa konsisten karena saya ingin lebih sehat, itu tujuan utamanya.

Menua memang niscaya tapi menua dalam kondisi sehat dan fit bisa diupayakan, kok. So, jangan kawatir. Happy Forty.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.