Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Random Thought

Berharap Yang Baik-baik – Terimakasih 2018

Semalam saya tidak turut merayakan malam pergantian tahun. Meskipun saya lambat tidur. Sehari kemarin, memang lebih santai dari hari-hari biasanya. Banyak pelanggan yang libur, saya pun jadi bisa rehat sejenak. Bahkan semalam adalah malam yang paling santai. Iya, saya bisa rebahan sambil menghabiskan kuota Maxstream agar tak terbuang lagi.

Tahun 2018 sudah berakhir. Jika menengok ke belakang, saya harus bersyukur. Diantara gelombang hidup yang naik dan turun, Alloh masih memberi saya kesempatan bernapas dan produktif. Beberapa pencapaian mainstream tetap saya catat sebagai poin istimewa buat diri pribadi. Selebihnya, ada perubahan pola pikir dan sikap yang membuat saya bahagia menerima dan menjadi diri sendiri. Alhamdulilah.

Ditahun 2018 kemarin, ada beberapa hal yang saya catat dari perjalanan ngeblog dan pernak perniknya. Awal tahun kemarin adalah titik dimana saya pengin banget belajar motret. Suatu waktu pernah melihat-lihat feed Instagram dan merasa, foto-fotoku harus ada perbaikan. Sempat berpikir sih, apa yang bisa saya capai dengan sarana terbatas. Tapi, kemudian saya ingat-ingat lagi perjalanan hidup saya ke belakang. Bukankah semua yang saya rintis sejak awal juga dengan banyak keterbatasan? Nyatanya toh, banyak pencapaian yang diraih.

So, saya akhirnya bisa menepikan rasa minder karena kondisi. Belajar motret pakai hape saja, dengan prop yang itu-itu terus. Target saya tentu tak muluk. Minimal ada kemajuan di poin styling. Soal ketajaman, mood dan lain-lain sambil jalan aja. Hampir tiap hari saya luangkan waktu untuk memotret apa saja. Biar nggak bingung, saya coba mengikuti tema memotret dari akun-akun di IG. Nggak semua hasil belajar saya pajang di IG sih. Tapi sebagian bisa dilihat di IG.

Bagaimana hasil belajar motret selama ini? Ada kemajuan meskipun sedikit. Harus banyak belajar lagi tahun 2019 ini.

Hal kedua yang saya catat adalah beberapa bulan menjelang akhir tahun, saya bisa bepergian lebih jauh dari biasanya. Tentu untuk urusan menulis. Pencapain kecil yang membuat saya lega. Pergi ke Jakarta dan Surabaya untuk mengikuti Wrtingthon Puspiptek 2 dan Temu Alumni Coding Mum Bekraf hal yang saya syukuri.

Ketiga, saya berusaha meredam semua kekawatiran yang kerap muncul di pikiran saya. Alhamdulilah tahun 2018, saya sanggup meredamnya. Dan benar saja, hidup saya baik-baik saja. Semua terkendali dengan baik.

Hello 2019…

Well, saya merasa telah siap menjalani hidup di tahun 2019. Terlebih lagi, ini saat penting bagi saya. Januari ini, usia saya 40 tahun. Orang bilang bahwa kehidupan itu dimulai di umur 40 tahun. Saya berusaha untuk menjalani tahun 2019 dengan penuh kesadaran dan mawas diri. Apa yang baik dalam diri saya, akan saya pertahankan. Sementara apa yang buruk saya berusaha untuk menyingkirkannya.

Harapan besar di tahun ini, adalah usaha yang dirintis bersama suami bisa lebih maju. Dalam blogging saya bisa lebih produktif dan memiliki arah yang lebih jelas. Terimakasih untuk semua teman-temanku baik di dunia maya maupun yang kerap berinteraksi di kehidupanku sehari-hari. Saya bersyukur atas semua momen setahun kemarin. Semoga tahun 2019 saya bisa lebih baik dalam segala urusan. Aamiin.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.