Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Competition

Cerdas Dan Berdaya Melalui Perpustakaan Unsyiah

Kapan terakhir kali, teman-teman berkunjung ke perpustakaan?

Sehari lalu? Sebulan lalu? Setahun lalu? Atau bertahun-tahun lalu?.

“Duh, kapan ya? Lupa! Saya kan, nggak suka baca buku. Jadi, ya nggak pernah ke perpustakaan.”

Itukah jawaban teman-teman?

Iya, sih, biasanya orang berkunjung ke perpustakaan itu untuk baca atau pinjam buku, ya. Mereka yang suka ke perpustakaan pastilah sedang butuh membaca buku. Entah karena hobi atau mencari referensi.

Jadi inget saat duduk dibangku SD. Saya suka pinjam buku cerita atau majalah anak dari perpustakaan sekolah. Saya baca cerita fabel tentang Kancil Mencuri Timun. Juga tahu dongeng dari berbagai daerah seperti Malin Kundang. Semua dari membaca buku di perpustakaan. Bahkan bisa tahu dongeng – dongeng klasik karya Hans Christian Andersen juga karena suka pinjam buku di perpustakaan.

Sayang, kebiasaan ini sempat berhenti ketika sekolah SMP hingga SMA. Buat saya saat itu, perpustakaan bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ruangannya kurang nyaman, suasananya kaku, dan koleksi buku-buku yang ada juga nggak up to date.

Wajarlah, saya dan teman-teman lebih suka jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Kalau toh baca buku atau majalah, lebih suka beli. Maupun pinjam sama teman.

Setelah kuliah, kebiasaan ke perpustakaan mulai meningkat frekuensinya. Ya, karena tuntutan belajar mandiri dari buku referensi. Apalagi saat mengerjakan skripsi. Masa itulah, perpustakaan menjadi tempat wajib dikunjungi. Untuk meminjam buku maupun bolak-balik memperpanjang masa pinjam buku.

Terus, kapan terakhir kali saya berkunjung ke perpustakaan?

Kalau saya, sebulanan lalu baru berkunjung ke sebuah perpustakaan di Jakarta.

Media edukasi di perpustakaan Foto: dokpri

Untuk membaca buku? Oh, tidak. Saya berkunjung ke perpustakaan untuk berekreasi. Menikmati koleksi benda-benda yang dipajang di tiap ruangan. Saya memang belum sempat mengeksplore ruangan lainnya. Kedatangan saya saat itu mendekati batas akhir waktu kunjungan. Meskipun sebentar, saya mendapatkan kesan yang berbeda.


Foto : dokpri

Perpustakaan yang saya kunjungi itu kesannya moderen. Dari bentuk bangunan, interior maupun penataan ruangnya. Berasa nggak di perpustakaan, deh. Beda banget dengan kesan perpustakaan tempo dulu yang ruangannya ditata seadanya, kesannya kaku dan kuno. Pengunjungnya juga banyak. Suasananya ramai. Nggak sepi seperti perpustakaan yang selama ini saya kenal.

Pengalaman sebulan lalu membuka mata saya tentang perpustakaan masa kini. Jika ditata dan dikelola dengan baik. Perpustakaan bisa menarik minat orang untuk berkunjung.

Pengunjung tak hanya bisa membaca maupun meminjam buku. Bagi yang tak hobi membaca mereka bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui media yang berbeda. Seperti melalui benda-benda maupun diorama yang dipajang di sana.

Hm, andaikan semua perpustakaan yang ada di Indonesia seperti itu. Tentu akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kabar baiknya, selain perpustakaan yang saya ceritakan tadi. Ada perpustakaan lainnya yang telah bertransformasi menjadi lebih moderen. Salah satunya adalah Perpustakaan Unsyiah, di Banda Aceh.

Mengenal Perpustakaan Unsyiah

Perpustakaan milik Universitas Syiah Kuala yang berdiri sejak tahun 1970 ini telah mengalami banyak perkembangan. Dari perpindahan gedung, pergantian pimpinan dan jumlah serta ragam koleksi yang ada. Sejak tahun 1980, perpustakaan menjadi Unit Pelayanan Teknis atau UPT Perpustakaan Unsyiah.

Suasana Perpustakaan Unsyiah Sumber : http://library.unsyiah.ac.id

Puncak perkembangannya dimulai tahun 2015. Perpustakaan Unsyiah mengalami perubahan menyeluruh. Mulai dari perbaikan infrastruktur, layanan, koleksi dan tata kelola.

Saat ini Perpustakaan Unsyiah menjadi salah satu perpustakaan dengan fasilitas dan sistem yang canggih. Prestasi ini membuat banyak pihak mengadakan studi banding ke perpustakaan yang usianya hampir separuh abad ini.

Salah satunya Prof. Surin Maisrikrod dari Walailak University, Thailand Selatan. Beliau kagum dengan Perpustakaan Unsyiah yang menerapkan sistem peminjaman mandiri berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dan aplikasi UILIS(Unsyiah Integrated Library Information System)

Perpustakaan Unsyiah memiliki koleksi beragam meliputi buku teks, jurnal, laporan akhir, skripsi, thesis, laporan penelitian, majalah, buku referensi, dan CD ROM. Selain koleksi yang tercetak, Perpustakaan Unsyiah juga memiliki koleksi berupa ebook maupun ejournal dari luar negeri. Saat ini Perpustakaan Unsyiah berlangganan jurnal dari Science Direct dan Springer Links.

Selain koleksi yang lengkap, gedung Perpustakaan Unsyiah yang berlantai 3 ini dilengkapi dengan beragam fasilitas. Ruangan yang lega, bersih dan nyaman. Tersedia Wifi, AC, ruang meeting, pojok kreativitas dan coffee shop.

Hal lain yang menarik dari Perpustakaan Unsyiah adalah sudah dilengkapi dengan sistem yang canggih. Semua terdigitalisasi. Seperti penggunaan barcode KTM di pintu masuk.

Peminjaman buku diberlakukan sistem self loan station (stasiun peminjaman mandiri). Dengan sistem ini pengunjung perpustakaan bisa meminjam buku tanpa bantuan petugas.

Urusan memperpanjang masa pinjaman buku pun bisa dilakukan melalui aplikasi. Hingga denda keterlambatan pengembalian buku, dibayar dengan kartu debit.

Layak jika kemudian Perpustakaan Unsyiah memperoleh akreditasi A dari Perpustakaan Nasional. Bahkan pada tahun 2008, Perpustakaan ini mendapat sertifikasi ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu.

Bahkan menjadi satu-satunya PTN yang memiliki perpustakaan yang memperoleh sertifikasi ISO 27001 yang disahkan oleh Dakks, Badan Akreditasi Nasional Jerman. ISO 27001 adalah sertifikasi untuk Keamanan Informasi Sistem Perpustakaan dengan aplikasi OAC, OER dan room booking.

Menjadi Cerdas dan Berdaya Melalui Kegiatan Di Perpustakaan Unsyiah

Dengan segenap fasilitas yang ada, Perpustakaan Unsyiah menjadi wadah beragam aktivitas. Tak hanya untuk kebutuhan pinjam meminjam buku.

Apa yang dilakukan Perpustakaan Unsyiah telah sesuai dengan amanat Pasal 3 UU No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, yang berbunyi :

” Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.”

Kegiatan yang biasanya dilakukan di Perpustakaan Unsyiah, diantaranya :

1. Seminar dan Workshop

Adanya ruang meeting menjadi sarana bagi mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui beragam seminar ataupun workshop. Seperti workshop yang mengusung tema “Penelusuran Literatur dan Penulisan Ilmiah Mahasiswa” maupun kelas Master Film.

Mahasiswa berkesempatan menimba pengetahuan yang menunjang minat, bakat maupun materi perkuliahan.

2. Unjuk Bakat

Perpustakaan Unsyiah memberikan ruang ekspresi bagi para mahasiswa. Ruang Relax and Easy adalah wadah bagi mereka untuk unjuk bakat diberagam bidang. Seperti musik, tari, mendongeng, maupun stand up comedy.

Adanya Relax and Easy membuat mahasiswa selalu memiliki alasan untuk berkunjung ke perpustakaan. Ya, ketika perpustakaan memberi ruang bagi mahasiswa unjuk minat maupun bakatnya.

Sementara bagi pengunjung yang lain, Relax and Easy bisa menjadi sarana rekreasi yang murah meriah.

3. Tempat Ngobrol yang asyik

Biasanya kita suka pergi ke warung kopi atau coffee shop untuk ngobrol. Nah, di Perpustakaan Unsyiah ada juga Libricafe Coffee Shop. So, di sini pengunjung minum kopi sambil diskusi, baca buku maupun sekadar ngobrol santai. Nggak perlu jauh-jauh keluar kampus.

 

Libricafe, tempat nongkrong asyik di Perpustakaan Unsyiah
Sumber : http://library.unsyiah.ac.id oo

4. Kewirausahaan

Di sini mahasiswa bisa memanfaatkan perpustakaan untuk aktivitas wirausaha seperti penjualan tiket, souvenir ataupun merchandise. Hal ini positif karena mahasiswa memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di perkuliahan.

Selain itu mental entrepreneur mereka ditempa sejak mahasiswa. Ini bekal yang baik sebelum lulus kuliah.

5. Volunteer

Masa kuliah adalah saat yang tepat untuk menimba ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Perpustakaan Unsyiah memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menjadi volunteer atau tenaga sukarelawan perpustakaan.

Banyak manfaat diperoleh diantaranya bisa mengasah skill dalam pelayanan publik, mendapat pengetahuan mengenai check in counter, shelving dan lain-lain. Tentu saja, waktu luang mereka terisi dengan aktivitas yang positif.

6. Ajang Aktualisasi

Setiap tahunnya Perpustakaan Unsyiah memiliki program untuk meningkatkan minat baca. Melalui pemilihan Duta Baca. Mahasiswa yang dipilih sebagai Duta Baca harus melalui serangkaian tes yang ketat. Ada tes administrasi, tes tulis, wawancara, presentasi, voting dan terakhir menjawab pertanyaan dewan juri di malam puncak pemilihan Duta Baca.

Kegiatan ini positif karena memicu para mahasiswa untuk mengaktualisasikan dirinya. Bagi mereka yang memiliki bakat sebagai influencer, ajang ini menjadi sarana positif mengembangkan diri.

7. Unsyiah Library Fiesta

Setiap tahunnya, Perpustakaan Unsyiah mengadakan serangkaian kegiatan dalam payung Unsyiah Library Fiesta. Seperti tahun ini, Unsyiah Library Fiesta 2019 menghadirkan tema Beyond Expectations. Tema ini diambil dalam rangka mengenalkan kepada masyarakat luas tentang perpustakaan.

Bahwa berkunjung ke perpustakaan bukan hanya untuk urusan mendapatkan ilmu pengetahuan melalui buku. Pengunjung bisa juga berekreasi, menyalurkan minat dan bakat bahkan memupuk ketrampilan berwirausaha.

Berbagai macam kegiatan dilaksanakan di ULF 2019. Antara lain expo, bazar, lomba blog, pemilihan Duta Baca dan lain-lain.

Kegiatan semacam ini makin mendekatkan perpustakaan kepada para pengunjung. Perpustakaan pun bukan lagi tempat sakral yang tak menarik untuk dikunjungi.

Banyak juga ya, kegiatan yang diselenggarakan di Perpustakaan Unsyiah. Ternyata, kesan nggak boleh ini dan itu di perpustakaan, tak nampak di sini.

Wajar jika tingkat kunjungan ke Perpustakaan Unsyiah mencapai 411.000 orang per tahun. Wah, ramai, kan!

Berkunjung Ke Perpustakaan? Siapa Takut!

“Males, ah ke perpustakaan. Aku kan nggak hobi baca.”

“Perpustakaan mah, nggak asyik. Banyak orang cupu, di sana.”

Yakin, masih berpendapat demikian?

Sederet kegiatan yang dilakukan di Perpustakaan Unsyiah harusnya makin membuka mata kita, ya. Perpustakaan itu tak hanya dikunjungi oleh para kutu buku. Orang yang nggak gaul atau mereka yang butuh referensi.

Jika dikelola secara moderen, perpustakaan bisa menjadi tempat yang menarik. Menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kreativitas. Melalui beragam kegiatan yang bisa menjadi sarana mengembangkan minat dan bakat masing-masing. Manfaat yang didapat benar-benar melampuai ekspektasi kita.

Buktinya, Perpustakaan Unsyiah ramai dikunjungi banyak mahasiswa. Bukan hanya untuk membaca ataupun meminjam buku. Tapi, untuk melakukan beragam aktivitas positif.

Oh ya, Perpustakaan Unsyiah memang perpustakaan mahasiswa. Namun, masyarakat umum diperbolehkan untuk mengunjunginya. Caranya mudah, silahkan mengajukan surat pemberitahuan dan nanti akan ada pustakawan pendamping selama kunjungan.

Dengan demikian, manfaat keberadaan Perpustakaan Unsyiah tak hanya dirasakan civitas akademika Unsyiah saja. Masyarakat di luar kampus juga bisa turut tercerdaskan.

Terima kasih Perpustakaan Unsyiah yang telah menjadi inspirasi bagi perpustakaan lainnya.

Sumber Referensi :

http://library.unsyiah.ac.id/category/kegiatan/
https://unsyiah.ac.id/berita/profesor-thailand-terkesan-dengan-perpustakaan-unsyiah
Perpustakaan Nasional

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.