Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Competition

#AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia Semoga Tiap Lelah Jadi Berkah

Hijrah diawali dengan 3 potong baju!

Sampai hari ini, saya masih ingat kenangan itu. Saat saya mengatakan pada bapak dan ibu niat untuk berhijrah. Saya ingin menutup aurat. Dengan nada bicara yang pelan, bapak dan ibu mengiyakan. Seolah tak kuasa menahan keinginanku untuk berhijab.

Hati saya sedikit lega, niat yang telah lama ada, akan segera terwujud. Niat yang sebenarnya telah ada sejak duduk di bangku kelas dua SMA. Namun, alasan ekonomi membuat niat itu harus ditunda. Iya, karena harus membuat seragam baru. Artinya ada biaya lagi yang harus dikeluarkan. Sementara itu, kebutuhan ketiga adikku juga harus dipenuhi.

Akhirnya ketika masuk kuliah niat itu baru bisa dikabulkan.
Meskipun dimulai dari 3 potong baju. 1 potong celana kulot warna hitam dan 2 potong kemeja flanel motif kotak-kotak. Sementara untuk jilbab ada dua potong, warna putih dan krem.

Masih lekat diingatan ketika bapak menemani saya belanja baju di sebuah swalayan di kota kami. Sehari sebelum masuk kuliah kala itu. Dengan telaten bapak menunggui saya memilih baju dan jilbab. Ah, mata ini selalu berkaca-kaca jika ingat momen itu.

Hanya itu baju yang dipakai untuk kuliah? Untuk baju baru, iya. Tapi, ibu tak habis akal. Beliau bongkar lemari. Alhamdulillah menemukan harta karun. Berupa baju yang masih bagus tetapi tak pernah dipakai karena ukurannya sudah tak pas di badan ibu. Jadilah, baju kuliah saya saat itu sebagian adalah baju bekas.

Tak apa, saya lega karena niat berhijab bisa terwujud meski dalam keterbatasan.
Hari-hari saya selanjutnya menjadi berbeda. Dengan baju panjang dan kerudung di kepala. Alhamdulillah, niat hijrah saya bisa terwujud.

ayo hijrah bersama bmi
Sumber : IG Bank Muamalat Indonesia

Namun, perjalanan hijrah saya tak senantiasa mulus. Banyak halangan dihadapi. Bahkan ujian yang kerap membuat saya sedih dan kecewa. Proses hijrah saya terus berlanjut hingga menikah dan memiliki anak.

Hijrah Karena Sebuah Kerinduan

Sekitar dua tahun lalu suami memutuskan berhenti bekerja. Dengan alasan yang membuat saya tak kuasa menolak.

“Aku pengin lebih khusyu ibadah, de!”

Airmata saya menetes saat itu. Selama ini memang jam kerja suami amat panjang. Bekerja dengan sistem shift, telah membuat suami bekerja saat malam hingga pagi hari dua kali seminggu. Jika hari biasa tak terlalu bermasalah. Namun saat bulan Ramadhan tiba, suami selalu kehilangan banyak waktu beribadah.

Jika tiba giliran shift malam, lepas berbuka puasa suami langsung berangkat bekerja. Disaat orang lain Sholat Tarawih di masjid, dia sedang sibuk mengawasi mesin. Hal ini sudah berlangsung selama belasan tahun.

Meskipun suami bisa Sholat Tarawih sendiri namun ada kerinduan yang membuncah.

Panggilan untuk bisa sholat berjamaah di masjid. Apalagi saat bulan Ramadhan tak terbendung lagi.

Akhirnya beliau memutuskan untuk berwirausaha. Merintis usaha bakery rumahan. Sebuah bidang yang amat jauh dari pekerjaannya selama ini. Namun, ada fleksibilitas waktu.

Awalnya saya ragu. Mampukah kami hidup dari usaha ini? Sementara anak-anak beranjak besar. Biaya sekolah dan lainnya bertambah besar pula.

Kekawatiran itu terbaca oleh suami. Namun dengan tenang, beliau mengatakan ini :

“Rezeki kita itu Alloh yang ngatur. Insyaalloh dicukupi”

Saya pun akhirnya mengikhlaskan pilihan suami.  Tawakal saja atas apa yang menjadi jalan hidup kami.

Awal merintis usaha sungguh tak mudah. Minggu-minggu pertama hanya laku beberapa potong. Bahkan beberapa minggu selanjutnya pizza kami tak laku sama sekali. Tapi, Alloh membuktikan janjinya, bahwa disetiap kesulitan akan ada kemudahan.

Benar saja. Saat jualan kami tak laku, Alloh mencukupkan rezeki kami dari blog yang saya kelola dan dari pintu lain yang tak disangka-sangka.

Sekarang usaha kami sudah berjalan hampir 3 tahun. Alhamdulillah, meski jatuh bangun, usaha ini berkembang. Omzet makin hari makin meningkat. Bahkan kami sudah punya pelanggan tetap. Pelanggan yang setiap kali order mencapai 300 – 900 potong pizza. Meskipun setelah itu didera lelah dan kantuk karena sementara masih dikerjakan berdua. Tapi, kami yakin lelah kami bernilai ibadah yang diridhoi Alloh SWT. Ini yang membuat kami berdua kuat menjalaninya.

ayo hijrah bersama bank muamalat
Sumber :IG Bank Muamalat Indonesia

Alhamdulillah, hijrah suami untuk bisa khusyu beribadah dan hijrah saya untuk ikhlas ternyata membawa berkah. Suami tak hanya leluasa beribadah seperti yang diinginkannya. Alloh juga mencukupi semua kebutuhan kami.

Kami yakin, untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, hijrah tersebut belumlah cukup. Hijrah yang dilakukan saya dan suami harus diikuti pula dengan hijrah keyakinan, hijrah pemikiran, dan hijrah tingkah laku atau kepribadian.

Apalagi Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang mengatur segenap aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya mengatur aspek muamalah. Misalnya saja, dalam urusan perbankan. Hijrah dalam urusan mengelola keuangan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Agar hijrah yang saya lakukan itu semakin lengkap.

#AyoHijrah Upaya Bank Muamalat Indonesia Sebagai Agen Penggerak Semangat Umat Untuk Hijrah

Bank Muamalat Indonesia adalah bank pertama murni syariah yang ada di Indonesia. Bank dengan branding image warna ungu dan hijau ini resmi beroperasi sejak tahun 1992. Selama puluhan tahun Bank Muamalat Indonesia telah menjalankan peran sebagai penyedia layanan perbankan syariah. Kini, Bank Muamalat Indonesia menjalani babak baru. Memantapkan diri sebagai agen penggerak semangat umat dalam berhijrah.

Sumber : web BMI

#AyoHijrah telah diluncurkan pada 8 Oktober 2018. Gerakan ini sebagai upaya Bank Muamalat Indonesia mengajak umat untuk menjalankan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh). Selain berhijrah dalam hal ibadah, umat diajak pula hijrah dalam mengelola keuangan.

Seperti makna hijrah yang berarti lebih baik maka gerakan Ayo Hijrah mengajak umat untuk memulai, melengkapi dan menyempurnakan kehidupannya ke arah yang lebih baik. Tentu dengan menjadikan Islam sebagai way of life. Dengan begitu kehidupan umat akan makin berkah.

Jika bicara mengenai urusan perbankan maka tujuan yang ingin dicapai dari gerakan Ayo Hijrah adalah adanya pertumbuhan nasabah. Hal ini hanya bisa dicapai ketika kesadaran pentingnya hijrah secara kaffah makin tinggi. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

Jika perbankan syariah dipercaya umat maka perannya dalam membangun ekonomi umat juga makin besar.

Lalu, bagaimana bentuk kegiatan Ayo Hijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia?

Gerakan Ayo Hijrah ini diwujudkan melalui beberapa bentuk kegiatan, diantaranya:

1. Seminar atau edukasi mengenai perbankan syariah
2. Membuka booth diberbagai pusat kegiatan masyarakat.
3. Kajian islami yang menghadirkan narasumber ulama dari berbagai kalangan.
4. Menjalankan program pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah.

Pemberdayaan masjid oleh Bank Muamalat Indonesia
Salah satu kegiatan di masyarakat.
Dokumen : Bank Muamalat Indonesia

Melalui ragam kegiatan tersebut diharapkan gerakan Ayo Hijrah akan menjadi stimulus bangkitnya kesadaran umat untuk mengelola keuangan di perbankan syariah.

Mengenal Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat Indonesia memang resmi beroperasi sejak 1 Mei 1992. Namun sejatinya keberadaan bank ini telah ada sejak 1 November 1991 atas gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan para pengusaha muslim. Gagasan yang kemudian didukung oleh pemerintah saat itu.

Bank Muamalat Indonesia adalah bank pertama yang murni sesuai syariah.
Sejak awal beroperasinya, Bank Muamalat Indonesia telah mengeluarkan produk keuangan syariah. Diantaranya adalah Asuransi Syariah, Multifinance Syariah (Al Ijarah Indonesia Finance) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat).

Bank Mualamat Indonesia tak jemu melakukan berbagai inovasi produk maupun layanan. Seperti adanya produk Shar-e di tahun 2004 merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Hal ini diikuti dengan inovasi lainnya hingga sekarang. Tak mengherankan jika Bank Muamalat Indonesia meraih beragam penghargaan.

ayo hijrah bersama bank muamalat indonesia
sederet penghargaan Bank Muamalat Indonesia di kurun waktu 2018-2019

Profesionalisme dan kepercayaan masyarakat membuat Bank Muamalat Indonesia telah berkembang hingga ke Malaysia. Saat ini tercatat, bank telah memiliki 267 kantor cabang, 103 mobile branches dan jaringan ATM hingga 710. Dengan jumlah nasabah sebanyak 1,5 juta orang.

Melihat performa yang positif maka sudah selayaknya Bank Muamalat Indonesia menjadi pilihan hijrah dalam mengelola keuangan. Alasannya:

1. Bank pertama di Indonesia yang murni syariah. Ada sejak 1992 dan memiliki banyak pengalaman mengelola dana secara syariah.
2. Bank Muamalat Indonesia tidak menginduk ke bank lain sehingga terjaga kemurniannya dari Riba.
3 . Pengelolaan dana yang dihimpun berdasarkan prinsip syariah. Dimana dalam pelaksanaannya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
4. Memiliki layanan dan produk keuangan yang lengkap. Komplit dengan fasilitas mobile banking maupun internet banking. Didukung jaringan ATM dan kantor cabang hingga di luar negeri.

Ayo Hijrah Mengelola Keuangan Bersama Bank Muamalat Indonesia

Hijrah dalam pengelolaan keuangan adalah dalam rangka menghindari riba. Sistem yang berlaku di bank syariah adalah bagi hasil.
Jika kita menabung di bank syariah maka kita akan mendapatkan bagi hasil. Mengenai  prosentase bagi hasil, besarnya ditetapkan dan disepakati saat akad.

Bagaimana dengan program pembiayaan bank syariah?

Bank akan selektif pada jenis usaha yang akan dibiayai. Usaha yang memproduksi atau memperjualbelikan sesuatu yang haram tentu tidak akan mendapat pembiayaan.

Untuk lebih lengkapnya, inilah ketentuan bagi hasil yang diambil dari web Bank Muamalat Indonesia.

 

Oh ya, Bank Muamalat Indonesia menyediakan berbagai produk keuangan yang bebas riba. Produk keuangan tersebut yaitu:

1. Tabungan iB Hijrah
2. Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
3. Tabungan iB Hijrah Rencana
4. Tabungan iB Hijrah Prima
5. Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
6. Deposito iB Hijrah
7. Giro iB Hijrah

Selain produk keuangan di atas, Bank Muamalat Indonesia juga menyediakan produk pembiayaan yang dibutuhkan masyarakat, seperti:

1. KPR IB Muamalat
2. Pembiayaan IB Muamalat Modal Kerja
3. Pembiayaan IB Muamalat Multiguna

Ada banyak pilihan produk investasi maupun pembiayaan. Selanjutnya, pilihan ada di tangan kita. Berani lebih baik dengan berhijrah?

Hijrah secara kaffah tentu menjadi cita-cita setiap muslim, termasuk saya dan suami. Meskipun dalam prosesnya ada banyak hambatan. Tak perlu berkecil hati, hijrah  adalah proses tiada henti sepanjang hayat. Ini berhubungan dengan kondisi keimanan yang kadang fluktuatif. Oleh karenanya, penting sekali untuk selalu mengikuti kajian keislaman. Agar pengetahuan dan amal baik terus istiqomah dilakukan. Yang tak kalah penting adalah lingkungan yang memiliki kesadaran yang sama.

Apa yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia dengan gerakan #AyoHijrah adalah bentuk upaya membangun lingkungan yang sadar akan pentingnya hijrah secara menyeluruh.

Jika dulu saya berani memulai hijrah dengan berhijab dalam kondisi yang terbatas. Kemudian bisa istiqomah hingga kini. Suamipun berani berhijrah untuk lebih baik dalam beribadah.

Maka, sekarang saya dan suami jadi lebih mantap hijrah dalam mengelola keuangan. Apalagi untuk mengembangkan usaha, kami butuh pembiayaan. Harapan saya keberadaan Bank Muamalat Indonesia akan memudahkan kita semua untuk hijrah dalam pengelolaan keuangan. Demi menghindari riba, untuk hidup yang lebih baik dan berkah.

Sumber bacaan:

Bank Muamalat Indonesia https://www.bankmuamalat.co.id/seputar-ayo-hijrah

Bank Muamalat Indonesia https://www.bankmuamalat.co.id/artikel/perbedaan-bunga-dan-bagi-hasil-11

3 Comments

  • Arinta Adiningtyas

    Saluuuttt sama Pak Abdoel.. Hijrahnya karena kerinduan untuk beribadah.

    Salut juga sama Mbak Ety, karena tetap mendukung penuh semua keputusan suami. Semoga Pizzaro semakin berkembang lebih besar dan lebih besar lagi ya, Mbak.. Semoga kelak nggak perlu lembur berdua doang, tapi udah dibantu sama karyawan. Aamiin YRA.

    • Ety Abdoel

      Aamiin YRA, terima kasih doanya Mba Arinta sholehah.
      Semoga kami berdua dikuatkan dan selalu kompak mewujudkan cita-cita kami.

  • Inna Riana

    kuterharu baca cerita hijrah behijab dan keputusan suami buat resign.
    berasa banget membesarkan usaha dari nol itu sulit. aku pilih menyerah stl toko obat ga banyak berkembang, tapi ga nyesel karna alasannya adl jadi lebih fokus urus anak2 di rumah.
    impian suamiku buat buka usaha lagi mudah2an terwujud buat masa pensiun nanti,
    semoga sukses buat mba ety dan suami, mudah2an berkah dunia akhirat, aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.