Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Featured

Bijak Memetik Manfaat Ekonomi Fintech Lending

Tak kenal maka jangan berakad. Sebuah nasihat yang diubah dari peribahasa lama. Tepat untuk mengingatkan kita agar berhati-hati jika ingin memetik manfaat ekonomi fintech lending. Sebelum memutuskan meminjam, kenali dan pelajari dulu aturan mainnya. Agar tak terjebak kesulitan. Ingat, sesal itu selalu hadir belakangan.

Saya kerap mendengar penderitaan orang-orang yang terlibat utang dari fintech lending. Ditagih dengan kata-kata kasar, penuh ancaman bahkan membabi buta. Ya, karena orang lain yang tak ada urusannya dengan pinjaman bisa terkena imbasnya. Ikut dihubungi hanya karena namanya ada di daftar kontak si peminjam. Utang kita pun beresiko diketahui orang banyak. Ya ampun, ngeri ya.

Minimnya pemahaman mengenai fintech lending membuat banyak masyarakat terjerat urusan dengan fintech lending abal-abal. Untuk itu edukasi harus terus dilakukan. Seperti dalam acara NgobrolTempo, diskusi yang diadakan oleh Tempodotco, mengangkat tema Manfaat Ekonomi Fintech Lending.

Diskusi dihadiri para blogger dan pelaku UMKM kota Solo bertempat di La Taverna Cafe dan Resto (23/5). Diskusi yang dipandu oleh moderator Tomy Aryanto (Direktur Tempo) menghadirkan narasumber Munawar Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, & Pengembangan Fintech OJK, Sonny Ch. Joseph CEO & Co Founder Batumbu, Irwan Tri Nugroho Akademisi UNS.Diskusi manfaat ekonomi fintech lending

Mengenal Istilah Fintech Lending

Istilah Fintech itu singkatan dari financial technology. Sementara itu definisi fintech adalah layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi. Semua aktivitasnya dilakukan dengan internet baik melalui web maupun aplikasi smartphone.

Seperti diketahui perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah banyak hal. Salah satunya aspek transaksi keuangan. Dimana semuanya bisa dilakukan melalui internet. Banyak waktu dipangkas karena teknologi informasi. Misalnya saja untuk bayar tagihan listrik, air dan lain-lain, tak perlu lagi antri di loket. Ini baru salah satu saja.

Ada banyak jasa keuangan yang berbasis teknologi informasi, diantaranya adalah
– pembayaran (payment) seperti yang saya contohkan di atas. Contoh lainnya adalah penggunaan platform Gopay, Ovo, LinkAja dan lain-lain.

– pendanaan (funding), ini yang dibahas dalam tulisan ini yaitu fintech lending.
– Perbankan (digital banking);
– Pasar Modal (capital market);
– Perasuransian (insurtech);
– Jasa pendukung (supporting fintech); dan
– inovasi keuangan digital lainnya

Jadi apa yang disebut dengan Fintech Lending?

Fintech Lending atau disebut sebagai P2P (Peer to Peer Lending/Pinjaman Daring/Pindar) adalah
Layanan pinjam meminjam uang secara langsung antara lender (kreditur/pemberi pinjaman) dan borrower (debitur/penerima pinjaman) berbasis teknologi informasi.

Jadi fintech lending di sini berperan sebagai platform atau penyelenggara fintech lending. Ia menjembatani antara peminjam dan pemberi pinjaman.
Menurut Bapak Munawar, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, & Pengembangan Fintech OJK, kehadiran fintech lending sebagai lembaga pemberi pinjaman adalah untuk mengisi kekosongan yang tidak bisa diisi oleh lembaga pinjaman seperti bank karena terbentur aturan yang ada.

Keberadaan fintech lending bukan sebagai pesaing perbankan, ya.
Sasarannya pun berbeda dengan bank pada umumnya. Mereka yang menjadi sasaran dari fintech lending adalah

* Orang tak bisa mengakses perbankan. Mereka adalah yang tidak bankable
* Orang yang tak bisa dilayani oleh bank. Misalnya karena butuh pinjaman dalam waktu cepat.

Mengapa kemudian menjadi pinjaman daring ini kemudian populer? Karena ada tiga alasan:

1. Mudah, tak perlu melakukan tatap muka, seorang yang butuh uang bisa langsung meminjam lewat aplikasi smartphone maupun web.
2. Cepat, cairnya dana pinjaman tak butuh waktu lama. Tak seperti ketika pinjam ke bank.
3. Syarat mudah, tak perlu syarat jaminan atau agunan membuat pinjam kepada fintech lending jadi lebih mudah.

Namun dibalik kemudahannya, bunga pinjaman fintech lending tergolong tinggi. Ini untuk menyeimbangkan dengan resiko yang juga tinggi. Jika gagal bayar, resikonya uang tak bisa kembali ke penyedia pinjaman meskipun ada asuransi.

Nah, bunga yang tinggi dan adanya jatuh tempo seringkali luput dari perhatian para peminjam. Mereka hanya fokus pada cara meminjam fintech lending yang mudah.

Manfaat Ekonomi Fintech Lending

Selama ini kontribusi fintech lending dalam memberikan manfaat kepada ekonomi masyarakat cukup besar. Manfaat ekonomi fintech lending selama dua tahun ini diantaranya adalah:

1. Adanya penyerapan tenaga kerja.
2. Penyaluran kredit ke UMKM meningkat.
3. Meningkatkan pendapatan masyarakatnya
4. Meningkatkan GDP
5. Menstimulus perbankan, perusahaan pembiayaan dan ICT.

Memang, ibarat pisau fintech lending itu tergantung pemakainya. Ia akan bermanfaat jika digunakan secara bijak. Sebagai konsumen kita harus pandai dan berhati-hati. Pinjaman fintech lending sebaiknya untuk keperluan yang produktif seperti modal usaha. Penggunaan pinjaman untuk sesuatu yang konsumtif jika tak diimbangi kemampuan membayar hanya akan menyulitkan.

Apalagi saat ini banyak sekali fintech lending ilegal. Ada sekitar 900 lebih pindar ilegal. Inilah sumber kekisruhan selama ini. Sementara itu yang terdaftar di OJK sekitar 113 dan yang memiliki izin ada 5. Diantara 113 yang terdaftar 6 diantaranya pindar syariah.

Dari acara ngobrol tempo hari, OJK memberikan panduan meminjam ke pindar. Hendaknya, ini dipatuhi oleh masyarakat sehingga tak ada lagi kasus tagihan pindar yang bermasalah. Maupun terbelit utang dibanyak pindar.

Tips Meminjam Uang pada Fintech Lending

1. Pastikan meminjam pada pindar yang terdaftar/memiliki izin di OJK. Jangan mudah percaya pada iklan ataupun imitasi pindar. Banyak pindar ilegal yang membuat logo mirip dengan pindar yang terdaftar di OJK.
2. Pinjam untuk kebutuhan produktif dan maksimal 30% dari penghasilan. Ini untuk meringankan beban peminjam sebetulnya. Kredit untuk usaha tentu lebih bermanfaat. Kemampuan membayar cicilan juga jangan diabaikan agar bunga tak menumpuk akhirnya terbelit utang.
3. Lunasi Tepat Waktu
Tunggakan pada pindar beresiko terkena denda. Akibatnya pinjaman jadi membengkak. Kalau sudah begini, pasti jadi makin berat bebannya.
4. Hindari gali lubang tutup lubang
Inilah pentingnya mempertimbangkan kemampuan saat meminjam uang. Bisa nggak mengembalikan tepat waktu. Jangan sampai solusi tak bisa membayar ke pindar yang satu adalah dengan meminjam ke pindar yang lain. Duh, ini sih nggak selesai utangnya.
5. Ketahui dulu bunga dan denda pinjaman.
Kira-kira besarannya memberatkan tidak. Sebaiknya pilih pindar yang bunga dan dendanya paling rendah.
6. Pahami kontrak Perjanjian
Sebelum meminjam pahami isi kontrak perjanjian. Tanya saja jika ada hal yang belum dipahami. Ingat saat mengisi aplikasi hati-hati dengan data online yang diminta. Hanya ada tiga hal yang dibolehkan OJK yaitu kamera, lokasi dan mikropon.

Dari ratusan fintech lending di Indonesia, salah satunya adalah Batumbu.

Mengenal Platform Batumbu (Berdayakan Usaha Indonesia)

Batumbu artinya bertumbuh. Platform ini memiliki visi memberikan solusi keuangan terbaik, bagi usaha kecil menengah untuk tumbuh dan maju.
Batumbu didirikan oleh Sonny Ch. Josep, mantan bankir nasional yang di puncak karirnya justru memilih mendirikan pindar ini.

Model bisnis dari Batumbu adalah dengan menjaring mitra diberbagai sektor. Contohnya sektor perkebunan, perdagangan sayur, garmen, dan logistik. Batumbu memberikan modal kerja dengan pengembalian yang fkeksibel. Bisa harian, mingguan atau bulanan disesuaikan dengan kondisi para mitra.
Menurut Pak Sonny, yang dibutuhkan UMKM itu bukan hanya modal. Namun, membutuhkan peningkatan kapasitas untuk bisa bertumbuh.

Beberapa hal yang oleh Batumbu untuk meningkatkan kapasitas UMKM beberapa hal, yaitu:
1. Memperluas akses pasar.
2. Menyampaikan informasi bisnis.
3. Memberikan expert room
4. Memberikan layanan non keuangan

Demikian gambaran salah satu fintech lending yang memberikan pinjaman modal usaha.

Cukup ada gambaran kan, teman-teman. Seperti pesan dari OJK, hati-hati jika ingin meminjam lewat fintech lending, ya.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.