Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Vacation

Naik Kereta Brantas Mengunjungi Tempat Wisata Sejarah di Semarang

Adakah yang suka traveling naik kereta api? Kalau ada, kita tos dulu! Hehehe. Ya, dari pengalaman traveling selama ini, paling sering memang naik kereta api. Alasannya karena moda transportasi yang satu ini bebas macet. Sehingga bisa lekas sampai di tujuan. Selain itu, kereta api sekarang itu nyaman meskipun untuk kelas ekonomi. Wajar saja jika naik kereta api jadi favorit banyak orang saat traveling.
Kereta api brantas, salah satu kereta kelas ekonomi yang melintasi kota tujuan wisata. Kereta api yang mulai beroperasi 1 Oktober 1998 ini melayani rute Blitar – Pasar Senen melalui jalur utara. Kereta api jarak jauh ini beroperasi sekali sehari pergi dan pulang. Buat kalian yang baru pertama kali ingin naik kereta, jangan kawatir dengan jadwal keberangkatan kereta brantas. Sekarang cek jadwal kereta bisa dilakukan secara online. Kita bisa cek jadwal kereta brantas di Traveloka sekarang.

Kereta api brantas berhenti dibeberapa stasiun seperti di Stasiun Jogjakarta. Jika memghendaki berwisata ke Jogya, teman-teman bisa menikmati Soto Ayam 61 maupun kuliner pasar beringharjo lainnya. Selain berhenti di Jogja, kereta brantas juga berhenti di Stasiun Tawang Semarang. Ibukota propinsi Jawa Tengah ini dikenal memiliki objek wisata yang menarik. Ada wisata kuliner, wisata alam, wisata kekinian bahkan wisata sejarah. Kita bisa memilihnya atau bahkan dikunjungi semuanya. Silahkan saja karena memang sayang untuk dilewatkan.

Semarang diawal keberadaannya, menjadi bagian penting jalur penghubung di pesisir utara Jawa. Menjadi penghubung kota Jakarta dan Surabaya di pesisir utara. Sekaligus menjadi penghubung kota pedalaman di selatan Jawa seperti Jogjakarta dan Surakarta. Letaknya yang strategis ini membuat Semarang menjadi salah satu kota yang diduduki Belanda di masa penjajahan dulu. Jadi tak mengherankan jika kota Semarang memiliki bangunan peninggalan Belanda.

Kini, bangunan yang memiliki nilai sejarah itu masuk dalam bangunan yang dilindungi. Namun untungnya bangunan tersebut dibuka untuk umum. Sehingga menjadi tujuan wisata heritage yang menarik.

Bagi teman-teman penyuka wisata sejarah, berikut ini saya buatkan rangkumannya.

5 Wisata Sejarah di Semarang Yang Menarik Untuk Dikunjungi

1. Stasiun Tawang Semarang
Seperti diketahui, kereta api merupakan salah satu transportasi yang eksis di zaman penjajahan Belanda. Peninggalan berupa stasiun maupun jalur kereta api masih digunakan hingga sekarang. Salah satunya adalah bangunan bersejarah Stasiun Tawang.

Menurut catatan sejarah Stasiun Tawang merupakan stasiun kedua milik NIS (Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij), perusahaan kereta api milik Belanda. Stasiun Tawang dibangun untuk menggantikan Stasiun Tambaksari yang kerap terendam rob.

Bangunan berarsitektur Eropa ini dirancang oleh arsitek bernama J.P de Bordes. Stasiun ini mulai dibangun pada 29 April 1911 dan diresmikan penggunaannya pada 1 Juni 1914.

Stasiun Tawang
Stasiun Tawang Foto : Wikipedia

Setelah kemerdekaan, stasiun ini diambil alih oleh pemerintah kota Semarang. Namanya berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api Tawang (PJKA).
Hingga kini bentuk bangunan luar masih dipertahankan keasliannya. Memang ada yang berbeda, halaman depan stasiun kini terdapat polder yang dilengkapi pompa air. Hal ini dimaksudkan untuk antisipasi saat rob datang.

Bagi teman-teman yang suka fotografi, mengabadikan bentuk bangunan Stasiun Tawang tentu tak boleh dilewatkan.

2. Lawang Sewu

Bangunan tua peninggalan Belanda ini merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terkenal. Disebut dengan nama Lawang Sewu atau pintu seribu bukan karena pintunya ada seribu buah. Namun karena bangunan ini memiliki banyak pintu dan jendela tinggi serta lebar seperti lawang.

Gedung yang dibangun pada Febuari 1904 dan rampung di tahun 1907 ini dahulu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api Belanda NIS atau disebut sebagai Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.

Lawang Sewu
Lawang Sewu tahun 2011
Foto : Wikipedia

Bangunan megah ini berlantai dua. Dirancang oleh arsitek dari firma Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag. Mereka berdomisili di Belanda. Konon seluruh rancangan gedung dibuat di Belanda. Kemudian gambar tersebut di bawa ke Semarang.

Gedung kuno ini masih terawat dengan baik. Banyak wisatawan berkunjung kemari terutama untuk berfoto. Meskipun kerap terdengar cerita mistis tentang tempat ini, Lawang Sewu tetap menarik dikunjungi.

3. Gereja Blenduk

Bangunan gereja berkubah merah bata ini nampak kontras dengan bangunan gereja yang berwarna putih. Namun kekontrasan inilah yang membuat bangunan gereja Kristen tertua di Jawa ini nampak megah dan mudah dikenali. Gaya arsitektur bangunannya memiliki sentuhan Eropa.

Kubahnya populer dengan sebutan blenduk makanya sering disebut sebagai Gereja Blenduk. Sementara nama asli gereja ini adalah GPIB Immanuel Semarang. Atap gereja yang berbentuk kubah berlapis perunggu memang nampak beda dengan arsitektur gereja pada umumnya.

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk
Foto :Wikipedia

Bentuk bangunan gereja yang dibangun tahun 1753 ini berbentuk segi delapan (heksagonal). Bangunan asli gereja ini sebetulnya dibangun oleh Portugis saat menduduki Semarang. Bentuknya saat itu berupa rumah panggung. Bangunan itu sepat dirombak pada tahun 1787. Kemudian oleh H.P.A. de Wilde dan Westmas, arsitek asal Belanda, atap bangunan diubah bentuknya menjadi kubah. Selain itu ditambahkan bangunan baru yaitu dua menara pada tahun 1894.

Berkunjung ke Gereja Blenduk ini, teman-teman tak hanya menyaksikan keindahan arsitekturnya, bisa juga menikmati interior klasik yang ada di dalam bangunan gereja.

4. Masjid Kauman Semarang

Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Semarang. Memiliki kaitan erat dengan sejarah kota Semarang. Letaknya sendiri berada di pusat kota. Seperti tradisi masjid kuno di Jawa, letaknya di alun-alun, dekat dengan pusat pemerintahan dan penjara. Meskipun sekarang keberadaan alun-alun Semarang telah beralih fungsi sebagai pusat ekonomi seperti pasar Johar dan lainnya.

Masjid kauman semarang
Masjid Kauman Semarang
Foto :situsbudaya.id

Bangunan masjid bergaya arsitektur Jawa dan Persia. Menurut catatan masjid Kauman dibangun tahun 1170 Hijrah atau 1749 Masehi. Selain terkait dengan sejarah berdirinya kota Semarang, masjid Kauman menjadi tempat publikasi kemerdekaan Indonesia. Merupakan satu-satunya masjid yang mengumumkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Melihat pentingnya peran masjid Kauman Semarang dimasa lalu, bangunan ini layak jika masuk dalam bangunan cagar budaya. Bentuk atap masjid dipengaruhi oleh gaya atap bangunan Jawa yaitu bertingkat tiga (tajuk tumpang tiga). Hal ini merupakan filosofi dari iman, Islam dan Ikhsan. Kini nama Masjid Kauman Semarang dikenal sebagai Masjid Agung Semarang.

5. Gedung Marabunta

Gedung kuno dengan arsitektur dan nama yang unik. Awalnya gedung Marabunta ini adalah gedung serbaguna di zaman Belanda. Gedung ini bangun tahun 1800 san. Ada dua versi tahun yang disebut sebagai tahun dibangunnya gedung ini yaitu tahun 1854 dan 1890.
Nama gedung ini unik. Menggunakan nama semut merah ganas dari Afrika, Marabunta.

Gedung Marabunta
Gedung Marabunta
Foto : situsbudaya.id

Ikon semut Marabunta juga ada patung dua ekor semut Marabunta di bagian atap gedung. Dulunya gedung ini digunakan sebagai gedung pertunjukkan. Baik pementasan opera, tari ballet, maupun orkestra.

Bukan gedung kuno jika tak menyisakan misteri. Begitupun dengan gedung ini. Ada cerita mengenai sesosok penari ballet cantik, Margaretha Geertruida (Grietje) Zelle. Perempuan kelahiran lahir di Leeuwarden Belanda 7 Agustus 1876 dikabarkan merupakan istri seorang mayor Rudolph Mc Leod seorang perwira KNIL. Margaretha dikenal dengan sebutan Putri Matahari. Perempuan yang belajar menari di India ini disebut-sebut sebagai mata-mata Jerman. Banyak misteri mengenai keberadaan Putri Matahari ini namun bangunan kuno ini menarik untuk dikunjungi.

Masih banyak bangunan bersejarah lain di kota Semarang. Sementara lima dulu yang saya tulis.

Jika ingin traveling, perencanaan itu penting. Agar waktu yang dialokasikan bisa efektif untuk menjelajahi objek wisata yang kita tuju. Selain itu mempersiapkan dana traveling juga penting agar perjalanan bisa lancar. Salah satunya biaya untuk membayar tiket kereta.

Tapi tenang, sekarang ada fitur PayLater di Traveloka. Fitur PayLater memudahkan kita karena kita bisa beli tiket tanpa harus membayar saat itu juga. Bisa dicicil tanpa biaya tahunan, tanpa uang muka maupun kartu kredit. Periode pelunasannya bervariasi dari satu hingga 12 bulan. Asyik banget, kan!

Wah, kita nggak perlu pusing-pusing mengatur liburan. Liburan ke tempat wisata sejarah di Semarang jadi tambah asik karena naik kereta brantas. Urusan tiket dan pembayaran nggak repot lagi

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.