Vacation

Menelusuri 5 Jalan Ikonik di Bandung, Seperti Ini Sejarahnya

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata Bandung? Tempat wisatanya yang menarik dan indah? Atau kulinernya yang selalu berhasil menggoyang lidah? Tak heran kalau Paris Van Java menjadi salah satu tujuan wisata paling favorit.

Apalagi, berkunjung ke sana bisa menggunakan kereta Jakarta Bandung yang sangat nyaman.

Ya, sebagai Ibu Kota Jawa Barat, wisata Bandung memang memiliki sejuta pesona yang selalu berhasil menghipnotis wisatawan yang datang berkunjung. Namun, tak hanya memiliki tempat wisata hingga kuliner yang lezat, Bandung juga memiliki beragam jalan ikonik yang sarat akan sejarah.

Bahkan, jalan-jalan ini kini menjadi spot wisata terbaru yang banyak dikunjungi wisatawan. Lalu, di mana saja jalan ikonik di Bandung tersebut? Berikut ulasan 5 jalan ikonik di Bandung

1. Jalan Asia-Afrika

Pertama, ada Jalan Asia-Afrika yang jadi spot favorit wisatawan ketika berkunjung ke Bandung. Jalan ini menghadirkan nuansa tempo dulu yang kental dengan bangunan art deco yang klasik.

Jalan Asia-Afrika juga merupakan jalan protokol tertua di Kota Bandung. Dibangun pada zaman pemerintahan Daendels, dalam proses pembuatannya jalan ini membentang dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.000 km.

Nama Jalan Asia-Afrika diambil dari penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 18-24 April 1955. Sebelumnya, jalan ini bernama Jalan Raja Timur dan kemudian di tahun 1955 diganti menjadi Jalan Asia-Afrika.

Menariknya, jalan ini juga disebut sebagai titik 0 (nol) kilometer, yang jadi awal pusat perkembangan di Kota Kembang ini. Saat itu, pemerintahan Bandung yang sebelumnya berada di wilayah Krapyak atau Dayeuh Kolot, akhirnya dipindahkan ke wilayah ini. Jalan Asia-Afrika saat ini menjadi salah satu kawasan bersejarah dan pusat Kota Tua di Bandung.

2. Jalan Braga

Saat berkunjung ke Bandung, salah satu jalan yang paling banyak dilewati dan dikunjungi wisatawan adalah Jalan Braga. Bahkan, saking banyaknya wisatawan yang berkunjung, tak jarang kawasan Jalan Braga selalu macet setiap akhir pekannya.

Bukan tanpa alasan Jalan Braga menjadi spot favorit wisatawan, terutama para anak muda. Di jalan ini, kamu bisa menemukan banyak coffee shop, restoran, hingga klub dengan nuansa tempo dulu yang memikat hati.

Ikoniknya bangunan di Jalan Braga tak terlepas dari sejarah panjangnya yang sudah ada sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Sejak dahulu, Braga dikenal sebagai pusat kota yang mempunyai banyak pertokoan untuk bergaya. Tak heran kawasan ini dulu diminati oleh berbagai tamu negara Hindia Belanda yang berkunjung ke Bandung, seperti negara-negara di Eropa, China, dan orang-orang Indonesia sendiri.

Nama Braga semakin melejit setelah pembangunan kawasan ini mulai digenjot dengan hadirnya barang-barang mewah. Tidak hanya itu, kesenian, hiburan, dan berbagai macam fasilitas terus dibangun kala itu dengan gaya yang sengaja dibuat mirip seperti gaya Eropa, agar wisatawan yang datang ke Bandung tetap merasakan nuansa Benua Biru.

3. Jalan Cihampelas

Jika menyebut nama Cihampelas, pasti yang terbayang adalah kawasan pusat oleh-oleh dan factory outlet yang dipenuhi keramaian wisatawan. Namun, di balik ikoniknya jalan ini, ternyata tersimpan cerita yang tak terlepas dari sejarah perjalanan Kota Bandung.

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Cihampelas yang termasuk dalam kawasan Bandung Utara dikondisikan untuk pemukiman orang Eropa. Pada masa itu, gedung-gedung gaya romantik Belanda banyak berdiri di kawasan ini.

Penamaan kawasan dan jalan dengan nama Cihampelas juga diambil berdasarkan nama kolam pemandian ada di daerah ini, yaitu Pemandian Tjihampelas yang merupakan kolam renang tertua di Bandung.

Kolam renang ini dibangun secara sederhana pada tahun 1904. Saat pembuatan kolam, di sekitarnya terdapat banyak pohon hampelas dan menjadi sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam tersebut.

4. Jalan Wastukencana

Jalan ikonik selanjutnya di Bandung dan sarat akan sejarah adalah Jalan Wastukencana. Jalanan ini membelah Jalan Aceh di bagian selatan dan bertemu dengan Jalan Cipaganti di bagian utara.

Jalan Wastukencana sendiri berasal dari nama seorang Raja Padjajaran, Niskala Wastu Kancana. Salah satu tokoh yang diidentikkan dengan Prabu Siliwangi itu naik takhta di usia 23 tahun dan memerintah Kerajaan Padjajaran selama 103 tahun. Hal inilah yang membuat nama kakek Prabu Siliwangi itu dijadikan nama jalan saat ini.

Di sepanjang Jalan Wastukencana terdapat banyak bangunan kuno peninggalan masa penjajahan Belanda. Sebagian bangunan masih ada yang mempertahankan bentuk aslinya. Namun, ada pula bangunan yang sudah berganti menjadi gedung baru.

5. Jalan Siliwangi

Jalan Siliwangi menjadi salah satu jalan legendaris di Bandung. Jalan ini diambil dari nama Raja Padjajaran, yaitu Prabu Siliwangi.
Prabu Siliwangi dikenal karena kepemimpinannya yang dapat membuat masyarakat Padjajaran sejahtera, adil, dan makmur.

Tujuan jalan ini dibangun adalah untuk memperlancar hubungan antara bagian barat dan timur Kota Bandung.
Itu lima jalan ikonik di Kota Bandung. Jika kamu tertarik berkunjung ke deretan jalan ini, tak ada salahnya berlibur ke Bandung dengan menggunakan kereta.

Selain bisa merasakan suasana Kota Kembang dengan cara berbeda, kamu juga akan disuguhkan beragam pemandangan indah di sepanjang jalan menuju Bandung.

Jangan lupa juga untuk membeli tiket keretanya di Traveloka, ya. Manfaatkan pula fasilitas tambahan TrainPlus dan promo PayDay agar kamu bisa hemat lebih banyak!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.