Food

9 Minuman Hangat Tradisional Ini Mampu Usir Dingin Kala Hujan

Belakangan, hujan memang datang dengan instensitas tinggi disertai angin kencang. Di daerah tempat tinggal saya, hujan yang turun disertai angin tempo hari, berakibat pada rusaknya tenda serta gerobak pedagang kaki lima. Ngeri deh, kalau lihat videonya.

Ya, hujan yang selalu dinanti kadang berubah menjadi menakutkan. Semoga mereka yang terkena bencana diberikan ketabahan dan dikuatkan.

Saat hujan turun, hawa dingin tak terelakkan lagi. Biasanya nih, godaan malas dan mengantuk bakal hadir. Bawaannya pengin rebahan melulu. Kalau sudah begini, mencari minuman hangat di musim hujan bisa jadi pilihan, agar badan menjadi hangat dan tetap semangat beraktivitas.

Untungnya, Indonesia kaya dengan minuman hangat tradisional. Di beberapa daerah bahkan memiliki minuman hangat yang khas dari daerah tersebut. Setelah diperhatikan, efek menghangatkan dari minuman tersebut paling dominan berasal dari Jahe. Rempah dengan nama spesies Zingiber officinale ini diketahui mengandung zingeron, senyawa keton yang memiliki efek pedas.

Jahe konon merupakan tanaman berimpang yang berasal dari India, meskipun ada yang menyebutkan berasal dari Cina. Di Indonesia sendiri, Jahe mudah ditemukan. Wajar saja jika banyak makanan maupun minuman tradisional memakai jahe sebagai salah satu bahannya.

Nah, kali ini, saya coba rangkumkan berbagai minuman tradisional Indonesia tersebut.

Usir Dingin Dengan 9 Minuman Hangat Tradisional Ini

1.Wedang Ronde

Keberadaan wedang ronde tak lepas dari pengaruh budaya Cina. Di daratan Tiongkok, ada minuman bernama Tangyuan. Komposisi keduanya mirip, ada ronde (bulatan dari tepung ketan) yang disiram kuah air jahe.

Rondenya sendiri ada dua macam. Ada yang diisi dengan campuran kacang tumbuk dan gula merah. Adapula yang tak diisi.

Wedang Ronde

Ronde dengan isi
Foto : @mayasefri

Wedang Ronde di Indonesia ada beragam versi, dari yang sederhana hingga komplit. Tapi, umumnya semangkok Wedang Ronde akan berisi ronde, kolang-kaling, kacang tanah tanpa kulit bahkan sebagian ada yang menambahkan potongan roti.

Semua komponen itu disajikan dengan air rebusan jahe yang manis. Dari sinilah rasa hangat itu berasal.

2.Wedang Jahe

Wedang Jahe memang umum digunakan sebagai minuman penghangat badan. Selain mudah didapat, Wedang Jahe pun mudah dibuat sendiri. Tinggal merebus jahe yang dikeprek terlebih dulu hingga mendidih. Kemudian bisa ditambahkan gula pasir, aren atau gula merah sesuai selera.

Wedang Jahe minuman hangat saat hujan

Segelas Wedang Jahe usir dingin kala hujan
Foto : @lelys_corner

Diantara minuman hangat tradisonal yang ada, Wedang Jahe adalah minuman hangat yang paling sederhana. Kita pun bisa membelinya di warung-warung pinggir jalan dengan harga yang murah.

3.Wedang Uwuh

Wedang yang satu ini berwarna merah keunguan. Warna tersebut berasal dari kayu secang. Sekilas minuman ini tidak nampak menarik bahkan seperti wedang diberi sampah dedaunan, tapi jangan keliru Wedang Uwuh diyakini memiliki banyak khasiat. Seperti mengatasi masuk angin, meredakan peradangan dan menghangatkan badan.

wedang uwuh

Wedang Uwuh yang hangat
Foto : @phoodandphoto

Ramuan wedang ini terdiri dari kayu secang, jahe, kapulaga, cengkih, serai dan kayumanis. Biasanya agar ada sedikit rasa manis maka ditambahkan gula batu. Aroma rempah Wedang Uwuh tak sekuat jamu, jadi jangan kawatir bakal terganggu dengan aromanya.

Minuman ini populer di wilayah Solo, Jogja dan sekitarnya. Saya juga mengenal minuman satu ini ketika menetap di Solo. Sekarang, Wedang Uwuh hadir dalam kemasan seduh. Jadi, kita tak perlu repot meraciknya, tinggal tuangkan air panas saja. Praktis, kan.

4.Angsle

Diantara minuman hangat tradisional lainnya, Angsle adalah yang paling berat isinya. Ada roti, kacang hijau rebus, petulo, kacang tanah goreng, mutiara, ketan, emping dan kolang-kaling. Kalau dari sisi rasa jadi mirip kolak.

Wedang Angsle minuman hangat tradisional

Salah satu versi Wedang Angsle
Foto : @byviszaj

Angsle berasal dari Jawa Timur. Konon, berasal dari Malang. Tapi kini mudah ditemui di wilayah lain seperti di Surabaya maupun Lumajang.

Bisa menghangatkan badan karena ada campuran jahe di kuahnya. Selain membuat badan jadi hangat, wedang Angsle juga mengenyangkan karena isinya komplit.

Tapi, kalau saya lebih suka versi yang lebih sederhana. Cukup kolang-kaling, sedikit roti dan kacang tanah goreng. Selain aroma jahe, ada aroma pandan dalam semangkok wedang Angsle.

5.Bajigur

Minuman hangat dari tanah Sunda ini sudah populer dikalangan masyarakat luas. Bahan pembuatnya sederhana saja, berupa campuran santan, gula aren dan kopi yang diberi jahe dan rempah lainnya.

Bajigur minuman hangat tradisional

Bajigur panas
Foto :@mahasiswakulineran

Bajigur mudah ditemukan di warung kaki lima. Bahkan sekarang, ada Bajigur dalam kemasan sachet. Emang jadi praktis banget sih tapi, jika kangen dengan sensasi rasa Bajigur yang asli, ya mending buat sendiri saja. Toh, bahannya mudah didapat dan cara membuatnya sederhana.

6.Bandrek

Bandrek bisa dibilang saudaranya Bajigur. Selain berasal dari tanah Sunda, bahan minuman inipun mirip dengan Bajigur.

Bandrek, minuman hangat tradisional

Kreasi Bandrek
Foto : @lelys_corner

Minuman hangat yang satu ini dibuat dari bahan dasar jahe dan gula merah. Sebagian orang menambahkan dengan rempah lain seperti serai, lada, ayam kampung dan daun pandan. Sebagian lagi ada yang menambahkan susu tapi sebagian yang lain tidak menggunakannya.

Kita pun bisa mengreasikan resep Bandrek sesuai keinginan, misalnya dengan menambahkan tape.

Sesuaikan dengan selera masing-masing saja. Meminum Bandrek saat ini makin mudah karena minuman hangat yang satu ini juga telah dijual dalam bentuk siap seduh.

So, jangan kawatir saat hujan tiba, tinggal sedia Bandrek instant maka hawa dingin bakal enyah.

7.Bir Pletok

Meskipun namanya bir, tak usah kawatir karena bir yang satu ini tak mengandung alkohol. Jadi, tidak memabukkan.

Minuman hangat asli dari Betawi ini, konon menurut sejarah dibuat untuk mencegah supaya masyarakat tidak meminum bir beralkohol yang saat itu kerap diminum orang Belanda. Kita tahu bahwa masyarakat Betawi kala itu amat taat terhadap ajaran agama Islam yang mengharamkan minuman yang memabukkan.

Bir Pletok minuman hangat saat hujan

Bir Pletok, bir yang menyehatkan
Foto :@vitaummuhawa

Bir Pletok dibuat dari campuran beberapa rempah seperti jahe, serai, dan daun pandan. Agar lebih menarik maka ditambahkan kayu secang sehingga Bir Pletok berwarna merah menggoda.
Miniman ini cocok diminum kala hujan. Selain bisa menghangatkan badan, Bir Pletok dipercaya mampu melancarkan peredaran darah, meredakan nyeri lambung, persendian serta menjaga kesehatan pencernaan.

Bir Pletok kini bisa dibeli di pasar swalayan. Kemasannya pun makin menarik.

8.Wedang Gula Rempah

Nah, kalau wedang Gula Rempah saya baru sekali meminumnya. Di Desember 2019, saya melakukan liputan di Desa Semedo, Pekuncen, Banyumas. Di sana saya berkunjung ke sentra pembuatan gula semut. Salah satu varian gula semut yang diproduksi adalah Gula Rempah.

Gula Rempah minuman hangat

Gula Rempah, rasanya pedas dan hangat di badan
Foto : semedomanise

Ketika meminumnya, rasa hangat langsung kerasa di badan. Gula Rempah ini terbuat dari gula semut organik, jahe, kapulaga, merica, serai dan daun pandan. Cocok banget buat menghangatkan badan saat cuaca dingin seperti sekarang ini.

Gula Rempah Semedo Manise hadir dalam kemasan kaleng. Sementara untuk gula jahe dan kayumanis dikemas dalam kemasan plastik kedap udara berukuran 250 gram.

8.Sarabba

Minuman hangat tradisional yang terakhir berasal dari Makasar. Ya, ini adalah minuman khas suku Bugis. Jika dilihat dari tampilannya, Sarabba mirip dengan Bajigur. Ternyata, bahan pembuatnya memang tak jauh beda, sih.

Sarabba terbuat dari jahe, gula merah, santan dan merica. Rempah-rempah itu dimasak dengan air perasan kelapa parut (santan) hingga mendidih sehingga aromanya sedapnya menguar. Sarabba tersa pedas di mulut, dan hangat di badan.

Sarabba minuman hangat tradisional dari Makasar

Secangkir Sarabba sachet bakal menghangatkan badanmu Foto : Mugniar

Sarabba di daerah asalnya kerap disajikan dengan camilan goreng maupun bakar seperti sanggara lame, sanggara unti, sanggara sukun, dan lainnya.

Seperti halnya minuman hangat tradisional lainnya, Sarabba juga hadir lebih praktis dalam kemasan sachet.

Nah, itu dia teman-teman, berbagai minuman hangat tradisional yang mampu mengusir hawa dingin saat musim hujan seperti sekarang ini.

Diantara kesembilan minuman di atas, adakah yang pernah teman-teman coba atau bahkan jadi favorit? Silahkan sharing di kolom komentar, ya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.