Random Thought

Alasan Laki-laki Menikah Lagi (Poligami)

Bicara masalah yang satu ini memang tak ada habisnya. Selalu akan ada perdebatan meskipun sebenarnya secara syariah perkaranya sudah final. Apalagi kalau bukan poligami. Di sini saya juga tidak ingin berbicara masalah syariahnya, selain karena saya tidak ahli. Lebih dari itu bagi saya, semua jelas, bahwa dibolehkan jika mampu. Mohon digaris bawahi dibolehkan tidak sama dengan wajib.

Saya ingin menyoroti alasan laki-laki menikah lagi sementara dia dalam ikatan perkawinan dengan seorang perempuan alias poligami. Kira-kira apa ya alasannya?. Pernah sih mendengar alasan menikah lagi karena ingin memiliki nilai tambah, entah nilai tambah apa maksudnya, yang jelas hanya dia yang tahu. Alasan ini, saya dengar dari seorang ustadz kondang yang berita poligaminya menjadi viral kala itu.

Di lain sisi, ada juga laki-laki yang menikah lagi untuk menolong seorang janda seperti yang dicontohkan Rosulluloh. Mungkin memang ada ya, yang menikah dengan alasan untuk menolong. Walaupun akal usil saya protes ,masa  sih buat menolong harus sampai dinikahin juga, memangnya nggak bisa sekadar disantuni?

Selain itu ada juga karena istri sakit berat sehingga tak mampu melayani suaminya. Yang ini, bikin saya sedih tapi mencoba memahami. Di satu sisi, kelihatan seperti tak sayang dengan istrinya yang sedang sakit. Bukannya setia mendampingi malah menikah lagi. Bukankah, orang sakit itu butuh perhatian dan biaya besar ya? Kalau menikah lagi bukankah, akan mengurangi perhatian kepada istri tuanya? Pun dengan menikah lagi, bukankah beban biaya hidup jadi bertambah? Membiayai istri tua dan anak-anak plus biaya berobat, serta membiayai istri muda. Sanggup, Pak?

Tapi, ada yang mengatakan ini solusi buat suami itu karena takut berzina. Bukankah agama menyuruh kita menundukkan pandangan ya, agar terjaga dari semua hal yang bisa menaikkan syahwat. Pandangan memang pintu masuk zina, jadi bisa banget diterapkan anjuran untuk menjaga pandangan, agar tak terbersit keinginan berzina apalagi istri sedang sakit. Olahraga bisa dilakukan sebagai sarana mengalihkan syahwat. Apalagi dengan berpuasa, yang satu ini bagus banget buat kesehatan fisik dan jiwa, bukan?.

Kira-kira alasan-alasan di atas sudah mengkover semua alasan laki-laki untuk menikah lagi ndak? atau ada alasan lain?. Mungkin memang ada ya, yang menikah dengan alasan untuk menolong. Tapi kok, menurut saya jarang banget yang seperti ini, karena mencontoh Rosulluloh itu tidak mudah. Apalagi soal adil!

Satu-satunya alasan laki-laki menikah lagi (poligami) yang paling jujur, menurut saya karena laki-laki suka sama perempuan itu.

Sebagai seorang perempuan, sungguh berat untuk menerima kenyataan suami menikah lagi. Melihat suami menaruh hati dengan perempuan lain, hati pastilah teriris-iris apalagi harus berbagi hati. Ini suara dari hati yang paling dalam lho. Entah suara hati perempuan lain karena seperti kata pepatah dalamnya lautan bisa kita tahu tapi dalamnya hati tak ada yang tahu.

Sudah banyak contoh saya lihat. Salah satunya Teh Ninih, sempat memilih berpisah meskipun akhirnya rujuk kembali. Ini menandakan kehidupan poligami memang tidak mudah. Bahkan untuk seorang dengan ketaatan dan kesholehan seperti Teh Ninih.

Menyoal Keadilan

Hal yang paling berat dari poligami adalah KEADILAN. Sanggupkah seorang suami berbagi materi dan kasih sayang secara adil? berat, lho! Selanjutnya apakah keadilan suami juga dipersepsikan sama oleh para istrinya? Yang ini juga berat.

Menurut pendapat awam seperti saya, poligami itu membutuhkan kesiapan baik suami maupun istri. Gak bisa cuma suami yang merasa siap poligami dan istri tidak siap. Apakah model seperti ini bakal mendekati poligami seperti yang dicontohkan Rosulluloh? Menurut saya tidak!

Jadi, biarlah jika ada yang melakukan poligami, jika itu dikehendaki bersama dan sesuai syariat. Jangan di bully karena poligami itu dibolehkan. Tapi, jangan dipuja-puji berlebihan sehingga kemudian seolah-olah itu hal yang wajib ditiru.

Di lain sisi, kalau ada yang tak sudi dimadu jangan lantas dijudge kurang iman dll karena ini bukan perkara yang mudah bagi seorang perempuan. Bukan karena menentang hukum Alloh, lho ya, melainkan karena tak sanggup.

Buat laki-laki, pikir lagi deh kalau mau poligami. Yakin sudah siap? mampu berbuat adil? istri-istrinya juga siap?. Kalau semua yes, silahkan saja itu hak anda.

Saya teringat pada buku yang ditulis Asma Nadia “Catatan Hati seorang Istri“, di bagian cerita yang berjudul “Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi”, diceritakan tentang alasan seorang laki-laki menikah lagi. Menurut laki-laki dalam tulisan itu alasan seorang laki-laki menikah lagi itu bukan karena ingin menolong, kasihan atau yang lain tapi karena dia suka dengan perempuan itu. Titik.

Hm, sebuah pengakuan yang jujur, hehehe. Bukankah tidak mudah ya mengaku jatuh cinta lagi. Buku ini merupakan kumpulan kisah inspiratif, jadi nyata alias bukan rekaan. Tentu saja narasumbernya dirahasiakan. Ada nasehat bagus dalam kisah tersebut bagi laki-laki yang ingin poligami ataupun memiliki niat untuk poligami.

Renungkanlah…. “Jika Anda menikah lagi : Pertama, kebahagiaan dengan istri kedua belum tentu karena tak ada jaminan untuk itu. Apa yang nampak bagus di luar belum tentu bagus pula dalamnya. Hubungan sebelum pernikahan yang terlihat indah belum tentu akan terwujud indah pula dalam pernikahan. Dan telah banyak kejadian seperti itu. Kedua, Sementara itu luka istri pertama sudah pasti dan itu akan abadi. Bagaimana Anda bisa melakukan sebuah tindakan untuk keuntungan tak pasti dengan mengambil resiko kerusakan yang pasti permanen.”

Tidak semua poligami berjalan indah dan adil namun tak sedikit pula poligami yang adil indah. Saya kembalikan pilihan pada masing-masing untuk memilih karena Al Quran membolehkan namun hendaknya harus cermat dan hati-hati. Jujur dalam mengukur kemampuan diri, bagi laki-laki apakah mampu berbuat adil. Sementara bagi perempuan sanggupkah berdamai dengan madu dan hidup bahagia berdampingan.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

42 Comments

  1. Ahmad Roqib November 13, 2013
    • Ety Abdoel November 13, 2013
  2. Vera Astanti November 13, 2013
    • Ety Abdoel November 13, 2013
      • yuyun September 15, 2016
        • Ety Abdoel September 15, 2016
  3. Pingback: Hati Seluas Samudera - My Journal November 23, 2013
  4. Mey July 7, 2014
    • Ety Abdoel July 7, 2014
    • ju January 8, 2016
  5. lina marliana November 11, 2014
  6. darmawan May 28, 2015
    • Ety Abdoel August 10, 2015
  7. jaffar ali July 5, 2015
    • Riadi February 2, 2017
    • Dini April 5, 2018
  8. fendi nang August 19, 2015
    • Ety Abdoel August 19, 2015
    • Nelliel April 7, 2016
  9. Mas Ip October 17, 2015
    • fatimah putri November 18, 2015
      • fatimah putri November 18, 2015
  10. Agustina Purwantini June 27, 2016
  11. Bizar August 23, 2016
    • Ety Abdoel August 24, 2016
  12. yuyun September 15, 2016
    • Ety Abdoel September 15, 2016
    • Dee February 19, 2017
  13. kania September 24, 2016
    • Ety Abdoel September 24, 2016
  14. sherly October 17, 2016
    • Ety Abdoel October 18, 2016
  15. Atisatya Arifin December 4, 2016
  16. Murni Rosa April 9, 2017
  17. Ima satrianto June 24, 2017
  18. Astin Astanti August 25, 2017
    • Ety Abdoel September 5, 2017
  19. Bekah October 17, 2017
    • Ety Abdoel October 19, 2017
    • Dini April 5, 2018
  20. Aqib Fahmi December 27, 2017
    • Dini April 5, 2018
  21. Aji December 29, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.