Competition

Aplikasi My JNE dan Kekangenanku

Sebagai perantauan, saya sering kangen kampung halaman. Sayangnya, tidak mungkin tiap kali kangen, saya bisa mudik ke Banyumas. Biasanya, yang suka bikin kangen, selain bertemu orangtua dan adik-adik, adalah kangen makanan khas Banyumas. Ya, saya suka kangen sama Mendoan. Makanan sederhana ini sulit untuk saya hapuskan dari daftar makanan kesukaan saya.

Terlalu banyak kenangan di sana. Mendoan, selalu mengingatkan saya pada kehangatan keluarga. Berebut mendoan hangat bersama adik-adik. Sambil guyonan, kadang juga sampai kebablasan hingga membuat salah satu dari kami ngambek. Tapi, itu nggak lama, begitu merasakan nikmatnya Mendoan maka kami bisa tertawa lagi.

Mendoan itu berasal dari kata “mendo” atau setengah matang. Jadi tempe mendoan itu, tempe yang digoreng setengah matang. Paling nikmat disantap saat masih hangat dengan cabai rawit atau kecap yang diberi irisan  bawang merah dan cabai rawit. Hm, nikmat banget!

Bahan untuk membuat Mendoan itu murah harganya, seperti tempe, tepung terigu, irisan daun bawang atau daun kucai dan bumbu seperti garam, ketumbar serta bawang putih. Cara membuatnya juga mudah, bumbu-bumbu dihaluskan, masukkan dalam wadah, tambah tepung terigu dan irisan daun bawang, dan tambahkan air. Setelah rata, celupkan tempe dan goreng di minyak panas. Goreng setengah matang saja (mendo) karena kalau sampai kering namanya bukan Mendoan lagi.

tempe-mendoan

anget-anget, enak banget

Selama ini bukan tidak pernah memasak Mendoan. Apalagi anak-anak juga senang makan Mendoan. Hanya saja, saya sulit menemukan tempe yang biasa dibuat Mendoan. Tempenya tipis, berbentuk segiempat. Kita tak perlu mengirisnya saat ingin menggorengnya. Nah, tempe seperti ini yang suka bikin saya galau. Akhirnya, pakai tempe yang berbentuk papan itu, lalu saya iris-iris menyerupai tempe Mendoan asli.

Walaupun sama-sama tempe, saya kok kurang marem, ya. Penginnya, bisa mudah mendapatkan tempe Mendoan seperti di Banyumas tapi sampai sekarang belum nemu. Jadi kepikiran minta dikirimi tempe Mendoan dari kampung saja tapi harus dengan jasa ekspedisi yang cepat. Tempe kan tak tahan lama. Kalau kelamaan di jalan, bisa-bisa jadi tempe busuk.

Selama ini saya memang belum pernah minta dikirimi tempe Mendoan karena kawatir lama nyampenya. Terus ada temen yang saranin saya pakai  JNE, dia kan memiliki layanan YES (Yakin Esok Sampai). Wah, iyes banget nih, saya bisa minta tolong adik untuk mengirim tempe Mendoan secepatnya. Kenapa baru kepikiran sekarang ya, padahal Banyumas-Karanganyar kan, nggak terlalu jauh. Jika pakai JNE YES, tempe Mendoan bisa sampai dalam kondisi yang masih bagus.

aplikasi-my-jne[1]

Teman saya, seorang online shopper juga biasa menggunakan JNE. Apalagi katanya, layanan JNE makin meningkat dengan adanya Bang JONI (JNE Ontime Integrated). Saya akan mendapat kemudahan dalam mengirim barang, memantau kiriman dan bertransaksi online. 3 kemudahan ini bisa didapat dengan mengunduh aplikasi MyJNE di Playstore dan menginstalnya di smartphone saya.

Berdasarkan testimoni teman saya itu, akhirnya saya mengunduh dan menginstal Aplikasi MyJNE. Dengan tampilan yang segar, saya mencoba berkenalan dengan aplikasi ini. Maklum, saya kan belum pernah menggunakannya, jadi perlu belajar dulu dengan fitur-fitur yang ada.

Pertama, jika ingin kirim barang, besarnya tarif bisa dicek melalui fitur Check Tariff. Cukup masukkan data berupa daerah asal, daerah tujuan dan berat barang kiriman maka besarnya tarif kiriman bisa diketahui. Mudah, tak perlu telepon ke kantor JNE, untuk menanyakan besarnya tarif kiriman.

cek-tarif-jne

contoh kalau mau cek tarif

Kedua, ada fitur My Shipment, fitur ini bisa digunakan untuk memantau status pengiriman barang milik kita maupun memantau barang kiriman orang lain. Caranya mudah, tinggal masukkan resi atau airway bill dan status kiriman akan segera diketahui.  Sekali lagi, saya harus bilang mudah, karena bisa diakses melalui smartphone. Nggak perlu buka laptop apalagi pergi ke kantor JNE.

Oh, ya, tracking pun sekarang lebih detil. Nggak sekadar on process tapi ada keterangan waktu, dan posisi barangnya. Sebagai pengirim maupun penerima tentu bisa tenang ketika barang kiriman bisa dilacak secara detil.

pantau-kiriman-jne[1]

 

kiriman terlacak

kiriman terlacak

Fitur ketiga adalah JNE Nearby, bagi orang seperti saya yang belum hafal lokasi agen JNE terdekat maka fitur ini akan membantu sekali. Bisa juga saat kita berada di kota lain, ingin mengirim dokumen, oleh-oleh maupun barang lainnya namun bingung dengan letak kantor maupun agen JNE terdekat, maka fitur ini bisa dimanfaatkan.

Jangan lupa untuk bisa mendapatkan kemudahan mengecek lokasi JNE terdekat, aktifkan dulu GPS nya, ya.

Ada lagi fitur yang lain yaitu My COD. Ini merupakan layanan My Cash On Digital dari JNE. Jadi, JNE disini berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli online. Dengan syarat keduanya telah menginstal aplikasi MyJNE ya. Bertransaksi melalui My COD ini bisa menghindarkan diri dari penjual maupun pembeli yang nakal.

Cara memakai fitur My COD juga mudah:

  1. Pembeli dan penjual sama-sama memakai aplikasi My JNE.
  2. Jika pembeli sudah menentukan barang belanjaan maka penjual melakukan order di MY COD.
  3. Pembeli akan menerima notifikasi pesanan barang, kemudian membayarnya melalui My COD.
  4. Jika notifikasi pembayaran diterima penjual maka barang akan dikirim penjual ke JNE dan JNE mengantarkan pesanan tersebut ke pembeli.
  5. Barang diterima maka pembeli melakukan konfirmasi penerimaan barang.
  6. Setelah konfirmasi tersebut maka penjual berhak menerima pembayaran.

my-cod

Nah, agar bisa menggunakan fitur ini maka pembeli harus melakukan top up uang dulu. Tinggal lakukan melalui fitur My COD Wallet. Wah, dengan adanya aplikasi My JNE semua aktifitas yang berhubungan dengan kirim barang jadi mudah, ya.

Pikiran saya jadi kembali lagi ke Mendoan, yang saya kangenin. Menikmati Mendoan hangat dengan tempe asli dari Banyumas akan beda rasa nikmatnya. Rasanya nggak sabar lagi untuk meminta Adik saya mengirimkan Mendoan dengan layanan JNE YES. Hari ini dikirim dan besok sampai. Tinggal pantau lewat aplikasi MY JNE maka saya tak perlu kawatir paket Mendoan akan nyasar. Wah, suami dan anak-anak pasti juga akan senang karena bisa menikmati tempe Mendoan asli dari tempat asalnya.

50 Comments

  1. Ranny August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  2. zukhruf August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  3. astutiana August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  4. Rotun DF August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  5. Agung Han August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  6. Alvina August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  7. Ika Puspitasari August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  8. Hidayah Sulistyowati August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  9. rita dewi August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  10. Noe August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  11. Nchie Hanie August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  12. lingga permesti August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  13. Rusydina Tamimi August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 30, 2016
  14. Muthmainnah Yuria August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  15. Ira duniabiza August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  16. Liza August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  17. Nining August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  18. tutyqueen August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  19. Arina Mabruroh August 30, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  20. Prima Hapsari August 31, 2016
    • Ety Abdoel August 31, 2016
  21. Ratna Dewi August 31, 2016
    • Ety Abdoel September 2, 2016
  22. Irawati Hamid September 1, 2016
    • Ety Abdoel September 2, 2016
  23. D Sukmana Adi September 2, 2016
    • Ety Abdoel September 2, 2016
  24. Adriana Dian September 3, 2016
    • Ety Abdoel September 5, 2016
  25. Nefertite Fatriyanti September 13, 2016
    • Ety Abdoel September 13, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.