Food

Akhirnya Nyobain Bakso Laris Di Purwokerto, Bakso Pekih

Namanya sudah lama kondang, tapi saya tak jua bertandang. Bukan karena tak ingin mencicipi bakso yang diburu banyak orang. Tapi, tiap kali pulang kala liburan, Bakso Pekih selalu penuh dengan kunjungan. Kawatir tak kebagian akhirnya memilih melipir ke lain tempat makan. Sampai akhirnya, siang itu, di akhir Desember 2019, niat saya kesampaian.

Gimana, udah kek Najwa Shihab belum ya? πŸ˜†

Apa kabar nih, teman-teman? Semoga semua dalam keadaan baik ya, di awal tahun 2020. Semoga juga yang lagi sakit lekas sembuh dan bencana yang melanda teman-teman di beberapa daerah segera teratasi. Aamiin YRA.

Postingan perdana di tahun ini sebetulnya soal perjalanan di akhir tahun 2019. Siapa tahu ada diantara kalian yang berencana berkunjung ke Purwokerto dan tertarik dengan informasi kuliner yang saya tulis ini.

Ceritanya, sepulang dari jalan-jalan ke desa tempo hari, saya dan adik sepupu sempat diskusi mau makan di mana. Saya, yang siang itu sudah kelelahan. Kepala terasa berat, dan agak pening, mengusulkan makan yang berkuah saja. Pilihannya ada dua, mau bakso atau soto. Saya pilih bakso aja, karena kalau soto sudah dimasakkin sama ibu.

Adik saya setuju, dan dia langsung ngusulin makan bakso laris di Purwokerto saja, Bakso Pekih. Dinamakan Bakso Pekih karena letaknya di Jalan Pekih. Biar gampang diingat kali ya lokasinya.

Saya yang memang belum pernah sekalipun makan Bakso Pekih, setuju aja, karena saya penasaran sama rasanya. Beberapakali sempat lewat di depannya, kelihatan ramai sekali. Biasanya sih kalau ramai, berarti enak.

Sesampainya di Jalan Pekih, benar saja, tempat parkir mobil sudah full. Akhirnya banyak mobil diparkir di bahu jalan. Saat itu sudah siang juga sih. Kek nya banyak yang makan siang di sana. Mobil adik saya akhirnya diparkir agak jauh. Kami harus jalan dulu sekitar 100 meter. Ini kurang lebih ya, kalau gak tepat mohon maaf karena nggak bawa meteran 😘🀣

Bakso jalan pekih

Suasana Jln. Pekih siang itu. Mobil adik ada di ujung sana🀣

Konon, sewaktu mengawali usaha, Bakso Pekih menempati warung sederhana. Warungnya sampai sekarang masih ada, letaknya juga masih di Jalan Pekih, tapi sudah tidak digunakan lagi. Iyalah, makin hari pelanggan makin banyak, tentu butuh tempat yang lebih luas. Nah, tempat yang sekarang inilah yang saya kunjungi.

Benar saja, begitu sampai di kedai, suasananya ramai sekali . Tempatnya sih cukup luas. Bangku dan kursi yang tersedia juga banyak untuk ukuran kedai bakso. Tapi ternyata, pengunjungnya lebih banyak lagi, qeqeqe. Kami sempat berputar-putar cari tempat yang kosong.

Prediksi saya sih, karena masa liburan deh. Meskipun kata adik saya, Bakso Pekih emang ramai tiap harinya, cuma gak seramai pas libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Wajarlah, kalau Bakso Pekih disebut sebagai bakso laris di Purwokerto. Setelah berjuang menunggu tempat kosong, akhirnya bisa memesan bakso.

Bakso pekih Purwokerto

Ramai banget

Ada banyak pilihan bakso, saya memilih bakso urat tetelan. Ya, ampun kolesterol ya? Wkwkwk, kalau lagi liburan mah dimaafkan. Balik dari liburan bakal dikontrol lagi makannya.

Para pelayan nampak sangat sibuk melayani satu persatu pengunjung. Ada yang mengantar bakso, minuman, bahkan menaruh tisu di masing-masing meja. Jumlahnya cukup banyak. Tapi, sekali lagi, saat pengunjung membludak mereka sepertinya kewalahan.

Untungnya, adik sepupu bawa tahu aci jadi bisa ngemil dulu. Lumayan buat ganjel perut yang terlanjur lapar. Semakin lapar karena aroma bakso menguar di mana-mana, sementara pesanan tak kunjung diantar. Duh, salah sendiri ya, dateng pas musim liburan, hahaha.

Review Bakso Urat Tetelan Ala Bakso Pekih, Bakso Laris Di Purwokerto

Mata saya berbinar ketika pesanan yang ditunggu datang. Semangkok bakso urat tetelan plus es teh manis.

Semangkok Bakso Urat Tetelan berisi mie kuning dan putih. Satu butir bakso urat besar dan tiga butir bakso kecil. Ditambah beberapa potong tetelan, irisan seledri serta bawang goreng. Kuahnya bening meski nampak sedikit berlemak. Ketika saya cicipi, kuahnya cukup gurih.

Bakso pekih bakso laris di purwokerto

Bakso urat tetelan pesanan saya

Kemudian, saya tambahkan sedikit kecap, saus dan sambal. Ya, sedikit saja, nggak sampai hitam pekat kemerahan gitu. Tekstur baksonya kenyal, bumbunya terasa uratnya juga terasa. Tetelannya juga lembut, jadi nyaman juga ngunyahnya.

Kalau buat lidah saya, Bakso Pekih memang termasuk bakso yang enak dan mengenyangkan. Iyalah karena saya pesan bakso komplit. Kalau kalian menghendaki tanpa mie bisa juga.

Semangkok bakso urat tetelan tandas di perut, saya pun bergegas pergi. Kawatir, pengunjung lain terlalu lama menunggu. Kasian, kan. Apalagi mereka yang sengaja datang dari jauh pengin menikmati bakso laris di Purwokerto ini.

Nggak suka bakso urat tetelan? Tenang, Bakso Pekih menyediakan banyak variasi seperti bakso polos, bakso urat, bakso tetelan, bakso telur, bakso polos telur, bakso polos, bakso telur tetelan dan bakso lainnya.

Oh ya, buat kalian yang suka makan bakso dengan ketupat, Bakso Pekih juga menyediakan ketupat, lho. Tuh, kan dijamin kenyang kalau ke sini.

Harga semangkok Bakso Pekih tergolong murah sekitar Rp16. 000 per porsi karena di Purwokerto ada bakso lain yang harganya sudah di atas Rp20. 000 per porsinya. Seperti warung bakso lainnya, Bakso Pekih juga menyediakan berbagai macam kerupuk, minuman bahkan ada es krim juga.

Buat teman-teman yang penasaran seperti saya dan pengin mencicipi Bakso Pekih, salah satu bakso laris di Purwokerto, silahkan berkunjung. Kalau nggak mau seperti saya, jangan berkunjung pas liburan gitu, biar nggak terlalu ramai dan bisa santai menikmati salah bakso enak di Purwokerto ini.

Bakso Pekih mudah dijangkau. Meskipun terletak di jalan sempit tapi nggak jauh dari pusat kota. Dekat dengan kawasan alun-alun Purwokerto dan berada di belakang Masjid Agung Baitussalam.

Nah, selain bisa menikmati Bakso Pekih, banyak kuliner khas lainnya seperti Soto Jalan Bank, mendoan, getuk goreng dan kuliner lainnya, bisa dinikmati ketika ke Purwokerto.

Bakso Pekih
Jln Pekih No. 14, Sokanegara
Purwokerto Timur

6 Comments

  1. Rudi G. Aswan January 6, 2020
    • Ety Abdoel January 8, 2020
  2. untari travel notes January 11, 2020
    • Ety Abdoel January 13, 2020
  3. duniamasak January 14, 2020
    • Ety Abdoel January 18, 2020

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.